Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Reva bertemu Monika


__ADS_3

‘’Apa kakak melakukan sesuatu yang membuatnya kesal?’’ Bisik Reva pada Daren, pria itu tak menjawab, matanya masih fokus melihat Siena, sungguh ia tak suka dicuekin Siena.


*****


‘’Mau kemana?’’ Tanya Daren menghampiri Siena yang baru keluar dari ruang ganti, tak seperti biasanya, hari ini wanita itu menggunakan make up yang membuatnya sangat cantik, ditambah lagi pakaian yang memperlihatkan punggung mulusnya.



‘’Mau kerumah mama.’’


‘’Tunggu bentar aku ikut.’’ Buru-buru, dengan setengah berlari Daren masuk ke ruangan gantinya.


‘’Cantiknya kakak iparku.’’ puji Reva dengan mata berbinarnya, sungguh ia terpesona dengan kecantikan yang dimiliki Siena, dengan kecantikan itu Reva ingin menjadikan kakak iparnya sebagai model atau artis mungkin.


Tapi mengingat sikap kakaknya, sepertinya keinginannya itu tak mungkin tercapai.


Setelah hampir 5 menit menunggu, Daren keluar menghampiri keduanya.


‘’Maaf sepertinya aku tak bisa ikut, tiba-tiba ada keperluan mendadak, nggak pa-pa kan?’’ Tanya Daren.


Reva mencibik kesal.


‘’Kok tumben.’’ Sanggah Reva, setaunya Daren tak pernah mau mengerjakan apapun di hari liburnya, pria itu selalu mengatakan hari liburnya adalah hari khusus untuk keluarganya.


‘’Sudahlah kita pergi berdua saja.’’ Tak bertanya lagi, tak perlu dijelaskan Siena sudah cukup mengerti, ia tau Daren pergi untuk menemui Monika.


*****


‘’Menantu mama udah datang? Kamu cantik sekali sayang.’’ Ucap mama Daren menyambut Siena dengan memeluk dan mencium pipi Siena.


‘’Kok kak Siena doang yang disambut, aku anak mama loh kalo mama lupa.’’ Reva pura-pura kesal, mama melihat sekilas pada Reva lalu melihat suaminya.


‘’Kamu siapa ya?.’’ Tanya mama bercanda.


‘’sayang kenal nggak sama gadis nakal ini?’’ Tanya mama pada suaminya Reva mencibik kesal sedang mama, papa dan Siena tertawa melihat wajah kesal Reva.


‘’Mama ih, bercanda mulu, nyebelin tau nggak.’’ Ucap Reva lalu memeluk mama dan papanya.


‘’Loh kalian berdua aja, Daren mana?’’ Tanya mama sadar tak melihat kehadiran Daren.


‘’Katanya___’’

__ADS_1


Reva memotong ucapan Siena ‘’Katanya ada kerjaan mendadak, Reva juga nggak ngerti.’’


Papa dan mama saling pandang, ada apa? Apa perusahaan sedang memiliki masalah? Tapi setahu mereka perusahaan sedang baik-baik saja, lalu kenapa Daren harus bekerja di hari liburnya?


‘’Lagi pada ngapain?’’ Teriak Alan mengalihkan pandangan mereka.


‘’Kak Alan aku kangen.’’ teriak Reva, berlari dan memeluk Alan.


Alan menyentil kening Reva. ‘’Sekarang aja bilang kangen.’’ Protes Alan, pasalnya beberapa kali ia mengajak Reva keluar untuk sekedar mentraktirnya tapi wanita itu selalu mengatakan sedang sibuk.


‘’Habisnya kak Alan selalu ngajak disaat aku sudah memiliki janji dengan teman-temanku.’’ Ucapnya seraya memperlihatkan barisan giginya.


‘’Kamu tuh.’’ Alan menyentil kening Reva lagi, lalu berjalan menghampiri yang lain.


‘’Wah enak nih, siapa yang buat, kamu ya?’’ Ucap Alan, tanpa permisi pria itu mengambil dan memakan kue buatan Siena yang sudah tertata diatas meja.


‘’Ih kak Alan cuci tangan dulu dong.’’ Protes Siena.


‘’Nggak pa-pa, nggak bakalan mati juga kali.’’ Ucap Alan lagi dan kembali memakan kue itu.


‘’Ntar sore bisa kan nemenin aku?’’ Tanya Alan, Siena mengangguk, Reva mendekat karena kepo ‘’mau kemana? Aku ikut ya?’’ Pintanya sedikit memohon.


‘’Bukannya kamu sibuk ya?’’ Goda Alan.


‘’Happy virus? Apaan itu papa baru dengar.’’ Tanya papa


‘’Lagian kamu, jadi virus kok senang.’’ sambung mama protes pada Reva.


Reva tertawa, benar-benar ya mama dan papanya itu, ‘’Begini loh mah, happy virus itu artinya aku selalu memberikan keceriaan untuk orang lain, jadi setiap orang yang ada disisiku akan selalu senang.’’


‘’Oh gitu, maklumlah mama sama papa kan udah tua.’’ Alasan mama.


*****


‘’Kakak’’ teriak Reva menghampiri Daren yang tengah duduk di salah satu tokoh pakaian


‘’Reva.’’ Ucap Daren kaget, pria itu celingak celinguk melihat arah belakang Reva ‘’Kamu ngapain, sama siapa kesini?’’


‘’Oh itu aku datang sama___’’ Ucapannya terputus, ia menatap Daren dengan tatapan tajamnya.


‘’Oh jadi ini yang buat kakak sibuk.’’ Sindir Reva melangkah mendekat dan berhenti tepat di depan Monika.

__ADS_1


‘’Cih dasar nggak punya malu, kenapa kamu balik kesini lagi? Udah dibuang ya sama pacarnya yang dulu? Kalau aku sih maklum, mana ada pria waras yang mau sama wanita nggak tau diri.’’


‘’Reva.’’ Bentak Daren tak suka dengan cara bicara Reva pada Monika, pria itu berjalan mendekat.


‘’kok kata-katanya kasar banget Rev, Monika wanita baik-baik nggak seperti yang kalian pikirkan, mungkin dia pernah melakukan kesalahan dimasa lalu tapi dia sudah meminta maaf untuk semua itu.’’ Ucap Daren membela.


Reva tersenyum melihat Daren dan Monika secara bergantian.


‘’Aku nggak nyangka punya kakak bego kayak gini.’’


tidak takut sama sekali, wanita yang biasa bersikap manis dan manja itu seketika berubah bak seekor singa lapar.


Ia tertawa, lebih mendekatkan dirinya pada Daren.


‘’Udah tau dikhianatin masih aja mau nerima wanita ini, ingat ya kak kamu itu udah nikah jadi jangan pernah macam-macam dan lagian apa kurangnya kakak iparku dibanding wanita ini?"


"masalah cantik? cantikan kakak ipar."


"masalah sopan santun? udah pasti kakak ipar pemenangnya, masalah harga diri apalagi.’’


Reva menatap jijik pada Monika.


‘’Dan satu lagi, aku memang adikmu tapi saat kau melukai kakak iparku aku adalah orang pertama yang akan memintanya untuk pergi darimu jadi renungkan baik-baik perkataanku ini, jangan terus bertindak bodoh hanya karena merasa masih mencintainya.’’


Ucap Reva panjang lebar setelahnya berlalu keluar dari tempat itu, sungguh Reva begitu jengkel pada kakaknya, lagian apa sih lebihnya wanita itu hingga membuat Daren tergila-gila.


Reva muak melihat wajah Monika yang sok polos itu, wajah yang hanya ditampilkannya saat sedang bersama Daren.


ingin sekali Reva menjambak rambut Monika hanya saja dia tak ingin Siena dan Alan menunggu terlalu lama, ia takut Siena menyusulnya dan melihat Daren yang sedang bersama Monika, sungguh Reva sangat menyayangi kakak iparnya itu.


‘’Kamu dari mana? Aku susulin di toilet nggak ada.’’ Ucap Siena saat Reva menghampirinya dan Alan.


ketiganya berada disalah satu tokoh perhiasan, Siena dan Reva datang untuk menemani Alan mencari cincin yang akan digunakan Alan untuk melamar wanita yang disukainya.


‘’Yang ini gimana?’’ Siena menunjuk satu cincin yang menurutnya bagus, cincin yang terlihat sangat cantik dengan berlian yang tak terlalu besar, sungguh Siena sangat menyukai cincin itu.


"Mana tanganmu" Alan meminta tangan Siena lalu memasangkan cincin itu dijarinya.


Bersambung.....


Otor: Daren kamu kok bego banget sih, hati-hati nyesal loh karena udah nyia-nyiain wanita sebaik Siena.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya🤗


__ADS_2