
Nanti pulangnya bareng aku, aku tunggu di parkiran jam 5.]~Mr Arrogant
[Aku pulang naik taxi saja, nggak enak jika ada yang melihat nanti bisa-bisa aku jadi bahan gosip]~Si Culun
[Aku nggak peduli, kalau kamu keberatan maka aku akan langsung menjemputmu diruang staf pemasaran.]~Mr Arrogant[
[Baiklah, tapi jangan gunakan mobil yang biasa kamu pakai]~Si Culun
[Ribet banget sih]~Mr Arrogant
Sesuai janji tepat jam 5 Daren sudah menunggu Siena di parkiran dan sesuai permintaan Siena tadi, Daren sengaja meminta sang sopir untuk menukar mobilnya dengan mobil lain yang belum pernah dipakainya ke kantor.
Dari jauh Daren melihat Siena yang perlahan mulai mendekat pada mobilnya hanya saja Daren merasa lucu dengan tingkah Siena yang berjalan seperti rampok. Entah apa yang dipikirkan Siena, dia berjalan mengendap-ngendap sambil melihat sana sini.
‘’Apa yang kau pikirkan, kenapa kau berjalan seperti seorang perampok?’’ Tanya Daren saat Siena memasuki mobilnya.
‘’Aku hanya takut ada orang yang melihatku.’’
‘’Dasar wanita bodoh, kalau caramu begitu yang ada orang-orang malah curiga.’’
‘’Hehe nggak kepikiran tadi, yaudah ah ini kita mau kemana tumben banget ngajakin jalan.’’
‘’Bertemu teman-temanku.’’
‘’What kau gila ya!! Untuk apa aku bertemu mereka?’’
Daren tak menjawab dan hanya mengangkat kedua pundaknya membuat Siena geram dan langsung membuang wajahnya ke arah jendela, sungguh Daren selalu saja membuatnya kesal.
‘’Hei apa yang kau lakukan, lihat aku sekarang atau aku akan menurunkanmu di jalanan sepi dan memberikanmu pada para preman.’’
Dengan malas Siena membalik wajahnya dan melihat Daren. ‘’Oh ya Tuhan pria ini benar-benar membuatku kesal, lama- lama aku bisa benar-benar membunuhnya.’’
‘’Kenapa kau bengong apa kau sedang mengagumi ketampananku?’’
Siena memutar bola matanya malas, Belakangan Siena mengetahui selain kejam dan sombong Daren juga begitu narsis bahkan kadang menurut Siena kepercayaan diri Daren sangatlah Over.
‘’Kau pasti bangga menjadi istriku secara ini adalah kesempatan langkah untukmu, dimana lagi kau bisa menemukan pria sempurna sepertiku.’’
Siena hanya tersenyum tak ingin menanggapi Daren.
__ADS_1
Hampir satu jam setengah, akhirnya sampailah Siena dan Daren di salah satu club paling mewah di kota itu, sebelumnya Daren dan Siena mampir ke butik dulu untuk mengganti pakaian mereka.
‘’Hai bro akhirnya kau datang juga.’’ Sapa seorang pria yang merupakan teman Daren.
Daren dan teman-temannya sengaja menyewa sebuah ruangan sebagai tempat mereka berkumpul, ruangan itu terlihat begitu mewah dan luas, dapat Siena simpulkan bahwa mereka semua berasal dari kalangan berada terlihat dari cara berpakaian mereka.
Siena tersenyum pada semua teman Daren namun, ada seorang wanita yang menatap Siena dengan begitu sinis bahkan tatapannya tergolong seakan-akan meremehkan Siena.
‘’Mainan baru Ren?’’ Tanya seorang teman Daren sambil melirik Siena.
Walau Siena tau Daren sama sekali tak mencintainya tapi hatinya cukup sedih saat melihat langsung Daren mengangguk sambil tersenyum menjawab pertanyaan dari temannya tadi.
‘’Sadar Siena, sadar.....Kamu sama sekali bukan siapa-siapa dalam hidupnya.’’ Siena menyemangati hatinya yang sedang gundah gulana tapi sebisa mungkin bibirnya terus melengkung seakan tak terjadi apa-apa.
‘’Bisakah aku memilikinya saat kau puas dengannya, sepertinya aku menyukainya.’’ Ucap Riko salah satu teman Daren dan seketika Daren melotot tak suka pada Riko.
‘’Jangan berani mengusiknya kalau tidak aku akan membuat bisnis keluargamu hancur dalam sekejap.’’ Ancam Daren dengan wajah yang mulai memerah karena marah.
‘’Astaga pria-pria gila ini, memangnya mereka pikir aku piala bergilir apa?’’
Tak lama datang sekitar 9 wanita yang dengan tak tau malunya duduk disamping pria-pria gila itu, bahkan ada satu wanita yang sudah mulai menyentuh dada Daren yang dibiarkan setengah terbuka.
‘’Apa kau tidak marah melihat kekasihmu bermain dengan wanita lain?’’ Tanya teman Daren sambil menunjuk Daren dengan dagunya.
‘’Inginnya sih begitu tapi apalah daya aku kan hanya flat shoes nggak berhak.’’ Sindir Siena tapi yang disindir sepertinya sama sekali tak tersindir.
Siena semakin geram saat melihat Daren yang sepertinya sangat asyik menyilatkan lidahnya dengan lidah wanita penggoda di sampingnya.
Bahkan Daren sama sekali tak menghargainya dan seolah olah melupakan keberadaannya.
Siena mengepalkan tangannya menahan amarah yang mungkin sebentar lagi keluar.
Siena keluar dari ruangan itu, sungguh tak tahan lagi semua orang yang berada di ruang itu sedang asyik berciuman sedang dirinya hanya sebagai penonton saja.
‘’Siena.’’ Panggil Alan saat tak sengaja tubuhnya bertabrakan dengan tubuh Siena.
‘’Kak Alan, sedang apa kak Alan disini?’’
‘’Aku baru habis meeting, kebetulan ada klienku yang ingin meeting ditempat ini.’’
__ADS_1
Siena hanya mengangguk. ‘’Apa kak Alan akan pulang sekarang? Atau kak Alan juga mau menyewa wanita penggoda?’’
Alan menyatukan alisnya menatap Siena ‘’Juga? Maksud kamu apa?’’
‘’Nggak kak, maksud aku kan biasanya para pria datang kesini untuk menghibur dirinya dengan wanita malam.’’
‘’Nggaklah, aku sama sekali tak menyukai wanita malam.’’
‘’Oh baguslah kalau begitu, apa kak Alan mau pulang sekarang?’’ Tanya Siena lagi.
Alan mengangguk
‘’Bisakah kak Alan mengantarku pulang tapi sebelum itu tolong bawa aku cari makan dulu karena aku sudah sangat.. Sangat.. Sangat lapar.’’ Ucap Siena dengan memegang perutnya dan sedikit mendramatisir keadaan.
Alan tertawa dan dengan sengaja sedikit mengacak rambut Siena, Alan bahkan sama sekali tak bertanya kenapa Siena bisa berada di club itu.
‘’Ih… nanti rambutku rusak, memangnya kak Alan mau tanggung jawab kalau nanti nggak ada yang tertarik sama aku.’’
Alan kembali tertawa. ‘’Lagian kau mau menarik perhatian siapa, kau lupa kau itu sudah menikah.’’
‘’Sudahlah, aku sangat lapar kalau kak Alan tak membawaku mencari makan bisa-bisa kak Alan yang akan kujadikan makanan.’’
‘’Baiklah… baiklah kebetulan aku juga belum makan malam jadi kita bisa makan bersama, tapi jangan lupa mengabarkan Daren terlebih dulu biar dia nggak nyariin kamu.’’
Siena menarik tangan Alan. ‘’Ih…bawel banget sih.’’
*****
Siena pulang kerumah hampir pukul 12 malam, tadi di perjalanan tak sengaja Siena melihat pasar malam dan meminta Alan untuk membawanya kesana.
‘’Dari mana saja kau?’’
‘’Kenapa kau belum tidur.’’ Bukannya menjawab Siena malah balik bertanya.
‘’Aku tanya dari mana saja kau sampai jam segini baru pulang dan kenapa kau meninggalkanku tanpa memberitahu lebih dulu.’’ Daren terus melihat tajam pada Siena tapi wanita itu malah melengos masuk ke ruang ganti.
Bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.....