Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 37


__ADS_3

Saat ini Raffael dan Jelita sedang dalam perjalanan pulang. sejak tadi keduanya saling diam. Jelita yang masih belum rela karena harus pergi meninggalkan Ibunya, namun tidak punya pilihan lain selain mengikuti sang suami. sedangkan Raffael masih memikirkan ucapan Arvin yang membuatnya cukup terkejut.


Ancaman Arvin yang hanya didengar olehnya tadi benar-benar mengisyaratkan kalau pria itu sangat menginginkan istrinya. Apa pantas seorang paman menyukai keponakannya sendiri. Sunggung Raffael tidak terima dengan ucapan pria itu. namun dia sedikit lega karena Jelita kini ada bersamanya. Tinggal jauh dari pria itu.


“Mas!” panggil Jelita namun Raffael masih diam dan fokus dengan kemudinya.


“Mas!” panggilnya lagi dengan suara lebih keras.


“Eh, Iya? ada apa? Maaf. Apa kamu butuh sesuatu?”


“Tidak. Aku hanya ingin bertanya. Apakah aku boleh nanti sesekali berkunjung ke rumah Ibu?”


Raffael melirik ke arah istrinya yang wajahnya masih terlihat sendu. Dia tidak mungkin melarang Jelita untuk bertemu Ibunya. Tapi dia tidak ingin membiarkan istrinya bertemu lagi dengan Omnya.


“Tentu saja boleh.” Jawab Raffael akhirnya.


“Terima kasih.” Jelita mengulas senyum lega menatap suaminya. senyum yang sejak beberapa hari yang lalu tidak Raffael lihat. Seketika itu hatinya terasa sangat sejuk. ingin sekali ia menarik Jelita ke dalam pelukannya. Sayangnya saat ini dia sedang fokus dengan kemudi, sedangkan Ethan tidur dalam pelukan Jelita.


Beberapa saat kemudian, setelah perjalanan jauh mereka tempuh berjam-jam, akhirnya Raffael dan Jelita tiba di rumah milik kedua orang tua Raffael. Mulai sekarang Jelita akan tinggal bersama suaminya di rumah mewah itu.


Raffael menggendong Ethan yang baru saja bangun dan mengajak Jelita masuk. Waktu sudah malam. kemungkinan penghuni rumah lainnya sudah tidur.


Raffael mengajak Jelita masuk ke dalam kamarnya. Kamar yang sangat luas dan begitu mewah menurut Jelita. Wanita itu kembali dihadapkan dengan suasana canggung jika harus berduaan lagi dengan Raffael. Padahal Ethan saat ini tidak sedang tidur. Namun entah kenapa rasa gugup itu masih ada.


Ethan yang melihat suasana baru saat memasuki kamar Ayahnya, bocah itu terlihat sangat senang. Justru ia melompat-lompat di atas ranjang dengan suka cita. Raffael pun ikut menyusul dan menemani Ethan.


Sedangkan Jelita bingung harus ngapain? Sebenarnya dia sangat lelah dan ingin tidur. Tapi sepertinya harus ia tahan karena Ethan masih bersemangat untuk bermain. Akhirnya ia memilih untuk mengganti pakaiannya dan mencuci muka agar terlihat lebih segar.


Saat Jelita berada di kamar mandi. ternyata Abi mengetuk pintu kamar Raffael. Wanita itu mendengar suara berisik dari luar. Akhirnya penasaran dan benar ternyata Raffael sudah pulang bersama Jelita dan Ethan.


Tak lama kemudian Reno ikut menyusul istrinya. Mereka sangat senang dengan kehadiran Ethan di rumahnya. Meskipun bocah itu bukan cucu kandungnya, tapi Abi dan Reno sama sekali tidak mempermasalahkannya. Mereka justru sangat menyayangi Ethan seperti cucunya sendiri.

__ADS_1


Cklek


Jelita yang baru saja keluar dari kamar mandi sangat terkejut saat melihat ada mertuanya di sana. Dia menunduk sopan dan ikut bergabung di sana. Sebelumnya Raffael sudah menceritakan smeuanya pada Mama dan Papanya tentang hubungan Jelita dan Ibunya yang sudah membaik. Reno dan Abi pun ikut senang mendengarnya.


“Seepertinya kam sangat lelah, Lita?” tanya Abi yang kini duduk di samping Jelita.


“Nggak kok, Ma.” Jawabnya dengan tersenyum.


“Ethan, Sayang! Ikut tidur sama Opa dan Oma ya? Besok Opa belikan mainan yang banyak.” Ucap Reno tiba-tiba.


Jelita terkejut dnegan ucapan Papa mertuanya. kalau Ethan ikut tidur bersama otomatis dirinya akan tidur berdua dengan Raffael.


“Ya, nggak apa-apa, Pa. besok Raffa akan minta seseorang untuk merenovasi kamar sebelah untuk tempat tidur Ethan.” Sahut Raffael ssangat setuju dengan ide Papanya. Dengan begitu ia bisa berduaan dengan istrinya. Meskipun tidak melakukan apa-apa.


Abi pun juga senang. Ia segera menggendong Ethan dan mengajaknya keluar dari kamar Raffael. Bocah itu sama sekali tidak mengerti kondisi hati Bundanya yang sedang harap-harap cemas. Yang ada di pikirannya hanya mainan dan mainan.


Setelah Abi dan Reno keluar dari kamar dengan membawa Ethan, kini tinggal Jelita dan dan Raffael saja di sana. Raffael tahu kalau istrinya sekarang sangat gugup. Namun ia harus bisa mencairkan suasana.


“I..iya, Mas. Nggak perlu dibantu. Bajuku juga Cuma sedikit, kok.”


“Ya nggak apa-apa. Nanti kita belanja bersama. Aku ke kamar mandi dulu, kamu istirahatlah!” ujar Raffael dan segera masuk ke kamar mandi.


Jelita tidak langsung tidur. Dia melangkah mendekati lemari pakaian suaminya. betapa terkejutnya dia saat melihat tatanan baju suaminya yang sangat rapi dan banyak. Apalagi semua pakaian milik Raffael bahannya berkualialitas. Jelita baru sadar kalau suaminya adalah orang kaya. Apa jadinya jika baju-baju miliknya dijadikan satu lemari dengan baju milik Raffael. Daripada memikirkan yang tidak-tidak, akhirnya Jelita segera menarik satu set piyama milik Raffael. Lalu meletakkannya di atas tempat tidur. Setelah itu dia bingung harus melakukan apa. Apa ia akan tidur di ranjang yang sama dengan suaminya malam ini. atau lebih baik tidur di sofa saja. sungguh Jelita benar-benar belum terbiasa dengan situasi seperti sekarang ini. terlebih dirinya masih menyimpan trauma akibat kejadian kelam itu.


Cklek


Raffael keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Sepertinya pria itu baru saja selesai mandi. terlihat dari rambutnya yang masih basah. Lalu Jelita yang sedari tadi duduk di bibir ranjang seketika terkejut saat melihat penampilan suaminya seperti itu. dia segera memalingkan muka dengan wajah memerah sekaligus takut.


“Terima kasih!” ucap Raffael sambil mengulas senyum saat melihat ada piyama miliknya yang pastinya Jelita yang menyiapkan. Raffael tidak tahu kalau saat ini Jelita diliputi rasa takut dan gugup. Kenapa bayang-bayang itu kembali hadir.


Raffael langsung masuk ke ruang ganti tanpa menunggu jawaban Jelita. Sedangkan Jelita langsung memilih sofa sebagai tempatnya untuk tidur malam ini.

__ADS_1


Raffael yang baru saja keluar dari ruang ganti snagat terkejut melihat istrinya tidur merinngkuk di sofa. Bahkan dari jauh ia melihat kalau keadaan Jelita sedang tidak baik-baik saja. seketika itu Raffael berfirasat buruk. Kemarin istrinya baik-baik saja saat menginap di hotel, karena ada Ethan.


“Jelita!” panggil Raffael dengan memegang lengan Jelita yang tampak bergetar.


“Tidak! Jangan sentuh aku!”


Sungguh Raffael tidak menyangka kalau reaksi istrinya akan seperti ini. padahal selama kedekatannya dengan Jelita, wanita itu terlihat baik-baik saja. apakah bayang-bayang kejadian itu kembali hadir dalam benak istrinya.


“Jangan takut! Aku Raffa, suami kamu. Aku tidak akan menyakiti kamu, Jelita. Aku berjanji.” Ucap Raffael dengan pelan. Dia duduk di lantai, tepatnya di bawah sofa dimana Jelita sedang meringkuk di sana.


Jelita perlahan menoleh ka arah Raffael. Dia sama sekali tidak mengerti dengan suasana hatinya yang berubah-ubah seperti ini. dia benar-benar takut jika tiba-tiba Mario datang. dia takut pria itu nekat lagi.


“Jangan takut! Aku akan selalu melindungimu, Jelita.” Raffael menatap sendu wajah istrinya yang terlihat sangat ketakutan.


Raffael mendekati sofa dengan posisi sedikt berjongkok. Ia merentangkan tangannya bermaksud untuk memeluk Jelita dan menenangkan wanita itu. Jelita berusaha kuat membuang ketakutannya. Kemudian dengan perlahan dia menyambut pelukan Raffael.


Grep


Raffael bisa merasakan getaran tubuh istrinya. Ia semakin mengeratkan pelukannya sambil mengusap lembut kepala Jelita.


“Aku akan selalu menjaga dan melindungimu, Jelita. Karena aku sangat mencintaimu.” Ucap Raffael dengan lirih dan meninggalkan kecupan-kecupan singkat pada kepala istrinya.


Pelukan Jelita yang awalnya sangat kuat dengan getaran tubuh yang Raffael bisa rasakan secara langsung, akhirnya semakin lama semakin melemah seiring dengan suara dengkuran halus yang keluar dari bibir Jelita. Raffael pun perlahan mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke tempat tidur. Kemudian ia ikut menyusul Jelita ke alam mimpi dengan memberikan pelukan hangat sepanjang malam.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2