
Hari H ulang tahun Daren, hampir jam 10 pagi Siena dan keluarga sampai di bandara dan memutuskan langsung menghampiri Daren ke perusahaannya.
Sesampainya di perusahan, mereka langsung menuju ruangan Daren dan tentu saja kedatangan Siena itu mencuri banyak perhatian.
Banyak yang senang karena kedatangan seorang aktris besar, masih banyak juga karyawan yang tak mengetahui Siena sebagai istri Daren, mungkin karena mereka adalah karyawan baru, maklum Siena tak pernah menginjakan kaki di perusahaan itu sudah 5 tahun lamanya.
‘’Oh ya Tuhan itu bukannya Siena?"
‘’Siena cantik sekali, tapi ada apa, kenapa Siena sampai datang ke perusahaan ini?’’
Banyak yang ingin meminta foto tapi mengurungkan niatnya, tak ingin mendapat teguran dari sang Ceo yang nantinya akan mempengaruhi pekerjaan mereka.
‘’Surprise.’’ Teriak Siena begitu memasuki ruangan Daren, wanita itu sedikit malu karena ternyata Daren sedang tak sendirian tapi sedang bersama beberapa karyawannya.
Para orang tua dan Reva hanya bisa tersenyum sedang Daren tentu saja langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Siena.
‘’Kamu mengerjaiku ya, katanya sibuk.’’ Ucap Daren yang kini sudah memeluk Siena.
‘’Daren lepas, karyawanmu sedang melihat kita.’’ Siena sedikit mendorong tubuh Daren karena merasa sedikit malu pada karyawan Daren.
‘’Untuk apa malu, aku sedang memeluk istriku.’’ Daren malah mempererat pelukannya.
‘’Daddy kenapa hanya mommy yang dipeluk, apa daddy lupa sama Alon?’’ Protes Aaron yang tentu saja membuat Daren melepaskan pelukannya dari Siena dan berjalan menghampiri Aaron, membawa pria kecil itu ke dalam gendongannya.
‘’Daddy kangen banget sama kamu.’’ Ucapnya mencium pipi Aaron.
‘’Happy bilthday daddy.’’ Ucapnya membalas mencium pipi Daren. ‘’Daddy beliin Alon mobil-mobilan ya.’’
‘’Loh kan daddy yang ulang tahun harusnya daddy dong yang dapat hadiah.’’
‘’Kan daddy udah punya Alon, kata mommy Alon itu hadiah telbaik dalam hidup, jadi daddy halus belsukul.’’ Ucapnya membuat seisi ruangan tertawa bahkan para karyawan Daren pun ikut tertawa karena ucapan Aaron itu.
‘’Daddy Alon lapal.’’
‘’Kau teruskanlah pekerjaanmu biar kami yang membawanya makan.’’ Ucap Siena mengambil alih Aaron dari gendongan Daren.
__ADS_1
‘’Iya kau teruskan saja pekerjaanmu.’’ mama mertua menimpali, bukannya meneruskan pekerjaannya Daren malah meminta para karyawannya untuk keluar dari ruangannya.
‘’Mau makan dimana?’’
‘’Aku mau makan di kantin perusahaan bisa nggak?’’ Tanya Siena, dulu wanita itu sangat suka dengan rasa makanan di kantin perusahaan Daren.
‘’Iya kak, Reva juga lagi pengen makan di kantin perusahaan ini.’’ Timpal Reva dan akhirnya semua sepakat untuk makan siang di kantin perusahan saja.
Semua mata tertuju pada pemandangan Daren yang sedang menggendong Aaron dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi digunakan untuk menggenggam tangan Siena.
*****
‘’Mama, kakak kenapa disini?’’ Tanya Sheina menghampiri, wanita itu sedikit kaget melihat Daren yang duduk di samping Siena.
‘’Kakak dan tuan Daren saling kenal?’’ Tanyanya lagi.
Siena mengangguk dan menyuruh Sheina duduk bersama mereka.
‘’Daddy Alon mau ail.’’ Pinta Aaron menunjuk satu botol air mineral.
‘’Nanti kakak jelasin, oh iya jadi selama ini kamu kerja di perusahan ini?’’ Tanya Siena yang dibalas anggukan kepala oleh Sheina.
‘’Kamu kok nggak bilang ke aku?’’ Tanya Siena pada Daren.
‘’Mana sempat, kamu kan selalu mematikan panggilan telepon dengan cepat.’’
‘’Jadi ini adiknya kakak ipar?’’
Siena kembali mengangguk, setelahnya semua mulai melahap makanannya sedang Sheina masih bergulat dengan pikirannya, kakak ipar? Daddy? Ada apa ini? Dia sangat bingung dengan keadaan ini.
‘’Serasi banget ya tuan Daren sama isterinya.’
‘’Aku malah nggak nyangka istrinya tuan Daren itu Siena, aktris favoritku.’’
‘’Couple goals banget sih, mana tuan Daren kelihatan sayang banget sama isterinya.’’
__ADS_1
‘’Kalau aku jadi tuan Daren pasti was-was tiap harinya, orang isterinya secantik itu, artis terkenal, mana tinggalnya berbeda negara lagi, pasti kan banyak pria yang juga menyukai isterinya.’’
‘’Menurutku sama sih, kamu nggak lihat ceo kita setampan apa.’’
‘’Udah nggak bisa dapetin tuan Daren, apa aku harus nunggu anaknya besar ya?’’
Begitulah kira-kira pembicaraan para karyawan Daren saat melihat kebersamaan Daren, Siena dan keluarga kecilnya. Ceo mereka yang tak pernah tersenyum itu hari ini tersenyum dengan sangat lebar bahkan hampir mengalahkan lebarnya daun kelor ckckck😂
Sehabis makan orang tua Daren dan Siena langsung pulang ke rumah masing-masing, mereka akan mengadakan perayaan ulang tahun Daren malam nanti.
‘’Sini Aaron biar aku gendong, kamu kerja aja lagi.’’ Ucap Siena dengan tangan yang siap mengambil alih Aaron dari pelukan Daren.
‘’Aku nggak bisa fokus kerja sekarang, jadi aku ikut kamu aja, kita pulang sekarang.’’ Ucapnya lalu menggandeng tangan Siena, pria itu berjalan dengan gagah, terpancar raut kebahagian dari wajahnya, anak dan istri yang selalu dirindukannya sekarang berada disisinya.
*****
‘’Ini rumah siapa?’’ Tanya Siena saat Daren menghentikan mobilnya di depan rumah mewah yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah mereka.
‘’Rumah kita.’’ Ucapnya lagi dan meminta Siena keluar dari mobil, pria itu kembali menggandeng tangan Siena dan mengajaknya masuk kedalam rumah.
‘’Rumahnya bagus banget, tapi ini beneran rumah kamu, kamu udah pindah rumah, sejak kapan?’’
‘’Bukan rumahku Siena tapi rumah kita, disini kita akan tinggal sampai kita tua, membesarkan Aaron dan adik-adiknya nanti tapi itupun kalau kau setuju untuk menetap di negara ini lagi.’’
‘’Adiknya Aaron? Kamu punya anak lagi selain Aaron?’’ Tuduh Siena dengan nada sedikit meninggi.
Daren tertawa, entah apa yang dipikirkan Siena. ‘’Maksudku adiknya Aaron itu nanti kalau kamu udah hamil lagi.’’
Siena hanya mengangguk kecil tak lagi membahas soal anak, wanita itu memutar otaknya untuk mengubah topik pembicaraan. ‘’Terus rumah lama gimana?’’
‘’Akan ku jual nanti, rumah itu terlalu banyak kenangan menyakitkan untukmu dan juga terlalu banyak kesalahan yang kubuat di rumah itu, aku tak ingin kita terus terperangkap di masa lalu, aku ingin kita memulai lembaran baru, dimana hanya ada Daren yang sangat mencintaimu dan tak akan pernah lagi menyakiti dan mengecewakanmu.’’ Daren mengelus kepala Siena dengan sayang.
‘’Sekarang kita lihat kamar Aaron terlebih dulu.’’ Daren kembali menarik pergelangan Siena yang tadi sempat terlepas dari genggamannya.
‘’Daddy ini benelan kamal Alon?’’ Ucap pria kecil itu kegirangan, meminta turun dari gendongan Daren dan berlari ke setiap sudut kamarnya, Daren sengaja mendesain kamar Aaron dengan tokoh kartun yang disukai pria kecilnya itu, dikamar itu juga ada beberapa lemari yang berisi berbagai mainan robot yang sangat disukai Aaron dan beberapa jenis miniatur mobil, tak lupa juga Daren meletakan robot transformer yang tingginya hampir seperti tinggi badan Daren.
__ADS_1
Bersambung.....