Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Belajar


__ADS_3

‘’Makasih kak.’’ Ucap Siena pada Alan karena pria itu sama sekali tidak marah padanya. Kadang Siena berharap betapa senangnya dia jika sikap Daren sama seperti sikap Alan.


*****


Siena sampai dirumah sekitar pukul 7 malam. Tadinya Alan berniat mengantarnya tapi Siena menolaknya mengingat bagaimana sikap Daren. Pasti Daren akan berpikir yang tidak-tidak.


‘’Bagus, kau sama sekali tak takut lagi padaku. sepertinya belakangan ini aku bersikap sedikit lembut padamu hingga kau menjadi lupa diri seperti ini.’’


‘’Maaf aku hanya tak ingin ada salah faham diantara kau dan kak Alan nanti.’’


‘’Alah…. Alasan aja, bilang aja kau memang sangat ingin bertemu dengannya. Kau begitu menyukainya hingga kau ingin bersamanya. Apa tebakanku salah, kenapa kau diam saja, jawab Siena.’’ Teriak Daren membuat Siena refleks menutup kupingnya dengan kedua tangannya.


‘’Aduh.. Ribet banget sih, memangnya apa salahnya kalau aku menyukainya? Toh dia adalah pria yang baik tak sepertimu.’’


‘’Kau menyukainya kan? Akhirnya kau mengakuinya dasar wanita tak tau diri, bagaimana bisa kau mengatakan menyukai pria lain tepat di depan suamimu?’’


‘’Prett…. Suami kau bilang, coba dipikir dengan baik apa selama ini kau pernah memperlakukanku sebagai istri. Nggak pernah kan? Jadi menyingkirlah dari hadapanku dan jangan pernah ikut campur urusanku.mau aku menyukai kak Alan atau siapapun itu sama sekali tak ada hubungannya denganmu.’’


Ucap Siena karena terlanjur kesal dengan sikap Daren. Dan entah kekuatan dari mana ia mampu menggeser tubuh daren yang berada di depannya lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


‘’Siena kau benar-benar membuatku kesal.’’ Teriak Daren berusaha mengejar Siena tapi pintu kamar mandi sudah lebih dulu ditutup dan dikunci dari dalam.


Dibalkon Daren sedang memikirkan apa yang tadi diucapkan Siena.


Entah apa yang dirasakannya tapi sama sekali Daren tak akan membiarkan Siena menyukai pria lain atau sampai bersama pria lain.


Mungkin egois jika ingin mempertahankannya tapi itulah keputusan Daren. Dia merasa sama sekali tak menyukai apalagi mencintai Siena dan mungkin hanya pada rasa tak ingin jika sesuatu yang menjadi miliknya dirampas atau diambil oleh orang lain.


‘’Apa yang kau lakukan disini?’’ Suara Siena yang tiba-tiba membuat Daren terlonjak kaget sambil menahan dadanya dia berbalik dan menatap tajam pada Siena.


‘’Siena kau membuatku kaget, bagaimana jika aku memiliki penyakit jantung?’’

__ADS_1


‘’Ya paling mati.’’ Ucap Siena santai membuat Daren geram.


‘’Mati? Jangan-jangan selama ini kau selalu mendoakan agar aku cepat mati hingga kau bisa bebas dariku dan menemui pria lain, iya kan?’’ Tanya Daren masih dengan tatapan mematikannya dan suaranya tak kalah menakutkan di telinga Siena.


‘’Apa sih? Aku tak sejahat itu kali, mungkin bukan sekarang tapi aku akan mendoakannya nanti saat aku benar-benar sudah tak tahan dengan sikap menyebalkan mu yang selalu memperlakukanku dengan seenaknya.’’ Ucap Siena tak mau kalah.


‘’Kau memang istri durhaka.. Mana bisa kau berniat mendoakan hal tak baik tentangku.’’


‘’Kau juga suami durhaka, mana ada suami yang selalu bersikap kejam pada istrinya, mungkin hanya kau satu-satunya didunia ini.’’


‘’Sotoy banget, nggak pernah baca berita apa, kamu nggak pernah lihat bahkan ada suami yang masuk penjara karena membunuh istrinya, kau ingin aku melakukan itu padamu?’’


‘’Enak aja, aku yang akan lebih dulu membunuhmu sebelum kau membunuhku.’’


‘’Hahahaha, wanita lemah sepertimu mana bisa membunuhku.’’ Ucap Daren dengan tawa meremehkan.


‘’Aku tak perlu kekuatan untuk membunuhmu, untuk apa diciptakan racun kalau aku tak bisa memanfaatkannya, apa kau pernah mendengar tentang sebuah racun yang tak berasa dan tak berbau? Hati-hati mungkin saja aku akan menaruh racun itu di makanan dan minumanmu serta semua pakaianmu agar kau bisa cepat mati.’’


‘’Ternyata kau takut mati juga, kupikir didunia ini kau tidak takut dengan apapun.’’


‘’Apa yang mau kau lakukan?’’ Siena mendorong dada Daren saat Daren mulai mendekatkan wajahnya pada Siena.


‘’Aku hanya ingin memberi pelajaran pada bibir kecilmu ini karena dari tadi terus saja membantah ucapanku.’’


‘’Ha!! Eemph.’’ Daren sudah menutup mulut Siena menggunakan mulutnya bahkan Daren memaksa Siena untuk membuka mulutnya dengan menggigit kecil bibir Siena. tak kunjung mendapat sambutan Daren melepaskan ciuman itu lalu menatap tajam pada Siena.


‘’Balas ciumanku kalau tidak aku akan membuatmu kehabisan nafas.’’


‘’Ha!! Tapi aku sama sekali tak tau bagaimana cara membalasnya.’’ Ucap Siena dengan polosnya membuat Daren tertawa tak percaya dengan sikap wanita itu.


‘’Astaga kau bertahun-bertahun menjadi pacar sewaan tapi untuk berciuman saja kau tak tau.’’

__ADS_1


‘’Ih.. Apaan sih, lagian aku dibayar hanya untuk berpura-pura menjadi pacar mereka bukan untuk membuka praktek cara berciuman.’’


Kesal Siena tapi Daren masih setia tertawa. Tak lama Daren menempelkan keningnya pada kening Siena, bahkan hembusan nafas segar Daren begitu menggoda indera penciuman Siena.


‘’Tenang saja mulai sekarang aku akan mengajarkanmu bagaimana cara berciuman yang baik dan benar.’’ Ucapnya lalu tak lama tertawa lagi.


‘’Ih.. Kenapa kau sangat menyebalkan sih, aku jadi tak mau belajar darimu lebih baik aku belajar dari pria lain.’’


Ucap Siena lalu berdiri dari duduknya tapi tangannya dicekal Daren bahkan Daren membawa tubuh Siena sampai terduduk di pangkuannya.


‘’Jangan pernah kau lakukan itu dengan pria lain karena aku benar-benar akan membunuhmu jika kau berani melakukannya.’’


‘’Hu.. Kau selalu saja mengancam ingin membunuhku tapi mana buktinya? Sampai sekarang aku bahkan masih sangat sehat tanpa kekurangan satu apapun.’’


Siena berniat berdiri lagi tadi dengan cepat Daren menarik tengkuknya, tak langsung berciuman, Daren masih menempelkan bibirnya pada bibir Siena. ‘’Jam pelajarannya dimulai.’’ Ucap Daren lalu mulai melu mat bibir Siena dengan lembut, Siena membuka mulutnya memberikan akses sepenuhnya pada Daren.’’


‘’Astaga Siena kenapa kau menggigit lidahku?’’


‘’Maaf aku hanya mencoba membalas ciumanmu tapi aku sama sekali tak tau harus melakukannya dengan cara apa.’’


‘’Kau tidak bisa menggunakan gigimu tapi harus menggunakan lidahmu untuk menyambutku, kau mengerti?’’


Siena mengangguk lalu perlahan Daren mulai menyatukan bibir mereka lagi. Masih sedikit kaku tapi perlahan Siena sudah mulai bisa menyambut ciuman Daren. Mereka melakukan kursus berciuman kurang lebih selama 45 menit karena perut Siena yang tiba-tiba keroncongan.


‘’Kau harus mempraktekan apa yang kuajarkan tadi setiap hari, baik pagi, siang atau malam.’’ Ucap Daren lalu menggenggam tangan Siena dan mereka turun makan malam dengan tangan yang saling menggenggam membuat beberapa ART yang melihatnya tersenyum senang.


Bahkan ada ART yang mengambil foto mereka dan mengirimkannya pada sang mertua.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.....


__ADS_2