Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 98


__ADS_3

Sampai saat ini wajah Jelita masih merona merah. Padahal panggilannya dengan mertuanya sudah berakhir setengah jam yang lalu. Pasalnya Jelita masih mengingat permintaan Mamanya. Atau lebih tepatnya syarat yang diajukan oleh Mamanya jika ingin mengajak Ethan tinggal bersama yaitu dengan memberikan Ethan adik lagi. sedangkan Raffael sendiri menjawab setuju seperti tanpa beban apapun. Lagi pula itu memang bukan perkara yang sulit. Dia cukup bercinta setiap malam bersama istrinya agar Ethan junior segar launching.


“Sayang, apa kamu mau ingin Ethan segera tinggal bersama kita?” tanya Raffael menghampiri Jelita yang tampak melamun.


“Ehm, iya, Mas. Tentu saja. aku sangat merindukannya.” Jawab Jelita tanpa melihat senyum smirk suaminya.


Raffael tersenyum penuh arti kemudian tanpa aba-aba ia membawa Jelita ke dalam gendongannya. Wanita itu memekik terkejut. Apalagi saat Raffael membawanya masuk ke dalam kamar. seketika Jelita langsung menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.


Benar saja, Raffael kembali menghujamnya. Pria itu seperti masih kelaparan, padahal semalam sudah melakukannya sampai istrinya lemas tak berdaya. Namun Jelita sama sekali tidak menolaknya, karena memang dia juga ikut menikmati permainan itu.


***


Waktu bergulir begitu cepat. Setelah pertemuan sepasang suami istri yang cukup mengharukan itu, Raffael dan Jelita sepakat pergi dari rumah sewa yang mereka tempati selama ini. Raffael juga sudah resign dari pekerjaannya sebagai karyawan minimarket. Mereka memutuskan untuk menyewa rumah yang sedikit lebih luas untuk mereka berdua huni.


Jelita ingin membangun sebuah usaha kecil-kecilan sesuai dengan keahliannya. Yaitu membuka sebuah toko kue kecil-kecilan. Sedangkan Raffael juga ikut terjun langsung pada usaha itu. dia sebagai pengelola, lalu Jelita fokus dengan pembuatan berbagai macam jenis kue.

__ADS_1


Awalnya memang tidak mudah bagi keduanya. Apalagi dengan modal pas-pasan yang mereka punya. Namun jika menjalaninya dengan ikhlas dan sabar, mereka yakin kalau tidak ada usaha yang menghianati hasil. Terlebih mereka tinggal di negara orang. Jelita berusaha memberikan hasil olahan kuenya memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh siapapun.


Mereka berdua benar-benar menikmati kehidupan barunya ini. Raffael juga semakin sayang pada istrinya. Dia bukan lagi pria yang egois yang mudah terpancing emosinya hanya dengan kesalah pahaman kecil. Raffael menjadi pribadi yang sangat dewasa dan selalu berpikir secara bijak jika memutuskan sesuatu.


Dan selama mereka sudah menempati rumah yang lebih layak dengan usaha kecil-kecilan yang mereka berdua bangun, Reno dan Abi datang mengunjungi anak dan menantu mereka. Tentunya bersama Ethan.


Sudah dua kali Reno datang selama Raffael dan Jelita tinggal di tempat barunya. Dan sudah empat bulan juga mereka tinggal di sana. Namun belum ada tanda-tanda Jelita hamil. Hal itu semakin membuat ibu satu anak itu kecewa.


Jelita kecewa karena merasa tidak bisa memberikan cucu pada mertuanya. selain itu waktu untuk bisa berkumpul kembali dengan Ethan masih harus ditunda dulu. Jelita juga pernah meminta suaminya untuk mengantar cek kesehatan kandungannya. Jelas dia takut tidak bisa memberikan keturunan pada keluarga suaminya. apalagi sebelumnya pernah keguguran. Namun ternyata dugaan buruk itu tidak benar. Kondisi rahim Jelita sangat sehat. Begitu juga dengan Raffael. Mungkin Tuhan memang belum menakdirkan keduanya untuk segera diberi kepercayaan lagi.


“Sayang, sudah dong jangan sedih seperti ini. aku sangat sabar dan tidak mempermasalahkan semua itu. kita jalani saja kehidupan ini seperti air mengalir. Kita tidak tahu dengan rencana Tuhan yang akan datang.” ujar Raffael memberi pengertian pada istrinya.


“Stttt!!! Jangan dilanjutkan dan jangan berpikir jauh ke sana. Kamu tahu sendiri kan kalau Mama dan Papa tidak membeda-bedakan. Mereka sangat menyayangi Ethan tanpa syarat.” Sahut Raffael.


Karena memang benar adanya seperti itu. kedua orang tua Raffael sangat menyayangi Ethan tanpa memandang siapa Ethan sebenarnya. mereka menganggap Ethan seperti cucunya sendiri. Apalagi setelah mengetahui kelicikan Mario yang ingin menghancurkan rumah tangga Raffael dan Jelita, baik Abi maupun Reno tidak memberikan kesempatan pria itu untuk bertemu dengan Ethan. Tentu saja masih ada rasa takut jika Mario berusaha meracuni Ethan. Jadi, tidak mungkin jika Abi dan Reno tidak menyayangi Ethan.

__ADS_1


Jelita menatap suaminya. ada rasa sesal yang bersarang di dalam hatinya karena sempat khawatir mengenai Ethan yang tinggal bersama Oma dan Opanya.


“Baiklah, Mas. Tapi aku juga punya syarat. Dan kamu harus mengabulkannya.”


“Apa sih, Sayang? Kamu ini kok jadi ikut-ikutan Mama pakai syarat-syarat segala. Perlu kamu tahu kalau cintaku ini tulus tanpa syarat apapun.” Kelakar Raffael hingga membuat Jelita tergelak.


“Kalau itu aku sudah percaya, Mas. Aku mempunyai syarat. Nanti kalau di sini sudah ada calon adiknya Ethan, aku ingin kita tinggal kembali bersama Mama dan Papa di Indonesia. Jadi kita bisa tinggal bersama. Bersama Ethan juga. titik. Kamu tidak boleh menolaknya.” Ucap Jelita dengan suara tegas. Raffael pun hanya menggaruk tengkuknya, karena sekarang dia memang sangat sulit menolak permintaan istrinya. Apalagi hal itu bisa membuat istrinya bahagia.


“Baiklah.” Ujar Raffael pasrah.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2