
Siena tersenyum menyapa Monika.
Monika adalah cinta pertama Daren, dulu wanita itu mengkhianatinya dengan alasan bosan berhubungan dengan pria otoriter seperti Daren.
Hampir 2 tahun Daren terpuruk sampai akhirnya Rania hadir dan sedikit mengalihkan perasaannya, beberapa bulan terakhir Siena juga hadir dalam hidupnya bahkan sejak saat itu Daren tak pernah sekalipun memikirkan Monika, pria itu berpikir sudah sepenuhnya melupakan Monika tapi nyatanya kehadiran wanita itu masih mampu menggetarkan hati Daren.
‘’Siapa Ren?’’ Tanya Monika pada Daren dengan menunjuk Siena
‘’Oh dia Siena sekertarisku.’’ Ucap Daren spontan, Siena sama sekali tak menaruh curiga, sudah biasa Daren memperlakukannya seperti itu.
‘’Kamu mau kemana? Aku anterin ya, nomor ponselmu mana?’’ Cerocos Daren.
keduanya asyik sendiri seakan lupa dengan keberadaan siena, wanita itu hanya bisa tersenyum walau hatinya mulai muncul sedikit rasa cemburu, tak biasanya Daren bersikap seperti itu pada seorang wanita.
*****
Pagi harinya, Siena bangun dengan tak ada Daren disampingnya, Setelah membersihkan diri Siena berjalan ke depan Villa berpikir Daren sedang duduk santai di sana seperti yang biasa dilakukannya.
‘’Dimana sih?’’ Siena sama sekali tak menemukan keberadaan Daren, Siena masuk untuk bertanya pada beberapa juru masak yang sedang asyik menyiapkan sarapan.
‘’Kemana dia?’’ pikir Siena setelah para juru masak mengatakan Daren pergi sekitar sejam yang lalu.
Siena mengambil ponselnya berniat menelpon Daren tapi sama sekali tak diangkat oleh pria itu.
Hari hampir sore, Daren belum juga kembali, Siena mengambil ponselnya berniat menghubungi Daren lagi.
wanita itu tersenyum saat Daren mengangkat teleponnya tak lama wajahnya terlihat sedih, Daren mengatakan sedang bersama Monika karena wanita itu hanya sendirian tanpa seorang pun disampingnya.
Siena tersenyum miris saat Daren menutup teleponnya.
Daren ingin menemani Monika karena wanita itu sendirian tapi apa Daren pernah berpikir kalau Siena juga hanya sendirian?
bahkan Darenlah yang membawanya tapi Daren jugalah yang meninggalkan nya, lalu apa artinya Daren meminta maaf semalam dan mengatakan ingin memulai dari awal?
‘’Putri’’ Teriak seorang pria membuyarkan lamunan Siena, pria itu bahkan melangkah mendekat.
Siena memutar otaknya dia lupa siapa pria itu tapi wajahnya terasa tak asing.
__ADS_1
‘’Bagaimana kabarmu? Beberapa kali aku mencarimu ke tempat kerja tapi kata mereka kau berhenti.’’
Siena mengangguk mengerti, pasti pria itu salah satu kliennya saat masih bekerja sebagai pacar sewaan.
‘’Kau sedang apa disini? Apa kau sendiri?’’ Tanya pria itu lagi.
Siena mengangguk, merasa tak berbohong. toh kenyataannya sekarang dia sedang sendirian, Siena juga bosan terus diam dan terkurung di Villa itu.
‘’Kalau boleh tau namamu siapa? Maaf tapi kau tau dulu aku bertemu banyak klien jadi tak mungkin bagiku untuk mengingat semua nama.’’
‘’Robby, R O B B Y jangan di lupain lagi.’’
Hampir setengah jam mengobrol dengan Robby.
Siena sudah memberitahukan namanya dan meminta pria itu memanggilnya dengan nama Siena.
kini keduanya duduk santai dengan beralaskan pasir pantai sambil memainkan kembang api, Siena terus berteriak kesenangan, entah darimana datangnya Siena melihat Monika dan Daren berjalan ke arahnya.
Pria itu melihat tak suka padanya dan Robby tapi Siena berusaha tak memperdulikannya.
‘’Hai’’ Monika menyapa yang di bales senyum manis oleh Siena.
‘’Senang rasanya bisa bertemu tuan Daren disini.’’ Ucap Robby melihat Daren lalu berbisik pada Siena ‘’bagaimana kau mengenal tuan Daren? Apa dia salah satu klienmu?’’
‘’Khem’’ Daren berdehem tak suka dengan keakraban Siena dan Robby, pria itu sangat egois, dia bisa meninggalkan Siena untuk menemani Monika tapi sama sekali tak mau membiarkan Siena dekat dengan pria lain.
‘’Sepertinya tuan Daren sangat mencintainya kekasihnya.’’
Bisik Robby yang sedari tadi memperhatikan cara Daren memperlakukan Monika, Siena hanya tersenyum tumpul mendengar ucapan itu.
dari tadi juga dia dapat melihat dengan jelas bagaimana perhatiannya Daren pada Monika, ingin sekali Siena mencakar wajah pria sombong itu.
Sekarang keempatnya sudah duduk di satu restoran untuk menikmati makan malam.
‘’Romantis sekali kalian.’’ Ucap Robby melihat Daren yang dengan telaten mengeluarkan tulang ikan untuk Monika.
‘’Ah apa?’’ Daren gelagapan tak sengaja melihat mata Siena yang juga sedang melihat apa yang dilakukannya.
__ADS_1
Daren jadi tak enak hati walau bagaimana Siena adalah istrinya, tapi kenapa istrinya itu terlihat baik-baik saja?
‘’Apa aku bisa melakukannya untukmu?’’ Tanya Robby yang juga ingin membantu mengeluarkan tulang ikan untuk Siena.
‘’Beneran?’’ Tanya Siena yang langsung diangguki Robby.
‘’Senang sekali rasanya jika memiliki suami sepertimu, sudah ganteng, kaya, sopan, baik dan tentunya kau akan menjadi pria yang memperlakukan pasanganmu dengan baik.’’
Puji Siena pada Robby dengan maksud menyindir Daren, Siena tak peduli dengan pandangan tak suka yang ditampilkan Daren padanya.
‘’Ah benarkah? Kalau begitu kau saja yang menjadi istriku.’’
‘’Beruntungnya aku kalau sampai itu terjadi.’’ Ucap Siena bercanda dan mulai memakan ikan yang sudah dibersihkan Robby.
oh ya Tuhan Robby begitu senang mendengar ucapan Siena, semoga hal itu segera terwujud, Robby memang menyukai Siena saat pertama kali melihatnya bahkan selama ini Robby berusaha mencari keberadaan siena.
‘’Kulihat kalian sangat cocok bersama.’’ Ucap Monika membuat Robby melayang, perasaannya sangat senang.
‘’Sepertinya hal itu tak akan pernah terwujud karena setahu saya Siena sudah menikah.’’ Ucap Daren merusak suasana, Robby dan Monika refleks menatap pada Siena sedang wanita itu masih asyik memakan ikannya, lalu…..
‘’Kami tak benar-benar menikah jadi mungkin akan segera berpisah.’’ Ucap Siena dengan gaya cueknya.
Daren menatap Siena dengan tatapan tajamnya dengan dua tangan yang sudah terkepal dibawah meja sedang Robby dan Monika hanya diam tak tau harus mengatakan apalagi.
Jujur perasaan Robby sangat hancur saat tau pujaan hatinya telah dimiliki pria lain tapi mendengar ucapan Siena, Robby seakan memiliki satu kesempatan kecil, baginya sama sekali tak masalah jika Siena mendatanginya dengan status jandanya, toh Robby mencintai wanita itu.
*****
‘’Ada apa denganmu? Kenapa kau berkata seperti itu pada Robby, jika dia berharap bagaimana?’’ Tanya Daren saat sudah berada di kamar bersama Siena.
‘’Apa yang salah dengan ucapanku?’’ Ucap Siena lalu berlalu masuk ke kamar mandi, Siena malas berdebat, dia bisa melihat dengan jelas kalau dirinya sama sekali tak berarti untuk Daren, jadi dia hanya perlu menempatkan posisinya dengan baik.
‘’Dimana dia?’’ Siena mencari keberadaan Daren begitu tak melihat pria itu dalam kamar
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.....