Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Kedatangan mama Siena


__ADS_3

‘’Tapi kenapa aku harus pulang, apa kau tidak nyaman ada aku disini?’’


Bukan begitu tapi mamaku sebentar lagi akan datang, sangat bahaya jika kau masih disini.’’


Daren terdiam sejenak. ‘’Apa mamamu tau tentang kita?’’


‘’Hhmm aku terpaksa menceritakannya karena saat itu aku sedang mengandung Aaron dan juga tak mungkin untuk terus menyembunyikannya, jadi lebih baik kau pulang sekarang jika tidak ingin mati ditempat ini.’’ Ucap Siena kembali menarik tangan Daren.


‘’Tapi Siena aku tak ingin menghindar lagi, aku ingin meminta maaf langsung pada ibumu, jika harus mati ditangan ibumu mungkin itu sudah takdirku, setidaknya nanti aku akan merasa sedikit legah, sudah kukatakan juga aku akan memperbaiki hubungan kita dan salah satu langkah yang harus kutempuh adalah meminta maaf pada ibumu karena aku tak mungkin terus bersamamu tanpa mendapat restu dari ibumu seperti yang pernah kulakukan dulu.


Siena tertegun mendengar ucapan Daren, apakah pria itu serius dengan ucapannya?


‘’Yasudah jika kau mau seperti itu, setidaknya aku sudah mengingatkanmu jadi aku tak akan tanggung jawab jika kau mati ditangan mamaku.’’


Siena meninggalkan Daren, memanggil Aaron yang berada di kamarnya untuk ikut dengannya ke bandara, sementara setelah kepergian Siena dan Aaron, Daren duduk diam di sofa mengingat apa yang akan terjadi padanya, apa benar dia akan mati hari ini?


*****


‘’Udah hampir 8 bulan loh mama nggak kesini.’’ Ucap mama Siena begitu memasuki rumah. ‘’Oh ya Siena kamu jangan lupa hubungin Steve ya soalnya mama bawa sesuatu untuknya.’’ Ucap mama sejenak menghentikan langkahnya, berbalik tak lama pada Siena dan kembali melanjutkan langkahnya lagi.


‘’Kamu Siapa?’’ Tanya mama Siena pada Daren yang duduk diam di ruang tamu dengan gaya tegangnya.


‘’Siena dia siapa?’’ Tanya mama lagi melirik Siena dengan tangannya yang menunjuk Daren.


‘’Itu daddy Alon oma.’’ Ucap Aaron menghampiri sang daddy.


‘’Daddy, maksudnya gimana? Tolong jelaskan ke mama Siena.’’


‘’Perkenalkan tante saya Daren Hansel suaminya Siena dan daddy kandungnya Aaron.’’ Ucap Daren memperkenalkan diri yang membuat mama Siena kaget.


wajah wanita paruh baya itu berubah merah karena marah, ia mendekat pada Daren dan plak, satu tamparan mendarat mulus di pipi Daren, tak puas mama Siena mencari barang yang bisa digunakannya untuk memukul Daren.


Disaat yang tepat, seorang ART masuk dengan membawa beberapa alat kebersihan.


‘’Kau.’’ Ucap mama pada sang ART. ‘’kemarikan sapu itu.’’ Pintanya

__ADS_1


Mama Siena terus memukul Daren, pria itu sama sekali tak melawan dan menerima semua pukulan dari sang mertua, menurutnya pukulan itu tak sebanding dengan rasa sakit yang selama ini diberikannya pada Siena.


‘’Oma kenapa pukul daddy Alon.’’ Ucap Aaron yang kini sudah menangis, pria kecil itu mamasang badan di depan daddynya tak ingin omanya terus memukul.


‘’Aar mingirlah daddy nggak kenapa napa kok.’’ Ucap Daren


Aaron menggeleng. ‘’Daddy boong.’’ Ucapnya dengan tangisan yang lebih keras.


‘’Sayang, omamu hanya memberikan sedikit pelajaran pada daddy iya kan mom?’’ Ucap Daren masih menenangkan Aaron dengan Siena yang sudah memeluk pria kecil itu.


‘’Hiks hiks hiks oma jahat.’’ Ucapnya masih menangis dengan tangan yang sudah menarik pergelangan tangan Daren, mau tidak mau Daren mengikuti Aaron tapi sebelum itu ia pamit terlebih dulu pada mertuanya.


‘’Kenapa mama harus melakukan hal itu di depan Aaron?’’ Tanya Siena.


‘’Kamu menyalahkan mama?


‘’Aku nggak menyalahkan mama, hanya saja harusnya mama lebih melihat keadaan.’’


‘’Oke mama minta maaf karena tak bisa menahan emosi, tapi kau tau Siena orang tua mana yang tak tersulut emosi saat melihat seseorang yang telah menyakiti anaknya berdiri tepat di depannya, untung saja mama hanya memukulnya dengan sapu tak langsung menikamnya dengan pisau.’’


Ucap sang mama dengan nada geramnya, Siena mengerti akan perasaan mamanya, dengan cepat wanita itu memeluk mamanya dan meminta maaf mungkin tadi perkataannya sedikit kasar.


*****


Pria kecil itu mengangguk. ‘’Alon sebal sama oma, kenapa oma pukul daddy, kalau daddy pelgi dan ninggalin Alon lagi gimana?’’ Ucapnya dengan nada terisak, pria kecil itu kembali menangis, entah apa yang dipikirkan Aaron tapi dia merasa sewaktu-waktu Daren akan meninggalkannya.


‘’Oke oke oma salah, oma minta maaf ya, oma janji nggak pukul daddy lagi di depanmu.’’ ucapnya lalu memeluk Aaron.


Dari pintu kamar Siena ikut menangis mendengar ketakutan putranya begitu pun Daren, pria itu sedikit mengeluarkan air mata mendengar ucapan Aaron.


*****


‘’Mommy daddy mana?’’ Teriak Aaron menghampiri kamar Siena


‘’Daddy nggak ada sayang, pergi sebentar.’’ Ucap Siena dengan tangan yang sibuk mengutak ngatik layar ponselnya.

__ADS_1


‘’Pelgi kemana, kenapa nggak kasih tau Alon dulu?’’ Ucap pria kecil itu menghampiri.


‘’Mommy nggak tau sayang.’’


‘’Kenapa nggak tau, memangnya daddy nggak bilang mau kemana, mommy nggak nanya?’’


‘’Mungkin daddymu sedang punya urusan penting.’’


‘’Daddy nggak pelgi untuk ninggalin Alon kan mommy?’’ Tanyanya yang membuat Siena menghentikan aktivitas serunya pada layar ponsel.


‘’Dengar sayang.’’ Siena mendudukannya Aaron di pangkuannya, membelai kepalanya dengan lembut.


‘’Aaron tak perlu takut tentang itu karena mommy yakin daddy nggak akan pernah ninggalin Aaron, oke.’’ Ucapnya memberi pengertian pada sang anak.


‘’Tapi sekalang daddy pelgi nggak bilang Alon mommy.’’


‘’Yasudah bagaimana kalau kita telepon daddy aja biar kamu bisa nanya daddy lagi dimana sekarang?’’ Saran Siena yang langsung diangguki Aaron.


‘’Anakmu mau bicara nih.’’ Ucap Siena memberikan ponsel pada Aaron begitu Daren mengangkat panggilan teleponnya.


‘’Hallo daddy dimana, kenapa pelginya nggak bilang Alon?’’


Daren memukul keningnya. ‘’Astaga maaf daddy lupa bilang Aaron, sekarang daddy lagi ada kerjaan mendadak mungkin pulangnya agak malam, nggak pa-pa kan?’’ Tanya Daren tersenyum.


Aaron mengangguk. ‘’Iya tapi nantinya daddy tidulnya sama Alon ya bukan sama mommy.’’


‘’Loh kenapa, kamu nggak suka kalau daddy dekat-dekat sama mommy?’’ Tanya Daren yang mendapat gelengan kepala dari Aaron.


‘’Bukan gitu daddy, tapi kata oma kalau daddy tidul sama mommy nanti mommy sakit karena begadang malam-malam.’’ Ucapnya lagi membuat Siena dan Daren menganga, keduanya tak habis pikir dengan tingkah laku mama Siena.


‘’Yaudah Aar daddy kerja lagi ya.’’ Ucap Daren mematikan sambungan teleponnya. Saat ini Daren sedang mengurus kerja sama antara perusahaannya dengan beberapa perusahaan besar di jerman, pria itu ingin membesarkan nama perusahaannya di negara itu.


‘’Memangnya oma bilang gitu?’’ Tanya Siena yang diangguki Aaron.


‘’Mama mama.’’ Siena menggeleng kecil kepalanya beberapa kali.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komennya ya🤗


__ADS_2