Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 83


__ADS_3

Saat ini Abi dan Reno sedang dalam perjalanan ke rumah Arvin. Baik Abi maupun Reno masih shock dengan kabar meninggalnya Bu Sukma. Jadi saat Jelita terakhir datang ke rumahnya saat itu, dia masih dalam keadaan berduka. Bagaimana bisa Jelita menyembunyikan kabar ini darinya.


“Sudah, tenanglah! Mungkin Jelita tinggal bersama Omnya.” Ucap Reno menenangkan istrinya.


“Tapi bagaimana kalau dia tidak tinggal di sana dan memutuskan untuk pergi menjauh dari kita, Mas? Betapa menderitanya Jelita selama ini. sungguh Raffael lah yang menjadi tersangka utama dari masalah ini.”


Beberapa saat kemudian Reno dan Abi sudah tiba di rumah Arvin. Mereka segera masuk saat dipersilakan oleh pembantu Arvin.


Arvin terkejut saat melihat kedatangan Reno dan Abi. namun menurutnya ini akan lebih baik, karena dia bisa bicara banyak dengan kedua orang tua Raffael membahas masalah anak dan menantu mereka. Jujur saja Raffael tidak tega melihat Jelita menderita di saat sedang hamil seperti sekarang ini. terlebih beberapa hari yang lalu keponakannya itu dapat surat gugatan cerai dari Raffael.


“Arvin, maaf telah mengganggu waktumu. Kedatangan kami ke sini hanya ingin bertemu Jelita sekaligus kami ingin mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Bu Sukma.” Ucap Reno.


Arvin hanya mengangguk samar. Sepertinya Reno dan Abi baru tahu kabar tentang meninggalnya Ibu Jelita. Jadi bisa dipastikan kalau kedua orang itu habis dari rumah Jelita.


“Iya. Maafkan Jelita jika selama ini telah banyak berbuat salah pada keluarga Pak Reno. Jujur di sini saya juga ikut terlibat dalam masalah yang terjadi antara rumah tangga Jelita dan Raffael. Tapi sayangnya nasi sudah menjadi bubur. Sepertinya keputusan anak anda sudah tidak bisa diganggu gugat. Dan maaf, Jelita tidak ada di sini.” Ternag Arvin panjang lebar.


Reno dan Abi saling lirik. Sebenarnya mereka ingin tahu lebih jelasnya tentang masalah yang terjadi antara Raffael dan Jelita hingga mereka bercerai.


“Lalu kemana Jelita? Kenapa dia juga sudah tidak tinggal di rumahnya?” tanya Abi khawatir.


“Jelita ingin menenangkan dirinya dulu sambil merawat anak dan calon buah hatinya, Bu Abi. dia berpesan pada saya untuk sementara waktu tidak ingin bertemu dengan siapapun. Jadi maaf, saya tidak bisa memberitahu anda.”


Beberapa hari yang lalu, tepatnya setelah dia mendapat surat dari pengadilan agama yang berisi gugatan cerai dari Raffael, Jelita memutuskan untuk pergi sementara. Dia ingin menenangkan dirinya sejenak dari berbagai masalah yang sedang membuat hidupnya kacau akhir-akhir ini.

__ADS_1


“Dan untuk masalah yang terjadi antara Raffael dan Jelita, saya akan meluruskan pada Pak Reno dan Bu Abi sebagai orang tua Raffael. Kejadian yang dilihat oleh Raffael saat itu hanya sebuah kesalah pahaman saja. saat itu Mbak Sukma sedang dirawat di rumah sakit akibat penyakit bronkitisnya yang sudah kronis. Dua hari penuh Jelita menjaga Ibunya. Namun tiba-tiba keadaan Jelita tidak sehat. Jadi saya memutuskan untuk mengantarnya pulang. awalnya saya tidak tahu kalau sakit yang dialami oleh Jelita adalah salah satu gejala kehamilanya. Saat itu saya hanya membantunya dari kamar mandi, karena keadaannya sangat lemah. Dan itulah yang menyebabkan Raffael salah paham. Saya mau menjelaskan pun dia sama sekali tidak mempedulikan saya dan Jelita. Lalu malam harinya setelah kejadian itu Jelita mendapat kabar buruk kalau Ibunya meninggal dunia.”


Abi tergugu dalam pelukan suaminya. dia sungguh terkejut mendengar semua penjelasan Arvin. Juga sangat kecewa pada Raffael yang menurutnya sangat bodohh karena memiliki jalan pikiran pendek tanpa memberi kesempatan Jelita untuk menjelaskan kesalah pahaman itu.


Reno juga tidak menyangka jika Bu Sukma telah meninggal dunia. Benar saja setelah kejadian salah paham itu Jelita tak langsung pulang. bagaimana mungkin dia bisa pulang kalau Ibunya saja baru meninggal. Ditambah lagi kondisinya yang tengah hamil muda.


Sebenarnya Reno dan Abi ingin tahu dimana Jelita dan Ethan saat ini tinggal. Namun setelah mendengar ucapan Arvin kalau Jelita ingin menenangkan diri dulu, akhirnya mereka tidak jadi memaksa Arvin untuk memberitahu keberadaan Jelita. Mungkin itu yang terbaik.


Reno dan Abi meminta maaf pada Arvin atas kesalahn yang dilakukan oleh Raffael. Mereka berharap hubungan Raffael dan Jelita masih bisa diperbaiki. Apalagi Jelita saat ini sedang mengandung anak Raffael.


Akhirnya hari itu juga Reno mengajak istrinya pulang. namun sebelumnya ia mengajak Abi untuk berziarah ke makam Bu Sukma. Walaupun terlambat, setidaknya Reno dan Abi masih memiliki kesempatan untuk mendoakan besannya itu sekaligus meminta maaf atas semua kesalahan yang diperbuat oleh anaknya.


***


Keputusan Jelita ingin menenangkan diri karena ingin menjaga kandungannya agar tetap sehat. Surat gugatan cerai yang dilayangkan oleh Raffael masih ia simpan. Mungkin saat ini dia belum bisa menyetujui perceraian itu karena kondisinya yang tengah hamil. Namun saat anak yang dikandungnya itu lahir, Jelita akan melanjutkan proses perceraiannya.


Villa yang dihuni Jelita sekarang masih berada dekat pemukiman warga. Meskipun Arvin sudah banyak membantunya, namun dia tidak ingin terus bergantung pada pria itu. Jelita memiliki keahlian membuat kue. Keahlian yang didapat ssaat masih bekerja di café milik Bu Alin dulu. Meskipun dia dulu hanya membantu, namun sedikit banyak dia mendapatkan ilmunya. Akhirnya ia menggunakan keahliannya itu untuk menyambung hidupnya.


Mulai sekarang, Jelita sudah bertekat menata kembali hidupnya yang sempat berantakan setelah merasakan kebahagian dengan orang yang dicintainya. Walau kebahagiaan itu hanya sebentar.


Adanya Ethan dan calon buah hati yang sedang dikandungnya membuat Jelita semakin bersemangat menjalani hidup. Apalagi Ethan semakin tumbuh besar dan anak itu semakin pintar. Jadi Jelita tidak terlalu kerepotan mengurus anak itu.


Setiap harinya Jelita akan membuat beberapa macam kue dan hasilnya ia titipkan pada kios-kios yang tak jauh dari Villa. Awalnya memang sulit untuk membangun sebuah usaha. Namun jika kita sabar dan tidak putus asa, pasti ada saja jalan rezeki itu datang. dan hal itu terbukti selama satu bulan tinggal di Villa ini, usaha kue milik Jelita setiap hari mengalami peningkatan.

__ADS_1


Jelita sangat bersyukur atas pekerjaannya ini. meskipun sedang mengandung, namun hal itu tak membuatnya menjadi orang yang malas-malasan. Apalagi dia sudah tidak mengalami morning sickness lagi.


Tin tin


Jelita membuka pintu rumahnya saat terdengar suara klakson mobil Arvin. Kenetulan dia sedang membawa beberapa kue yang akan ia titipkan di beberapa kios sekitar tempat tinggalnya.


“Sini aku bantu, Lita! Mau dibawa ke mana ini? biar aku saja yang antar.” Ujar Arvin meraih kardus yang sedang dibawa Jelita.


“Nggak usah, Om! Om tidak tahu kios mana saja yang titipin kuenya. Ehm, Om temani Ethan saja di dalam sedang belajar mewarnai.”


Arvin pun mengangguk setuju. Setelah itu dia masuk ke dalam rumah sambil membawa mainan baru untuk Ethan. Sedangkan Jelita akan pergi menitipkan dagangan kuenya.


Baru saja Jelita keluar dari halaman rumah. dia memundurkan langkahnya saat melihat sebuah mobil yang dia kenal tengah berhenti tak jauh dari kompleks Villa.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2