Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 50


__ADS_3

Jelita yang sudah berada di alam mimpinya tiba-tiba ia merasa hawa dingin menyeruak menembus kulit tubuhnya. Matanya masih terpejam seolah ia sedang bermimpi berada di pegunungan salju. Namun tiba-tiba ia merasa seperti ada laba-laba sedang menggerayangi tubuhnya. Sontak saja Jelita langsung membuka mata. Takut jika hal buruk itu terjadi sungguhan, bukan dalam mimpinya.


“Mas!!”


Jelita berada di antara alam nyata dan bawah sadarnya saat melihat Raffael sedang berada di atas tubuhnya. Bahkan pria itu hanya menatapnya sekilas, lalu kembali mengulangi aksinya. Rupanya sesuatu yang Jelita kira seperti laba-laba menggerayangi tubuhnya tadi adalah sang suami yang sedang memberikan beberapa tanda di area leher dan dadanya.


Jelita bergerak resah saat bibir Raffael semakin nakal ia rasakan. Rasa geli dan nikmat bercampur menjadi satu. Dan kini Raffael justru mengangkat kedua tangan istrinya ke atas, agar ia lebih leluasa melanjutkan kegiatan itu.


“Sayang, diam dan menurutlah!” ujar Raffael menjeda sejenak kegiatannya karena Jelita sejak tadi tak bisa diam.


Mau diam seperti apa memangnya. Bukankah semakin dia ikut aktif, Raffael juga akan semakin terbakar gairrahnya. Dan kini suara desaahhnnya keluar secara reflek begitu saja. Raffael pun semakin bersemangat.


Jelita merasakan benda keras menempel di area pahanya. Ternyata suaminya sejak tadi juga sama seperti dirinya. Tidak ada sehelai benangpun yang menutupi. Ibaratnya sudah terlanjur basah, lebih baik mandi sekalian. Akhirnya Jelita pun mengikuti arus permainan yang diciptakan oleh suaminya malam itu.


Raffael tak henti-hentinya memuja keindahan tubuh Jelita yang semakin hari semakin menggoda dan membuatnya candu. Pria itu juga menggumamkan kata maaf dan penyesalannya saat berada di mall tadi. Jelita hanya menganggukkan kepala dengan kembali membalas pagutann suaminya.


Cukup lama mereka berdua menghabiskan malam panjang penuh kenikmatan itu. karena lagi-lagi mereka baru selesai saat waktu sudah hampir mendekati pagi.


Dengan tubuh yang lemas namun menghasilkan banyak energi posistif, Raffael dan Jelita pun segera beristirahat.


“Aku semakin mencintaimu, Sayang!” ucap Raffael meninggalkan kecupan di kening istrinya lalu menarik selimut tebal menutupi tubuh polos mereka berdua.


**

__ADS_1


Meskipun Raffael dan Jelita hanya tidur sebentar, namun mereka tetap bangun pagi. tidak ingin kejadian beberapa waktu yang lalu terulang. Apalagi mertuanya ada di rumah. tidak mungkin juga dia seenaknya bangun siang. Suaminya juga harus berangkat bekerja.


“Sayang, kalau kamu masih lelah tidur saja nggak apa-apa.” Ucap Raffael yang masih bergelung di bawah selimut. Sedangkan Jelita sudah duduk di depan meja rias sambil megeringkan rambutnya.


“Aku baik-baik saja, Mas. Cepat bangun, gih! Bukannya kamu harus ke kantor?” jawab Jelita yang sudah beranjak dari duduknya dan hendak keluar kamar membantu mertuanya di dapur.


Raffael sungguh terpana dengan kecantikan natural istrinya seperti sekarang ini. sungguh ia merasa sangat bersyukur memiliki istri seperti Jelita. Tutur katanya yang lembut, sikapnya yang dewasa dan keibuan. Pria mana yang tidak akan jatuh hati saat pertama kali melihat pesonanya. Maka dari itu, Raffael hatinya selalu ketar-ketir jika ada seorang pria menatap istrinya dengan tatapan memuja. Seperti halnya Mario kemarin.


“Sayang, kesini lah sebentar!”


“Ada apa, Mas? Aku nggak enak kalau nggak segera turun bantu Mama di dapur.”


“Nggak apa-apa. Sebentar saja.”


“Ingatlah, Sayang. Tubuhmu dari ujung rambut sampai ujung kaki ini smeua milikku. Begitu juga dengan hatimu. Aku sudah melabuhkan hatiku untukmu. Tolong, jaga cinta ini dengan baik. Kamu cantik. Jelas aku takut di luaran sana banyak sekali pria yang menginginkanmu. Katakan padaku kalau kamu tidak akan pernah menghianati cinta kita!” ujar Raffael sambil mendekap tubuh istrinya.


Jelita sungguh terenyuh dengan semua perkataan suaminya. hatinya menghangat. Dia merasa menjadi wanita paling istimewa di dunia ini. bertemu dengan pria sempurna seperti Raffael yang mau menerima masa lalunya yang begitu kelam adalah anugerah dari Tuhan. Jelas, Jelita tidak akan menyia-nyiakan pria sebaik Raffael. Cintanya semakin hari juga semakin tumbuh dengan subur.


“Aku berjanji. Aku akan selalu menjaga cinta ini. aku juga mencintaimu, Mas!” jawab Jelita dengan seulas senyum tipis dengan tatapan penuh damba tertuju pada mata indah Raffael.


Setelah itu Jelita segera beranjak. Begitu juga dengan Raffael. Pria itu segera masuk ke kamar mandi. rasanya pagi ini dia seperti mendapatkan banyak energi positif untuk menjalani harinya. Bahkan tidak hanya hari ini saja. melainkan hari-hari selanjutnya dan seterusnya.


**

__ADS_1


Jelita sudah berada di dapur membantu Abi yang sedang memasak. Wanita itu tersenyum melihat kedatangan menantunya. Ditambah dengan rambut Jelita yang sedikit basah, membuat Abi tersenyum penuh arti. Sepertinya sebentar lagi rumahnya akan ramai dengan hadirnya malaikat kecil yang akan menjadi adik Ethan.


Saat sedang asyik menyajikan makanan, tiba-tiba saja Jelita mendengar suara celotehan Ethan. Lalu ia menoleh. Jelita terkejut saat melihat anaknya sudah terlihat segar dalam gendongan adik iparnya.


“Ethan, sudah bangun, Sayang? Apakah Ayahnya yang memandikan, Vy?” tanya Jelita.


“Hmm.. Kak Raffa sejak tadi belum keluar kamar tuh. Tadi waktu aku selesai mandi, aku iseng ngintip ke kamar Ethan. Ternyata dia baru bangun dan seperti mencari Bundanya. Ya, akhirya aku mandiin sekalian deh.” Jawab Livy sambil mendaratkan beberapa kecupan di pipi gembul Ethan.


“Terima kasih banyak ya, Vy! Biasanya memang Ethan jam segini masih tidur. Jadi ngrepotin kamu.” Ujar Jelita meraih Ethan dari gendongan Livy.


“Nggak apa-apa kali, Kak. Santai saja. ya itung-itung belajar jadi Ibu.” Seloroh Livy.


Jelita tidak menyangka kalau adik iparnya seperhatian itu dengan Ethan. Padahal awal mengenal dulu, perangai Livy tidak begitu baik terhadapnya. Ternyata yang dilihat Jelita dari Livy saat itu hanya sampulnya saja.


“Ya sudah, semoga kamu segera bertemu dengan jodoh kamu dan bisa memiliki seerti Ethan.” Ucap Jelita dengan tulus.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2