
‘’Mamamu tidak merendahkanku Siena dia hanya melampiaskan kemarahannya padaku, malah ku pikir hal itu belum ada apa-apanya dibanding apa yang kulakukan padamu, jadi jangan berpikir macam-macam dan maklumilah sikap mamamu karena jika diposisi yang sama kau mungkin akan berbuat sesuatu yang lebih kejam darinya.’’
Ucap Daren serius tapi bercanda di kalimat terakhirnya, Bisa dibayangkan kalau Siena berada di posisi mamanya pasti sekarang Daren sudah tinggal nama.
Seperti kata orang, jika kau menyakiti anaknya maka orang tuanya yang lebih sakit, jika anaknya bisa memaafkanmu setelah kau sakiti tapi orang tuanya belum tentu bisa memaafkanmu dengan mudah, dan itulah PR Daren sekarang, mendapatkan maaf dari kedua wanita itu, kedua wanita yang sakit hati karena ulahnya.
‘Sudahlah kita jangan membahas hal ini lagi, bukankah kau mendapatkan tawaran film dari penulis kesukaanmu?’’
‘’Oh iya aku hampir lupa, aku bahkan belum membaca naskahnya.’’ Siena berjalan mengambil naskah yang terlihat lumayan tebal setelahnya berjalan kembali dan duduk di sofa samping Daren.
‘’Bisakah aku melihatnya juga, siapa tau nanti aku bisa memberikanmu saran, atau kalau kau ingin berpura-pura menjadikanku sebagai lawan mainmu untuk berlatih juga aku bisa.’’
‘’Love to hate me.’’ Ucap Daren membacakan judul yang tercantum di naskah itu.
Dari judulnya Daren yakin film yang dibintangi Siena kali ini juga akan sangat di gemari, pria itu sangat antusias membantu Siena, membuka lembar perlembar sampai akhirnya masuk lembar kedelapan, Daren menyatukan alisnya, membaca dengan baik apa yang tertulis disana, beberapa kali membaca tetap saja tulisan tak berganti, pria itu bahkan mengucek dua matanya berharap sedang salah baca.
‘’Apa-apaan ini, kenapa ada adegan ranjangnya?’’ Tanyanya dengan nada tak suka pada Siena.
‘’Ya emang filmnya 21+.’’ Ucap Siena dengan nada santainya, wanita itu fokus membaca tanpa memperhatikan Daren yang terus melihatnya dengan tatapan tak suka.
wajah pria itu bahkan sudah berubah menjadi merah, Daren sungguh tak habis pikir, bagaimana bisa Siena mengambil film seperti itu, apa dia tak memikirkan perasaan Daren, apa dia juga nggak memikirkan Aaron, bagaimana nanti jika Aaron bertumbuh dewasa dan melihat film itu?
‘’Siena aku nggak setuju kau membintangi film ini.’’ Daren mengeluarkan pendapatnya, membuat Siena menghentikan aktivitas membacanya dan melihat Daren dengan tatapan serius.
kenapa tiba-tiba pria itu berkata tak setuju, padahal di awal dialah yang paling senang bahkan berkata film itu pasti akan laris manis di pasaran.
__ADS_1
‘’Loh kenapa gitu, ceritanya bagus banget aku suka.’’
‘’Nggak Siena aku tetap nggak setuju.’’
‘’Ih kamu apa-apan sih, pokoknya mau kamu setuju atau tidak aku akan tetap membintangi film ini, lagian kapan lagi aku mendapatkan tawaran dari penulis kesukaanku dan mending kamu keluar aja deh daripada disini dan menggangguku.’’ mendorong kecil tubuh Daren, ingin berkonsentrasi pada cerita itu.
‘’Siena kamu ini keterlaluan banget sih, bagaimana bisa kamu kepikiran mengambil film seperti itu, apa kau tak memikirkan bagaimana perasaan Aaron nanti saat melihat mamanya sedang melakukan adegan ranjang sama pria lain?’’
Daren mengerutkan keningnya saat mendengar suara tawa Siena, apa-apaan wanita itu, bisa-bisanya dia tertawa untuk hal besar seperti sekarang, Daren sungguh tak habis pikir.
‘’Daren Daren jadi kau tidak setuju karena berpikir aku akan melakukan adegan ranjang?’’ Tanyanya yang langsung mendapat anggukan kepala dari Daren.
‘’Kau pikir aku gila mau mempertontonkan tubuhku pada banyak orang?’’
Daren tak mengerti dengan ucapan Siena, jelas-jelas dia membaca dan melihat dengan mata kepalanya sendiri jika di film itu akan ada adegan ranjangnya tapi kenapa Siena berkata seolah dia tak akan melakukannya?
‘’Kau yakin, kau sedang tidak membohongiku kan?’’ Tanya Daren memastikan.
‘Diamlah Daren, jika kau terus menggangguku dengan pertanyaan bodohmu itu maka aku akan benar-benar melakukan adegan itu, jadi lebih baik keluar dari kamarku sekarang sebelum aku bertambah emosi padamu.’’ Ucapnya menunjuk arah pintu kamar.
‘’Baiklah baiklah aku tak akan mengganggumu lagi, aku akan keluar sekarang.’’ Daren langsung ciut dengan ancaman Siena, wanita itu selalu saja mengancamnya dan anehnya Daren selalu tak bisa berkutik atau melawan apapun yang diucapkan Siena, kekuatan cinta memang luar biasa, bisa merubah seorang yang sangat menakutkan menjadi seperti seekor kucing yang penurut.
*****
‘’Siena mama mau ngomong sama kamu.’’ Panggil mama saat melihat Siena berjalan menuju dapur.
__ADS_1
‘’Tunggu bentar ma aku ambil minum dulu, haus soalnya.’’ Ucapnya sejenak menghentikan langkahnya.
‘’Oke, jadi mama mau ngomong tentang apa?’’ Ucap Siena duduk disamping mamanya dengan memegang satu gelas yang berisi air mineral di tangannya.
‘’Mama ingin bertanya, apa kau sudah memaafkan suamimu itu, sepertinya mama melihat kalian begitu dekat.’’
Tak langsung menjawab, Siena tersenyum terlebih dulu.
‘’Benar kan tebakan mama, kenapa kamu cepat sekali memaafkannya?’’
‘’Hhmm gimana ya ma, kalau dibilang sudah memaafkannya juga sebenarnya belum, aku hanya mencoba berdamai dengan masa laluku, mencoba ikhlas tentang apa yang terjadi saat itu, walau bagaimanapun dia adalah daddy dari anakku dan aku tak bisa terus menerus menyimpan dendam padanya, dibanding rasa sakit dan benciku pada Daren rasa sayangku pada Aron lebih besar dan aku sadar Aaron memerlukan Daren disampingnya jadi sebisa mungkin aku berusaha menerimanya diantara kami, lagian sekarang dia sudah berubah, pria itu tak sekasar dulu bahkan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk kami’’ Ucapnya dengan sedikit tersenyum.
‘’Hhmm.’’ mama Siena tertawa sedikit mencibir ucapan Siena. ‘’Kau yakin hanya itu alasannya?’’
Siena mengangguk. ‘’Memangnya apalagi, pokoknya bagiku kebahagian Aaron adalah nomor satu dan aku akan melakukan apapun untuk itu.’’
‘’Sebenarnya kau tidak perlu memaksakan dirimu seperti itu, kau hanya perlu berbicara pelan-pelan pada Aaron tentang keadaanmu dan Daren, bukankah putramu itu anak yang pintar jadi menurut mommy dia akan dengan cepat mengerti dan menerima keadaan kalian.’’ Ucap mama Siena memancing.
‘’Maksud mama?’’
‘’Maksud mama kau bisa menjelaskan pada Aaron sedikit demi sedikit lagian kau juga tidak bisa memaksakan diri dan menghabiskan sisa hidupmu dengan pria yang tidak kau sukai bukan, jadi saran mama lebih baik kau jelaskan secara perlahan pada Aaron setelahnya kau bisa menceraikan suamimu itu, kau harus bersama dengan pria yang kau cintai biarkanlah dia mencari wanita lain diluar sana.’’
Siena terdiam, menjelaskan pada Aaron, dia sungguh tak mau merusak kebahagian Aaron saat ini. Membiarkan Daren mencari wanita lain? Dia sangat tak menyukai ucapan itu, baginya Daren harus selalu disisinya agar dia bisa terus membalas perbuatan Daren.
‘’Kenapa Siena, kamu nggak mau berpisah sama suami kamu?’’
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komannya....