Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 92


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Jelita sudah tiba di rumah sakit. Dia bertanya kepada resepsionis dimana Abi dirawat. Sesampainya di sana, di depan ruangan ICU, dia melihat Reno yang tengah duduk seorang diri sambil mengoperasikan gadgetnya.


“Papa!”


Reno menoleh ke sumber suara. Pria itu tidak menyangka melihat Jelita ada di rumah sakit ini.


“Jelita?”


Jelita mendekati Reno lalu mencium punggung tangan pria itu. dengan suara yang masih serah dan mata memerah, Jelita menanyakan keadaan Abi. Reno sendiri masih belum mengerti apa maksud kedatangan Jelita ke kota ini. dia hanya menjawab apa adanya tentang kondisi terkini istrinya.


“Bolehkah, Lita menjenguk Mama, Pa?” pinta Jelita dengan tatapan memohon.


Reno tidak tega menolaknya. Walau memang istrinya sudah sadar, tapi dokter tetap menyarankan agar tetap istirahat dengan baik tanpa ada gangguan. Akhirnya Reno mengijinkan Jelita masuk, namun dia juga tetap menemani.


Dada Jelita semakin sesak saat melihat sosok Abi sedang terbaring lemah di atas brankar rumah sakit. Hal itu mengingatkan dia pada Ibunya yang dulu sempat berada di ruangan seperti itu, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Air mata Jelita tidak dapat dibendung lagi. isakannya tertahan dengan tangan menggenggam lembut jemari Abi. Jelita tahu yang menyebabkan Abi seperti ini karena memikirkan anaknya. tentu saja hal itu masih berhubungan dengannya.


“Ma, ini Lita, Ma!”


Abi masih belum bereaksi. Wanita itu masih menutup matanya.


“Maafkan Lita, Ma. Mama seperti ini pasti gara-gara Lita.” Lanjutnya lagi dengan mencium punggung tangan Abi.


“Jelita, sudah! Jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Biarkan Mama istirahat. Terima kasih atas kedatangan kamu. Nanti biar Papa sampaikan ke Mama.” ujar Reno karena tidak tega melihat kesedihan Jelita.


Jelita menggelengkan kepalanya.


“Maafkan Lita, Ma. Lita janji akan mencari Mas Raffa. Lita janji akan memperbaiki hubungan kami, asal Mama cepat sembuh.”

__ADS_1


Deg


Seketika itu Abi mengeluarkan air matanya. begitu juga dengan Reno yang sangat terkejut mendengar ucapan Jelita. namun tak lama kemudian monitor alat pendekteksi jantung yang melekat di tubuh Abi menunjukkan sebuah reaksi yang Reno dan Jelita sendiri tidak bisa memahaminya.


Reno segera keluar dan memanggil dokter. Abi sendiri sangat takut sekaligus khawatir dengan keadaan Abi. Saat dokter masuk dan memeriksa keadaan Abi, Reno dan Jelita diminta untuk keluar dulu.


“Pa, maafkan Lita!”


“Nggak apa-apa. Semoga Mama kamu baik-baik saja. apa benar yang kamu katakan tadi, Lita?” tanya Reno memastikan. Karena jujur saja dia juga terkejut dengan ucapan Jelita yang berjanji akan memperbaiki rumah tangganya dengan Raffael.


“Iya, Pa. Lita akui kalau selama ini Lita juga egois. Lita ingin memperbaiki semuanya sebelum semuanya terlambat. Sekarang bisa Papa beritahu Lita, kemana Mas Raffa pergi?”


Hati Reno sangat bahagia mendengar ucapan Jelita baru saja. namun setelah itu mendadak pias, karena dia juga tidak tahu kemana perginya Raffael. Kalaupun tahu, pria itu pasti sudah menghubunginya sejak istrinya masuk rumah sakit.


“Papa tidak tahu, Lita. Raffa saat itu hanya berpamitan pada kami akan pergi sementara untuk menata kembali hidupnya.” Jawab Reno.


Cklek


“Istri anda hanya sedikit shock. Tetap jaga kondisinya agar tetap stabil, dan jangan memberi kabar apapun. Dan saat ini Nyonya sedang mencari orang yang bernama Jelita.” jawab dokter.


Reno mengucapkan terima kasih. Dia juga bersyukur kalau istrinya tidak apa-apa. Setelah itu ia mengajak Jelita masuk kembali untuk menemui istrinya.


Mata Abi terlihat sangat sayu saat Jelita datang. wanita itu berusaha tersenyum menyambut kedatangan orang yang sangat ia rindukan.


“Lita!” panggilnya lirih.


“Iya, Ma? Maafkan Lita telah membuat Mama seperti ini.”


Abi menggeleng samar. Wanita itu ingin sekali bertanya pada Jelita tentang ucapannya beberapa saat yang lalu. Apakah itu benar atau hanya mimpi kalau Jelita akan memperbaiki hubungannya dengan Raffael.

__ADS_1


“Mama cepat sembuh, ya? Lita akan mencari Mas Raffa, dan kami akan memperbaiki hubungan ini. Maafkan kesalahan Lita, Ma. Selama ini Lita juga egois.”


Abi tersenyum tipis seiring dengan air matanya yang luruh begitu saja. jujur saja hatinya sangat senang. Tuhan masih menyayanginya dengan menunjukkan kalau hubungan anak dan menantunya membaik.


**


Reno sebenarnya tidak tega untuk membiarkan Jelita pergi mencari Raffael. Pasalnya Raffael pergi ke luar negeri. dia juga tidak tahu dimana anaknya itu saat ini tinggal. Namun melihat tatapan penuh permohonan Jelita, Reno juga tidak sanggup menolaknya.


“Setahu Papa, Raffael dulu melakukan penerbangan ke negara X. namun Papa tidak tahu pastinya Raffa tinggal dimana. Karena perusahaan Papa yang ada di sana juga tidak menerima kedatangan Raffa.” Ujar Reno.


“Ijinkan Lita pergi ke sana, Pa. Lita akan memperbaiki semuanya. Dan, maaf jika Lita merepotkan Papa. Untuk sementara, Lita titip Ethan ke Papa dan Mama selama Lita mencari Mas Raffa.”


Reno benar-benar bingung dengan keadaan ini. dia tidak bisa lagi mencegah kepergian Jelita. karena dia juga berharap hubungan anak menantunya membaik seperti semula.


Akhirnya Reno mengijinkan Jelita pergi untuk mencari Raffael. Pria itu hanya membantu sebisanya saja. mengurus dokumen penting yang diperlukan Jelita untuk pergi ke luar negeri. dan besok pagi-pagi sekali adalah jadwal penerbangan Jelita.


Keesokan paginya, Jelita sudah tiba di bandara. Dengan informasi dan pengalaman yang minim, dia bertekat untuk pergi mencari keberadaan suaminya. ya, memang mereka masih sah menjadi suami istri. Apalagi mengingat surat yang ditulis oleh Raffael, kalau pria itu tidak pernah berniat menceraikannya.


Katakanlah dulu ia juga sakit hati atas hinaan Raffael, hingga berdampak pada rasa benci yang menumpuk pada sosok Raffael. Entah kenapa, setelah membaca isi surat yang ditulis oleh Raffael, Jelita bisa merasakan betapa besarnya cinta pria itu terhadapnya. Kejadian demi kejadian yang selama ini dia alami tidak sepenuhnya kesalahan Raffael. Tuhan memang sudah menggariskan takdir untuk calon buah hatinyanyang tidak bisa diselamatkan saat itu. mungkin di balik semua masalah itu pasti ada hikmah yang luar biasa.


Jelita juga belum tentu merasakan puas dan bahagia setelah bercerai dengan Raffael. Maka dari itu, sebelum semuanya terlambat, ia akan memperbaiki semuanya. Memperjuangkan hubungannya.


“Mas Raffa, aku datang!” lirihnya sebelum pesawat yang ia tumpangi take off.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2