Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 27


__ADS_3

Brukkk


Jelita yang masih ketaakutan, ia terus berlari keluar dari rumah Reno sampai tidak tahu ada seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.


“Anda tidak apa-apa, Nona?” Mario menundukkan badannya hendak membantu Jelita bangun.


Jelita semakin terkejut saat mendengar suara pria di hadapannya itu. darahnya mendidih bercampur rasa takut saat matanya bertemu dengan mata Mario. Tubuh Jelita semakin bergetar hebat. Namun ia berusaha bangun sendiri dan menepis dengan kasar tangan Mario yang hendak menyentuhnya.


“Jelita, tunggu!” seru Raffael.


Sedangkan Mario kini terdiam terpaku di tempatnya saat melihat seseorang yang pernah ia lukai di masa lalu.


“Je…jelita? Siapa dia?” tanya Mario dengan suara terbata.


Raffael menghentikan langkahnya sejenak lalu menatap heran ke arah Mario yang saat ini raut mukanya tampak keruh.


Raffael bingung. Dia ingin mengejar Jelita yang sudah keluar dari halaman rumahnya, namun ia sangat penasaran dengan Mario yang seolah menyembunyikan sesuatu darinya. Bahkan kepergian Jelita tadi saat baru saja melihat wajah Chiko di ruang keluarga.


Ya, Raffael curiga kalau kepergian Jelita masih ada hubungannya dengan Omnya. Pasalnya kemarin Jelita bertemu dengan Chelsea baik-baik saja. namun kini dia semakin dikejutkan lagi saat Mario seperti mengetahui sesuatu tentang Jelita.


“Dia Jelita. Calon istriku. apa kamu mengenalnya?” tanya Raffael dengan suara tegas.


“Tidak. Tidak mungkin. Dia… dia..-“


“Cepat katakan! Ada hubungan apa kamu dengan wanitaku, hah?” Raffael menarik kerah baju Mario dengan amarah memuncak. Dia tidak bisa berpikir dengan jernih. Bahkan dia menepis kuat pikiran buruk yang mungkin terjadi.


“Cepat kataakan!!!” Raffael semakin kuat menarik kerah baju Mario. Bahkan tangannya sudah melayang ke atas hendak memberikan bogem mentah ke arah wajah Mario.


“Cukup! Hentikan!!” Teriak Abi yang mendengar suara gaduh di ruang tamu. Bahkan semua orang yang ada di ruang keluarga tadi ikut keluar karena bingung dengan sikap Jelita yang tiba-tiba keluar rumah begitu saja dengan menunjukkan sikap tak wajar.


Abi berlari mendekati Raffael yang hendak memukul Mario. Dia juga tidak tahu apa yang menyebabkan anaknya marah besar pada Mario.


“Raff, sudah! Ada apa ini sebenarnya? lalu kemana calon menantu Mama?” tanya Abi berusaha melerai Raffael dan Mario dengan mengalihkan perhatian mereka berdua dengan menanyakan keberadaan Jelita yang sudah tidak ada di rumahnya.

__ADS_1


Rupanya Raffael tidak mau melepas cengkeraman tangannya di kerah baju Mario. Bahkan kedua orang tua Mario, dan Reno juga berusaha melerai anak-anak mereka.


“Cepat katakan, baj***an!!” sentak Raffael dengan amarah yang meluap-luap.


“Raffa! Cukup! Tidak bisakah semua ini dibicarakan baik-baik? Memangnya ada apa?” Chiko tidak terima kalau anaknya dikatai baj***an oleh Raffael. Anak sahabatnya sendiri.


Mario yang semakin terpojok, dan hampir tidak bisa bernafas, ia harus mengatakan dengan jujur. Mengakui atas semua kesalahan masa lalunya terhadap salah satu karyawan magang di kantor Papanya.


“Maafkan aku, Raf! Aku..ak,-“


Bugh


Raffael yang tidak tahan lagi menahan amarahnya, ia langsung melayangkan pukulan tepat mengenai pipi kiri Mario. Sepertinya apa yang ia pikirkan tadi benar. Dia tidak terima. Dia sangat marah pada Mario.


“Raffa, sudah hentikan!” teriak Chelsea saat Raffael kembali menarik tubuh Mario dan hendak memukulnya lagi.


“Bangun kau baj***an!” teriak Raffael tidak mempedulikan Chelsea yang berusaha menghalanginya.


Semua orang juga ikut heboh. Mereka juga berusaha melerai perkelahian antara Rafafel dan Mario. Bahkan mereka masih belum mengerti, apa penyebab Raffael marah dan menghajar Mario. Terlebih Chiko yang tidak terima kalau anaknya berulang kali dikatai baj***an oleh Raffael.


“Rio, katakan! Ada apa sebenarnya?” kini Chiko yang bertanya.


“Maaf, Pa! Rio.. Rio pernah merenggut kesucian Jelita.”


Duarrr


“Arghhh!!! Baj****an kamu!”


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


Perasaan Raffael semakin hancur setelah mendengar pengakuan Mario. Padahal ia sebelumnya sudah menduga itu semua. Lalu ia melepaskan diri dari Papanya dan mendekati Mario lagi, menghajar pria itu dengan membabi buta.


Abi, Chelsea, dan juga Livy sangat terkejut mendengar pengakuan Mario baru saja. sedangkan Abi hanya bisa menangis tersedu. Karena memang hanya dirinya dan Reno lah yang mengetahui masa lalu Jelita.


Sedangkan Chiko dan Reno masih berusaha menghentikan aksi brutal Raffael yang terus menghajar Mario. Keadaan Mario juga sudah babak belur. Dia sama sekali tidak membalas perbuatan Raffael, karena masih terkejut pada pertemuannya dengan Jelita. Apalagi Jelita adalah wanita yang akan menjadi calon istri sahabatnya sendiri.


Raffael berhenti memukuli Mario saat pria itu sudah tergeletak tak berdaya. Namun amarahnya masih belum reda. Karena sekarang juga ia harus menemui Jelita dan menanangkan wanita itu.


“Aku nggak akan memaafkanmu! Jangan lagi tunjukkan wajah kamu di hadapanku!” umpat Raffael tanpa peduli dengan tatapan tajam dari Papanya. Setelah itu Raffael keluar mengemudikan mobilnya untuk mengejar Jelita.


Tangan Raffael bergetar saat memegang kemudi. Mungkin dia bisa menerima masa lalu calon istrinya yang kelam. Namun setelah mengetahui siapa pria berengsek yang telah menodai Jelita, hati Raffael semakin tak karuan.


Argghhhh….


Raffael berteriak frustasi karena sepanjang perjalanan ia tidak menemukan Jelita. Dia sangat tahu keadaan Jelita sekarang pasti sedang ketakutan. Apalagi wanita itu mengalami trauma berat dari kejadian itu.


Akhirnya Raffael mengemudikan mobilnya ke arah rumah Bu Alin. Dia tahu kalau Jelita pasti berlindung di rumah Bu Alin.


“Tante! Dimana Jelita?” tanya Raffael.


“Ada apa sebenarnya, Raff? Jelita sudah pulang ke rumahnya bersama Ethan sejak tadi.” Jawab Bu Alin ikut khawatir.


Raffael pun segera berlari ke arah rumha Jelita yang tidak jauh dari rumah Bu Alin. Dia berteriak memanggil nama Jelita. Beruntungnya rumah itu tidak terkunci. Namun tidak ada orang di dalamnya.


“Jelita!!!”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2