MEREBUT RUMAH WARISAN

MEREBUT RUMAH WARISAN
PART 70. WANITA YANG IRI


__ADS_3

Rio pun datang dan dia membawa kendaraannya sendiri. Sebelum masuk ke dalam mobil, Diki berkata, "Rio, nanti kamu temani istriku ke pesta temannya. Aku akan pergi sendiri menyelesaikan masalah. Setelah sampai di sana, aku hanya akan menurunkan Raisa, lalu kamu yang harus mengantar Raisa pulang dengan mobilmu."


"Ke pesta?" tanya Rio canggung.


"Iya, malam ini dia ingin menghadiri undangan temannya. Aku khawatir kalau dia datang sendiri." Lalu Diki mendekati Rio dan berbisik, "Aku harus bertemu Hendrik, karena masalah semakin runyam berarti Raisa berada dalam bahaya. Kamu harus lindungi dia, siapa yang tahu Shadow Jack–pemimpin the Black Jack menurunkan banyak anak buahnya dan bisa saja salah satu di antara mereka ada di pesta itu."


"Saya mengerti, Pak." Rio mengangguk.


Raisa yang tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Diki jadi memilih masuk lebih dulu ke dalam mobil. Diki bersama Raisa menaiki mobil mewahnya sedangkan Rio mengikuti mereka dari belakang.


Selama perjalanan Raisa dipenuhi pikiran yang memutar kejadian tadi. Ia jadi ragu akan prasangkanya, Raisa merasa Diki tidak mungkin selingkuh darinya karena bisa saja itu hanya pikiran buruknya. Sensasi dahsyat yang diberikan Diki membuat hati Raisa melayang. Raisa benar-benar jatuh cinta pada Diki meski awalnya hanya terobsesi pada rumah warisan peninggalan orang tua yang dimiliki Diki namun kini perasaannya semakin dalam.


Pria yang kini sedang duduk di sampingnya seolah tadi telah membuktikan dengan tindakan pada Raisa bahwa Diki juga mencintainya. Raisa merasakan itu. Dia ingat betapa Diki awalnya angkuh dan enggan untuk menyentuhnya bahkan menggandeng tangannya pun Diki tidak mau. Sekarang Diki berubah, itu artinya Raisa telah berhasil menaklukkan hati Diki. Tetapi kenapa Raisa merasa masih menyimpan sesuatu yang mengganjal?


"Raisa, kamu melamun? Ini sudah sampai sesuai alamat yang tertulis di kertas undangan."


Raisa tersentak dari lamunannya, dia lalu tersenyum dan melihat suasana luar dari dalam mobil melalui kaca jendela. Banyak orang-orang berdatangan, dilihat dari penampilannya mereka seperti berasal dari kalangan atas. Ada perasaan minder melintas di hati Raisa. Sedikit ragu untuk keluar, Raisa khawatir tidak bisa bergaul dengan mereka yang berasal dari kalangan atas.


"Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan? Aku lihat kamu tidak senang." Diki memerhatikan wajah Raisa.


"Bukan begitu, aku merasa tidak cocok hadir di pesta mewah itu. Aku sadar diri," Raisa menunduk dengan wajah muram.


Entah kenapa, Diki tidak menyukai sifat Raisa yang merendahkan dirinya sendiri. Bukankah dia adalah istri dari Diki Sanjaya, CEO PT. Golden Life. Apakah Raisa tidak bangga? Kemana rasa percaya dirinya yang dulu tinggi? Padahal ketika Raisa memiliki rasa percaya diri yang tinggi terlihat manis di mata Diki.


"Kamu adalah istriku, aku akan buktikan kepada mereka untuk tidak memandang rendah dirimu." Saat ini memang Diki belum bisa membuka identitasnya yang sebenarnya pada Raisa. Dia juga sedang merangkak untuk mengembangkan bisnisnya dan menjadi orang kuat agar sejajar dengan para konglomerat yang berstatus tinggi.


"Ah tidak usah berlebihan, mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir. Maaf." Kemudian Raisa menarik napasnya dalam-dalam untuk menenangkan dirinya. Sebelum Raisa keluar, Diki telah lebih dulu keluar mobil dengan tampilan elegan dan bermartabat.

__ADS_1


Para wanita yang melihat Diki langsung terpana dan pandangannya tertuju lurus pada Diki. Aura Diki mampu menyihir mata wanita yang melihatnya. Postur tubuhnya yang tinggi dan proporsional dalam balutan stelan jas yang dikenakannya memancarkan ketampanan bak seorang model dengan tampilan wajah yang tegas.


Beberapa di antara mereka saling berbisik menyatakan kekagumannya melihat Diki, pria yang luar biasa dan memesona.


"Siapa dia? Air liurku hampir menetes saat melihatnya." Seorang wanita berbisik kepada temannya.


"Dia tidak terlalu terkenal, sepertinya dia seorang pengusaha muda yang baru. Lihatlah! Mataku bahkan tidak bisa berkedip. Ya ampun, keren sekali dia."


"Benar sekali, aku yang sekali melihatnya langsung jatuh hati."


Ada salah satu di antara para wanita yang membicarakan Diki dari kejauhan, dia pun berkata, "Namanya Diki Sanjaya, aku pernah sekali bertemu dengannya."


Para wanita itu menoleh ke arah sumber suara, "Vera? Apa kau mengenalnya?" Mereka semua tertarik untuk membahas dan mengetahui lebih jauh tentang Diki.


"Tentu saja," jawab Vera dengan sombong. Dia berlenggang dengan angkuh karena merasa status dirinya lebih tinggi di antara teman-temannya. Kemudian wajah senang Vera terpancar karena Diki datang ke pestanya.


Tetapi setelah itu mereka terkejut, ketika Diki berjalan ke samping lalu membukakan pintu mobil yang artinya masih ada orang yang akan keluar dari mobilnya. "Siapakah itu?" Mereka penasaran.


Vera yang memang sudah tahu bahwa Diki adalah suami Raisa, dia tidak terkejut hanya saja wajahnya sedikit tidak senang pada Raisa.


"Oh my God, wanita yang beruntung itu adalah Raisa? Ini sulit dipercaya,"


Raisa yang berpenampilan anggun lalu keluar dari mobil mewah, kemunculannya telah membuat kecewa para pengagum Diki.


Pandangan Raisa menyapu ke segala arah, dia melihat teman-teman sekolahnya dari kejauhan. Ada perasaan senang dalam hatinya terutama Raisa berharap bisa bertemu dengan Zaura, teman dekat semasa sekolah.


"Aku tidak suka kamu tebar pesona pada pria lain," Diki juga melihat para pria memandang ke arah Raisa yang membuatnya kesal. Dia cemburu.

__ADS_1


"Aku tidak tebar pesona, aku kan sudah menikah. Lagipula ada Rio yang menemaniku, jadi kamu tidak akan berpikir macam-macam padaku."


"Baguslah, sepertinya aku harus mempertegas statusmu di depan umum," Kemudian Diki menarik kepala Raisa dan mengecup bibirnya. Setelah itu Diki merasa tenang dan puas.


"Diki...! Kamu sengaja?" Raisa membulatkan matanya lalu mendorong pelan Diki, dia malu.


Para wanita yang dari tadi memerhatikan Raisa dan Diki, mereka hampir menjerit, betapa mereka kepanasan dan iri pada Raisa. Jarang sekali ada pria seperti Diki. Apakah dia tidak malu bersama Raisa, seorang wanita dengan status rendah? Begitulah mereka berpikir.


"Lihatlah, Raisa! Dia sengaja melakukannya, apakah Raisa yang memaksanya?" ujar salah satu wanita yang iri, tatapan matanya sangat sinis.


"Dasar wanita tidak tahu malu," sahut yang lainnya ikut menimpali.


Vera pun semakin kesal melihat kemesraan Raisa dengan Diki, hatinya panas. Dia membenci Raisa. "Biarkan saja, mungkin hubungan mereka tidak akan lama." celetuknya.


Diki kembali masuk ke dalam mobilnya lalu pergi melesat dengan cepat. Mereka yang masih memerhatikan Raisa kembali terkejut, ada seorang pria turun dari mobil yang berada di belakang Raisa. Kemudian pria itu melangkah mendekati Raisa dan mengikuti Raisa lalu berjalan berdampingan.


"Siapa lagi pria itu yang bersama Raisa?" Mereka semua melebarkan matanya.


----


----


Bersambung...


Notes :


Terima kasih para readers yang sudah membaca karyaku ini. Semoga diberi kesehatan yang berlimpah.

__ADS_1


Terus ikuti kisah kelanjutan ceritanya, akan ada banyak kejutan di tiap alur cerita.


Jangan lupa like, vote dan subscribe agar author semangat menulis dan semoga bisa update setiap hari kalau tidak ada kendala.


__ADS_2