Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Tidur bersama


__ADS_3

Setelah drama bahasa yang membuatnya pusing, akhirnya Daren diizinkan masuk oleh security, awalnya Daren hampir diusir tapi setelah pria itu mengatakan dia suami Siena dan memperlihatkan buku pernikahannya dan ditambah sedikit ancaman barulah Daren dan Akbar diizinkan masuk kerumah itu.


*****


‘’Aku nggak masuk ya ada pemotretan soalnya.’’ Ucap Steve saat mengantar Siena dan Aaron.


Saat turun dari mobil, Siena mengernyit, kenapa ada mobil asing di depan rumahnya?


‘’Siapa yang bertamu?’’ Tanya Siena pada security


‘’Suami nona.’’


Siena mengernyit lagi. Suami? Pria gila dari mana yang mengaku-ngaku sebagai suaminya, dengan cepat wanita itu masuk ke rumahnya.


Deg


Siena terdiam ditempatnya melihat Daren yang duduk santai di sofa ruang tamunya, matanya terus memperhatikan Daren, ada apa ini, kenapa pria itu datang kemari?


‘’Mommy ada om-om di lumah kita.’’ Tunjuk Aaron.


Daren mengangkat kepalanya, menatap Siena yang berdiri diam sambil menggendong Aaron, pria itu bangkit dari duduknya, berjalan mendekat dan berhenti tepat di depan Siena, tersenyum dan menatap dalam wajah yang sangat dirindukan, akhirnya setelah beberapa tahun ia bisa melihat wajah itu lagi dari jarak dekat.


‘’Om siapa, kenapa di lumah Alon?’’ Ucap Aaron, Daren tak langsung membalas, sungguh dia sangat tak terima putranya memanggilnya dengan sebutan om dan memanggil pria lain daddy.


‘’Aku bukan om tapi daddymu.’’


‘’Daren!’’ Teriak Siena memperingati, bukannya tak ingin Daren memperkenalkan dirinya sebagai daddy tapi Siena hanya tak suka cara Daren memberitahunya, menurut Siena Daren bisa memberitahukan hal itu secara perlahan, Siena juga tak akan melarangnya.


‘’Jangan menatapku seperti itu, aku nggak suka.’’ Ucap Daren karena Siena memberikan ekspresi tak suka padanya ditambah dengan mata melotot.

__ADS_1


Sementara Aaron melihatnya dengan tatapan bingungnya. ‘’Tapi Alon udah punya daddy, iyakan mommy.’’


Mendengar itu, Daren merubah tatapannya pada Siena, kali ini pria itu melihat Siena dengan tatapan geramnya, Siena tau sebentar lagi pria itu meledak, dengan cepat ia menurunkan Aaron dan meminta pria kecil itu masuk ke kamar, Siena tak ingin Aaron mendengar pertengkarannya dan Daren, menarik pria itu ke halaman belakang rumahnya.


Siena menghempas tangan Daren yang tadi ditariknya. ‘’Apa maumu, kenapa kau kesini?’’


‘’Tentu saja untuk membawa kalian pulang, jangan mengalihkan perhatianku, aku ingin bertanya padamu kenapa kau membiarkan putraku memanggil daddy pada pria lain?’’


‘’Membawa pulang? Siapa yang mau pulang denganmu, lagian kau siapa, seenaknya saja ingin membawaku pulang.’’ Ucap Siena dengan nada tak sukanya, gampang sekali pria itu mengatakan ingin membawanya pulang setelah apa yang terjadi padanya.


‘’Apa katamu, aku siapa? Apa kau hilang ingatan, apa aku perlu mengingatkan statusmu yang masih sebagai istriku?’’


Istri? Siena kembali terdiam.


‘’Kau istriku, masih istriku, selalu menjadi istriku dan akan seperti itu selamanya, ingat Siena kita sama sekali tak pernah bercerai.’’ Bisik Daren dengan senyumnya.


‘’Kalau begitu aku akan ikut kau pulang untuk mengurus perceraian kita.’’


‘’Ha! kembali bersama, enak saja kau, aku tak mau kembali padamu, aku sudah sangat senang dengan hidupku sekarang bahkan tak pernah sekalipun mengingatmu, lebih baik kau pulang dan jangan menemuiku lagi.’’


‘’Aku akan pulang tapi denganmu.’’ Ucapnya lalu menarik tengkuk Siena, mencium bibir wanita itu dengan paksa, sama sekali tak peduli dengan penolakan Siena, tetap mencium melampiaskan rasa rindunya, sedang Siena terus mengamuk, tak kehabisan cara, Siena menggigit bibir Daren hingga mengeluarkan darah segar.


Daren melepaskan ciumannya, mengusap darah dari bibirnya dan melihat Siena tanpa mengatakan apapun sedang wanita itu tersenyum remeh. ‘’Emang enak, makanya lain kali jangan asal nyosor aja.’’


‘’Udah ah aku mau istirahat, kamu pulang aja.’’ Siena hendak pergi tapi dua tangan kokoh sudah lebih dulu melingkar di pinggangnya.


‘’Maaf aku banyak mengecewakan, banyak menyakitimu dan sekarang dengan tidak tau malunya aku datang menyusul dan memintamu kembali padaku, aku sadar mungkin sulit untukmu memaafkanku tapi kumohon sekali ini saja tolong berikan aku satu kesempatan, kembalilah padaku dan aku yakin seumur hidupku aku tak akan pernah membuatmu kecewa lagi.’’ Daren membalik badan Siena menghadapnya.


‘’I love you Siena, i love you so much, i can’t breathe without you.’’ Ucapnya lagi, Siena diam tak mengatakan apa-apa perlahan memundurkan langkahnya dan meninggalkan Daren.

__ADS_1


Daren tak mengejar, memperhatikan punggung Siena yang perlahan hilang dari pandangannya.


‘’Maafkan aku.’’ Ucapnya dengan nada kecil.


Di kamarnya , Siena duduk diam bersandar di kepala ranjang, memikirkan ucapan Daren, apa dia tak salah dengar, pria sombong itu meminta maaf padanya? Dan apa tadi katanya, cinta? Hahahah ingin sekali Siena tertawa mendengar omong kosong itu. Setaunya Daren hanya mencintai satu wanita yaitu Monika dan dia tak akan pernah sudi kembali ke hubungan rumit itu.


‘’Om-om mau kemana?’’ Teriak Aaron mengejar Daren yang akan keluar dari rumah, teriakan itu otomatis menghentikan langkah Daren, pria itu berbalik berjalan menghampiri pria kecil kesayangannya dan membawa pria kecil itu dalam pelukannya.


‘’Om mau kemana? Temanin Alon bobo, Alon mau tidul.’’ Ucap Aaron penuh harap.


‘’Maaf tuan.’’ Ucap babysitter Aaron berniat mengambil Aaron dari gendongan Daren, pria kecil itu menolak dan memeluk leher Daren dengan sangat erat sambil merengek.


‘’Kamarnya di mana sus?’’ Tanya Daren dengan tersenyum ramah, setelahnya pria itu melangkah memasuki kamar Aaron, menurunkan Aaron diatas ranjang dan ikut berbaring disampingnya.


Daren kembali tersenyum, pria kecilnya tidur dengan memeluk erat tubuhnya, Daren mengambil ponsel dari saku jasnya dan memotret moment itu.


Tersenyum lagi, mengecup pucuk kepala Aaron dan ikut menutup matanya, akhirnya untuk pertama kalinya setelah empat tahun lebih pria itu bisa kembali tidur dengan nyaman.


Hampir jam empat sore, Daren dan Aaron masih tertidur pulas dengan berpelukan satu sama lain.


‘’Sus, Aaron mana, masih tidur ya?’’ Tanya Siena sambil membuka kulkas dan mengambil air mineral kemasan, meminumnya hingga setengah.


‘’Den Aaronnya masih tidur buk.’’


Siena merespons dengan senyum, berjalan menghampiri kamar Aaron berniat membangunkannya dan mengajaknya jalan-jalan di area sekitar rumahnya.


‘’Kenapa pria ini tidur disini?’’ Siena melihat Daren, wanita itu mendekat, duduk di ujung ranjang, melihat Daren dan Aaron yang terlihat seperti pinang dibela dua, Aaron terlihat sangat mirip dengan Daren dari matanya, hidungnya, bibirnya semuanya terlihat seperti tiruan Daren.


‘’Tuhan sungguh tak adil, aku yang mengandung dan melahirkannya tapi kenapa dia malah mirip pria brengsek ini bahkan sikapnya juga sama.’’

__ADS_1


Siena mengingat sikap Aaron yang sangat dingin terhadap orang lain dan hanya ramah pada orang-orang terdekatnya, pernah sekali waktu Siena membawa Aaron ketaman bermain, tiba-tiba seorang gadis menghampiri mereka dan memberikan satu permen rasa coklat untuk Aaron, apa yang terjadi? Aaron mengambil permen itu dan membuangnya setelahnya menarik tangan Siena dan melangkah meninggalkan gadis kecil itu.


Bersambung.....


__ADS_2