Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 55


__ADS_3

Semua orang tertuju pada Arvin yang baru datang. namun reaksi Raffael yang tampak berbeda dari yang lainnya. Pria itu mengumpat dalam hati. Entah cobaan apa lagi yang harus ia terima saat ini. kenapa akhir-akhir hidupnya merasa tidak aman. Seperti ada bahaya yang sedang mengancamnya di luar sana. Bahaya dari pria-pria yang begitu menginginkan istrinya.


Urusannya dengan Mario menurutnya belum tuntas sepenuhnya, karena ditambah lagi dengan kedua orang tua Mario yang sangat simpati terhadap Jelita. Kini harus berhadapan dengan Arvin. Pria yang berstatus sebagai Om dari istrinya itu memang terlihat sangat jelas kalau sedang menaruh hati pada istrinya. Terlebih Raffael ingat dengan ancaman Arvin waktu itu. Arvin akan mengambil Jelita darinya jika membuat Jelita menangis.


“Arvin, silakan masuk! Ini tamu agung yang aku katakan pada kamu sudah datang.” ucap Bu Sukma pada adik iparnya itu.


Arvin mengangguk sopan pada Abi dan juga Reno. Sebelumnya memang sudah pernah mengenal satu sama lain saat pernikahan Jelita dan Raffael dulu. Setelah itu Jelita menyalim tangan Omnya dengan takzim. Setidaknya dia menghormatinya sebagai paman. Namun tidak dengan Raffael. Dia diam saja tidak menyambut uluran tangan Arvin. Hingga sempat mencuri perhatian orang-orang yang ada di ruangan itu.


“Seebentar, Sayang. Ada panggilan.” Kilah Raffael beralasan dan langsung keluar dari ruang tamu.


Lebih baik tidak melihat Arvin daripada melihat pria itu yang semakin memancing emosinya. Lagi pula Arvin juga tidak akan mungkin melakukan hal-hal aneh pada istrinya selama masih ada orang tua dan mertuanya.


*


Raffael memutuskan untuk menginap semalam di rumah mertuanya. beruntungnya di sana ada dua kamar kosong. Jadi bisa dipakai oleh Abi dan Reno juga.


Meskipun rumah Bu Sukma tidak semewah rumah besannya, namun rumah itu masih layak untuk dihuni dan sangat nyaman. Hanya saja ukurannya yang tidak luas seperti kediaman Reno.


Sampai malam hari pun Arvin masih berada di rumah Bu Sukma. Pria itu terlihat sangat akrab dengan Reno. Mereka juga sangat cocok membahas masalah bisnis. Sedangkan Abi juga sibuk dengan Bu Sukma di ruang tengah berbincang-bincang mengenai anak-anak mereka. Lalu bagaimana dengan Raffael dan Jelita?


Selepas makan malam tadi Raffael memilih masuk kamar. pria itu tampak ngambek tidak jelas. Jelita bertanya pun tidak mendapat jawaban yang pasti. Raffael justru pura-pura sibuk dengan ponselnya. Akhirnya Jelita memilih keluar kamar menghampiri Ethan yang sedang bermain.


Raffael baru sadar kalau sejak tadi dia di dalam kamar sendirian. Waktu juga sudah menunjukkan pukul sembilan malam. kemudian ia keluar dari kamar mencari istrinya yang entah sekarang ada di mana.


“Nak Raffa cari Ethan? Biarkan dia tidur sama Ibu saja, ya?” celetuk Bu Sukma saat melihat Raffael baru keluar dari kamarnya.

__ADS_1


“Oh, iya Bu. Nggak apa-apa.” Jawab Raffael dengan seulas senyum tipis.


“Ehm, Jelita dimana ya Bu?” tanya Raffael, karena memang yang dia cari adalah istrinya. Ternyata Ethan sudah tidur di kamar Ibu mertuanya. lalu kemana Bundanya Ethan.


“Oh baru saja Ibu lihat Jelita keluar. Setahu Ibu tadi Mama dan Papa Nak Raffa juga baru masuk. Mungkin Jelita masih bersama Omnya,-“


Belum sempat Bu Sukma menyelesaikan kalimatnya, Raffael sudah beranjak keluar rumah untuk mencari istrinya. Benar saja, Jelita sedang berada di teras rumah dan tersenyum pada seseorang yang baru saja masuk ke dalam mobil. Siapa lagi kalau bukan Arvin. Apakah sejak tadi istrinya berduaan dengan Arvin. Seketika itu Raffael mengepalkan kuat tangannya.


Sedangkan Arvin yang berada di dalam mobilnya terlihat sengaja memancing emosi Raffael. Pria itu terus mengulaskan senyumnya pada Jelita. Padahal Jelita sendiri sudah tidak terlalu mempedulikan Omnya itu.


“Mas? Kenapa di sini?” tanya Jelita bingung sekaligus terkejut.


“Kenapa memangnya? Apa saja yang kalian berdua lakukan tadi?” tanya Raffael dengan tatapan tajam.


Jelita semakin bingung menanggapi pertanyaan suaminya. padahal sejak tadi ia tidak berdua dengan siapapun. Dia tadi sedang berdua sama Ethan. Lalu Ethan tidur dan ia pindah ke kamar Ibunya. Setelah itu Mama dan Papanya bilang kalau Arvin ingin pulang dan berpamitan. Jadinya ia keluar untuk mengantar Arvin.


“Aku nggak ngerti maksud kamu, Mas. Aku sejak tadi juga nggak berdua sama siapa-siapa. Aku hanya mengantar Om Arvin pulang.” jawab Jelita jujur adanya.


Setelah cukup memberi jawaban yang jelas, Jelita segera masuk ke dalam rumah. namun Raffael mencekal tangan istrinya hingga tanpa sadar membuat Jelita kesakitan.


“Argghh.. ada apa sih kamu, Mas? Aku mau tidur. Lepaskan!” kesal Jelita lalu melepas tangan suaminya dan segera masuk ke kamar.


Raffael baru sadar kalau ia menyakiti tangan istrinya. Akhirnya ia mengikuti langkah kaki Jelita masuk ke dalam kamar. di sana terlihat Jelita yang sudah siap tidur di ranjang yang tidak terlalu luas itu.


“Sayang, tolong jelaskan padaku! apa yang kamu lakukan dengan pria sialann tadi?”

__ADS_1


Jelita menoleh pada suaminya. merasa heran dengan pria yang disebut pria sialan oleh suaminya. apakah itu Arvin.


“Kamu ini kenapa sih, Mas? Aku tadi hanya mengantar Om Arvin pulang sampai depan rumah. Mama yang memanggilku. Apa aku harus menolak. Lagian Om Arvin itu Omku.” Ucap Jelita.


Jelita juga sebenarnya tidak ingin terlalu banyak berinteraksi dengan Arvin. Maka dari itu dia tadi memilih di ruang tamu saja. namun Abi malah bilang kalau Arvin mau pulang dan ingin berpamitan dengannya, karena Ibunya dikira sudah tidur.


Jelita masih ingat dengan ucapan aneh Arvin saat ia tinggal di rumah pria itu beberapa waktu lalu. Namun ia tidak ingin bercerita pada suaminya. takut Raffael akan salah paham dan menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Jadi ia berusaha untuk menjaga jarak saja.


“Aku nggak suka dengan pria sialaan yang kamu panggil Om itu. aku tekankan lagi, jangan sekalipun kamu dekat dengannya. aku melihat gelagat aneh dari dia yang seperti menginginkamu. Meskipun dia Om kamu. Mengerti?” ujar Raffael dengan tegas.


Jelita hanya menganggukkan kepalanya. Dia tidak menyangka kalau pemikiran suaminya sampai sejauh itu. tapi ada benarnya juga yang dikatakan oleh Raffael. Lebih baik mulai sekarang ia menjaga jarak dengan pria itu.


Jelita kembali merebahkan tubuhnya karena sudah tidak ada lagi yang dibicarakan. Sedangkan Raffael masih diliputi rasa bersalah setelah tadi sempat menyakiti tangan istrinya secara tidak sengaja. Ia pun segera ikut merebahkan tubuhnya di samping Jelita dan memeluk wanita itu dari belakang.


“Sayang, maafkan aku. maafkan aku telah menyakitimu. Aku tadi tidak sengaja. Karena aku sangat cemburu.” Bisik Raffael tepat di telinga Jelita.


Seketika itu darah Jelita berdesir saat merasakan hembusan hangat nafas suaminya menyapu area lehernya. Namun ia berusaha menahan gejolak aneh itu untuk segera tidur. Tapi sayangnya tangan Raffael sudah menelusup masuk di balik baju tidur istrinya. Mengusap lembut perut rata istrinya hingga ia bisa merasakan lembutnya kulit wanita itu.


“Sayang, aku menginginkanmu!” lirinya Raffael dengan suara parau.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2