Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Milikku


__ADS_3

‘’Wah ini sangat indah.’’ Siena melompat kegirangan tak lupa mengambil ponselnya untuk memvideo kembang api yang mulai menghiasi dan menerangi gelapnya malam.


‘’Apa kau menyukainya?’’ Tanya Daren yang kini sudah memeluk Siena dari belakang.


‘’Aku menyukainya sangat menyukainya.’’ Siena girang, dia memang sangat menyukai kembang api baginya kembang api bisa sangat menghibur dan memberinya kekuatan, warnanya yang indah seakan memberi semangat pada Siena dalam melewati masalah apapun.


‘’Baguslah jika kau menyukainya.’’


Siena memutar tubuhnya menghadap Daren ‘’Apa kau yang melakukannya?’’ Tanya Siena dan mendapat anggukan kepala dari Daren.


‘’Tapi untuk apa?’’ Siena mengerutkan keningnya.


Bukannya berterimakasih atau terharu Siena malah khawatir, pasalnya Daren bukanlah tipe pria romantis seperti itu dan lagian untuk apa juga Daren rela-rela menyiapkan kejutan itu untuknya.


pasti Daren memiliki rencana buruk terhadapnya, itulah yang dipikirkan Siena.


‘’Ya untukmulah aku hanya ingin kau senang.’’


Daren tersenyum pada Siena sedang wanita itu menganga tak percaya dengan apa yang didengarnya.


Seorang Daren ingin membuatnya bahagia? Seakan tak percaya Siena mencubit pipinya lalu meringis karena sakit.


‘’Nggak mimpi kok.’’ Siena meletakan punggung tangannya di kening Daren.


‘’Nggak panas juga, tapi kenapa sikapnya aneh ya?’’ Ucap Siena kecil tapi masih bisa didengar Daren.


‘’Kau ini tidak ada rasa terima kasihnya sama sekali.’’ Protes Daren.


Bukannya tidak ingin berterima kasih, Siena hanya takut Daren memiliki rencana buruk padanya.


Memangnya salah kalau Sienna berpikir seperti itu? Dirinya sudah terbiasa dengan sikap buruk Daren jadi mustahil baginya mempercayai ucapan Daren yang ingin membuatnya senang.


‘’Hei apa yang kau pikirkan?’’ Daren menyentil pelan kening Siena saat melihat wanita itu melamun.


‘’Apa kau tidak ingin berterima kasih padaku?’’ Daren memperlihatkan senyum yang begitu aneh menurut Siena.


‘’Tuh kan benar kataku, dia pasti memiliki rencana lain.’’ Siena menatap malas pada Daren tapi pria itu terus tersenyum padanya.


‘’Cium aku dong.’’ Ucap Daren lagi dengan tak tahu malunya.


Walau malas Siena tetap mendekatkan wajahnya pada Daren, mengecup pipi Daren sekilas yang langsung diprotes oleh pria itu.


‘’Aku melakukan hal besar itu untukmu tapi kau hanya menciumku di pipi?’’


‘’Lagian siapa suruh kau melakukannya, aku kan tak pernah memintanya.’’

__ADS_1


‘’Kau memang tak pernah memintanya tapi aku yang ingin melakukannya untukmu dan sekarang aku menagih rasa terima kasihmu.’’


Dua tangan Daren sudah melingkar dengan sempurna di pinggang ramping Siena, wanita itu hanya bisa memutar malas bola matanya.


Pria di depannya selalu punya cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


Perlahan Siena mendekatkan wajahnya pada Daren dan dengan cepat Siena mencium bibir Daren.


‘’Kenapa cepat sekali? Nggak berasa ulangi lagi.’’


Perintah Daren, Siena membuang nafas kasar sebelum mencium Daren lagi, kali ini Siena menempelkan bibirnya sedikit lebih lama, hanya menempel tanpa melakukan apapun, tak tahan lagi Daren menggigit kecil bibir Siena dan dengan cepat lidahnya masuk kedalam rongga mulut Siena dan mulai mengabsen setiap sudutnya.


Daren begitu menyukai rasa manis yang timbul dari bibir Siena, entah kenapa bibir Siena membuatnya sangat candu.


Daren terus melu mat bibir kesukaannya itu dengan satu tangan menahan tengkuk Siena dan tangan lainnya masih melingkar di pinggang Siena.


‘’Aku tak tahan lagi.’’ Daren mengangkat tubuh Siena dan membaringkannya diatas ranjang, ciuman Daren begitu menuntun bahkan tanpa sadar Siena sudah tak menggunakan sehelai benangpun.


malam itu mereka melakukannya hingga beberapa kali sampai Daren puas.


*****


Pagi ini Daren bangun terlebih dulu, menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Siena, senyum tak pernah pudar dari wajah Daren.


Pria itu terus mengamati wajah tenang Siena. ‘’Apa aku mulai menyukaimu?’’


‘’Morning’’ Daren tersenyum dengan wajah yang begitu dekat dengan Siena saat wanita itu membuka matanya.


‘’Apa yang dilakukannya?’’ Siena menarik selimut hingga menutupi wajahnya.


‘’Apa yang kau lakukan?’’ Daren menarik selimut Siena tapi wanita itu menahannya dengan keras.


Daren berhasil menarik sedikit hingga pria itu bisa melihat mata Siena.


‘’Apa yang kau lakukan, kenapa kau menutup wajahmu?’’


‘’Aku belum mencuci wajahku.’’ Ucap Siena sedikit malu


‘’Lalu?’’


‘’Aku hanya tak ingin kau melihat wajahku sekarang.’’


‘’Memangnya kenapa? Aku menyukainya.’’ Dengan cepat Daren menarik selimut itu lagi.


Siena berusaha menutup wajahnya dengan tangan tapi buru-buru Daren menahan tangan Siena, mendekatkan wajahnya pada Siena.

__ADS_1


Daren tersenyum sebelum menempelkan bibirnya pada bibir Siena.


‘’Hentikan aku belum menggosok gigiku.’’ Siena mendorong tubuh Daren satu tanganya menutupi mulutnya.


‘’Tak apa jika itu kau aku sama sekali tak keberatan.’’


Daren menyingkirkan tangan Siena dan kembali menyatukan bibir mereka lagi.


Siena terbuai bahkan tanpa sadar melingkarkan kedua tangannya dileher Daren, perlahan ciuman itu turun ke leher putih dan jenjang Siena dan jadilah pagi itu mereka kembali melakukan kegiatan panas lagi.


Siena sampai susah berdiri karena perbuatan Daren yang terus meminta dan meminta lagi.


‘’Ini sangat sakit lalu bagaimana caraku berjalan?’’ Siena melotot pada Daren.


‘’Jangan melihatku seperti itu kau juga menikmatinya tadi.’’


‘’Daren tolong gendong aku ke kamar mandi tubuhku begitu lengket.’’ Pinta Siena


‘’Apa aku tidak salah dengar? Berani sekali kau memintaku menggendongmu.’’


‘’Yasudah jika kau tak ingin membantu, aku akan meminta pria lain saja yang menggendongku.’’


‘’Enak saja.’’ Dengan cepat Daren menggendong Siena, bahkan pria itu dengan sabar memandikan Siena sampai mengganti pakaian Siena.


Siena terus memandangi wajah Daren, Siena sadar belakangan ini Daren mulai bersikap lembut padanya, apa Daren mulai menyukainya?


Dengan cepat Siena menggeleng kepalanya menurutnya hal itu sangat tak mungkin terjadi, Siena merasa dirinya sama sekali tak menarik jadi tak mungkin Daren menyukainya.


‘’Kau bisa jatuh cinta jika terus melihatku seperti itu.’’ Ucap Daren yang kini berjongkok di depan Siena.


‘’Apa sangat sakit?’’ Daren berniat menyentuh daerah inti Siena tapi dengan cepat Siena menepis tangannya.


‘’Kau bisa bertanya tanpa harus menyentuhnya.’’ wajah Siena sudah semerah tomat saat mengatakannya.


‘’Memangnya kenapa, apa salahnya aku menyentuh milikku?’’


‘’Milikmu?’’ Siena menganga tak percaya


‘’Ya, apa yang ada padamu adalah milikku dan hanya milikku.’’


Seakan melayang, Siena begitu senang mendengar ucapan Daren, kau adalah milikku kata-kata itu terus berputar indah dalam pikiran Siena membuatnya terus tersenyum kegirangan.


‘’Ada apa denganmu, kenapa kau terus tersenyum?’’ Tanya Daren menghampiri Siena yang sedang duduk manis didepan villa dengan membawa dua minuman dingin di tangannya.


Bersambung.....

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2