
Karena kejadian itu Siena tak berani lagi menentang Daren, bukannya takut pada Daren tapi Siena sama sekali tak mau bertemu ular-ular itu lagi, Siena bahkan harus dirawat hampir dua minggu karena terus berteriak ketakutan.
Dan karena kejadian itu juga rasa takutnya pada ular bahkan bertambah lebih parah. Siena bahkan akan berteriak ketakutan hanya dengan melihat gambar ular di TV atau melihat permainan ular palsu atau ular karet.
Hampir 3 minggu berdiam diri dirumah, hari ini Siena memutuskan untuk kembali beraktivitas. Dia memerlukan banyak uang hingga tak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaannya.
Putri duduk ditaman sambil menikmati satu kotak ice krim beberapa kali melihat kanan kiri menanti kehadiran kliennya.
Putri berdiri dari duduknya, meletakan ice cream yang tadi dimakannya dibangku taman dan dengan sedikit berlari Putri meninggalkan taman itu.
Tadi secara tak sengaja mata Putri melihat Daren yang baru saja turun dari mobilnya, Putri tak tau untuk apa Daren ke tempat itu tapi yang jelas Dia harus menghindar dari Daren sebisa mungkin.
Tak lama Putri mendapat chat dari Cliennya yang meminta maaf karena tak bisa datang.
‘’Huuu kenapa tak bilang daritadi kalau tak bisa datang, hampir saja aku terkena masalah karena terus menunggunya di tempat itu.’’ Omel Putri.
Tak terasa waktu berlalu kini pernikahan Daren dan Siena hampir menginjak 4 bulan, rencana Siena meninggalkan Daren setelah 3 bulan pernikahan pupus sudah. Siena tak mau lagi mencari masalah dan hanya berharap agar Daren melepasnya secepat mungkin.
‘’Bik panggilkan Siena dan suruh keruangan kerja saya sekarang.’’
Tok tok tok tok
Siena masuk setelah beberapa kali mengetuk.
‘’Ada apa?’’ Siena mendudukan tubuhnya di sofa ruangan itu.
‘’Nanti malam kau harus ikut denganku ke acara ulang tahun perusahaan.’’
‘’Kenapa membawaku? Bukannya aku akan membuatmu malu nanti?’’
‘’Aku juga tak mau membawamu hanya saja papa dan mama terus memaksaku, bersiap-siaplah sejam lagi akan ada perias yang datang untuk meriasamu setidaknya wajah jelekmu itu bisa sedikit terselamatkan.’’
‘’Astaga apa yang harus kulakukan, jika mereka mendandaniku yang ada semua rahasiaku akan terbongkar.’’ Siena sedikit panik, memutar otak mencari cara agar tak ikut ke acara itu.
‘’Hei culun apa yang kau pikirkan?’’
__ADS_1
‘’Aku tidak memikirkan apapun.’’ Siena berdiri dari duduknya. ‘’Aku mau kembali ke kamar dulu.’’
Dikamar Siena memikirkan apa yang harus dilakukannya, Siena menggigit kuku jari telunjuk kanannya dengan kaki diketuk-ketukan ke lantai, otaknya sama sekali tak berfungsi.
‘’Apa yang harus kulakukan, oh Tuhan berikanlah aku petunjuk agar bebas dari situasi ini.’’ Tak lama Siena berjingkrang kegirangan beberapa kali berterimakasih pada Tuhan.
‘’Astaga apa yang terjadi denganmu nona?’’ Tanya ART saat melihat Siena sudah terbaring lemah di atas ranjang dengan tubuh yang dipenuhi bintik merah. Niatnya ART itu akan memanggil Siena dan memberitahu 2 perias yang akan meriasnya sudah datang.
‘’Bik, tolong katakan pada Daren sepertinya aku tak bisa ikut dengannya malam ini.’’
‘’Baik nona.’’
Tak lama Daren datang. ‘’Ada apa denganmu kenapa tiba-tiba tubuhmu menjadi seperti ini?’’
‘’Tak tau Daren aku juga bingung.’’
Daren mengerutkan keningnya, yakin Siena sengaja melakukan hal itu tapi Daren tak keberatan dan malah senang karena dengan begitu dia tak harus membawa Siena.
‘’Wanita ini banyak sekali akalnya tapi kali ini aku senang dengan apa yang dilakukannya.’’
Sambil tersenyum ‘’Baiklah kau tak perlu ikut denganku malam ini.’’ Daren melangkah keluar dari kamar karena merasa jijik dengan bintik kemerahan di tubuh Siena.
‘’Oh… ****.’’ Siena berteriak saat gatal di tubuhnya semakin parah. Siena alergi dengan kepiting tapi tadi dengan sengaja ia memakan sedikit.
Karena tak bisa lagi menahan gatalnya, Siena meminta bik Imah ART nya untuk menemaninya ke rumah sakit.
*****
‘’Wah.. Wah.. ternyata kau sangat buruk jika dilihat secara langsung.’’ Ucap Rania menghampiri Siena saat baru keluar dari ruangan dokter.
Siena sama sekali tak menghentikan langkahnya bahkan sama sekali tak melirik Rania.
‘’Dasar wanita sialan lihat saja aku akan membuat Daren meninggalkanmu.’’
Mendengar nama Daren disebutkan, Siena menghentikan langkahnya dan berbalik menatap wanita itu.
__ADS_1
‘’Siapa ya, aku sama sekali tak mengenalmu tapi apa kau bisa membuat Daren meninggalkanku?’’ Tanya Siena dengan nada meremehkan.
‘’Dasar Sialan, kau sama sekali tak pantas untuk Daren, lihatlah penampilanmu begitu kampungan. Kupikir Daren menikahimu hanya karena merasa kecewa padaku dan cepat atau lambat Daren pasti akan kembali padaku.’’
‘’Oh gitu? Tapi kenapa aku kurang percaya ya?’’
Rania geram dan berniat menampar Seina tapi dengan cepat Siena menangkap tanganya dan menghempasnya dengan kasar.
‘’Jangan berani menyentuhku atau akan kubuat kau kehilangan satu tanganmu.’’ Ancam Siena lalu meneruskan langkahnya masih dengan senyum remeh yang terpampang jelas di wajahnya. Tadi Siena hanya mengikuti ucapan pedas yang sering Daren ucapkan padanya.
*****
Siang ini Putri menemani kliennya makan di satu restoran mewah, sedang asyik makan tiba-tiba Siena merasakan tubuhnya mulai basah.
Putri melirik ke samping melihat seorang wanita sedang tersenyum sinis padanya sambil menyiram satu gelas air ke atas kepalanya.
Putri sama sekali tak membalas malah merasa kasihan pada wanita itu. Cukup tau bahwa kliennya ingin menolak perasaan wanita itu dengan berbohong sudah memiliki pacar.
‘’Omg, kenapa dia harus ada disini?’’ Putri hendak keluar dari restoran saat pekerjaannya selesai, tapi dari jarak tak terlalu jauh Siena melihat Daren berjalan dan hendak memasuki restoran.
Putri berlari menuju toilet wanita dengan Daren yang berlari mengikutinya dari belakang.
Putri merasa belakangan ini dirinya begitu sial karena selalu bertemu Daren saat sedang melakukan pekerjaannya.
Sepertinya Daren cukup gila, bahkan mengejar Putri sampai ke dalam toilet wanita, mulanya wanita-wanita di toilet itu berteriak dan protes tapi setelah sadar bahwa pria itu adalah Daren Hansel maka mereka bungkam seketika.
‘’Keluar kalian semua.’’ Perintah Daren dan tanpa keberatan semuanya keluar dari ruangan itu.
Daren melangkah mendorong pintu toilet satu persatu hingga sampai pada pintu terakhir yang rupanya terkunci dari dalam. Daren menyeringai ‘’Mau keluar baik-baik atau dengan paksaan?’’
Tak lama pintu toilet terbuka ‘’Kenapa kau lari dariku apa kau takut denganku.’’ Belum sempat Putri menjawab Daren sudah lebih dulu mendorong tubuhnya dan dengan cepat pula Daren masuk kedalam toilet itu lalu mengunci pintunya. ‘’Apa kau takut padaku?’’
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya...
NOTE: NAMA SIENA DITULIS SAAT KARAKTER UTAMA WANITA SEDANG BERDANDAN CULUN DAN NAMA PUTRI AKAN MUNCUL SAAT KARAKTER UTAMA WANITANYA SEDANG BEKERJA DAN BERPENAMPILAN MODIS. TAPI TETAP NAMA ASLI KARAKTER UTAMANYA ADALAH SIENA DAN BUKAN PUTRI