
‘’Apa yang kalian bicarakan kenapa bisik-bisik gitu?’’
‘’Ini loh mommy katanya daddy nyuluh mommy cali daddy balu aja.’’ Ucap Aaron seenaknya.
‘’Daren melotot, membungkam mulut pria kecil itu saat akan kembali mengeluarkan suaranya.
Aaron memukul-mukul kecil tangan Daren.
‘’Ih daddy, kenapa tutup mulut Alon kalau Alon habis nafas telus mati gimana?’’ Ucapnya lagi dengan mata yang melotot kesal pada Daren.
‘’Sudahlah, kalian jangan bertengkar lagi.’’ Siena heran dengan tingkah kedua pria itu, awalnya mereka begitu lengket satu sama lain tapi entah kenapa sekarang menjadi sering bertengkar bahkan hanya untuk masalah sepele.
‘’Dasar tom and jerry.’’ Ucap Siena dengan nada kesalnya.
‘’Alon mau jadi tomnya mommy bial daddy yang jadi jellynya.’’
‘’Nggak, daddy yang jadi tom lagian badan daddy lebih besar darimu jadi daddy yang pantas jadi tom.’’
‘’Alon yang jadi tom nya daddy.’’
‘’Sudahlah sudahlah kalian ini ribut terus bikin aku pusing saja, kalau seperti ini terus aku benar-benar akan memisahkan kalian dan nggak akan mempertemukan kalian lagi.’’ Ancam Siena.
‘’Ih mommy kok ngomongnya gitu, nggak baik loh mommy.’’ Ucap Aaron yang kini sudah memeluk erat leher Daren, ia takut kalau Siena akan benar-benar memisahkannya dan Daren.
Dua minggu sejak kepergian Daren
Siena sudah mulai syuting film terbarunya dengan Aaron yang selalu ikut dengannya, wanita itu tak pernah meninggalkan Aaron dirumah karena takut pria kecil itu merasa bosan dan kesepian.
‘’Mommy, daddy kapan baliknya?’’
‘’Mommy nggak tau sayang, nanti kalau daddy telepon kamu tanyakan saja.’’
‘’Mommy kalau besal nanti Alon mau jadi sepelti daddy.’’
‘’Kenapa, pekerjaan daddy kan sibuk terus nggak menyenangkan lagi.’’
‘’Tapi Alon mau jadi sepelti daddy bial kelen.’’
Siena mengernyit, entahlah dia kurang paham dengan ucapan pria kecil itu.
‘’Mommy kata caca daddy Alon itu kelen.’’ Ucap Aaron lagi membuat Siena kecicikan, pria kecilnya itu sepertinya sedang tertarik pada seorang wanita.
‘’Caca siapa sayang?’’
__ADS_1
‘’Caca mommy, anak tante Mona yang lumahnya tak jauh dali sini.’’
*****
‘’Mommy telepon daddy lagi.’’ Rengek Aaron, pasalnya dari kemarin sore ponsel Daren sama sekali tak bisa dihubungi, pria itu juga sama sekali tak memberi kabar pada mereka.
‘’Tidur dong sayang, besok kita coba hubungi daddy lagi.’’ Ucap Siena menenangkan Aaron, wanita itu mengelus lembut punggung Aaron hingga pria kecil itu tertidur.
Pagi harinya, Siena tersenyum melihat wajah Aaron yang masih terlelap dengan begitu menggemaskan, tapi kenapa bagian perutnya terasa berat, padahal kaki Aaron sangat kecil?
Dengan pelan Siena menyingkirkan kaki Aaron, membalik badannya. ‘’Astaga pria ini.’’ Ucap Siena melihat Daren yang masih terlelap di sampingnya dengan tangan dan kakinya yang melingkar di tubuh Siena.
‘’Daren bangunlah, aku harus mandi dan berangkat syuting.’’ Ucap Siena dengan tangan yang mulai menyingkirkan tangan dan kaki Daren dari tubuhnya.
‘’Sebentar saja, aku kangen banget sama kamu.’’ Ucap Daren mempererat pelukan.
‘’Daren lepaskan, nanti aku telat.’’ Ucapnya masih berusaha melepaskan pelukan Daren.
‘’Hua, hiks hiks hiks, daddy jahat.’’ Ucap Aaron yang kini bangun dan memukul kecil Daren.
‘’Kamu kenapa sayang?’’ Tanya Siena dan Daren bersamaan.
‘’Alon pikil daddy malah telus nggak mau balik lagi.’’
‘’Iya tapi Alon tak bisa hubungin daddy.’’
‘’Oke oke, daddy minta maaf ya daddy salah.’’ Ucapnya mencium puncak kepala Aron.
‘’Oke Alon maafin daddy tapi lain kali no way.’’ Aaron mengangkat jari telunjuknya dan menggerakannya kekanan dan kiri.
‘’Laganya udah kayak orang besar aja.’’ Siena menggeleng lalu masuk ke kamar mandi.
*****
‘’Kamu ngapain ikut sih?’’ tanya Siena pada Daren yang kini duduk santai di dalam mobilnya dengan Aaron yang duduk dipangkuannya.
‘’Katanya daddy mau jagain Alon mommy.’’ Ucap Aaron mengedipkan satu matanya pada Daren, siena yang melihatnya menjadi sedikit curiga, entah apa lagi yang direncanakan kedua pria itu.
*****
Siena menyapa semua staf yang ada di lokasi syuting sambil tersenyum sedang Daren dan Aron hanya memperlihatkan tatapan datarnya, tak punya niat sama sekali untuk menyapa siapapun.
‘’Apa kau bisa sedikit tersenyum? Sepertinya mereka takut melihatmu.’’ Bisik Siena dengan nada geram, ia merasa tak enak membawa Daren yang sepertinya membuat beberapa staf merasa tak nyaman.
__ADS_1
‘’Jangan melihat mereka dengan wajah seperti itu Daren, kalau tidak aku benar-benar akan mengusirmu dari sini.’’ Bisik Siena lagi. ‘’Kau juga, tersenyumlah.’’ Ucapnya pada Aaron yang menampilkan ekspresi yang sama dengan sang daddy.
‘’Daddy itu om yang kemalin ajak mommy ngoblol.’’ Ucap Aaron mengadu dan menunjuk satu pria yang sedang berjalan mendekati Siena. Daren terus memperhatikan interaksi Siena dan pria itu.
‘’Kenapa dari tadi lihatin aku? Aku kerja ya jangan bikin masalah yang tidak-tidak.’’ Ucap Siena memperingatkan.
‘’Ya aku tau kamu kerja makanya aku merhatiin kamu, kamu cantik banget soalnya kalo lagi serius gitu.’’
‘’Udah pintar gombal ya kamu sekarang.’’
‘’Siapa yang gombal sih orang kenyataannya gitu, iya kan Aar?’’ tanya Daren yang langsung mendapat anggukan kepala dari Aaron.
‘’Iya kata olang-olang mommy Alon itu cantik banget nggak sepelti daddy yang wajahnya pas-pasan.’’ Ucap Aaron yang membuat Siena tertawa, entah dari mana pikiran Aaron itu tapi Siena cukup terhibur mendengarnya, memangnya siapa lagi yang bisa dengan gampangnya menghina seorang Daren Hasel kalau bukan putranya sendiri.
‘’Kamu ya yang suruh Aaron ngomong gitu?’’ tuduh Daren pada Siena sedang yang dituduh masih aja cekikikan.
‘’Udah terima aja, itu kan penilaian putramu jadi hasilnya udah pasti akurat, iya kan sayang?’’ tanya Siena yang langsung diangguki Aaron.
‘’Iya benelan daddy, Alon nggak boong, daddy tuh tampannya masih jauh dibawah Alon.’’ ucapnya dengan penuh keseriusan.
Siena tertawa dengan keras membuat beberapa orang melihatnya, menurut pandangan orang lain keluarga kecil itu terlihat sangat sempurna dan bahagia, bagaimana tidak Daren adalah seorang pengusaha muda yang sangat terkenal, Siena juga merupakan aktris terkenal serta mereka memiliki seorang putra yang begitu menggemaskan.
‘’Nanti malam kamu ajak mommy untuk tidur bertiga lagi ya biar mommy sama daddy cepat baikan.’’ Ucap Daren memberikan hasutannya pada sang putra.
‘’Memangnya mommy sama daddy malahan?’’
‘’Nggaklah mommy sama daddy nggak marahan kok.’’
‘’Yaudah kalau gitu daddy tidulna sama Aalon aja soalnya Alon kangen mau tidul dikamal Alon.’’
‘’Tumben nih anak nggak bisa diajak kerjasama.’’ Guman Daren kembali memutar otak untuk mencari alasan.
‘’Aaron mau nggak kita terus tinggal bertiga?’’
Aaron mengangguk.
‘’Kalau gitu Aaron harus minta mommy buat bobo bareng daddy biar nanti mommy nggak ngusir daddy.’’
‘’Alon mau tinggal sama mommy daddy telus.’’
‘’Makanya kamu ikut saran daddy ya.’’ Ucapnya dengan senyum kemenangan. kata orang taklukin anaknya dulu dan kau akan mendapat ibunya😀😉
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya....