
‘’Sayang daddy nggak bikin mommy nangis kok, tadi mommy sama daddy lagi nonton film sedih makanya mommy nangis.’’ Ucap Siena memberi pengertian, ia tak ingin karena hal itu Aaron menjadi marah pada Daren, padahal mereka baru saja bertemu.
‘’Daren kenapa kamu diam aja sih?’’
Masih tak menjawab, Daren berjongkok, mengusap sayang kepala Aaron. ‘’Bisakah kamu memanggil daddy sekali lagi?’’
Aaron menatap bingung pada Daren yang terlihat sudah mengeluarkan air matanya lalu menatap Siena.
‘’Daddy kenapa nangis? Apa kalena Alon malahin?’’ Ucapnya sambil menghapus sisa air mata diwajah Daren dengan tangan imutnya.
Daren menarik Aaron dalam pelukannya, pria itu menangis sesegukan saking bahagianya.
‘’Daddy kenapa nangis? Alon nggak pukul daddy loh Alon juga nggak nakal, iyakan mommy?’’
Bukannya menjawab, Daren malah menyerang Aaron dengan ciuman bertubi-tubi diwajah kecil dan menggemaskan itu.
*****
‘’Apa kau yang menyuruh Aaron memanggilku daddy?’’
‘’Hhmm, mau bagaimana lagi kau memang daddynya lagian memangnya kau mau dia terus memanggilmu om?’’
Daren menggeleng dengan cepat. ‘’Terimakasih Siena, terimakasih banyak.’’
‘’Untuk?’’
‘’Karena kau sudah menghadirkannya ke dalam hidupku, terimakasih sudah mengizinkannya memanggilku daddy, terimakasih karena sudah mengandung, melahirkan dan membesarkannya dengan baik dan aku juga minta maaf karena tak menemanimu di sampingmu.’’
‘’Sudahlah nggak perlu berterima kasih, dia putraku sudah pasti aku akan melakukan yang terbaik untuknya, dan memang Aaron harus memanggilmu daddy, aku juga nggak mungkin melarangnya karena cepat atau lambat ia pasti akan mengetahuinya.’’
Beberapa hari yang lalu, Siena meminta Aaron memanggil Daren dengan panggilan daddy dan berhenti memanggil Steve daddy.
Dengan diiringi beberapa cerita lucu dan dongeng kesukaan Aaron, perlahan Siena menjelaskan tentang sosok Daren pada putranya. Pria kecilnya itu sangat senang karena memiliki daddy seperti teman-temannya, bahkan ia berniat mengenalkan Daren pada teman-temannya untuk sedikit memamerkannya.
Walau Siena belum bisa memaafkan Daren tapi bukan berarti wanita itu harus menjauhkan putranya dari daddynya sendiri.
‘’Daddy mommy.’’ Teriak Aaron menghampiri keduanya, pria kecil itu berdiri di depan Daren, merentangkan kedua tangannya meminta Daren menggendongnya, pria kecil itu ingin duduk dipangkuan sang daddy.
__ADS_1
‘’Nanti daddy tidulya sama Alon sama mommy ya.’’ Ucap Aaron membuat keduanya melongo
‘’Nggak bisa sayang daddynya harus pulang, iya kan?’’ Ucap Siena melirik Daren, Siena menggeleng kepalanya meminta pria itu menolak ajakan Aaron.
‘’Tentu saja daddy nggak keberatan, daddy malah senang bisa tidur bersama Aaron lagi.’’ Ucap Daren dengan santainya, disampingnya Siena sudah meliriknya dengan tatapan kesalnya, menendang kaki Daren.
‘’Apa maksudmu, kau gila mau tidur bersama kami?’’ Siena melakukan gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.
Daren mengangkat kedua pundaknya. ‘’Mau bagaimana lagi putraku ingin tidur bersamaku.’’ balas pria itu dengan nada cueknya membuat Siena semakin geram, wanita menendang kaki Daren lagi dengan lebih keras hingga menimbulkan ringisan dari pria itu.
‘’Apa yang kau lakukan?’’ Ucap Daren dengan nada kecilnya pada Siena, seperti ingin membalas, Siena hanya mengangkat kedua pundaknya tanpa mengatakan apapun.
Sekarang ketiganya berada di kamar Siena dengan posisi Aaron ditengah, Siena dan Daren yang mengapitnya dari samping kiri dan kanan. Siena sama sekali tak bisa menolak, Aaron terus saja merengek minta tidur bersama.
‘’Alon mau dipeluk mommy sama daddy.’’ Ucap Aaron dengan nada manjanya.
Dengan gerakan sedikit kikuk keduanya meletakan tangan mereka masing-masing diperut Aaron, tak lama pria kecil itu mulai memejamkan matanya
‘’Kau tidurlah dan jangan memikirkan hal-hal aneh.’’ Ucap Siena lalu ikut memejamkan matanya.
Sedang Daren sama sekali belum memejamkan matanya, bukannya tak mengantuk, Daren hanya ingin melihat dan menikmati moment itu. Tangannya terangkat untuk membelai wajah Siena dan Aaron secara bergantian, senyum juga tak pernah pudar dari wajah tampannya.
Pagi harinya, Siena terbangun lebih dulu, wanita itu tersenyum melihat dua pria disampingnya, kedua pria itu tidur dengan kaki sedikit terbuka, kaki bagian kanan sedikit ditekuk dengan tangan kanan diatas kepala dan tangan kiri diatas perut.
‘’Bahkan gaya tidur mereka pun sama.’’ Ucap Siena tersenyum menggeleng kepalanya lalu beranjak untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Siena kembali melirik dua pria diatas ranjang yang sepertinya tak ada tanda-tanda akan bangun, wanita itu memilih mengganti pakaiannya terlebih dulu lalu setelahnya membangunkan kedua pria itu.
‘’Aaron bangun sayang.’’ Ucap Siena menggoyang pelan rahang Aaron.
‘’Daren, bangun.’’ Ucapnya lagi membangunkan Daren, bukannya bangun Daren malah menarik tubuh Siena hingga jatuh diatas tubuhnya.
‘’Bangun nggak?’’ Ucap Siena dengan nada geramnya dan dengan tangannya yang sudah mencubit perut Daren.
‘’Aakkhh.’’Teriak Daren yang juga membangunkan Aaron
‘’Daddy kenapa teliak-teliak.’’ Ucap Aaron dengan mengucek satu matanya, sungguh menggemaskan Siena mendekat dan memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi pria kecil kesayangannya itu.
__ADS_1
‘’Aku juga mau dong.’’ Ucap Daren menunjuk pipi kanannya yang dibalas tatapan horor oleh Siena.
‘’Lihatnya biasa aja dong lagian aku cuma bercanda.’’ Ucapnya lalu bangkit dari ranjang, pria itu menggendong Aaron masuk ke kamar mandi.
‘’Pagi ini aku yang akan memandikannya.’’ Ucapnya
*****
‘’Steve.’’ Ucap Siena menghampiri pria yang sedang duduk santai di ruang tamunya.
‘’Ada apa Steve, kenapa kemari?’’
‘’Memangnya aku nggak bisa datang kesini lagi?’’
Siena tak menjawab, wanita itu hanya tersenyum
Flasback
‘’Termasuk suamimu?’’
‘’Ya tentu saja termasuk dia.’’
‘’Baiklah, mulai hari ini aku memutuskan untuk mengejarmu sebagai seorang pria, aku tak peduli walau kau sudah memiliki suami sekalipun karena seperti katamu tadi yang mengatakan tidak mencintainya, aku akan berusaha lebih keras agar kau bisa percaya lagi pada apa yang namanya cinta.’’
‘’Apa maksudmu berbicara seperti itu Steve?’’
‘’Aku hanya ingin berjuang untukmu Siena, aku ingin kau tau bahwa aku benar-benar mencintaimu, aku juga begitu menyayangi Aaron.
‘’Maaf Steve, jika kau melakukan itu sepertinya kita nggak bisa berteman lagi.’’
‘’Kenapa Siena, bukankah kau tidak mencintai suamimu?’’
Siena mengangguk. ‘’Aku memang hidup terpisah dari suamiku selama 4 tahun lebih, aku bahkan hampir lupa tentang statusku sendiri, tapi setelah dia kembali lagi semuanya berubah, aku seakan tersadar kembali tentang posisiku yang hampir aku lupakan, aku istri orang Steve, seberapa benci aku padanya sekarang aku tetaplah istrinya, dan nggak etis untukku jika membiarkanmu mengejarku. Jadi maaf.’’ Ucapnya lalu berdiri meninggalkan tempat itu dengan Steve yang masih diam di tempatnya tanpa reaksi apapun.
Flasback end
‘’Oh ya Aaron mana, aku sangat merindukannya.’’ Ucap Steve.
__ADS_1
Tak lama terdengar teriakan heboh dari sikecil yang sedang dicarinya. ‘’Om Steve kapan datangna?’’ Tanya Aaron yang kini berdiri didepan Steve.
Bersambung.....