
‘’Raut-rautnya ada yang patah hati nih.’’ Ucap Siena yang tiba-tiba muncul di layar ponsel.
‘’Kamu tuh kapan datangnya sih, bikin mama kaget aja.’’
Siena tak membalas ucapan mamanya, wanita itu masih terus menggoda adiknya yang ia yakin dengan pasti sedang mengalami patah hati.
‘’Ih kakak nyebelin banget, lagian juga siapa yang patah hati.’’
‘’Udah Siena jangan godain adikmu, lebih baik kau bangunkan Aaron.’’ Ucap mama mendorong tubuh Siena dan kembali mengobrol dengan putri bungsunya.
*****
‘’Kakak ipar hari ini aku bisa ikut kakak ipar ke lokasi syuting nggak?’’
‘’Hari ini aku nggak syuting film tapi ada pemotretan dari sebuah brand pakaian.’’ Ucap Siena yang sedang sibuk merias wajahnya di depan meja rias.
‘’Aku ikut ya kak, please.’’ Reva setengah merengek, Siena pun mengangguk.
‘’Tapi janji kau tidak akan memperlihatkan wajah jutekmu itu saat berada disana.’’ Ucap Siena yang membuat Reva mencibik kesal. ‘’Ih kakak ipar.’’ Protesnya dan berlari keluar untuk menyiapkan diri, ia juga harus mengganti pakaiannya.
Hari ini Siena hanya pergi berdua dengan Reva tanpa Aaron yang mengikutinya, pria kecil itu tak diizinkan pergi oleh kedua mertuanya karena katanya mereka akan mengajak Aaron jalan-jalan.
Siena juga cukup senang karena sepertinya hubungan mamanya dan kedua mertuanya itu mulai membaik, buktinya terkadang Siena melihat mereka sedang berbincang dengan santai, pernah juga Siena melihat mamanya dan mama mertuanya sedang membuat kue bersama di dapur.
Dimobil Siena sedang melihat media sosialnya, untuk sedikit berinteraksi dengan penggemar-penggemarnya.
‘’Kakak ipar kurang lebih sebulan lagi kak Daren akan berulang tahun, apa kakak ipar akan pulang dan mengunjunginya?’’
Siena hanya menatap Reva dengan senyum lalu kembali melihat ponselnya, tak perlu diingatkan, ia memang memiliki niat untuk pulang sejenak karena sudah sangat merindukan negara kelahirannya dan tentunya juga untuk bertemu suaminya, Siena juga sedang mempertimbangkan untuk menetap di negara asalnya, dimana keluarga dan suaminya berada, berharap juga bisa melanjutkan karir aktingnya di negara itu.
__ADS_1
‘’Kakak ipar terimakasih ya karena sudah menerima kakakku lagi, aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya dia kalau kayak ipar tak mau kembali lagi padanya.’’
Siena menghentikan kegiatan yang sedang asyik membaca beberapa komentar di laman instagramnya, wanita itu melihat Reva, ingin tahu apa yang terjadi pada Daren selama mereka berpisah.
‘’Memangnya kenapa dengan kakakmu?’’
Wajah Reva berubah sendu mengingat keadaan kakaknya saat itu yang sudah seperti mayat hidup, wanita itu kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Daren saat Siena meninggalkannya dan apa saja yang dilakukan pria itu untuk mencari Siena.
Siena menganga tak percaya, sedikit menyesal karena apa yang dialami Daren tapi sedikit senang juga, karena keputusannya membuat Daren sadar tentang apa arti Siena dalam hidupnya, wanita itu juga senang mengetahui fakta Daren yang ternyata begitu menyesal hingga terpuruk karena itu membuktikan pria itu sudah benar-benar mencintainya.
‘’Apa dia masih sering bertemu Monika?’’ Tanya Siena
‘’Kau tenang saja kakak ipar, sejak kau meninggalkannya dia sama sekali tak pernah bertemu Monika lagi karena takut kau tak akan kembali padanya.’’
‘’Benarkah, benarkah dia tak pernah bertemu Monika lagi?’’ Tanya Siena dengan nada girangnya.
‘’Kau hanya perlu percaya pada kakakku, karena jika dia mengatakan mencintaimu kau akan jadi satu-satunya untuknya, jadi kau harus mempersiapkan mental karena dia akan terus menempel padamu seperti lintah.’’
Asyik berbicara keduanya tak sadar mereka sudah sampai di lokasi pemotretan, seperti biasanya Seina akan menyapa semua orang di tempat itu tanpa membeda-bedakan dan itulah alasannya banyak orang mengidolakan Siena.
wanita itu sangat ramah pada siapapun termasuk pada orang-orang kecil, ia juga selalu menghargai penggemarnya, selalu mengucapkan terimakasihnya pada para penggemar yang tentu saja membuat para penggemarnya senang dan merasa di sayang dan di hargai juga oleh idola mereka.
‘’Steve kamu udah dari tadi?’’ Tanya Siena menghampiri Steve yang sedang di rias.
‘’Lumayan udah dari 2 jam yang lalu.’’ Ucapnya bercanda. ‘’Aaron mana, nggak ikut ya, tumben.’’ Ucapnya lagi
‘’Mertuaku datang jadi ingin menghabiskan waktu bersama Aaron.’’ Siena duduk disamping Steve dan meminta perias untuk segera merias wajahnya.
Steve hanya diam tak tau lagi harus mengatakan apa, sejujurnya ada perasaan ingin hubungannya dan Siena kembali seperti dulu lagi, hubungan yang tak ada canggung-canggungnya, tapi sekarang dia sama sekali tak bisa melakukannya, mungkin karena masih memiliki perasaan terhadap wanita itu.
__ADS_1
‘’Kakak ipar, kenapa kau meninggalkanku?’’ Tanya Reva menghampiri
‘’Siapa yang meninggalkanmu, lagian ini masih di gedung yang sama Rev.’’ Tadi, Reva pamit ke toilet sebentar, Siena tak menunggunya dan menyuruh asistennya karena Reva harus segera bersiap.
‘’Kau.’’ Ucap Reva dan Steve bersamaan.
‘’Kalian saling kenal?’’ Tanya Siena bergantian melihat keduanya.
‘’Di tuh pria rese yang udah numpahin kopi ke pakaianku kak.’’
‘’Dan sudah berapa kali juga aku minta maaf padamu karena aku sama sekali tak sengaja.’’ sambung Steve merasa jengkel, dia sama sekali tak sengaja tapi wanita itu bersikeras terus menyalahkannya, bahkan terkesan membesar-besarkan masalah sepeleh itu.
‘’Aku tak mau tau kau harus ganti rugi.’’
Steve tersenyum remeh, pria itu berpikir Reva merupakan seorang wanita matrealistis. ‘’Harusnya dari kemarin bilang kalau kau menginginkan uang dan tak perlu memperkeruh suasana.’’ Ucapnya mengeluarkan dompet.
‘’Berapa?’’ Tanyanya.
‘’200 M.’’
‘’Ha kau gila, memangnya terbuat dari apa pakaianmu itu sampai harganya semahal itu?’’
Reva balas tersenyum padanya, bukan senyum manis yang diberikannya melainkan senyum remehnya.
‘’Kenapa, kau tak punya uang sebanyak itu?’’
‘’Aku bisa memberikan lebih dari itu tapi kau pikir aku bodoh, mana ada pakaian semahal itu, harganya bahkan hampir sama dengan harga rumah memangnya pakaianmu itu ada dapurnya, sampai harganya semahal itu?’’
‘’Dengar baik-baik, kemarin kau menumpahkan kopi ke pakaian kesayanganku pakaian itu bahkan di produksi tak sampai 15 buah di seluruh negara, harganya memang tak mahal hanya 75 juta, tapi kau tidak hanya menumpahkannya di pakaianku, kopi itu juga mengenai kalung dan tubuhku, kau tau saat itu aku sedang menggunakan kalung kesayanganku, itu adalah kalung The Heart Of Kingdom yang harganya 182 M dan sisanya tentu saja untuk perawatan tubuhku yang terkena siraman kopi.’’
__ADS_1
‘’Berikan nomor rekeningmu aku akan membayarnya dengan 12 kali cicilan.’’
Bersambung.....