MEREBUT RUMAH WARISAN

MEREBUT RUMAH WARISAN
PART 11. TERKEJUT


__ADS_3

Pembawa acara sudah naik ke atas panggung dan langsung membuka acara. Semua yang hadir bertepuk tangan terutama saat pembawa acara mempersilahkan Diki untuk naik ke atas panggung untuk memberikan sambutannya.


Meski tampang Diki Sanjaya dingin namun tetap menawan disaat bersamaan, tak sedikit orang-orang memberi applause padanya. Mereka semua kagum karena Diki Sanjaya adalah seorang enterpreneur muda yang memiliki segudang prestasi. Auranya tampak memukau, para wanita dibuat terpana melihatnya tak terkecuali Raisa yang sedang menikmati minumannya.


Diki memberikan senyuman tipisnya, ia benar-benar menjaga imagenya. Para wanita single yang hadir di acara tersebut jadi terpana melihat Diki.


Dari atas panggung, Diki dengan jelas melihat Raisa dan tentu saja membuatnya terkejut, 'Gadis itu kenapa ada di sini, aku nggak pernah mengundangnya. Apa jangan-jangan mama yang mengundangnya datang?' Batin Diki menggerutu sambil menatap tajam ke arah Raisa dan Raisa yang merasa sedang diperhatikan Diki, ia hanya membalas dengan senyumannya lalu mengedipkan sebelah matanya. Diki jadi terkena mental.


Perasaan Diki tidak enak, fillingnya mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi tapi entah itu apa setelah melihat raut Raisa yang menurut Diki itu mencurigakan.


Tanpa menghiraukan kehadiran Raisa, Diki bersikap profesional dengan mulai memberikan sambutannya di atas panggung.


"Terima kasih atas tepuk tangannya ladies and gentleman. Semua berkat bantuan para staff dan karyawan yang telah mempersiapkan acara ini dengan meriah dan berjalan lancar. Malam ini adalah puncak perayaan ulang tahun perusahaan sekaligus memperkenalkan peluncuran produk baru yang akan masuk ke tahap masspro pada bulan depan. Semoga ke depannya perusahaan ini bisa berkembang lebih maju lagi, sekian dari saya dan terima kasih atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih"


Selesai memberi sambutan, Diki pamit undur diri dari panggung lalu dilanjutkan oleh sang pembawa acara ke acara selanjutnya.


Segera setelah itu Diki menghampiri Raisa yang tengah duduk berdampingan dengan Bu Lidia.


"Raisa, ikut aku sekarang!" Diki berbisik pada Raisa.


"Kemana?" Raisa memasang wajah tak bersalah


"Nggak usah banyak tanya" Diki mulai greget dengan Raisa yang sok tidak mengerti.


Saat Raisa berdiri ingin mengikuti Diki tiba-tiba Bu Lidia memergoki dan langsung bertanya.


"Ada apa Raisa? Diki? Acara baru akan dimulai, kalian mau kemana?" Bu Lidia melihat gelagat Diki seperti ada sesuatu.


"Ehm aku ada perlu dengan Raisa, Mah. Ada sesuatu hal penting yang ingin dibicarakan khusus berdua dengannya"

__ADS_1


"Ok, baiklah"


"Aku tinggal dulu ya Tante?"


Bu Lidia menggangguk lalu setelah mendapat persetujuan dari Bu Lidia, Diki bersama Raisa segera keluar aula. Diki mengajak Raisa menuju tempat yang sepi agar tak terdengar orang. Mereka ingin membicarakan hal penting.


Haris yang dari toilet ingin kembali masuk ke ruangan tak sengaja melihat Diki dan Raisa keluar bersama dan dilihat dari tampangnya mereka nampak serius. Haris tak menyangka ternyata Diki juga mengenal Raisa, apa ada hubungan antara mereka yang Haris tak tahu. Haris pun langsung masuk karena mereka menghilang dari pandangan Haris.


Di tempat yang jauh dari keramaian, Diki mulai bicara pada Raisa.


"Kamu ngapain datang ke sini? Apa kamu ingin merusak acara penting ku ini?" tuduh Diki dengan wajah geram.


"Tante Lidia yang memaksaku untuk datang dan juga aku nggak punya niat merusak acaramu" Raisa membela diri.


"Kenapa kamu menerimanya? Harusnya tolak aja, kamu sengaja yah. Udah beberapa hari ini aku kesulitan untuk bisa bicara denganmu untuk menyelesaikan masalah di antara kita"


"Apa hakmu mengatur aku? Aku sibuk dan juga kamu sibuk. Lagian apa yang harus kita bicarakan"


"Sandiwara apa?"


"Jangan sok pura-pura, aku tau orang macam apa dirimu yang ingin memanfaatkan situasi demi kepentinganmu sendiri, iya kan?"


Raisa menarik sudut bibirnya, sebenarnya dia mengerti arah pembicaraan Diki. Dengan wajah sok polosnya, Raisa berkata "Memangnya apa yang kamu tau tentang aku? Kita kan baru kenal"


"Kamu ini selalu bertanya balik, menyebalkan sekali. Ya udah ke intinya aja, cepat bilang ke mamaku untuk membatalkan pernikahan kita"


"Apa? Kita akan menikah. Tante Lidia menjodohkanku padamu? Berita bagus sekali, aku senang mendengarnya"


Diki mengerutkan alisnya, ia bingung kenapa Raisa jadi bahagia bukankah seharusnya dia marah dan menolak. Apa memang Raisa sengaja untuk menjebak Diki agar menikahinya. Diki terus dihujani banyak pertanyaan dalam benaknya.

__ADS_1


"Kamu???" Seketika Diki kehabisan kata-kata, ia bingung menghadapi wanita.


"Sudahlah, aku kasian denganmu yang tinggal sendiri di rumah itu jadi kalau kita menikah kan ada aku yang akan menemanimu, bagaimana? Kita nggak usah musuhan terus, waktu itu kan aku udah minta maaf" Raisa pergi meninggalkan Diki, dibalik itu wajah Raisa sumringah akhirnya misinya berjalan lancar tinggal menunggu selangkah lagi.


"Hei, aku belum selesai bicara, kamu itu selalu pergi begitu saja"


Raisa memutar tubuhnya kembali menghadap ke arah Diki, " Aku nggak mau berlama-lama ngobrol berdua denganmu di tempat sepi seperti ini, bisa menimbulkan fitnah. Kamu nggak mau kan digosipkan yang nggak-nggak?"


Kali ini Diki kalah telak melawan Raisa. Dirinya masih mematung memandang kepergian Raisa. Diki yang belum pernah berpengalaman berhadapan dengan wanita membuatnya selalu kalah jika menghadapi Raisa.


Suatu kebetulan ketika Raisa masuk, semua menyambutnya dan bertepuk tangan. Sang pembawa acara menyuruhnya untuk naik ke atas panggung yang membuat Raisa tak mengerti. Di atas ternyata ada Bu Lidia juga. Baru saja dia memberi sambutannya karena dia adalah pemegang saham terbesar di perusahaan Diki.


Suasana riuh menggema di ruangan aula. Mereka semua yang hadir turut juga menyuruh Raisa untuk segera naik. Diki yang masuk belakangan setelah Raisa juga dibuat terkejut saat mendapati Raisa dan Bu Lidia berada di atas panggung. Diki membelalak, merasakan ada sesuatu yang tak beres.


Diki mulai gelisah. Raut wajahnya terpancar kepanikan.


"Baiklah para hadirin, malam ini aku ingin memperkenalkan calon istri anakku Diki Sanjaya, yaitu Raisa Amalia" Bu Lidia menunjuk ke arah Raisa, semua pandangan para hadirin tertuju pada Raisa.


Diki shock mendengar pernyataan Bu Lidia di atas panggung saat mengumumkannya.


Semua yang hadir bertepuk tangan meriah, mereka tak menyangka Diki sudah punya calon istri bahkan karyawan pun juga tidak menduga bahwa bosnya yang terlihat dingin dan kaku akan segera menikah. Berarti gosip yang tengah beredar Diki memiliki kekasih ternyata itu benar karena beberapa waktu sebelumnya melihat noda lipstik di kemejanya.


Karyawan Diki heboh dan turut mengungkapkan rasa bahagia. Tetapi berbanding terbalik dengan wajah Diki yang muram. Dirinya jatuh lunglai ternyata mamanya nggak main-main dengan ucapannya. Karena sudah terlanjur semua pada tahu sepertinya dengan terpaksa Diki akan menikahi Raisa.


'Gadis itu sudah mengacaukan acaraku, bahkan dengan bangganya dia berdiri di sana' gerutu Diki yang duduk memandang ke arah Raisa.


----


----

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2