Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Ketakutan Siena


__ADS_3

‘’Apa yang kau lakukan disini? Apa kau selingkuh dari sepupuku?’’ Suara tak asing itu mengagetkan Putri dan refleks memutar kepalanya ke sumber suara.


‘’Tuan Daren.’’


‘’Kenapa? Kaget? Dasar wanita ja**ng, berapa Robby membayarmu hingga kau berani mengkhianati sepupuku?’’


‘’Apa tuan mengenal Robby?’’


‘’Kalau iya kenapa? Takut aku melaporkannya pada Alan?’’ Daren berjalan lebih mendekat pada Putri bahkan sekarang tubuh mereka sudah saling menempel dengan hanya dibatasi oleh pakaian yang mereka gunakan.


Entah sadar atau tidak, Daren menarik tengkuk Putri dan menciumnya paksa Daren bahkan tak segan-segan menggigit bibir Putri agar bisa lebih leluasa masuk kedalam rongga mulut wanita itu.


Daren melahap bibir Putri dengan begitu rakus. Hampir lima menit akhirnya Daren melepaskan ciuman itu dan dalam sekejap 5 jari Putri sudah mendarat sempurna di pipi kanan Daren.


‘’Hei ja**ng apa yang kau lakukan? Berani sekali wanita sepertimu menamparku. Aku akan membuatku menyesal untuk perbuatanmu malam ini.’’


‘’Dasar pria gila.’’ Putri melangkah tapi Daren sudah lebih dulu menarik tengkuknya dan menciumnya lagi.’’


‘’Bibirmu manis juga, aku menyukainya.’’ Ucap Daren dengan tidak tau malunya. Putri hendak menamparnya lagi tapi kali ini dengan sigap Daren sudah menangkap tangannya.


‘’Jangan sok suci, kau bahkan menghianati sepupuku hanya untuk mendapatkan seorang pria yang lebih kaya darinya.’’ Ya keluarga Alan memang tidak terlalu kaya, mereka hanya memiliki 3 perusahan kecil dan satu buah restoran. Untuk orang biasa mereka tergolong sangat kaya tapi untuk para pengusaha kekayaan yang dimiliki Alan masih terhitung kecil.


*****


Pagi harinya, Siena sedang asyik memberi makan ikan hias tapi tiba-tiba ponselnya berdering, Siena tersenyum lebar pada layar ponselnya dan langsung menerima panggilan video (grup) dari kedua adik dan mamanya.


‘’Hallo kakak, kenapa sudah beberapa hari ini tidak menelpon kami?’’ Protes adik bungsu Siena.


‘’Maaf sayang belakangan ini pekerjaan kakak sedikit lebih banyak jadi belum sempat untuk menghubungi kalian.’’


‘’Kupikir kakak sudah melupakanku.’’ Ucap adik bungsu Siena lagi sambil cengengesan.

__ADS_1


‘’Kau itu ada-ada saja.’’


Keluarga kecil itu berbicara sambil melepas rindu dari kejauhan kurang lebih selama 47 menit, tak lupa juga Siena menanyakan tentang kuliah kedua adiknya dan kesehatan mamanya dan puji Tuhan semua keluarganya baik-baik saja dan yang perlu Siena lakukan adalah bersabar dan mencari uang sebanyak-banyaknya agar kedua adiknya berhasil dalam studinya dan penyakit mamanya bisa segera disembuhkan.


*****


Hampir siang, Siena mendatangi salah satu mall ternama untuk sekedar menghilangkan penat, hari ini Siena tak bekerja karena tak ada yang menyewanya.


Siena duduk disalah satu restoran yang ada di mall itu, tak sengaja Siena melihat Daren sedang makan siang dengan wanita yang sama yang pernah dilihat Siena saat di cafe beberapa waktu yang lalu. Disisi lain Daren juga tak sengaja melihat Siena di tempat, Daren mengambil ponselnya lalu meneruskan makannya.


[Pulang sekarang juga karena melihatmu disini membuatku mual]~Mr Arrogant


Ternyata Daren mengirimkan chat pada Siena tapi seakan tak peduli Siena kembali meneruskan makannya dan seolah-olah tak melihat Daren ditempat itu.


[Pulang sekarang juga atau akan kubuat kau malu didepan banyak orang]~Mr Arrogant


Daren kembali mengirim chat tapi kali ini Siena sama sekali tak membacanya.


Tak lama beberapa orang berpakaian hitam datang dan menyeret paksa Siena keluar dari restoran itu, Siena melirik tajam pada Daren sedang pria itu hanya memperlihatkan ekspresi sinisnya.


Dia akan menerima kemarahan Daren nanti tapi tak apalah yang penting perasaannya sangat puas karena sudah berhasil mempermalukan Daren.


Sebagai pemilik mall, Daren memerintahkan untuk menutup semua jalan keluar dimall itu, Daren sangat geram dengan perbuatan Siena.


Selama hidupnya hanya Siena yang selalu berani melawannya. Tak sampai 15 menunggu beberapa pria bertubuh besar dan tinggi menyeret Siena dan mendorong Siena hingga tubuhnya jatuh tepat dibawah kaki Daren.


Daren berjongkok, mengusap lembut wajah Siena lalu tak lama menarik kasar rambut Siena membuat sang empunya meringis kesakitan.


‘’Sudah berapa kali ku peringatkan untuk tak melawanku tapi sepertinya kau begitu keras kepala.’’


Plak plak

__ADS_1


Daren menampar pipi kanan dan kiri Siena dengan keras hingga mengeluarkan darah segar dari sudut bibir Siena.


‘’Apa yang kau lakukan? Berani sekali kau menamparku.’’ Maki Siena, kedua tangannya mengepal matanya menatap Daren dengan penuh kemarahan.


‘’Masih berani kau membantahku?’’ Daren menarik rambut Siena lagi.


‘’Cuih.’’ Siena membuang ludahnya diwajah Daren. ‘’Untuk apa aku takut pada pria sepertimu, kau banci karena bisanya hanya menyiksa wanita.’’


‘’Kau…’’ Daren melap ludah Siena dari wajahnya dan dengar kasar Daren menyeret tubuh Siena lalu mengambil tali untuk mengingat tangan dan kaki Siena.


‘’Sepertinya kau benar-benar tak takut mati.’’ Daren memperlihatkan tatapan iblisnya pada Siena, dalam hatinya Siena berteriak ketakutan tapi sama sekali tak memperlihatkannya pada Daren malah Siena melihat wajah Daren dengan tatapan menantang yang membuat Daren semakin geram.


‘’Ayo kita lihat sampai dimana kau bisa melawanku.’’ Daren memberi kode dan datanglah dua pria menyeret Siena keruangan yang tidak terlalu besar dan menggantung Siena.


Dari balik kaca Daren tertawa senang melihat Siena berteriak ketakutan, Daren cukup tau Siena begitu takut dengan yang namanya ular tapi dengan teganya Daren menggantung Siena dengan meletakan hampir 50 ular di sana.


‘’Daren tolong, aku sangat takut.’’ Teriak Siena dan dengan sengaja Daren memerintahkan untuk menurunkan tubuh Siena sedikit demi sedikit.


‘’Daren… Daren tolong lepaskan aku, aku janji tak akan pernah melawanmu lagi.’’ Siena berteriak sambil menangis ketakutan tapi sepertinya Daren belum puas dan tetap memerintahkan untuk menurunkan tubuh Siena sedikit demi sedikit.


Siena terus berteriak meminta tolong, tubuhnya bergetar saat kakinya tinggal berjarak satu meter dari ular-ular itu.


Daren membelakangi Siena, menikmati ketakutan Siena sambil meminum alkohol yang sudah disediakan untuknya. Sesekali Daren bersenandung karena  rasa senangnya.


Daren membalik badannya saat tak lagi mendengar suara Siena dan dilihatnya Siena tergantung seperti orang tak bernyawa, ya Siena pingsan karena tak bisa lagi menahan rasa takutnya.


‘’Lepaskan dan antar dia ke rumahku.’’ Daren sama sekali tak iba melihat kondisi Siena, Daren keluar dari ruangan itu dengan satu tangannya dimasukan kedalam saku celana. ‘’Dasar wanita payah dia berani menentangku tapi begitu takut dengan ular.’’’Daren melirik Siena sekilas sebelum benar-benar keluar.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya...


NOTE: NAMA SIENA DITULIS SAAT KARAKTER UTAMA WANITA SEDANG BERDANDAN CULUN DAN NAMA PUTRI AKAN MUNCUL SAAT KARAKTER UTAMA WANITANYA SEDANG BEKERJA DAN BERPENAMPILAN MODIS. TAPI TETAP NAMA ASLI KARAKTER UTAMANYA ADALAH SIENA DAN BUKAN PUTRI


__ADS_2