
Wanita itu refleks melihat Daren dengan senyum yang belum pudar di bibirnya
‘’Oh Tuhan kenapa aku baru sadar, ternyata suamiku ini sangat tampan, ah suami? Apa yang sedang kau pikirkan Siena? Sadar Siena pria sepertinya tak mungkin menyukaimu apalagi mencintaimu.’’
‘’Apa yang sedang kau pikirkan?’’ Tanya Daren melihat Siena yang berdiri diam sambil melihatnya, bahkan wanita itu tak sadar Daren sudah berdiri tepat di depannya.
‘’Hei, mikirin apa sih?’’ Tanya Daren lagi, membuyarkan lamunan Siena.
‘’Hhmm itu.’’ Siena memutar otaknya, mencari alasan ‘’Oh itu aku hanya sedang memikirkan kerjaanku saja.’’ Ucap Siena akhirnya.
‘’Kau ini, liburan ya liburan, jangan memikirkan hal lain selain aku apalagi kerjaan.’’ Daren memberikan satu minuman yang dibawanya pada Siena dan duduk disamping wanita itu dengan mata yang sudah memandang lurus kedapan.
Siena speechless mendengarnya, pikirannya melayang, entah apa maksud Daren yang jelas hal itu sukses membuat jantung Siena berdetak lebih cepat dari biasanya, wanita itu bahkan beberapa kali menarik dan membuang nafasnya untuk kembali menetralkan detak jantungnya.
‘’Kau kenapa?’’
‘’Hhmm aku, aku, oh iya aku sangat haus.’’ Dengan cepat Siena meminum minuman yang tadi diberikan Daren sedang pria itu masih setia menatap Siena, entahlah tapi Daren berpikir hari ini sikap Siena sedikit berbeda, lebih banyak melamun, apa wanita itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya.’’ Pikir Daren sedikit curiga.
‘’Malam nanti kita makan diluar ada yang mau kusampaikan padamu.’’
Ucap Daren, Siena mengangguk tapi pikirannya kepo dengan apa yang akan disampaikan pria itu, kenapa terlihat serius? Apa Daren akan menceraikannya nanti malam? Atau? Pikiran negatif terus berputar di kepalanya.
Sejam sebelum makan malam, Daren memberikan satu gaun dan heels yang harus digunakan Siena, wanita itu semakin kepo, sebenarnya ada apa, apa yang akan disampaikan Daren, kenapa hatinya menjadi tak tenang?
Dengan perasaan tak tenangnya Siena berjalan menghampiri Daren yang sudah menunggunya di depan Villa, pria itu terlihat sangat tampan dengan menggunakan setelan biru, Siena mengerutkan keningnya.
"Apa ini, kenapa Daren berdandan seperti itu hanya untuk mengatakan cerai padanya?"
Sementara, Daren membeku di tempatnya melihat penampilan Siena malam ini, sungguh istrinya itu sangatlah cantik.
bahkan baginya Siena adalah wanita tercantik yang pernah ditemuinya, Daren tersenyum, berjalan mendekat, menggenggam tangan Siena dengan lembut dan membawanya ke mobil menuju restoran tujuannya.
niatnya malam ini Daren akan memberikan kejutan romantis untuk Siena, pria itu ingin mengungkapkan perasaannya pada Siena, bukan cinta tapi Daren akan mengatakan dia menyukai dan nyaman saat bersama Siena.
__ADS_1
Sementara Siena tetap diam masih dengan pemikiran negatifnya, harap-harap cemas beberapa kali Siena membasahi bibir dengan lidahnya.
‘’Apa ini kenapa tempatnya sangat indah?’’
Sejenak Siena terpesona dengan restoran itu, sangat mewah, matanya berbinar melihat setiap sudut restoran, sungguh mimpi apa dia sampai bisa menginjakan kakinya di restoran semewah ini.
tak lama Siena mengerutkan keningnya "kenapa sama sekali tak ada pengunjung di restoran ini? Apa restorannya kurang populer?" Pikir Siena.
Masih dengan memandang sekelilingnya Siena mendudukan tubuhnya dikursi yang tadi ditarik Daren untuknya.
‘’apa ini?’’ wanita itu kembali bingung saat sadar Daren menarikan kursi untuknya.
‘’Apa Daren akan memanjakannya di menit-menit terakhir mereka bersama?’’ Siena menatap serius pada pria itu, sungguh sepertinya dia belum siap jika harus berpisah sekarang.
Tak lama beberapa pelayan keluar dengan membawa beberapa jenis makanan, tak seperti biasanya kali ini Siena sama sekali tak tergiur dengan makanan itu.
‘’Apa kau senang? Tanya Daren, Siena tak langsung menjawab bagaimana bisa dia senang jika tau pernikahannya akan segera berakhir.
‘’Nggak panas kok.’’
Siena ingin menjawab ucapan itu, tapi perhatiannya sudah lebih dulu teralihkan oleh dentingan piano, Siena menatap Daren sungguh dia tak mengerti apa yang terjadi, kenapa pria itu bersikap seperti ini, bagaimana dia bisa berpisah jika Daren memperlakukannya seperti ini, tiba-tiba…..
Siena menganga, menutup mulutnya dengan kedua tangannya, bagaimana tidak sekarang Daren berlutut di depannya dengan memegang satu buket bunga mawar.
‘’Sayang.’’ Daren menarik satu tangan Siena membuat wanita itu salah tingkah, bukan karena tangannya digenggam melainkan sebutan Daren padanya, apa Siena tak salah dengar, apa benar Daren memanggilnya dengan sebutan sayang?
‘’Sayang, malam ini aku ingin meminta maaf padamu tentang apapun yang aku lakukan dimasa lalu, bisakah kita memulai dari awal lagi, bisakah kau memberiku kesempatan?
‘’Ha!!.’’ Refleks Siena tak percaya Daren mengucapkan itu padanya, pria sombong itu sedang meminta maaf padanya bahkan meminta untuk diberi kesempatan, apakah ini mimpi?
‘’Aakkhh.’’ Siena mencubit kedua pipinya ‘’Rasanya sakit, berarti aku sedang tak bermimpi.’’ Ucap Siena membuat Daren tersenyum.
__ADS_1
tangan Daren terangkat untuk menyentuh wajah Siena, sungguh dia sangat gemas dengan tingkah Siena yang seperti ini, wanita itu terlihat seperti anak kucing yang sangat manis.
‘’Daren coba ucapkan lagi yang tadi kau ucapkan, aku ingin mendengarnya lagi.’’
Daren menggeleng tak mau mengucapkannya lagi, sungguh tadi saja dia begitu gugup jadi bagaimana bisa dia mengulanginya lagi.
‘’Ais.’’ Siena mencibik kesal, memanyunkan bibirnya.
‘’Ayo makan.’’ Daren bangun dari hadapan Siena, memberikan bunga yang dipegangnya pada Siena dan kembali duduk di kursinya, tanpa sepatah katapun Daren mulai memakan makanannya.
‘’Apa kau tak memerlukan jawabanku? Tanya Siena.
Daren menghentikan makannya mengangkat wajahnya dan melihat Siena, pria itu tersenyum
‘’Aku tak memerlukan jawabanmu karena apapun yang terjadi kau tetap harus disisiku dan tak bisa meninggalkanku bahkan sampai kau meninggal nanti.’’
‘’Meninggal? Berarti Daren ingin hidup selamanya bersamanya?’’ Siena bersorak dalam hati, beberapa kali mencium mawar yang sedang dipegangnya sebelum meletakan mawar itu dimeja makan.
Bunga-bunga seakan berterbangan dalam hati dan pikiran Siena, ingin sekali Siena berteriak saking senangnya.
‘’Monika’’ Guman Daren tak sengaja melihat wanita masa lalunya melewati restoran tempatnya makan, restoran itu memiliki kaca transparan.
Tanpa mengatakan apapun, Daren berdiri menyudahi makanannya, pria itu berdiri, mengejar Monika dan meninggalkan Siena sendirian yang memandangnya dengan tatapan tak mengerti, pria itu baru saja bersikap romantis padanya tapi sekarang meninggalkannya?
‘’Monika’’ Teriak Daren, tak lama wanita itu memutar tubuhnya.
‘’Monika’’ ucap Daren langsung memeluk wanita itu, beberapa bulan terakhir Daren tak lagi mengingatnya, berpikir sudah sepenuhnya melupakannya tapi, ternyata melihat monika lagi membuat jantungnya kembali berdetak cepat.
‘’Daren’’ Teriak Siena menghampiri.
‘’Siena’’ Guman Daren melepaskan pelukannya, pria itu menatap Siena yang berjalan menghampirinya, entahlah apa yang dirasakannya yang jelas pikirannya saat ini sedang teralihkan dengan kehadiran Monika.
Bersambung.....
__ADS_1
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
Jangan lupa like dan kommenya.....