Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Daren menyukai Putri?


__ADS_3

‘’Apa kau takut padaku?’’ Tanya Daren lagi, kini kedua tangan Daren sudah melingkar sempurana di pinggang Putri.


Belum sempat Putri menjawab Daren sudah lebih dulu menciumnya, satu tangan Daren menarik tengkuk Putri dan tangan satunya masih terlingkar indah di pinggang ramping Putri.


Daren terus melu mat bibir Putri, Ciuman itu semakin kasar saat Putri mulai memberontak mendorong tubuh Daren. ‘’Jangan menolakku aku hanya ingin mencium bibirmu dan tak akan menyakitimu.’’ Daren tersenyum mengelus lembut bibir Putri.


‘’Tolong lepaskan, bukankah tuan sudah memiliki seorang istri?’’


‘’Aku sama sekali tak tertarik untuk mencium istriku tapi aku sangat suka rasa bibirmu jadi biarkan aku menciummu sampai aku puas dan bosan.’’


Ucap Daren dengan santai lalu menarik kembali tengkuk Putri. Putri menangis dalam hati ternyata Daren sama sekali tak pernah menganggapnya.


‘’Jangan pernah lagi kau lari dariku karena jika itu terjadi akan kupastikan mengurungmu di satu tempat dan kau tak akan pernah bisa keluar dari tempat itu. Apa kau mengerti?’’


‘’Tuan tolong jangan lakukan itu padaku, seperti kau bilang aku hanya seorang ja**ng yang menjual diriku karena uang apalagi aku adalah kekasih dari sepupumu bukankah tidak etis jika pengusaha besar yang terpandang sepertimu memperlakukanku seperti ini?’’


‘’Aku tidak peduli pada semua itu, aku akan melakukan apapun yang kumau dan kusukai dan tak ada satu orangpun yang bisa melarangku.’’


lalu Daren menarik tangan Putri dan keluar. Merasa tak nyaman Putri menghempaskan tangan Daren yang sedang menggenggam tangannya.


‘’Maaf tuan aku sama sekali tak nyaman dengan keadaan ini.’’ Daren pun membiarkan Putri berjalan di depannya.


Sampai di lobby. ‘’Tuan apa yang kau lakukan?’’ Putri berteriak saat Daren mengangkat tubuhnya dan memasukkannya ke dalam mobil yang ia tahu adalah mobil Daren.


‘’Duduk diam atau aku akan menciummu lagi disini.’’ Ancam Daren karena Putri terus saja memberontak.


Sepanjang perjalanan Putri duduk diam tak ingin sama sekali berbicara dengan Daren bahkan untuk melihat wajahnya saja membuat Putri sangat kesal. Berbeda dari Putri Daren malah beberapa kali melirik Putri dengan wajah yang dipenuhi senyuman.


‘’Dimana ini? Kenapa kau membawaku kesini?’’ Putri bertanya saat mobil Daren sudah terparkir didepan satu restoran mewah dengan pemandangan pantai yang begitu indah.


‘’Turunlah.’’ Sebenarnya Daren memiliki janji dengan kliennya di restoran itu hanya saja janjinya sekitar jam 4 sore dan sekarang baru jam 2 siang. Daren sengaja membawa Putri karena ingin mengajak wanita itu jalan-jalan terlebih dulu.


Putru berlari ke arah pantai, merentangkan kedua tangannya. ‘’Hwa ini sangat indah.’’

__ADS_1


Putri berhenti sejenak untuk melepaskan sepatunya dan dengan senangnya Putri bermain air laut sambil beberapa kali menendang air itu.


‘’Hwa ini sangat menyenangkan.’’ Teriaknya lagi sedang Daren masih terus mengawasi Putri dengan senyum yang tak pernah pudar di wajah tampannya.


Tak lama Daren membuka sepatunya, menggulung celananya juga menggulung sedikit lengan kemejanya lalu berjalan mendekat pada Putri.


‘’Apa kau suka?’’ Tanya Daren dan tanpa malu memeluk pinggang Putri dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Putri.


Deg jantung Putri berdetak sedikit cepat saat mendapat perlakukan lembut itu.


Tak ingin terpengaruh, Putri menutup matanya tak lama lalu menghembuskan nafasnya dan dengan pelan melepaskan tangan Daren dari pinggangnya lalu perlahan membalik tubuhnya menghadap Daren.


‘’Maaf tuan sepertinya kurang pantas jika tuan memelukku seperti itu, tuan sudah menikah dan aku tak ingin dikatakan sebagai wanita perusak rumah tangga orang.’’ Ucap Putri sedikit bercanda.


Seakan tak peduli, Daren malah menarik pinggang Putri, melingkarkan lagi kedua tangannya dipinggang itu dan perlahan mulai memajukan wajahnya. Saat bibir Daren sudah berjarak sangat dekat dengan bibir Putri tiba-tiba Putri memalingkan wajahnya dan jadilah bibir Daren hanya menyentuh pipi kanan Putri.


‘’Sudah kukatakan jangan pernah menolakku.’’ Daren menarik dagu Putri dan menciumnya dengan kasar. Putri berontak, memukul dada Daren tapi pria itu sama sekali tak bergeming dan malah memperdalam ciumannya.


‘’Manis banget, aku sangat suka rasa bibirmu ini.’’ Daren mengelus bibir Putri lalu dengan cepat mengecupnya lagi.


Daren tak menggubrisnya, menarik tangan Putri berniat meninggalkan tempat itu tapi satu tangan Daren dicekal.


‘’Rania apa yang kau lakukan, lepaskan tanganmu dariku.’’ Teriak Daren


‘’Seharusnya aku yang bertanya apa yang sedang kau lakukan. Kau menyakitiku Daren kau meninggalkanku dan menikah dengan wanita culun itu dan sekarang kau bahkan berselingkuh dariku dan tanpa sepengetahuan istrimu.’’


Daren hanya memandang malas pada Rania dan meneruskan kembali langkahnya.


‘’Awh.’’ Putri meringis karena Rania menarik rambutnya.


‘’Lepaskan rambutku.’’ Teriak Putri


‘’Dasar wanita penggoda, kau sama sekali tak pantas dengan Daren.’’

__ADS_1


‘’Owh ****. Teriak Putri lagi, lalu dengan kasarnya Putri melepaskan tangan Daren yang sedang menggenggam tangannya, membalikan tubuhnya dan….


Plak


Berani sekali kau menarik rambutku, kau pikir kau siapa.’’ Rania berniat membalas tamparan Putri tapi Putri sudah lebih dulu menangkap tangannya dan menghempasnya kasar.


‘’Kau pikir aku takut dengan wanita sepertimu… hei dengar wanita tak tau malu, jika kau menyukainya.’’ Putri menunjuk Daren. ‘’ berusahalah walau aku tak jamin usahamu itu akan berhasil.’’


Putri tersenyum remeh pada Rania yang melihatnya dengan penuh kebencian. Dua wanita itu terus terlibat argumen sedang Daren hanya berdiri santai dengan kedua tangannya berada didepan dada dan berlalu dari tempat itu meninggalkan Putri dan Rania.


Ternyata Daren benar-benar meninggalkan Putri ditempat itu dan terpaksa Putri harus menunggu bus penumpang karena ditempat itu sama sekali tak ada taxi. Sepanjang perjalanan Putri terus memaki Daren dengan berbagai sumpah serapah.


Sementara di kediaman Daren


Daren sampai dirumah hampir setengah sembilan malam, tak langsung masuk kamar Daren melangkah masuk ke ruang kerjanya. .’’Bik tolong minta Siena membuatkan kopi untukku.’’


‘’Maaf tuan, nona belum pulang.’’ Ucap ART itu dengan nada sedikit takut.


‘’Belum pulang.’’ Daren mengerutkan keningnya menatap jam tangan dipergelangan tangan kirinya.


‘’Kemana wanita itu?’’ Daren mengambil ponselnya, beberapa kali menelpon dan beberapa kali juga operator memberi tahu nomor ponsel Siena sedang tidak aktif. Daren mengendus kesal lalu menelpon Akbar dan memintanya untuk mencari keberadaan Siena.


‘’Wanita itu selalu membuatku pusing.’’ Daren memijat pangkal hidungnya lalu meneruskan kembali langkahnya memasuki ruang kerja.


‘’Astaga kemana dia.’’ Daren mondar mandir di balkon kamar beberapa kali melihat pintu gerbang rumahnya.


Sudah jam 10 lebih tapi Siena belum kembali juga. ‘’Dia nggak mungkin kabur kan?’’ Tanya Daren pada dirinya sendiri.


‘’Nggak mungkin… nggak mungkin dia pasti nggak kabur dariku, lihat saja jika dia berani melakukan itu maka aku akan mematahkan kedua kakinya itu.’’ Daren terus berbicara dengan dirinya sendiri.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya...


NOTE: NAMA SIENA DITULIS SAAT KARAKTER UTAMA WANITA SEDANG BERDANDAN CULUN DAN NAMA PUTRI AKAN MUNCUL SAAT KARAKTER UTAMA WANITANYA SEDANG BEKERJA DAN BERPENAMPILAN MODIS. TAPI TETAP NAMA ASLI KARAKTER UTAMANYA ADALAH SIENA DAN BUKAN PUTRI


__ADS_2