Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Kedatangan Merua dan adik ipar


__ADS_3

3 hari berlalu, Daren meminta Reva untuk terbang ke Munich menemani Siena karena sepertinya pekerjaannya akan berlangsung lebih lama bahkan jika di prediksi Daren sama sekali tak bisa meninggalkan pekerjaannya sampai kurang lebih 3 bulan kedepan.


Makanya ia meminta Reva untuk menjaga Siena, awalnya Reva menolak karena juga memiliki pekerjaannya sendiri yang tak bisa ditinggalkan, kalau tidak dia akan benar-benar dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja selama beberapa tahun terakhir ini.


‘’Rev please bantu kakak ya.’’ Mohon Daren, akhirnya setelah banyak alasan yang diberikan, Reva mau juga membantu, wanita itu bahkan menyerahkan surat resignnya karena tak mungkin dia mengajukan cuti selama itu dan tentu saja pasti tak bisa karena karyawan sepertinya memiliki jatah cuti yang hanya 12 hari selama setahun.


*****


Bruk


Seseorang tak sengaja menabrak tubuh Reva saat wanita itu berjalan keluar dari bandara.


‘’Oh astaga dia tampan sekali.’’ Puji Reva dalam hati


‘’Maaf tadi aku tak sengaja, apa kau tidak pa-pa?’’


‘’Geva menggeleng. ‘’Aku tak apa tapi lain kali kau harus menggunakan matamu dengan baik agar tak menabrak orang lain dan membuatnya kesusahan.’’


Ucap Reva, ternyata wajah tampan pria yang menabraknya hanya mampu menarik perhatiannya bahkan tak sampai satu menit dan wanita itu kembali kesal, bagaimana tidak, kopi yang tadi dipegangnya sekarang berpindah pada pakaian cantiknya, bahkan sedikit membasahi area lehernya, membuatnya sedikit jijik.


‘’Maaf nona saya sama sekali tak sengaja.’’ Ucapnya meminta maaf.


‘’Memangnya dengan permintaan maafmu itu bisa membersihkan pakaianku?’’


‘’Ada apa sih Rev, kenapa ribut-ribut?’’ Tanya mamanya menghampiri, ternyata mama dan papa Daren memaksa untuk ikut bersama Reva karena sudah sangat merindukan Siena, mereka juga sangat ingin bertemu dengan cucu pertama mereka yang biasanya hanya bisa dilihat dari beberapa postingan instagram Siena dan beberapa berita tentang Siena.


‘’Lihatlah ma, pakaianku kotor karena ulahnya.’’


‘’Maaf tante saya sama sekali tak sengaja.’’ ucapanya meminta maaf, tadi ia berjalan dengan sedikit buru-buru karena baru saja tiba dari Singapura dan asistennya mengatakan ia memiliki jadwal pemotretan untuk sebuah brand.


‘’Sudahlah Rev dia sama sekali tak sengaja.’’ mamanya mempersilahkan pria itu pergi karena sepertinya sedang buru-buru.

__ADS_1


‘’Ih mama, lalu bagaimana dengan pakaianku?’’


‘’Kau bisa menggantinya di toilet Rev atau kau bisa menggantinya saat kita tiba di rumah kakak iparmu.’’


Reva membuang nafasnya kasar lalu berjalan terlebih dulu meninggalkan mamanya dan menghampiri papanya yang tengah menunggu mereka di dalam sebuah mobil yang sudah disiapkan Akbar untuk menjemput mereka.


‘’Entah apa dosaku, anak-anakku semuanya mengikuti sikap arogan papanya.’’ Ucap mama lalu menyusul langkah Reva.


*****


‘’Kalian siapa?’’ Tanya mama Siena pada orang tua Daren dan Reva begitu mereka memasuki rumah Siena.


‘’Kamu pasti mamanya Siena, perkenalkan kami orang tuanya Daren dan ini Reva adiknya Daren.’’ Ucap mama Daren memperkenalkan diri dengan memberikan tangan kanannya yang sama sekali tak mendapat sambutan dari mama Siena, wanita paruh baya itu hanya memberikan tatapan tak sukanya, melihat satu persatu keluarga Daren.


‘’Untuk apa kalian kesini? Apa belum cukup penderitaan yang dialami putriku selama ini?’’


‘’Maafkan kami untuk itu, selama ini kami berusaha mencarinya tapi sama sekali tak ada petunjuk tentang keberadaannya.’’


Untung saja Siena sama sekali tak pernah menceritakan tentang perbuatan kasar yang sering Daren lakukan pada siapapun termasuk mamanya, wanita itu hanya mengatakan sudah menikah tanpa sepengetahuan mamanya dan akan berpisah dari suaminya karena suaminya memiliki wanita lain dan memberitahu tentang anak yang dikandungnya.


‘’Apa maksudmu, kami begitu menyayanginya.’’ Ucap papa Daren dengan nada tak sukanya terhadap apa yang diucapkan mama Siena.


‘’Sudahlah pa.’’ Mama Daren mencoba menenangkan suaminya karena takut suaminya menjadi emosi dan malah akan menghancurkan apa yang sudah diusahakan putranya.


‘’Dengar ya kalian, aku sama sekali tak akan pernah membiarkan putriku kembali bersama pria yang pernah tak menghargainya.’’


mama Siena kini sudah mengeluarkan air matanya, teringat saat pertama Siena memberitahukannya tentang Daren, saat itu Siena menangis sejadi-jadinya, wanita kuat dan pemberani itu untuk pertama kalinya menangis karena seorang pria, dapat mama Siena rasakan bagaimana hancurnya perasaan putri kebanggaannya saat itu.


Bagaimana bisa dia memaafkan seseorang yang sudah begitu sangat menyakiti perasaan Siena, wanita itu bahkan harus berjuang sendirian membesarkan anaknya.


Orang tua Daren terdiam di tempat, sebagai orang tua mereka mengerti apa yang dirasakan mama Siena, orang tua mana yang suka melihat anaknya disakiti, orang tua mana yang suka melihat anaknya menangis? Mereka membesarkannya dengan cinta dan dengan gampangnya seseorang datang hanya untuk menyakitinya?

__ADS_1


Melihat mama Siena masih terisak, mama Daren berinisiatif untuk memeluknya, mengusap lembut punggung mama Siena bahkan ikut menangis bersamanya.


‘’putraku memang keterlaluan, apa yang dilakukannya juga sulit untuk dimaafkan tapi kumohon beri dia satu kesempatan untuk memperbaikinya, kau bisa melakukan apa saja padanya, kau bisa memukulnya sesukamu untuk menghilangkan rasa kesalmu, kau bisa menendang kakinya, menampar wajahnya, kau bisa memperlakukannya seperti apa yang kau mau tapi tolong berikanlah dia satu kesempatan, dia memang pernah berbuat salah tapi sekarang aku bisa memastikan bahwa putraku sudah sangat mencintai putrimu dan tak mungkin baginya untuk menyakitinya lagi."


Mama Siena sama sekali tak bereaksi terhadap apa yang dikatakan mama Daren, wanita paruh baya itu masih setia diam dalam tangisnya.


*****


‘’Mama, papa, Reva.’’ Ucap Siena kaget bertambah dengan rasa senang saat melihat ketiga orang itu sedang duduk diruang tamu bersama mamanya.


‘’Ma, pa Siena kangen banget sama kalian.’’ berjalan dengan langkah lebar dan memeluk kedua mertuanya itu, Siena memang sangat merindukan mereka, mertua yang sudah seperti orang tua kandungnya.


‘’Kami juga sangat merindukanmu sayang.’’ keduanya membalas pelukan Siena, ketiganya berpelukan dengan air mata haru yang sudah menetes di wajah masing-masing.


‘’Kakak ipar nggak kangen sama aku juga?’’ Ucap Reva yang dari tadi berdiri diam di tempatnya.


‘’Tentu saja aku sangat merindukanmu.’’ balasnya melepaskan pelukannya dari kedua mertua, berjalan menghampiri Reva, sedikit mencubit pipinya tapi tak memeluknya karena pakaian Reva yang masih kotor.


"Ini kenapa, pergilah dan ganti pakaianmu." ucap Siena dan meminta Art mengantar Reva ke kamar tamu.


‘’Mommy meleka siapa?’’ Tanya Aaron melihat ketiga orang yang menurutnya asing.


‘’Astaga cucuku.’’ Ucap papa dan mama dengan heboh, kedua paruh baya itu menghampiri Aaron dan menggendongnya.


‘’Ini oma sayang dan ini opa, kami orang tuanya daddy kamu.’’


‘’Oma, opa?’’ Ucapnya dengan nada menggemaskan membuat seisi rumah tertawa, Aaron begitu senang bermain dengan oma dan opanya.


*****


‘’Perkenalkan ini auntynya Aaron, cantikkan?’’ Ucap Reva yang kini sudah berdiri didepan papanya, berniat mengambil Aaron dari gendongan papanya, tapi sama sekali tak diberikan, pria paruh baya itu masih ingin menggendong cucunya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2