
Seminggu kemudian, Siena dan timnya sudah sampai di pantai tempat mereka akan melakukan syuting iklan.
Siena yang biasanya akan berjingkrak kesenangan jika melihat pantai, sekarang terduduk lesu memikirkan adegan melompat ke laut yang akan dilakukannya, wanita itu beberapa kali menarik dan membuang nafasnya untuk menghilangkan rasa takutnya.
Pihak brand juga sudah menyiapkan beberapa penyelam hebat untuk membantu menahan tubuh Siena dari dalam air, tapi tetap saja wanita itu tetap takut, jantungnya berdetak cepat karena rasa takut yang melandanya, wajahnya juga terlihat sedikit pucat bahkan tangannya sedikit bergetar.
10 menit lagi syuting dimulai, Siena pun semakin gugup, wanita itu terus memikirkan hal buruk yang kemungkinan akan terjadi padanya.
bagaimana kalau para penyelam itu tak sengaja melepas tubuhnya, bagaimana kalau para penyelam itu tak sehebat dugaan mereka, lalu apa yang akan terjadi padanya, apa dia akan mati tenggelam hanya untuk sebuah iklan?
‘’Kita mulai syutingnya.’’
Deg
Tubuh Siena membeku, ia berdiri diam di tempatnya, kakinya tak mau berpindah dari tempatnya berpijak, wanita itu sangat ketakutan, keringat dingin terus mengalir membasahi tubuh indahnya.
Ditengah ketakutannya sebuah tangan tiba-tiba menggenggam tangannya dengan erat.
‘’Kenapa kau diam, apa kau takut?’’
Siena tak menjawab wanita itu masih saja diam.
‘’Yaampun Siena kau masih saja takut berenang?’’ Ucap Daren bercanda yang langsung mendapat tatapan horor dari Siena.
‘’Kau tenanglah, ada aku, aku janji akan menjagamu, aku yang akan membantumu dari dalam air jadi sekarang kau tak perlu takut atau khawatir lagi, percaya saja padaku, aku pasti akan membantumu dengan baik .’’
Daren menarik tangan Siena dan membawanya ke depan kapal, disana para staf sudah menunggu Siena.
‘’Tenanglah, lakukanlah dengan baik agar kau tak perlu mengulang-ngulang adegannya.’’ Bisik Daren, Siena mengangguk kecil, wanita itu menarik nafas dalam-dalam.
Syuting dimulai, awalnya berjalan dengan lancar tapi saat dibagian Siena harus melompat, wanita itu terus terlihat ragu-ragu hingga adegan itu harus diulang beberapa kali.
‘’Lompatlah, percaya padaku.’’ Teriak Daren yang sudah berada di air untuk waktu yang cukup lama.
Siena sejenak melihat para staf, wanita itu tak tega melihat wajah lelah para staf, ia merasa sedikit bersalah karena terus mengulang adegan dan juga Siena melihat Daren, pria itu mungkin sudah sangat kedinginan dibawa sana.
Kali ini dia akan mempercayakan hidupnya pada Daren dan semoga saja pria itu benar-benar membantunya. kalau tidak Siena akan terus menghantui dan mengganggu hidupnya jika pria itu membiarkannya tenggelam dalam lautan dalam dan biru itu. Pikir Siena sebelum benar-benar melompat.
‘’Sudah kukatakan kalau aku akan benar-benar membantumu kan?’’ Ucap Draen saat mereka menyelesaikan syutingnya.
‘’Iya terimakasih, tapi sekarang tolong bawa aku naik.’’
__ADS_1
‘’Kenapa, apa kau masih takut?’’
‘’Kau gila ya, ya jelas aku takutlah, jadi cepat bawa aku naik.’’
‘’Kalau takut maka pereratlah pelukanmu.’’
‘’Jangan mengambil kesempatan disaat genting seperti ini.’’
‘’Baiklah aku akan membawamu naik sekarang.’’
‘’Oh ya darimana kau tau kalau aku syuting disini, kau tak menyuruh seseorang mengikutiku kan?’’
‘’Kau dan pikiran anehmu itu selalu saja berhasil membuatku kesal.’’ Daren mendengus kesal.
‘’Lalu darimana kau tau aku disini?’’
‘’Aku ke rumahmu tadi dan ART mu memberitahu kalau kau syuting disini jadi aku langsung menyusulmu, dan untung saja aku datang kalau tidak kau mungkin tak bisa menyelesaikan syutingnya, jadi kau harus berterimakasih padaku.’’
‘’Tadi kan udah, aku sudah bilang terimakasih padamu.’’
‘’Terimakasih apa yang seperti itu.’’ Protes Daren, Siena mengerut kening sepertinya ia bisa menangkap apa yang diinginkan Daren, pria itu pasti akan meminta hal yang tidak-tidak padanya.
‘’Jangan mengatakan hal yang aneh-aneh karena aku sama sekali tak mau melakukannya bersamamu.’’
‘’Cih, pikiran mesummu itu sudah bisa ditebak dari awal.’’
‘’Daren tertawa, wanita di depannya ini semakin cantik saja dengan rambut dan tubuhnya yang basah. ‘’Ah masa sih, padahal aku hanya ingin mengajakmu makan malam.’’
Siena gelagapan, ternyata pemikirannya salah, tadinya Siena berpikir Daren pasti akan meminta sebuah ciuman darinya.
Tiba-tiba Siena terdiam, makan malam? Ah tidak, dia tak mau lagi makan malam berdua dengan pria itu, ia memiliki pengalaman buruk untuk hal itu.
‘’’Jika kau ingin makan malam maka ajaklah Aaron, menurutku kalian perlu banyak waktu untuk membangun hubungan kalian.’’ Alasan Siena
Daren mengangguk, tau kalau Siena sedang berusaha menolak ajakannya.
*****
‘’Kemana pria itu?’’ Tanya Siena mencari keberadaan Daren begitu selesai mengganti pakaiannya.
Siena berniat mencari Daren lagi tapi satu suara yang tak asing menghentikan langkahnya.
__ADS_1
‘’Steve, kamu ngapain disini?’’
‘’Aku bosan hari ini nggak ada pemotretan makanya aku nyusul kamu kesini, laper nggak, temenin aku makan ya?’’
Siena tak menolak, ia juga sudah merasa sedikit lapar
Setengah jam berlalu, Daren kembali dan mencari Siena, ia bertanya pada beberapa staf.
Pria itu tersenyum miris saat mendapatkan fakta bahwa Siena pergi bersama Steve bahkan Siena tak peduli dan meninggalkannya.
tadi Daren keluar sebentar membelikan makanan untuk Siena karena takut wanita itu kelaparan. Tapi ternyata rasa pedulinya itu tak berarti apa-apa untuk Siena, hal ini juga membuktikan kalau Daren tak berarti lebih untuknya.
Di restoran
Setelah makan Siena dan Steve tak langsung pulang, katanya ada yang ingin ditanyakan pria itu pada Siena.
‘’Jadi apa yang ingin kau tanyakan?’’
‘’Apa benar berita yang kudengar, apa benar kau memiliki seorang suami?’’
Siena mengangguk, wanita itu bukannya tak tau perasaan Steve untuknya hanya saja ia merasa tak pantas bersanding dengan pria sebaik Steve dan tentu saja ada satu alasan lagi yang membuat Siena tak bisa menerima perasaan pria itu.
‘’Maaf jika selama ini aku tak pernah membicarakannya tapi aku punya alasan sendiri untuk itu.’’
‘’Apa kau mencintai suamimu?’’
Siena diam, ia sama sekali tak ingin membahas masalah pernikahannya terlalu jauh pada Steve, baginya apa yang terjadi diantara dia dan Daren biarlah itu menjadi urusan keduanya dan begitu pula untuk perasaannya.
‘’Maaf Steve tapi aku tak ingin membicarakan hal ini.’’
‘’Baiklah kalau begitu aku akan mengganti pertanyaannya, apa kau mencintaiku?’’ Tanyanya
Siena diam sejenak ‘’Kau adalah satu-satunya temanku di negara ini, tentu saja aku menyayangimu.’’
‘’Aku tau kau menyayangiku tapi bukan itu yang ingin kudengar dan bukan itu juga yang sedang kutanyakan.’’
‘’Kau tau aku tak bisa lagi mencintai siapapun karena aku tak percaya lagi pada hal itu.’’
‘’Termasuk suamimu?’’
‘’Ya tentu saja termasuk dia.’’
__ADS_1
‘’Baiklah, mulai hari ini aku memutuskan untuk mengejarmu sebagai seorang pria yang mencintaimu, aku tak peduli walau kau sudah memiliki suami sekalipun karena seperti katamu tadi yang mengatakan tidak mencintainya, aku akan berusaha lebih keras agar kau bisa percaya lagi pada apa yang namanya cinta.’’
Bersambung.....