
Tak sampai 30 menit dokter tiba, melihat heran pada Daren pasalnya pria itu sedang berdiri dengan sehat lalu untuk apa menyuruhnya datang.
‘’Apa yang kau lihat aku menyuruhmu kesini bukan untuk berdiam diri dan melihatku seperti itu. Cepat kau masuk dan periksa wanita yang berada didalam kamarku.’’
Dokter itu sedikit heran namun, tak berniat bertanya dan hanya memeriksa keadaan Siena lalu meresepkan obat untuknya.
Setelah kepulangan dokter Daren memanggil ART-nya untuk membantu Siena mengganti pakaian. Sedang dia sama sekali tak masuk lagi kemar itu dan memilih tidur di ruang kerjanya.
Pagi hari
Siena terbangun, buru-buru turun dari ranjang.
Melihat ke seluruh penjuru kamar mencari keberadaan Daren lalu bernafas legah saat tak mendapati pria itu.
Buru-buru Siena masuk kekamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Daren.
Dia hanya menjalankan tugasnya di pagi hari lalu melangkah keluar untuk membersihkan diri.
Hari ini Siena harus kembali bekerja karena ada dua pria yang menyewa jasanya.
Siena keluar kamar tepat saat Daren akan masuk ke dalam kamar.
Daren hanya melihat malas padanya lalu dengan tangan kanan Daren menyingkirkan tubuh Siena dan berlalu masuk.
Sedang Siena tak mempedulikan dan kembali melanjutkan aktivitasnya.
Seperti biasanya Siena berangkat ke tempat kerjanya sejam setelah Daren berangkat kekantor.
Hari ini Siena dibayar untuk menemani seorang pria bermain golf selama 3 jam dan menemani satu pria lagi hanya untuk sekedar jalan-jalan selama 2 jam.
Sebenarnya Siena sedikit heran pada beberapa pria tampan dan kaya yang sering menyewanya pasalnya menurut Siena dengan apa yang mereka miliki mereka bisa mendapatkan wanita manapun yang mereka inginkan jadi kenapa harus repot-repot menggunakan jasa pacar sewaan.
*****
‘’Kak Alan.’’ Panggil Siena sambil menghampiri pria itu.
‘’Jadi kak Alan yang nyewa Siena.. Oke baiklah jadi selama dua jam ini kak Alan mau jalan-jalan kemana?’’
‘’Hhmm, kamu maunya kemana? Aku juga nggak tau mau kemana.’’ Alan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
‘’Kak Alan ini ada-ada aja deh.. Bagaimana kalau kita nonton aja, aku udah lama nggak nonton kak Alan mau kan, ya..ya please..’’
Saran Siena dengan setengah memaksa membuat Alan gemas dan mencubit hidung Siena.
__ADS_1
‘’Ih… sakit tau, aku ngambek nih dan untuk menebus kesalahan kak Alan sebaiknya kita menonton saja.’’
Siena menyengir dan Alan hanya bisa tertawa sambil mengangguk.
Entah kenapa keduanya begitu gampang akrab bahkan kedekatan mereka seperti orang yang sudah mengenal dalam waktu yang lama.
‘’Mau kemana lagi?’’ Tanya Alan saat mereka keluar dari bioskop.
‘’Mau kemana apanya, waktunya udah habis kali kan kak Alan nyewanya 2 jam doang.’’ Siena menjulurkan lidahnya lalu berjalan meninggalkan Alan.
‘’Oke-oke tapi sebelum pulang kita makan dulu.’’ Ajak Alan dan tanpa permisi menarik tangan Siena dan membawanya ke salah satu restoran.
‘’Kak kita cari restoran lain aja ya?’’ Ajak Siena saat tak sengaja melihat Daren dan Akbar juga akan memasuki restoran restoran yang sama.
‘’Alan sedang apa kau disini?’’ Teriak Daren membuat langkah keduanya berhenti dan dengan refleks Alan membalik badan dan menarik tangan Siena lalu berjalan mendekat pada Daren.
‘’Kau sendiri sedang apa disini?’’ Alan balik bertanya sedang Daren fokus melihat Siena.
Siena menampilkan senyumnya pada Daren agar pria itu tak mencurigainya.
‘’Biasa aja dong liatnya.’’ Sindir Alan membuat Daren sadar tentang apa yang dilakukannya dan buru-buru memperlihatkan wajah datarnya lalu melangkah masuk ke dalam restoran dan mengajak Alan untuk ikut makan bersamanya.
Karena Alan menyetujui mau tak mau Siena juga masuk ke dalam restoran itu.
‘’Tuan kenapa wajah kekasih tuan Alan sangat mirip dengan nona Siena?’’
Tanya Akbar pada Daren suaranya kecil tapi masih bisa didengar Siena dan Alan. Awalnya Siena kaget tapi mencoba menutupi semua itu dengan bersikap santai.
‘’Wajahku mirip siapa tuan?’’ Tanya Siena pura-pura pada Akbar.
‘’Oh itu nona, wajah nona sangat mirip dengan wajah istri tuan Daren.’’
‘’Oh begitukah? Sejujurnya beberapa kali aku mendengar kata-kata seperti itu ada yang mengatakan aku mirip adiknya ada juga yang mengatakan mirip tunangannya dan sekarang aku mendengar wajahku ini mirip istrinya tuan Daren. Oh God mungkin wajahku ini terlalu pasaran.’’
Siena tertawa membuat Alan dan Akbar ikut tertawa tapi tidak dengan Daren entah apa yang dipikirnya.
Dirumah Daren.
Siena sudah kembali sejak jam 4 sore. Sekarang sedang menonton salah satu variety show korea sambil tertawa terbahak-bahak.
Daren baru saja sampai dan berjalan mendekat pada Siena yang bahkan tak menyadari kedatangannya.
Daren meletakan tas kerjanya di samping Siena lalu mulai mengendus mengendus bau tubuh Siena.
__ADS_1
"Baunya tak sama, apa aku salah mengira ya?’’ Ucap Daren membuat Siena terkejut karena wajah Daren tepat berada di samping pipi kirinya.
‘’Kenapa terkejut biasa aja kali, aku nggak mungkin nyentuh kamu apalagi mau nyium pipi kamu yang…’’ Daren bergidik geli lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya.
‘’Apa-apan dia? Ekspresinya sungguh membuatku jengkel.. Hu ingin sekali aku mencabiknya agar dia tak bisa berlaku sombong lagi.’’
Tak terasa satu bulan sudah rumah tangga Daren dan Siena tapi sama sekali tak ada yang berubah dari keduanya.
Daren masih dengan sikap dingin dan semena-menanya dan Siena masih dengan sikap yang pura-pura takut pada Daren
‘’Hari ini aku tak akan pulang jadi jangan menungguku.’’ Ucap Daren sebelum berangkat ke kantor.
‘’PD sekali dia lagian siapa juga yang mau menunggunya. Aku juga terpaksa kali untuk menunggumu pulang setiap hari.’’ Omel Siena saat mobil Daren tak terlihat lagi.
Tring..tring..tring..
‘’Halo kenapa Nas?’’ Tanya Siena pada orang disebarang telepon.
‘’Put hari ini kamu dapat job mendadak, pria itu berani membayar 10 juta perjam untuk menemaninya ke sebuah acara tapi aku juga nggak tau itu acara apa.’’
‘’Waw beneran Nas? Acaranya jam berapa?’’
‘’Jam 7 malam.’’
Siena berpikir sejenak lalu menyetujui job mendadak itu, untung saja tadi Daren mengatakan malam ini tak akan pulang ke rumah hingga Siena bisa sedikit bebas.
*****
Jam setengah 7 asisten dari pria yang menyewa Putri sudah menunggunya di bawah apartemen yang menjadi kantor mereka.
Jam 7 lebih 20 menit Putri dan Robby (Pria yang menyewa Putri) sudah tiba di acara itu.
Melihat Robby sedang asyik berbincang-bincang dengan para kolega bisnisnya Putri berbisik dan meminta Izin keluar untuk menghirup udara segar.
Di samping kolam renang Putri duduk sambil melihat indahnya langit.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...
Jangan lupa like dan komennya...
NOTE: NAMA SIENA DITULIS SAAT KARAKTER UTAMA WANITA SEDANG BERDANDAN CULUN DAN NAMA PUTRI AKAN MUNCUL SAAT KARAKTER UTAMA WANITANYA SEDANG BEKERJA DAN BERPENAMPILAN MODIS. TAPI TETAP NAMA ASLI KARAKTER UTAMANYA ADALAH SIENA DAN BUKAN PUTRI
__ADS_1