Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Where?


__ADS_3

Pagi harinya Siena kembali bangun tanpa Daren disisinya, baru dua kali terjadi tapi Siena yakin hal itu akan terus berlanjut, wanita itu hanya perlu menguatkan hatinya.


*****


Siang harinya ‘’Siena, Siena, Siena.’’ Beberapa kali Daren berteriak memanggil.


‘’Ada apa, kenapa teriak-teriak sih?’’ Ucap Siena yang tengah duduk santai di ranjang sambil memainkan ponselnya.


‘’Berkemas, kita pulang sekarang juga.’’ Ucap Daren dan dengan cepat membereskan kopernya, Siena masih diam, kenapa tiba-tiba pria itu mengajaknya pulang.


‘’Siena cepat, kenapa kau diam saja?’’


Tanpa bertanya Siena mulai membereskan kopernya, mungkin saja Daren memiliki pekerjaan mendesak yang tak bisa ditunda, pikirnya.


*****


Sampai di bandara, Siena melihat Monika tersenyum ke arah mereka.


Siena tersenyum miris melihat Daren yang sudah mengobrol santai dengan Monika, beberapa kali terdengar Monika berterimakasih karena Daren mau pulang bersamanya.


‘’Jadi ini alasannya mengajakku pulang.’’ Guman Siena tersenyum tumpul sambil menguatkan hatinya, mencintai tanpa dibalas memang sangat menyakitkan.


Ingin sekali Siena menangis melihat Daren menggenggam erat tangan Monika, keduanya terlihat seperti sepasang pengantin baru yang saling mencintai sedang dirinya? Entahlah Siena juga tak tau dimana posisinya, terkadang Daren bersikap seakan peduli padanya tapi terkadang juga pria itu bersikap seolah-olah mereka orang asing.


Bandar udara Soekarno Hatta.


‘’Maaf Siena aku harus mengantar Monika kerumahnya terlebih dulu, kau mau ikut denganku atau naik taxi saja?’’ Tanya Daren.


Siena tersenyum, tangannya terkepal erat memberikan kekuatan untuk dirinya, sungguh pria itu sama sekali tak punya perasaan.


Di taxi Siena menangis, meluapkan sesak yang ada di dadanya, sesakit inikah mencintai seseorang?


Puas meluapkan emosinya, perlahan Siena menghapus sisa air matanya, beberapa kali menarik dan menghembuskan nafasnya. ‘’Dont cry Siena, kau pasti bisa melewati semua ini, semangat.’’ Ucapnya menyemangati diri sendiri.


*****


‘’Dari mana saja kau? Tanya Daren begitu Siena membuka pintu kamar.


pria itu melihat jam tangannya, perjalanan dari bandara ke rumahnya hanya membutuhkan waktu 1 jam tapi Siena menghabiskan 4 jam untuk itu, Daren menatap Siena dengan curiga.

__ADS_1


Bukannya menjawab, dengan santainya Siena melangkah masuk dan berjalan menuju ruang ganti.


‘’Kutanya darimana saja kau?’’ Tanya Daren lagi, pria itu mengikuti di belakang Siena.


‘’Kau kenapa sih? Bikin pusing aja.’’ Siena menatap tak suka pada Daren lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.


‘’Berani sekali kau menatapku seperti itu, ingat Siena aku ini suamimu.’’


Siena terbahak, memperlihatkan wajah sinisnya ‘’cih suami? Mana ada suami yang meninggalkan istrinya sendiri dan lebih memilih mengantar wanita lain.’’ Sindir Siena, mengambil pakaiannya dan berlalu masuk ke kamar mandi.


Ting ting ting ting


Daren mendekat, mengambil ponsel Siena saat mendengar banyaknya chat yang masuk ke ponsel wanita itu.


Ia mengerutkan keningnya, tak suka membaca chat yang dikirimkan Alan untuk Siena, jadi selama ini mereka terus berhubungan? Geram Daren.


dengan kesadaran penuh ia membanting ponsel Siena, mematahkan kartu Siena menjadi beberapa bagian.


‘’Sekarang kau tak bisa lagi menghubunginya.’’ ucapnya tersenyum puas melihat ponsel dan kartu Siena hancur berantakan.


‘’Astaga Daren apa yang kau lakukan?’’ teriak Siena menghampiri, memungut ponsel dan kartunya, setelahnya ia berdiri menatap tajam pada Daren, sebenarnya mau apa pria itu? Kenapa selalu memperlakukannya dengan semena-mena.


‘’Salahmu sendiri, kenapa juga kau masih berhubungan dengan Alan?’’ Ucapnya dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


‘’Memangnya apa salahnya menemui kak Alan, dia sepupumu jadi wajar jika aku dekat dengannya’’


‘’Aku tak peduli siapa dia yang aku mau jangan pernah lagi kau menemuinya.’’


‘’Loh kenapa? Aku bebas dong bertemu siapapun yang aku diinginkan dan kau sama sekali tak berhak melarangku.’’


Siena berbalik badan berniat meninggalkan Daren, tapi pria itu sudah lebih dulu mencegahnya dan berdiri di depannya.


‘’Kata siapa aku tak berhak, ingat Siena aku ini suamimu aku lebih berhak atas dirimu dibanding siapapun termasuk mamamu sekalipun.’’


‘’Suami? Jangan terlalu termakan peran, ingat pernikahan kita tak seperti pernikahan lainnya, kau bisa bersama wanita lain diluar sana jadi kenapa aku tak bisa?’’ Siena menyeringai, melihat wajah Daren yang memerah karena marah, baginya hanya ini satu-satunya cara agar dia tak terlalu terluka dengan sikap Daren.


‘’Jangan mimpi Siena, kau istriku mana bisa aku membiarkanmu dekat dengan pria lain?’’


Siena tertawa sambil bertepuk tangan mendengarnya.

__ADS_1


‘’Aduh, aduh bagaimana ya?’’ Siena menggeleng kepala masih disertai tawanya.


‘’Lalu kau anggap aku apa? Kau sebagai suami tak bisa melihatku dekat dengan pria lain, lalu bagaimana denganku? Kau bahkan meninggalkanku untuk wanita lain, jadi jangan pernah permasalahkan tindakanku karena aku hanya membalas apa yang kau lakukan padaku.’’


Daren terdiam sesaat, bingung harus mengatakan apa, memang benar apa yang dikatakan Siena, tapi disatu sisi dia juga tak bisa meninggalkan Monika, anggaplah dia egois tapi saat ini dia benar-benar tak ingin kehilangan keduanya.


‘’Bisakah aku meminta satu hal padamu?’’ Tanya Siena yang langsung diangguki Daren, pria itu was-was menunggu apa yang akan disampaikan Siena, baginya sama sekali tak sulit untuk mengabulkan semua keinginan Siena asal wanita itu tetap disisinya.


‘’Bisakah kau melepaskanku, aku sama sekali tak tahan lagi dengan semua ini.’’


akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulut Siena, sejak kedatangan Monika dan melihat bagaimana cara Daren memperlakukannya, Siena sadar bukan Monika orang ketiga dalam pernikahannya tapi wanita itulah yang selama ini dicintai Daren.


‘’Jangan mimpi Siena, bukankah sudah pernah kukatakan bahwa selamanya aku tak akan pernah melepaskanmu, kau adalah milikku dan selamanya akan begitu."


Tolak Daren dengan suara lantangnya, bisa-bisanya Siena meminta untuk melepaskannya, sampai nafas terakhirnya pun ia tak akan mau melepaskan Siena.


‘’Kenapa Daren? Kenapa kau tak mau melepaskanku, jelas-jelas kau tidak mencintaiku jadi kenapa menahanku disisimu?’’


‘’Karena aku menyayangimu dan kurasa alasan itu sudah cukup untukku.’’


‘’Kau menyayangiku? Where?’’ Siena melihat sekeliling seperti sedang mencari sesuatu, lalu menatap Daren lagi.


Pria itu mengerutkan keningnya tak mengerti maksud Siena ‘’Apa maksudmu?’’


‘’Katanya kau menyayangiku, mana? aku tak melihatnya sama sekali.’’


Daren terdiam, pria itu mengerti Siena sedang menyindirnya, memang diakuinya selama ini dia tak pernah memperlakukan Siena dengan baik.


‘’Aku bisa melakukan apapun untukmu tapi tidak dengan meninggalkanmu.’’


Putus Daren, pria itu melangkah ingin meninggalkan Siena, tapi langkah kakinya berhenti saat mendengar ucapan Siena


‘’Bagaimana jika aku memintamu untuk meninggalkan Monika, apa kau bisa melakukannya untukku?’’ Tantang Siena, wanita itu ingin melihat bagaimana reaksi Daren.


Daren berbalik lagi, membawa langkahnya menuju Siena. ‘’Kau bisa meminta apapun kecuali meninggalkanmu dan untuk menjauhi Monika aku sama sekali belum bisa.’’


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2