
Hari ini Raffael menikmati liburnya hanya di dalam rumah saja. tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh pria itu saat libur kerja seperti ini. bahkan untuk mengisi perutnya saja ia memasak sendiri. Sungguh perubahan yang yang sangat signifikan yang ada pada diri Raffael. Karena memang tujuannya seperti ini. menata hidupnya yang sempat berantakan dengan menjalani hidup baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Malam hari Raffael baru keluar dari rumahnya. Ia ingin membeli beberapa kebutuhan pribadinya yang kebetulan sedang habis. Dia pergi ke sebuah minimarket tempat ia bekerja.
Di minimarket itu Raffael bertemu dengan salah satu karyawan yang ia kenal juga. temannya itu juga sedang bekeja shift malam menggantikan Raffael yang sedang libur.
“Hai, Raff!” sapa Jack.
Raffael hanya mengangguk kemudian melanjutkan belanjanya. Namun Jack bukannya bekerja, pria itu justru mengikuti Raffael yang sedang mencari barang-barang yang ia butuhkan.
“Ada apa, Jack?” tanya Raffael penasaran.
“Ehm, nggak apa-apa. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu denganmu, Raff. Bisa kita bicara di luar sebentar?”
Raffael tampak bingung. Meskipun dia mengenal Jack, namun dia tidak terlalu akrab dengan pria itu. tapia pa salahnya jika ia menuruti kemauan Jack yang ingin bicara penting dengannya.
Kini Raffael dan Jack sudah duduk di luar minimarket. Kebetulan pengunjung tidak terlalu remain. Jadi Jack bisa bicara sebentar dengan Raffael.
“Tadi sore aku melihat seorang wanita yang mirip sekali dengan foto wanita yang ada di ponselmu.” Ucap Jack, lalu pria itu menutup mulutnya menyadari kesalahannya.
“Maaf, bukan maksudku untuk mengganggu privasimu, Raff. Aku tidak sengaja penah melihat foto seorang wanita di ponsel kamu. Serius aku tidak ada maksud lain. Dan aku tadi melihat wanita itu ada di sini tadi sore.”
Raffael terdiam sejenak. Dia tidak mempermasalahkan jika Jack tidak sengaja pernah melihat wallpaper pada ponselnya. Namun yang dikatakan oleh Jack bahwa pria itu meliat keberadaan Jelita di sini jelas dia tidak percaya. Karena itu sangat mustahil.
“Terima kasih banyak atas informasinya.” Ucap Raffael namun membuat Jack sedikit kecewa karena merasa Raffael tidak mempercayainya. Setelah itu Raffael dan Jack kembali masuk ke dalam minimarket itu.
Setelah belanja, Raffa kembali ke rumahnya. Rumah sewa yang ia tempati itu jumlahnya sangat banyak. Karena mirip sekali dengan bangunan kos-kosan. Hanya saja lebih luas dari kos-kosan yang ada di negaranya.
Entah kenapa tiba-tiba saja Raffael sangat merindukan sosok Jelita. hatinya bergetar seolah Jelita ada di dekatnya saat ini. namun ia segera menepis perasaan itu. mungkin dari ucapan Jack tadi lah yang membuatnya memikirkan Jelita. dia segera membuang jauh perasaan itu. karena bagaimanapun juga Jelita sudah tidak bisa ia raih. Wanita itu pasti sudah bahagia setelah sidang putusan perceraiannya.
__ADS_1
***
Waktu bergulir begitu cepat. Setiap hari Jelita pergi ke suatu tempat dimana ia berharap menemukan Raffael. Jika malam tiba, Jelita mengakhiri pencariannya.mengingat dirinya seorang wanita. akan sangat berbahaya jika keluar seorang diri.
Hati Jelita sangat lelah. Namun lagi-lagi dia ingat dengan rasa cinta Raffael padanya yang tidak akan pernah mati. Seketika itu semangatnya datang lagi. kalau sampai tiga hari ke depan dia tidak juga mendapatkan titik terang, ia akan berpindah ke kota lain lagi.
Dan ini adalah hari ke dua yang telah Jelita targetkan. Besok sore ia akan berencana akan keluar dari rumah sewa ini dan berpindah ke kota lain untuk melanjutkan pencariannya terhadap Raffael.
“Mas, apa kamu benar-benar sudah melupakanku? Ternyata sesulit ini perjuanganmu dulu untuk mendapatkan cintaku.” Gumam Jelita dengan perasaan sedih.
Malam ini Jelita sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. entah kenapa dia sangat merindukan Raffael. Ingin sekali ia berteriak sekeras-kerasnya agar Raffael mendengar suaranya kalau dirinya sangat merindukan pria itu. kenapa Jelita merasa Raffael sedang berada di dekatnya. Seolah pria itu hanya pergi sejenak dan akan pulang menyambutnya.
Jelita melirik jam dinding yang menujukkan pukul sepuluh malam. dia benar-benar bosan dengan kesendiriannya malam ini. dia ingin keluar sejenak untuk melepas penat dari rasa rindu yang sangat menyiksanya. Lagi pula hanya keluar di taman yang tak jauh dari rumah sewanya ini, pasti akan aman. Kemudian dia meraih jaketnya dan membawa tas kecil yang berisi ponsel dan dompetnya.
Suasana sekitar tidak terlalu ramai. Jelita sendiri tidak begitu memperhatikan dengan kehidupan orang-orang sekitarnya. Karena memang di negara ini orang-orangnya bersifat individual. Mementingkan kehidupannya sendiri, tanpa ikut campur urusan orang lain.
Jelita mengunci pintu rumahnya lalu saat dia berbaik badan hendak menuju tempat tujuannya, tiba-tiba saja tubuhnya mematung saat melihat seseorang sedang berjalan hendak masuk ke salah satu rumah sewa yang satu lokasi dengan rumah sewa miliknya.
Jelita berjalan pelan mengikuti langkah lelaki itu yang hendak memasuki rumahnya. Dari jarak beberapa meter saja Jelita sangat hafal dengan aroma tubuh dari lelaki yang sangat ia rindukan. Tidak ingin membuatnya semakin penasaran, apa salahnya jika mencoba memanggil nama lelaki itu. dia sangat berharap jika yang dilihatnya adalah Raffael.
Cklek
Lelaki itu sudah membuka pintu dan bersiap masuk. Namun tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkahnya.
“Mas Raffa!”
Si pemilik nama itu masih diam di tempatnya. Raffael sendiri merasa sedang berhalusinasi mendengar nama wanita yang sangat ia cintai. Namun dia menganggap itu tidak mungkin. Dia pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah.
“Mas Raffa!” sekali lagi Jelita memanggilnya. Raffael pun berbalik badan. Betapa terkejutnya dia melihat sosok Jelita ada di depan matanya.
__ADS_1
Bibir Raffael kelu tidak bisa mengatakan apapun. Seolah sedang bermimpi bertemu dengan Jelita. benarkah itu Jelita. sedangkan Jelita sendiri sangat yakin kaau lelaki yang ada di hadapannya itu adalah Raffael.
Grepp
Jelita langsung menghampiri Raffael dan menubruk tubuh lelaki itu dan memeluknya dengan erat. Tangis Jelita pecah saat berada dalam pelukan Raffael.
Raffael diam dan membiarkan Jelita memeluknya. Jujur saja dia masih tidak percaya dengan kebaradaan Jelita saat ini. namun saat merasakan bajunya basah dan terdengar suara isakan Jelita. Raffael baru sadar kalau wanita itu benar-benar Jelitanya. Dia pun membalas pelukannya tak kalah erat.
Usai berpelukan tanpa kata, Raffael mengurai pelukannya. Dia mengusap lembut air mata Jelita di pipinya. Dia ingin bertanya maksud kedatangan Jelita. apakah wanita itu sengaja datang untuk membahas proses perceraiannya. Bukankah ia sudah menandatangi surat gugatanya Jelita.
“Jelita? benarkah ini kamu?” tanyanya dijawab anggukan kepala oleh Jelita.
“Jelita, aku sudah menandatangani surat gugatanmu.” Lirih Raffael.
Jelita menggelengkan kepalanya lalu ia kembali memeluk Raffael sambil memukuli dada bidang lelaki itu.
“Bodohh! Kamu bodohh Mas! Kamu memang bodooh!” tangan Jelita tak hentinya memukul dada bidang Raffael.
Meskipun tidak sakit, namun Raffael segera menghentikannya. Dia ingin bertanya apa maksud ucapan Jelita.
“Aku juga sangat mencintaimu, Mas. Sampai kapanpun aku tidak bisa membuang perasaan cinta ini.” ucap Jelita sambil tergugu dalam pelukan Raffael.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!