Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Hotel


__ADS_3

‘’Astaga Daren siapa yang bakalan kabur sih aku mau pergi senang-senang.’’


‘’Apa kamu lupa, berapa kali harus kukatakan bahwa kau tidak bisa kemanapun tanpaku.’’


‘’Kau benar- benar merusak moodku, lagian kenapa kau harus kembali sekarang sih harusnya kau lebih bersenang-senang lagi dengan wanita-wanita diluar sana.’’


‘’Wait…wait…. Apa kau sedang cemburu?’’


‘’Cemburu apaan, jadi orang jangan terlalu geer.’’


‘’Sudahlah mengaku saja, aku melihat sorot kemarahan dari matamu saat kau mengatakan hal itu tadi.’’


‘’PD sekali anda, sudah ah aku tak ingin membahas hal ini lagi.’’ Siena menggeser satu langkah kekanan untuk menghindari tubuh Daren lalu setelahnya melangkah lurus kedepan menghampiri Taxi yang sepertinya sudah lumayan lama menunggunya.


Tepat saat Siena masuk Daren juga masuk dari pintu sebelahnya, Siena hanya memutar bola matanya dan mau tak mau membiarkan Daren ikut dengannya.


‘’Kenapa kau harus selalu naik taxi, kau bisa menggunakan beberapa mobil yang terparkir di garasi.’’


Wajah Siena yang tadinya sendu dalam sekejap menjadi berbinar, dia menggeser duduknya lebih dekat pada Daren bahkan tak segan-segan Siena mengangkat dua tangan Daren untuk digenggamnya.


‘’Benarkah, benarkah aku bisa menggunakannya?’’ Tanyanya penuh semangat.


‘’Cih dasar matre.’’ Daren membuang wajahnya ke arah jendela.


‘’Aku nggak matre ya tapi realistis memangnya ada apa orang yang akan menolak jika diberikan mobil mewah. Kalaupun ada menurutku hanya orang bodoh saja yang melakukan hal itu.’’


Daren tersenyum melihat pada Siena yang sudah bersandar pada kursi taxi sambil memejamkan matanya.


‘’Setelah pulang kerumah kau bisa memilih mobil apapun yang kau mau dan aku akan memberikannya untukmu.’’


Seperti mendapatkan jackpot, tadi hampir saja Siena tertidur tapi setelah mendengar ucapan Daren seketika matanya terbuka lebar.


‘’Benarkah? Kau tidak sedang mengerjaiku kan?’’ tanya Siena memastikan.


‘’Aku sedang tak berbohong Siena.’’


‘’Ah benarkah?’’ refleks Siena memeluk tubuh Daren dan beberapa kali mencium pipi kanan Daren.


Lalu Siena menarik tangan Daren dan mengambil jari kelingking Daren dan menyatukannya dengan jari kelingkingnya.


‘’Kau sudah berjanji padaku jadi kau tak bisa membatalkannya kalau tidak akan ku doakan semoga kau bangkrut.’’


Daren hanya tersenyum dan mengangguk lalu tanpa disuruh, mungkin karena saking senangnya tanpa ragu Siena meletakan kepalanya di pundak Daren.

__ADS_1


‘’Astaga istriku ini begitu menggemaskan, seandainya sedang tidak di taxi maka sudah dipastikan aku akan melahapmu sekarang juga.’"


*****


‘’Jadi dari tadi kau bersikeras hanya untuk datang ke hotel ini?’’ Tanya Daren begitu mereka turun dari taxi.


‘’Iya, tadi tak sengaja aku melihatnya dari instagram, baguskan? Oh iya tau tidak kamarnya lebih bagus lagi karena langsung tersambung dengan kolam renang.’’ Ucap Siena bersemangat dan menarik tangan Daren menuju resepsionis hotel itu.


‘’Astaga Siena, Siena kenapa kau lucu sekali sih, kau bahkan tak tau jika hotel ini adalah milikku.’’ Daren menggeleng kepalanya sambil mengikuti langkah Siena.


‘’Selamat siang mbak, pak’’ Sapa dua resepsionis dan kaget saat melihat keberadaan Daren, keduanya berniat memberi hormat pada Daren tapi dengan gerakan tangan Daren melarang mereka melakukan itu.


Beberapa Staf juga berjalan mendekat untuk menyambut kedatangan Daren yang tiba-tiba, tapi Daren sudah lebih dulu melarang dan menyuruh mereka menjauh.


Siena melihat jenis kamar yang tersedia, beberapa kali berguman tak percaya dengan harga sewa hotel itu.


Dalam hatinya untung saja dia datang bersama Daren kalau tidak pasti dia sudah mempermalukan dirinya dan meninggalkan hotel itu dengan segera.


Siena berbalik dan tersenyum pada Daren sambil membuka satu tangannya, Daren mengerutkan keningnya pura-pura tak mengerti.


‘’Dompetnya mana? Harganya mahal sekali aku sayang jika harus menggunakan uang tabunganku jadi lebih baik menggunakan uangmu saja, kaukan sangat kaya.’’


‘’Bukannya tadi kau yang ingin datang kesini sendirian? Yaudah kalau begitu sekarang aku pulang saja, aku hanya tak ingin mengganggumu.’’ Daren pura-pura melangkah pergi tapi tangannya langsung dicekal Siena.


‘’Astaga kau pelit sekali sih pada istri sendiri.’’ Seketika apa yang diucapkan Siena membuat dua resepsionis itu kaget, mereka memang tau Daren sudah menikah hanya saja belum pernah melihat istri Daren secara langsung.


‘’Astaga kau benar-benar membuatku malu.’’ Siena mendorong tubuh Daren lalu menatap sekitar yang terdapat beberapa orang yang tadi menyaksikan tindakan Daren padanya.


‘’Bibirnya jangan digituin lagi, mau aku cium lagi.’’ Ucap Daren saat Siena mencibik kesal dengan bibir yang dimanyunkan.


‘’Jangan dulu menyebalkan deh, mending kamu bayar hotelnya dulu.’’


Daren tersenyum, membuka dompetnya dan memberikan satu kartu berwarna hitam pada resepsionis.


Siena tersenyum melihat foto keluarga Daren yang berada di dompet pria itu. Walaupun kejam tapi dia begitu menyayangi keluarganya.


‘’Huaaa.’’ Siena berteriak berlari ke seluruh penjuru kamar, kamar itu benar-benar mewah bahkan pemandangan yang disajikan dari kamar itupun sangatlah indah.


Siena mencelupkan kakinya di kolam, tak lupa Siena mengambil ponselnya dan meminta Daren untuk mengambil fotonya.


‘’Berani sekali kau menyuruhku untuk mengambil fotomu.’’ Omel Daren tapi tetap saja menerima ponsel Siena dan mulai mengambil foto wanita itu.


‘’Mumpung lagi akur ayo kita ambil foto bersama.’’ Ajak Siena pada Daren. Tadinya Daren menolak tapi karena Siena terus merengek maka Daren pun melakukannya.

__ADS_1


Seperti orang yang tengah honeymoon Siena sama sekali tak mau keluar dari kamar hotelnya bahkan saat Daren mengajaknya makan malam Di restoran dekat hotel pun dia sama sekali tak mau.


Dan jadilah mereka hanya makan dalam kamar.


Sehabis makan Daren membuka pakaiannya dan hanya meninggalkan bokser lalu nyemplung ke dalam kolam sedang Siena hanya tersenyum sambil melihat Daren yang berenang dari ujung keujung.


‘’Apa kau tak ingin ikut berenang?’’


Siena menggeleng. ‘’Aku tak bisa berenang.’’


Daren mendekat pada Siena yang sedang asyik memainkan kakinya dalam kolam. ‘’Bukannya kau ke hotel ini karena begitu tertarik melihat kolamnya?’’


Siena mengangguk lagi dan tak lama Daren terbahak disampingnya.


‘’Apa yang kau tertawakan?’’


‘’Kau itu lucu sekali, tidak tau berenang tapi sok-soan memilih hotel karena tertarik dengan kolam renang.’’


‘’Memangnya kenapa nggak ada yang salah kan?’’


Bukannya menjawab, Daren malah naik dan menggendong tubuh Siena membuat Siena berteriak histeris.


‘’Daren, Daren turunkan aku, kalau aku tenggelam bagaimana?’’


‘’Makanya diam kalau kau masih protes juga maka aku akan melepasmu sekarang.’’


Daren melepas pegangan tangannya pada tubuh Siena membuat Siena refleks melingkarkan tangannya dileher Daren dan kakinya sudah berlingkar sempurna di pinggang Daren.


‘’Daren mengerjai Siena dengan menggoyang goyangkan tubuhnya membuat Siena berteriak histeris dan lebih mengencangkan kaki dan tangannya pada tubuh Daren.


‘’Daren apa kau ingin membunuhku sekarang?’’


‘’Sebenarnya aku tidak ingin melakukannya sekarang tapi karena kau sudah mengatakannya maka aku akan melakukannya sekarang juga.’’


Daren mulai menenggelamkan tubuhnya, Siena bergerak seperti memanjangkan leher karena sekarang air kolam itu sudah sampai di dagunya.


‘’Daren aku takut sangat takut, tolong lepaskan aku maka aku akan melakukan semua perintahmu.’’


Bersambung.....



Penampilan Siena saat kehotel

__ADS_1


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya..****...


__ADS_2