Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Menyingkirkan mantan


__ADS_3

‘’Panas soalnya, gimana cantik nggak?’’ Siena meletakan satu tangannya di dagu, mendekatkan wajahnya pada Daren dengan beberapa kali mengedipkan kedua matanya secara bersamaan.’’


Daren tak menjawab, pria itu malah menarik ikatan rambut Siena, dalam hitungan detik rambut yang tadinya sudah terikat rapi itu terurai kembali.


‘’Daren kamu apa-apaan sih?’’ Ucapnya berniat merebut kembali ikat rambutnya.


‘’Nggak usah diikat aku nggak suka, jadi kurang cantik.’’ Ucapnya memberi alasan dan mulai menyantap sarapannya sedang Siena dan Reva kompak memutar malas bola mata mereka, Siena percaya dengan ucapan Daren sedang Reva tau apa maksud ucapan itu.


‘’Terus kalau kalian ke klinik kecantikan Aaron gimana?’’ Tanya Daren lagi


‘’Kakak tenang saja sebentar lagi bodyguard Aaron sampai.’’


Tepat saat Reva mengatakannya disaat yang sama terdengar suara mama Daren datang berjalan menghampiri mereka di meja makan.


‘’Tuh bodyguardnya udah datang.’’ Ucap Reva lagi.


Setelah sarapan semuanya bersiap ke tempat tujuan masing-masing, Daren ke perusahaan, Siena dan Reva ke klinik kecantikan, Aaron dibawa neneknya tak tau mau kemana katanya hanya akan mengajak Aaron bermain.


‘’Ingat pulangnya jangan malam-malam.’’ Ucap Daren pada Siena dan Reva sebelum menaiki mobil, tak lupa ia mencium puncak kepala ke empat orang tersayangnya itu.


Tak disangka-sangka klinik kecantikan yang didatangi Siena dan Reva itu merupakan klinik kecantikan langganan Monika dan apesnya Siena kembali bertemu dengan wanita itu tepat saat ia memasuki klinik, Monika sedang duduk manis di ruang tunggu.


‘’Idih ada si ulat keket kak.’’ Ucap Reva dengan nada tak sukanya saat melihat Monika sedang Siena hanya melirik sekilas tanpa mau peduli pada wanita itu.


‘’Aduh-aduh ada aktris mendadak nih.’’ Ucap Monika sedikit keras hingga dapat didengar oleh banyak pengunjung klinik termasuk Siena dan Reva.


‘’Gimana ya kalau ada yang tau, aktris kesukaan mereka sebenarnya adalah seorang pelakor.’’ Ucapnya lagi melirik Siena sambil tersenyum sinis, Reva pun geram, wanita itu menghampiri Monika, berdiri di depannya dan menarik keras rambut Monika karena tak bisa lagi menahan kesalnya sedang Siena sama sekali tak melerai, ia menikmati moment itu dengan santai bahkan melarang beberapa orang yang ingin melerai.


‘’Apa maksudmu ha? Dasar wanita tak tau diri.’’ Ucap Reva dengan nada membentak masih dengan tangan yang menarik rambut Monika, Monika pun tak mau kalah ia ingin menarik rambut Monika tapi Reva lebih sigap dan menghindar.

__ADS_1


‘’Mau apa kau, kau pikir bisa menyentuh seorang Reva Hansel?’’ dengan nada sombongnya. ‘’Wanita sepertimu sama sekali tak cocok dengan keluargaku jadi jangan terlalu berharap jadinya gila kan?’’


‘’Aku akan melaporkan hal ini pada Daren, aku yakin Daren pasti akan membelaku dan memberi hukuman padamu.’’


Reva tertawa sarkas. ‘’Wakeup dong jangan mimpi mulu, mana mau lagi kakakku sama wanita sepertimu apalagi sekarang ia sudah memiliki seorang istri yang sangat dicintainya dan tentu saja bukan wanita murahan sepertimu.’’


Monika balas tertawa. ‘’Ck dicintai? Daren sangat mencintaiku, dia hanya sedang menipu kalian dan apa kau bilang wanita murahan, seharusnya kata itu cocok untuk wanita sok kecantikan itu.’’ Tunjuknya pada Siena dengan menggunakan dagunya. "kalau bukan karena dia Daren tak akan meninggalkanku.’’


‘’Ck PD sekali kau, apa nggak sebaiknya kau melakukan tes kejiwaan, sepertinya kau sakit karena terlalu banyak bermimpi.’’


‘’Kalian lihat dan tunggu saja, cepat atau lambat Daren pasti akan kembali padaku, dan saat itu tiba aku akan benar-benar mengusir kalian dari hidupnya.’’


Reva mengangguk ‘’Coba saja kalau bisa, aku menantikannya.’’ Ucapnya sinis lalu melangkah menghampiri Siena.


Sebelum nya wanita itu sudah memperingatkan agar tak ada satupun yang mengambil video kejadian itu, ia mengancam akan melaporkan pada kakaknya jika ada yang berani melakukannya, dan tentu saja semua ancaman itu membuat seisi ruangan takut. Sedang Monika terus melihat keduanya dengan tatapan membunuh yang sama sekali tak dipedulikan.


‘’Kenapa kau tak menyambutku?’’ Tanya Daren saat Siena hanya diam dan melirik kedatangannya.


‘’Kau kenapa, apa aku berbuat salah?’’


‘’Kalau tau gini, harusnya sebelum nikah aku memiliki seorang mantan juga.’’


‘’Kenapa ada apa sih?’’


‘’Aku cape loh, malas berurusan sama mantanmu, harusnya aku juga punya mantan yang gilanya sama seperti mantanmu itu biar kau bisa merasakan apa yang kurasakan, tak adil rasanya jika hanya hidupku terus yang diusik oleh mantanmu sedang hidupmu tenang-tenang saja.’’


‘’kenapa , kau bertemu dengannya, apa yang dilakukannya padamu, apa dia menyakitimu?’’


‘’Ck, kau pikir wanita seperti itu bisa melakukan apa padaku? Aku hanya kesal saja karena kehadirannya terus mengganggu ketenanganku, lebih baik kau buat dia pergi jauh dari negara ini agar tak terus menerus mengganggumu dan nantinya malah akan memberi masalah pada pernikahan kita.’’

__ADS_1


‘’Pergi jauh?’’ Ucapnya berpikir


‘’Kenapa, kau tak tega, masih punya perasaan tersisa, atau malah sebenarnya masih belum melupakannya?’’


‘’Kau ini berbicara apa sih, aku hanya sedang berpikir negara mana yang cocok untuknya.’’


‘’Perhatian sekali kau sampai memikirkan hal itu juga.’’


‘’Astaga salah lagi salah lagi, kalau sudah bahas Monika dia pasti akan berubah jadi macan, benar katanya lebih baik aku mengirimkan Monika ke negara yang jauh, tapi kira-kira negara apa ya?’’


Setelahnya Daren pergi ke ruang kerja untuk menelpon Akbar memerintahkan Akbar untuk membawa Monika jauh dari negara ini, Daren tak peduli bagaimana cara Akbar tapi pria itu memberi waktu satu minggu pada Akbar untuk melakukan tugasnya, lebih baik disingkirkan terlebih dulu sebelum nantinya menjadi belenggu untuk rumah tangganya.


3 hari berlalu, kini Siena dan Daren sedang bersiap menuju perusahaan untuk ikut merayakan perjalanan 2 hari bersama para karyawan sedang Aaron dititip pada kedua orang tua Daren karena kedua paruh baya itu tak bisa ikut dalam perjalanan 2 hari.


‘’Itu bukannya tuan Daren? Ternyata benar-benar ikut di perjalanan kali ini.’’ Ucap salah satu karyawan menunjuk Daren dan Siena yang baru turun dari mobilnya.


perusahaan Daren memang selalu mengadakan perjalanan bersama para karyawan saat memperingati ulang tahun perusahaannya tapi Daren sama sekali tak pernah ikut dan baru kali ini ia berinisiatif untuk mengikuti kegiatan itu.


‘’Datang sama istrinya woi, astaga bisa nggak ya minta foto, aku tuh penggemar beratnya Ny Siena tau, aku udah nonton semua filmnya, follow instagram nya, ikut semua berita tentangnya, kira-kira bisa nggak ya dapat foto bareng?’’


‘’Menurutmu?’’


‘’Aku sih berharap bisa.’’


Para karyawan terlihat sedikit kikuk, perjalanan kali ini tak membuat mereka santai malah terkesan tertekan, bagaimana tidak, Ceo dingin dan kejam mereka ikut dalam perjalanan itu jadi pastinya mereka tak bisa sebebas tahun-tahun sebelumnya.


Takut kalau membuat kesalahan atau membuat Daren jadi tak nyaman yang ujung-ujungnya akan berpengaruh pada bertahan atau tidaknya mereka di perusahaan itu karena Daren tak akan segan-segan memecat orang yang membuat masalah atau membuatnya marah.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2