Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Meninggalkan Siena dan Aaron


__ADS_3

‘’Maaf jika apa yang akan saya sampaikan terdengar kejam, tapi saya mohon tinggalkanlah Siena, jangan sakiti dia lagi dan pergilah yang jauh dari hidupnya.’’


Deg


Daren sudah memprediksi hal ini pasti akan terjadi, sebisa mungkin ia berusaha menenangkan dirinya.


‘’Maaf tan, saya tau saya sudah sangat keterlaluan dimasa lalu, tapi sekarang saya janji tak akan pernah membuatnya kecewa dan sedih lagi, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa, saya tak akan pernah lagi melepas Siena dari hidup saya.’’ Ucap Daren penuh kesungguhan.


‘’Berarti kau tak apa jika mati sekarang juga untuk membuktikan cintamu pada Siena?’’


Daren menelan ludahnya mendengar ucapan itu. ‘’Maaf tan, tapi apakah ada cara lain, kalau saya mati bagaimana dengan mereka nanti, saya masih ingin berada disamping mereka sampai Siena tua nanti dan sampai putraku tumbuh besar bahkan memiliki kelurganya sendiri.’’


Mama Siena melihat kesungguhan di mata Daren, menurutnya Daren lumayan sebagai seorang pria, semua yang ada pria itu terlihat sempurna hanya saja ia belum bisa menerima apa yang dilakukan Daren pada Siena dimasa lalu, makanya dia ingin keduanya berpisah karena tak ingin Siena kembali tersakiti jika Daren tak benar-benar serous padanya.


*****


‘’Apa yang kau bicarakan bersama mamaku tadi?’’ tanya Siena saat sudah berada dikamarnya, tadi ia melihat Daren dan mamanya sedang mengobrol dengan raut wajah yang sangat serius tapi keduanya menyudahi obrolan saat melihat kedatangan Siena.


‘’Memangnya apalagi, mamamu hanya memperingatkanku untuk tak lagi menyakitimu.’’ Daren mendekat pada Siena yang sekarang sedang berdiri di depannya. ‘’Sekarang aku tau dari mana sikap bar-barmu itu.’’ Ucapnya disertai senyum di wajahnya.


‘’Mana ada aku bar-bar, kau tak melihat aku ini adalah wanita yang lemah lembut dan penuh sopan santun?’’


‘’Baiklah, aku percaya ucapanmu, lalu bagaimana kerjaanmu hari ini, apa lancar?’’ Tanyanya dengan tangan yang sibuk menari memperbaiki rambut Siena yang sebenarnya sama sekali tak berantakan.


Siena merasa senang dengan pertanyaan itu, setidaknya ia merasa memiliki seseorang untuk membagikan kisahnya, Siena memang sangat suka menceritakan apa yang dialaminya pada orang-orang terdekat, tapi terkadang ia merasa mereka terbebani dengan apa yang diceritakan, bukan terbebani sih tapi lebih pada bosan mendengar apa yang diceritakannya.


‘’Kau yakin ingin mendengarnya?’’


Daren mengangguk, menarik tangan Siena duduk di sofa dan mulai mendengarkan cerita wanita itu.


‘’Katanya ingin mendengar ceritaku.’’ Ucap Siena melihat Daren yang kini sudah tertidur lelap disampingnya, Siena tak sadar saja kalau sudah bercerita hampir selama 3 jam.

__ADS_1


‘’Daren bangun, tubuhmu bisa sakit jika tidur sambil duduk seperti ini.’’ Ucapnya membangunkan tapi sama sekali tak mendapat respon, mau tak mau, Siena memperbaiki posisi tidur Daren membiarkan pria itu terbaring diatas sofa yang tak lebih panjang dari tubuhnya.


‘’Bukan salahku jika besok kau pegal-pegal.’’ Ucapnya setelahnya masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Paginya Siena terbangun, matanya melebar saat melihat wajah Daren tepat berada di depan wajahnya, kapan pria itu pindah dan naik ke ranjangnya?


Tak ingin mengganggu tidur Daren, dengan pelan Siena bergerak dan turun dari ranjang, wanita itu bahkan berjalan pelan, sedang Daren membuka matanya dengan bibir tersenyum begitu mendengar suara pintu kamar mandi yang ditutup, pria itu sudah bangun hampir sejam lalu dan memutuskan pindah ke ranjang untuk melihat wajah Siena.


Daren kembali memejamkan matanya saat mendengar bunyi pintu kamar mandi.


Siena melihat jam dinding yang menunjukan hampir pukul 8 pagi, memutuskan mengganti pakaiannya terlebih dulu sebelum membangunkan Daren, karena akan sangat bahaya baginya jika membangunkan pria itu dalam keadaan hanya memakai handuk.


‘’Daren, Daren bangun, apa kau tidak punya kerjaaan?’’


Daren pura-pura menggeliat, mengucek satu matanya lalu melihat Siena dengan wajah tersenyumnya. ‘’Morning.’’ Ucapnya


Bukannya membalas Siena malah bertanya lagi. ‘’Apa kau tak memiliki kerjaan, kenapa kau menjadi pria pemalas seperti ini?’’


‘’Siena kalau aku mengajakmu pulang ke negara kita apa kau mau?’’ tanyanya


Siena menggeleng. ‘’Aku memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan, aku sudah menandatangani beberapa kontrak yang tidak bisa kubatalkan sampai 2 tahun kedepan.’’


‘’Jadi kau tidak bisa ikut pulang bersamaku?’’


Siena kembali mengangguk. ‘’Maaf tapi aku benar-benar tak bisa meninggalkan pekerjaanku sekarang.’’ Siena sedikit meminta pengertian, ia merasa legah saat Daren mengangguk.


‘’Sepertinya minggu depan aku harus pulang, tidak apa-apa kan aku meninggalkanmu disini?’’


‘’Kau tenang saja, lagian disini juga masih ada mama yang akan menjagaku dan Aaron.’’


‘’Tapi keberadaan mamamu malah mengancamku Siena." Gumannya dalam hati.

__ADS_1


‘’Kau tenang saja Daren, aku bahkan bisa melewati 4 tahun di negara ini.’’


*****


‘’Kau benar-benar akan kembali ke negaramu?’’ Tanya mama siena pada Daren dengan raut wajah bahagia, ia sangat senang karena berpikir Daren memilih pulang ke negara mereka dan tak akan kembali lagi pada Siena.


‘’Negara kita mama, apa mama lupa kalau mama juga berasal dari negara itu?’’


Daren menangkap sorot bahagia dari wajah mertuanya menjadi sedikit tak tenang, ia takut selama kepergiannya mertuanya akan kembali mencoba mendekatkan Siena dan Steve


‘’Iya tan tapi akan kuusahakan untuk kembali kesini secepatnya karena aku tak bisa meninggalkan siena dan Aaron disini sendirian terlalu lama.’’ Ucapnya membuat mertuanya sedikit mencibik kesal.


‘’Kau tak perlu buru-buru, selesaikanlah pekerjaanmu dengan baik, aku dan Aaron pasti akan baik-baik saja.’’ Ucap Siena menenangkan Daren.


‘’Kalau bisa kau tak usah kembali kesini lagi.’’ sambung mama Siena dengan nada juteknya.


‘’Ma kok ngomong gitu sih?’’ Ucap Siena lagi sedang mamanya sama sekali tak peduli dan melangkah meninggalkan Siena dan Daren, kalau biasanya menantu pria akan menjadi kesayangan ibu mertuanya hal itu sama sekali tak terjadi pada Daren, karena sampai detik inipun mama Siena sama sekali belum bisa menerima kehadirannya.


‘’Daddy mommy Alon sudah siap.’’ Aaron berlari menghampiri keduanya.


*****


‘’Jaga diri baik-baik, kalau kerjaanku cepat kelar aku pasti akan langsung kesini.’’ Daren membelai lembut wajah Siena, ingin sekali ia mencium bibir wanita itu tapi sekarang sedang ada Aaron dan menurutnya putranya belum cukup umur untuk melihat adegan 18+ makanya ia memutuskan untuk mencium kening Siena sampai beberapa kali dan tak lupa juga mencium pipi Aaron sampai beberapa kali.


‘’Kamu jangan nakal ya, jaga mommy mu dengan baik.’’


Aaron mengangguk. ‘’Tapi daddy pulangnya jangan lama-lama kalau tidak Alon akan mencali daddy balu untuk mommy.’’ Ucapnya mengerjai sang daddy.


‘’Mulai lagi.’’ Ucap Siena karena tau akan terjadi perdebatan panjang di antara putra dan suaminya makanya Siena buru-buru menyela dan berpamitan pada Daren karena sebenarnya dia memiliki jadwal syuting pagi itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2