
Siena tersenyum melihat kedua pria itu sedang bercanda ria, untung saja ada Steve yang selalu menemaninya mengurus Aaron sejak kecil dan karena itulah Aaron memanggilnya daddy.
Steve adalah seorang model terkenal asli Jerman, Siena bertemu Steve dua minggu sebelum melahirkan, saat itu ia sedang melakukan jalan pagi di taman yang tak jauh dari tempat tinggalnya, tak sengaja menabrak punggung Steve saat pria itu berhenti tiba-tiba tepat di depannya.
‘’Es tut mir leid.’ Ucap Siena meminta maaf dalam bahasa Jerman, sebenarnya ia ingin marah tapi tak jadi saat melihat pria itu tersenyum dengan ramah padanya.
Sejak saat itu keduanya sering bertemu tanpa sengaja, dan saat tau Siena sendirian di negera itu, Steve selalu membantunya, pria itu juga selalu disampingnya saat ia melewati masa-masa sulitnya.
Tiga bulan kemudian
‘’Kakak, kakak.’’ Teriak Reva heboh saat membuka pintu ruangan Daren.
Tak ada reaksi, Daren hanya menatap sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Reva berjalan mendekat, berdiri tepat di depan meja kerja Daren, wanita itu terus tersenyum melihat Daren sedang Daren kembali menghentikan pekerjaannya dan menatap Reva yang masih berdiri diam di depan mejanya dengan senyum lebarnya.
‘’Kamu kenapa, perlu sesuatu?’’ Tanya Daren yang langsung mendapat gelengan kepala dari Reva, wanita itu masih tersenyum membuat Daren merasa aneh.
‘’Kakak mau nonton film Jerman nggak sama Reva?’’ Tanyanya, sedang Daren menyatukan kedua alisnya menatap bingung padanya, sejak kapan adiknya itu menyukai film Jerman, film asal negara mereka saja Reva malas menontonnya dan sekarang wanita itu mengajaknya menonton film Jerman?
‘’Kakak mau nggak, ini filmnya bagus banget loh dan viral di beberapa negara, kalau nonton aku jamin kakak akan jatuh cinta sama pemeran utama wanitanya, soalnya cantik benget, tipe kakak banget deh pokoknya.’’ Ucap Reva lagi masih dengan senyumnya tapi kali ini raut wajahnya terkesan sedikit genit dan seolah sedang menggoda kakaknya.
‘’Sudahlah kakak banyak kerjaan, nggak ada waktu buat nonton film-film tak jelas.’’ balas Daren dengan nada cueknya dan kembali melanjutkan pekerjaan, sedang Reva berjalan ke sampingnya, menarik tangannya dan membawanya keluar dari ruangan itu.
‘’Kakak terlalu sibuk, Sesekali lihat media sosial pantau berita-berita penting dari berbagai negara jangan taunya kerja doang.’’ ucap Reva masih menarik lengan Daren, pria itu sama sekali tak memberontak.
‘’Kakak nggak pernah ketinggalan berita penting kok.’’ Sanggah Daren.
‘’Iya berita bisnis doang kan, sesekali kakak harus melihat dan mencari hal-hal yang sedang viral biar kakak nggak melewatkan informasi penting.
‘’Kamu ini ada-ada saja sih, lagian apa untungnya itu.’’ ucap Daren sambil mengacak rambut Reva, lagian menurutnya Reva sedikit aneh, wanita itu menyuruhnya melihat dan mencari beberapa hal viral sedang setau Daren Reva juga tak terlalu suka dengan hal-hal seperti itu.
__ADS_1
*****
Sekarang keduanya berada di kediaman orang tua mereka, Reva meminta semuanya duduk di sofa dan ikut menonton.
‘’Kenapa maksa papa mama nonton sih Rev.’’ Protes papanya melihat Reva yang sibuk menyetel sesuatu di depan tv.
‘’Film apa Rev, bagus nggak?’’ Tanya mama yang dibales senyum dan anggukan kepala dari Reva.
‘’Film Jerman ma.’’ Bisik Daren
‘’What!’’ mama sedit teriak karena kaget. ‘’Kata kakakmu film Jerman Rev, emang beneran?’’ Tanya mama lagi yang kembali dijawab dengan anggukan kepala dari Reva.
‘’mama nggak mau nonton ah, bahasanya aja mama nggak ngerti.’’ Protes mamanya.
‘’Tenang mama sayang, ada subtitlenya kok.’’ Jawab Reva yang kini duduk di samping papanya.
‘’Kalian harus nonton biar senang, nantinya walau tak menyukai filmnya Reva yakin kalian akan menyukai aktrisnya.’’ Ucap Reva penuh maksud sedang ketiganya tak menanggapi ucapan itu dan hanya menatap malas pada layar tv.
‘’Siena.’’ Teriak ketiganya saat melihat kemunculan Siena di film itu
‘’Rev mama nggak salah lihat kan, itu beneran kakak iparmu kan?’’ Tanya mama dengan air mata bahagianya karena bisa melihat wajah Siena lagi begitupun dengan papa, sedang Daren masih tak bereaksi apapun, pria itu terus menatap layar tv.
Prang
Daren menjatuhkan ponsel dari tangannya saat melihat adegan yang tak disukainya, menatap tak suka pada layar Tv sedang ketiga lainnya masih asyik memperhatikan, tiba-tiba layar tv menjadi gelap.
‘’Kakak kenapa dimatikan?’’ Ucap Reva sedikit merengek, mama papa tak mengucapkan apa-apa mereka hanya diam melihat Daren.
Tak peduli dengan rengekan Reva, Daren keluar dari ruangan itu berjalan menuju kamarnya dengan membawa remot tv, pria itu geram bagaimana bisa Siena berciuman dengan pria lain, walau hanya acting tapi Daren sama sekali tak menyukainya, Siena miliknya, miliknya dan hanya dia yang bisa menyentuh wanita itu.
‘’Akbar batalkan semua jadwalku untuk seminggu ke depan dan besok kita ke Jerman.’’ Daren langsung menutup panggilan teleponnya, ia bertekad untuk menyusul Siena ke Jerman dan membawanya pulang.
__ADS_1
Sementara Reva masih menggerutu karena tingkah menyebalkan Daren.
‘’Jangan mengatai kakakmu, kau tak lihat bagaimana wajahnya tadi.’’ Ucap papa menegur.
Reva tak menggubris wanita itu masih kesal.
‘’Kau bisa menontonnya di ponsel nanti, mengertilah sedikit perasaan kakakmu.’’
Reva masih tak mengerti bukankah seharusnya kakaknya senang karena melihat Siena lagi.
‘’Kau lupa adegan apa yang kita tonton tadi?’’ Ucap mama, Reva terkejut wanita itu baru sadar kalau tadi mereka sedang melihat adegan dimana Siena sedang berciuman hot dengan lawan mainnya.
‘’Oh ya sayang, dari mana kamu tau kalau kakak iparmu yang berperan di film itu?’’ Tanya mama penasaran.
Flashback
Reva sedang nongkrong di cafe bersama dua rekan kerjanya, wanita itu terlihat sibuk mengutak ngatik laptopnya sedang dua rekan kerjanya sedang asyik menonton sebuah film melalui ponsel.
‘’Dia muncul Mil, oh ya Tuhan cantik banget sih.’’ Ucap Edo heboh sambil memukul mukul kecil lengan Mila saat melihat kemunculan Siena di film yang mereka tonton.
Mila dan Edo menonton dengan heboh sambil sesekali memuji paras para pemain film itu sedang Reva mulai terganggu, wanita itu sejenak menghentikan aktivitasnya, melirik Mila dan Edo yang duduk di depannya.
‘’Kalian nonton apa sih kenapa heboh banget?’’ Tegurnya
‘’Film Jerman Rev, lagi viral makanya gw sama Edo nonton, dan lo tau pemeran wanitanya berasal dari negara kita, mana cantik banget.’’ Ucap Mila.
‘’Sumpah kayaknya gw bakalan jadi penggemarnya deh, gw bakalan nonton semua film Jerman yang dibintanginya.’’ Sambung Edo penuh semangat.
‘’Tumben Jerman, biasanya yang kalian tau cuman drama korea doang.’’ Ucap Reva sedikit meledek.
Bersambung.....
__ADS_1