Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Maldives


__ADS_3

‘’Pulang sekarang juga atau aku yang akan menyeretmu.’’ Daren menarik legan Siena tapi wanita itu langsung menghempas tangannya, Siena mencibik kesal dan melotot pada Daren.


‘’Aku sedang bekerja mana bisa kau menyuruhku pulang.’’ Bentak Siena membuat beberapa karyawan di tempat itu melotot tak percaya, mereka bahkan takut Daren akan berbuat kasar pada Siena tapi yang dikhawatirkan terlihat begitu santai dan tak ada rasa takut sama sekali.


‘’Astaga Siena berani sekali kau membentak tuan Daren, apa kau sudah bosan hidup?’’ Ucap Amel yang sengaja memanas-manasi Daren agar memberikan hukuman yang berat pada Siena.


‘’Diam kau dan jangan ikut campur.’’ Bentak Daren pada Amel sedang Daren kembali memutar bola matanya melihat Siena yang sudah duduk manis dan meneruskan pekerjaannya tanpa menghiraukan ucapan Daren.


"senang sih senang kalau memiliki seorang karyawan yang begitu rajin dan berdedikasi pada perusahaan tapi bukan istriku juga kali yang harus melakukan hal seperti ini" guman Daren dalam hati lalu kembali menarik tangan Siena untuk berhenti bekerja.


‘’Apaan sih.’’ bentak Siena lagi karena mulai malas dengan sikap Daren


‘’Kamu yang apa-apaan kenapa selalu ngelawan.’’ bentak Daren tak kalah besar


‘’Aku hanya ingin bekerja dengan baik dan tanpa gangguan apa aku salah?’’


‘’Berhenti sekarang atau aku tak akan mengizinkanmu kerja lagi mulai besok.’’ Ancam Daren membuat Siena melotot


‘’Apa-apaan sih, kenapa kau selalu bertindak seenaknya.’’


Daren tak menjawab dan hanya mengangkat kedua pundaknya membuat Siena mencebik kesal sedang Daren sama sekali tak peduli dengan hal itu.


‘’Ada apa ini? Kenapa kalian tegang sekali?’’ Tanya seorang wanita paruh baya mengalihkan perhatian seluruh orang yang berada diruangan itu termasuk Daren dan Siena.


‘’Mama.’’ Ucap Daren dan Siena bersamaan sedang semua karyawan yang mendengarnya melihat tak percaya pada Siena yang menyebut mama Daren dengan sebutan mama juga.


‘’Kamu ngapain disini Daren, kamu gangguin Siena lagi?’’ tanya mama berjalan menghampiri Siena dan Daren dengan wajah yang dibuat kesal.


‘’Apa anak nakal ini mengganggumu?’’ tanya mama menangkup wajah Siena sedang Siena langsung mengangguk dan mulai mengeluh pada mertuanya tentang Daren yang mengganggunya bekerja.


mama melotot biasanya Daren tak melakukan hal seperti itu


tak lama mama tersenyum menyadari sepertinya anaknya itu sedang tak ingin jauh dari sang menantu, mama mendekat, tersenyum dan menggoda Daren bahkan mama beberapa kali menggelitik perut Daren membuat sang empunya merenggut kesal.


‘’Mama apa-apaan sih? Mana ada Daren gangguin Siena lagian menantu mama ini sangat keras kepala.’’

__ADS_1


Ucap Daren melihat Siena dengan tatapan tak sukanya.


Siena yang melihatnya hanya memperlihatkan senyum sinisnya tak lama Daren langsung menggendong tubuh Siena bahkan tak mempedulikan Siena yang terus memukul-mukul dadanya.


Mama menyengir melihat tatapan kaget para karyawan Daren.


‘’Nggak usah dipeduliin maklum pengantin baru.’’ Ucap mama lagi sebelum meninggalkan ruangan itu sedang para karyawan syok dengan berita yang baru saja mereka dengar bahkan ada beberapa yang patah hati.


‘’Kau gila ya.’’ teriak Siena saat berada dalam mobil Daren sedang Daren memperlihatkan senyum sinisnya lalu menghidupkan mobilnya menuju bandara.


Keduanya terdiam tanpa ada yang bersuara, Daren yang fokus menyetir dan Siena yang fokus melihat pemandangan dari kaca jendela mobil.


Menurut Siena lebih baik melihat pemandangan luar daripada mengobrol dengan Daren dan ujung-ujungnya akan terjadi pertengkaran diantara mereka.


*****


Kedatangan Daren dan Siena di bandara dalam sekejap mencuri perhatian orang disekitar mereka bahkan tak sedikit yang mengambil foto dan video.


Daren terus menggandeng tangan Siena tak peduli dengan foto atau videonya yang akan tersebar, berbeda dengan Daren Siena mencoba melepaskan tangannya, sungguh Siena sama sekali tak terbiasa menjadi pusat perhatian.


*****


‘’Aaaaaa, ini sangat luar biasa.’’ Teriak Siena sambil melompat-melompat bahkan tak sadar Siena melingkarkan kedua tangannya dileher Daren.



‘’Aaaaaa.’’ Siena kembali berteriak saat Daren tiba-tiba mengangkat tubuhnya, Siena merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum senang saat Daren memutar-mutar tubuhnya.


‘’Mau lagi.’’ Siena merengek saat Daren menurunkannya, mau tak mau Daren kembali mengangkat tubuh Siena tapi kali ini Daren tak memutar tubuh Siena dan membawa Siena masuk keair.


‘’Daren, Daren apa yang kau lakukan?’’ Teriak Siena dan refleks melingkarkan kedua kakinya di pinggang Daren, kedua tangannya dilingkarkan dengan erat dileher Daren.


‘’Daren, Daren turunkan aku.’’ Siena memohon sedang Daren sama sekali tak menghiraukan ucapannya dan membawa Siena lebih dalam lagi.


‘’Bisa benar-benar mati aku kalau tenggelam disini.’’ Siena lebih mengeratkan pelukannya pada daren dengan sesekali melirik sekitar memastikan tak ada hal berbahaya.

__ADS_1


‘’Siena jika kau memelukku seperti itu yang ada kita berdua akan mati tenggelam disini.’’ Protes Daren merasa lehernya tercekik, ditambah lagi Daren sama sekali tak bisa melihat karena wajahnya melekat begitu erat pada dada Siena.


‘’Ha!! apa maksudmu kita akan mati disini?’’ Tanya Siena panik, bukannya melonggarkan pelukannya Siena malah lebih mengeratkan pelukannya membuat Daren meringis dan tak sengaja melepaskan tangannya dari pinggang Siena.


‘’Daren, Daren apa yang kau lakukan, kenapa kau melepas pelukanmu kalau aku jatuh bagaimana?’’ Tanya Siena yang sudah terisak, bukannya prihatin Daren malah memutar bola matanya.


‘’Siena longgarkan sedikit tanganmu dari leherku.’’ Ucap Daren dengan cepat Siena menggelengkan kepalanya.


‘’Kalau aku tenggelam gimana?’’


‘’Tenang aja aku janji akan menjagamu.’’


‘’Mana bisa aku mempercayakan hidupku padamu jelas-jelas kau orang pertama yang selalu mengancam nyawaku.’’


Daren kehabisan kata-kata, mau tak mau Daren keluar dari air dan membiarkan Siena naik.


‘’Setelah ini kita akan jalan-jalan kemana?’’ Tanya Siena girang saat dirinya dan Daren sedang duduk santai sambil menikmati pemandangan.


‘’Kita tak akan kemana-mana dan menetap di vila ini sampai pulang nanti.’’ lalu Daren berdiri dan masuk kedalam vila untuk membasuh tubuhnya.


Siena pun melongo tak percaya mendengar ucapan itu, lalu untuk apa Daren mengajaknya jika pada akhirnya mereka hanya terkurung di vila.


buru-buru Siena mengejar Daren berniat membujuknya agar bisa jalan-jalan keluar dari Vila itu, kalaupun Daren tak mau Siena tak apa jika harus keluar dan jalan sendiri, toh Siena berpikir dia sudah dewasa dan bisa berbahasa inggris jadi tak mungkin tersesat.


Hampi 30 menit tapi Daren masih kekeh pada pendiriannya membuat Siena kesal.


Sepanjang hari Siena terus mendiamkan Daren tak mau berbicara walau sepatakatahpun hingga Daren kesal dan akhirnya mengajak Siena keluar dari Vila.


barulah wanita itu tersenyum lagi dan mulai menanggapi setiap ucapan Daren.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian agar otor bisa mmebuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....

__ADS_1


__ADS_2