Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Khawatir


__ADS_3

Tak lama mereka sudah kembali berbincang dengan santai lagi. ‘’Maaf semuanya Putri izin ke toilet sebentar.’’ Ucap Putri pada mereka dan tak lama setelah kepergian Putri, Darenpun menyusul ke toilet.


‘’Apa yang kau lakukan.’’ Putri kaget karena Daren menarik tangannya saat baru keluar dari toilet.


‘’Lepaskan tuan, kau mau membawaku kemana, Alan pasti sedang menungguku.’’


Daren tak mendengar, malah mengangkat tubuh Putri dan dengan paksa memasukkannya ke dalam mobil.


‘’Aku mau keluar.’’ Putri memberontak berusaha keluar dari mobil Daren. ‘’Apa kau gila, kau mau membawaku kemana, mereka pasti sedang menungguku.’’’Teriak Putri.


Daren masih tak menjawab, meyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu. hampir dua jam berlalu, Daren menjalankan mobilnya ke jalan yang sangat sepi.


‘’Sebenarnya kau mau membawaku kemana?’’ Tanya Putri saat melihat mobil Daren terus melaju ke jalanan sepi. Putri menatap kesal pada Daren. ‘’Kau mau membawaku kemana?’’’Tanya Putri lagi dan Daren tetap saja tak menjawab.


‘’Ingin sekali aku membunuhmu.’’ Putri memperagakan tangannya seperti orang yang siap mencekik leher Daren.


‘’Kau itu sangat menyebalkan, kenapa kau suka sekali bertindak semaumu.’’


‘’Diam atau aku akan menurunkanmu ditempat ini.’’


‘’’Sangat keterlaluan jika kau benar-benar meninggalkanku disini.’’


‘’Kau pikir aku bercanda?’’ Daren menghentikan mobilnya, keluar dari mobil itu dan membuka pintu untuk Putri lalu menariknya keluar setelahnya Daren kembali masuk dalam mobil, menjalankan mobilnya dan meninggalkan Putri sendirian ditempat itu.


‘’Daren… Daren.. Daren…’’ Putri terus memanggil Daren dan berusaha mengejar mobil Daren tapi mobil itu terlalu cepat dan dalam waktu yang singkat mobil Daren sudah hilang dari pandangan Putri.


Beberapa kali Putri meninju udara sebagai bentuk protesnya.


‘’Apa yang harus kulakukan pria brengsek itu benar-benar meninggalkanku.’’


Putri melihat sekeliling jalanan itu sungguh sepi bahkan tak ada mobil berlalu lalang. Apesnya dia sama sekali tak bisa menghubungi orang lain karena tasnya tertinggal direstoran tempatnya makan tadi dan ponselnya berada dalam tas itu.


Putri mulai membawa kakinya melangkah perlahan-lahan berharap mungkin setengah jam atau satu jam bisa jadi dua jam lagi Putri berharap semoga ada mobil yang lewat di jalan itu.


Putri terus berjalan sudah hampir satu setengah jam tapi masih juga belum ada mobil yang lewat di jalan itu, Putri menghentikan langkahnya, duduk dipinggir jalan, meluruskan kakinya sambil memijat kecil kakinya yang terasa pegal.


Setelahnya Putri memandang langit sambil beberapa kali menelan ludahnya akibat menahan rasa haus yang hampir setengah jam lalu menghampirinya.

__ADS_1


‘’Tuhan kirimlah seseorang yang bisa membantuku.’’ Putri beristirahat selama hampir setengah jam, lalu kembali meneruskan langkahnya.


*****


‘’Dimana aku?’’ Tanya Putri begitu membuka matanya.


‘’Kamu sedang dirumah sakit, kemarin saya menemukanmu pingsan.’’ Putri mencoba mengingat. Kemarin dia begitu lelah dan haus mungkin saja itu yang membuatnya pingsan.


‘’Terimakasih buk karena sudah menolong saja.’’


Wanita itu tersenyum lalu mengangguk pada Putri.


‘’Namamu siapa nak?’’


‘’Nama saya Siena buk.’’ Siena memberitahu nama aslinya karena tak ingin membohongi wanita baik hati yang sudah menolongnya itu. Wanita itu tersenyum lagi lalu tak lama memberikan ponselnya pada Siena.


Siena mengerutkan keningnya sedikit tak mengerti.


‘’Mungkin kau ingin memberi kabar pada keluargamu.’’ Ucap wanita itu lagi sambil tersenyum.


Siena menggeleng. ‘’Saya tak menghafal nomor ponsel mereka.’’ Jawabnya jujur. ‘’Omg.’’ Siena bangun dari baringnya dan berusaha turun dari ranjang rumah sakit tapi karena tubuhnya masih lemah jadi dia terjatuh lagi. Siena hanya tak ingin Daren menghukumnya lagi karena terlambat pulang kerumah. Walau bagaimanapun Daren tak mengetahui bahwa dia adalah Putri. Pikir Siena.


Sementara di tempat lain, Daren kelimpungan mencari keberadaan Siena. Daren juga sudah menyusul Siena ditempat tadi dia menurunkan Siena tapi wanita itu sama sekali tak berada disana. Daren juga kembali ke rumah tapi Siena juga tak ada dirumah.


‘’Astaga dimana kamu Siena?’’ Daren memerintahkan beberapa orang untuk mencari keberadaan Siena tapi hampir tengah malam sama sekali tak ada kabar tentang keberadaan Siena. ‘’Bego.. Bego, kenapa aku harus meninggalkannya ditempat itu?’’ Daren menarik rambutnya frustasi.


Akbar mengerutkan keningnya melihat tingkah atasannya. Pasalnya Daren menyuruh mereka untuk mencari keberadaan wanita yang diketahui Akbar bernama Putri tapi yang membuat Akbar heran kenapa dari tadi atasannya itu terus berteriak memanggil nama istrinya Siena.


‘’Akbar apa sudah ada kabar tentang keberadaan Siena?’’ Tanya Daren lagi membuat Akbar makin bingung. Ia sama sekali tak tau harus menjawab apa.


‘’Maaf tuan apakah kami juga harus mencari keberadaan nona Siena?’’


Daren menatap Akbar dengan kesal berpikir dari tadi Akbar tak mencari keberadaan Siena.


‘’Akbar apa maksudmu berkata seperti itu? Bukankah dari tadi aku memerintahkanmu untuk mencari keberadaannya.’’ ucap Daren dengan marah.


‘’Maaf tuan tapi tadi tuan menyuruh kami untuk mencari keberadaan nona Putri bukan nona Siena.’’ Jawab Akbar memberanikan diri.

__ADS_1


Daren diam, mengangkat satu alisnya lalu tertawa. Dia lupa kalau belum memberi tahu Akbar bahwa Putri dan Siena adalah orang yang sama.


‘’Sudahlah Akbar nanti saja aku menjelaskannya padamu, sekarang tugasmu carilah mereka berdua dan bawa ke hadapanku sekarang.’’


‘’Baik tuan.’’


‘’Tak apa jika kau hanya menemukan satu diantara mereka.’’ Ucap Daren lagi, Akbar tak mengerti tapi tetap mengangguk daripada mendapatkan omelan lagi.


Malam ini Daren sama sekali tak tidur karena memikirkan Siena yang belum kunjung ditemukan. Beberapa kali dia memaki Akbar dan para anak buahnya yang dianggap tak becus dalam bekerja.


Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi.


Tok tok tok tok


‘’Tuan, nona sudah kembali’’ Ucap ART memberitahu saat melihat Siena turun dari sebuah mobil.


‘’Siena.’’ Daren melangkah cepat bahkan setengah berlari. ‘’Dari mana saja kau?’’ satu kalimat itu yang menyambut kedatangan Siena. Siena tak berucap hanya melihat malas pada Daren.


‘’Jawab pertanyaanku kenapa kau diam saja.’’


‘’Astaga tuan kenapa kau bertanya seperti itu bukankah semalam kau begitu mengkhawatirkannya?’’ Guman Akbar yang juga berada disana.


‘’Maaf tuan kemarin malam saya menemukan nona ini pingsan dipinggir jalan jadi saya lebih dulu membawanya kerumah sakit karena tak tau harus menghubungi siapa.’’ Ucap wanita yang menolong Siana pada Daren.


‘’Kau sakit?’’ Daren menempelkan punggung tangannya di kening Siena.


‘’Kenapa kau bisa sakit?’’ Tanya Daren yang tak sadar akan kesalahannya sedag Siena hanya menatap kesal padanya tanpa menjawab apapun.


‘’Kenapa kau menatapku seperti itu? Dan ingat Siena aku akan membunuhmu jika kau jatuh sakit lagi, jadi jangan pernah sakit tanpa izin dariku.’’


Ucapan yang seharusnya romantis terdengar sedikit menakutkan saat Daren yang mengatakannya. Siena masih diam tak mau menanggapi Daren lalu berbalik pada wanita yang menolongnya dan untuk sekali lagi Seian berterimakasih pada wanita itu.


‘’Siena apa yang kau lakukan, kenapa dari tadi kau mendiamiku?’’ Tanya Daren saat mereka sampai dikamar.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya...


NOTE: NAMA SIENA DITULIS SAAT KARAKTER UTAMA WANITA SEDANG BERDANDAN CULUN DAN NAMA PUTRI AKAN MUNCUL SAAT KARAKTER UTAMA WANITANYA SEDANG BEKERJA DAN BERPENAMPILAN MODIS. TAPI TETAP NAMA ASLI KARAKTER UTAMANYA ADALAH SIENA DAN BUKAN PUTRI


__ADS_2