Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Mantan terindah


__ADS_3

‘’Kenapa nggak bilang kalau tadi kerumah mama papa, kan aku bisa menjemput kalian disana.’’


‘’Aku lupa soalnya rencana mendadak, oh iya tadi aku ketemu mantan terindahmu?’’


‘’Mantan terindah? Monika maksudnya?’’


‘’Ternyata kau mengakuinya ya, seindah apa sih hubungan kalian di masa lalu?’’


Daren menjadi serba salah, kenapa juga mulutnya harus menyebutkan nama Monika, kalau begini ceritanya bakalan panjang urusannya, Siena pasti akan terus mengungkit masalah ini bahkan mungkin sampai Aaron sudah berkeluarga nanti.


‘’Kenapa kau diam saja, lagi memikirkan betapa indahnya cinta masalalu?’’


‘’Bukan begitu Siena, oke aku minta maaf karena sudah menyebutnya tadi.’’


‘’Kenapa harus minta maaf?’’


Daren tak tau harus mengatakan apa, lebih baik diam daripada salah berucap lagi yang ujung-ujungnya akan membuat masalah semakin besar.


‘’Yasudah kalau kau tak mau menjawabnya, aku akan keluar dan tidur dikamar Aaron.’’ Ucap Siena yang tentu saja langsung ditolak Daren, baru juga semalam tidur bersama masa harus pisah kamar lagi.


‘’Aku minta maaf, tadi aku refleks, jujur saja saat mengucapkan kata mantan hanya dia satu-satunya yang kupikirkan karena kau tau sendiri bagaimana perasaanku dulu padanya, jadi maaf kalau hal itu membuatmu marah, aku janji tak akan menyebut namanya lagi jika kau tak menyukainya.’’


Siena tertawa mendengar ucapan Daren yang terselip nada khawatir dan sedikit takut. ‘’Santai aja kali nggak usah tegang gitu, takut ya?’’ Goda Siena yang membuat Daren bernafas legah, ternyata istrinya itu dari tadi sedang mengerjainya.


‘’Takutlah masa nggak.’’ Ucapnya menarik Siena dalam pelukannya. ‘’Aku hampir jantungan, aku takut bikin kamu marah lagi.’’


‘’Sepertinya kau sudah sangat mencintaiku.’’ Siena terkekeh pelan.


‘’Aku memang sudah sangat mencintaimu jadi jangan pernah marah dan meninggalku, jalan kita masih panjang, tak menutup kemungkinan nantinya kita akan memiliki beberapa masalah di masa depan tapi kumohon jika masalah itu datang, tetaplah berdiri disampingku, genggam tanganku, berikan aku kekuatan dan percaya padaku, oke.’’


Ucapnya yang diangguki Siena, saking senang dengan apa yang diucapkan Daren, tanpa malu lagi wanita itu mencium Daren terlebih dulu, sedikit menjinjitkan kakinya, melingkarkan tangannya dileher Daren dan tentu saja Daren sangat senang dengan ciuman tiba-tiba yang diberikan Siena.


pria itu menarik pinggang Siena dan melingkarkan tangannya dipinggang ramping itu dan perlahan membalas ciuman Siena, keduanya larut dalam ciuman indah, seperti tadi malam Daren kembali mendapat penolakan saat ingin melakukan sesuatu yang lebih.


‘’Kenapa kau selalu menolakku?’’


‘’Ya karena aku tak bisa melakukannya sekarang?’’


‘’Kenapa, kau belum bisa mempercayaiku?’’

__ADS_1


‘’Bukan itu tapi bagaimana mungkin aku melakukannya sedang tamu yang berkunjung belum juga pergi.’’


‘’Maksudnya?’’


‘’Maksudnya aku sedang menstruasi Daren makanya aku nggak bisa melakukannya.’’


‘’Benarkah karena itu, kau ini harusnya katakan hal itu dari kemarin biar aku tak terus menerus memikirkannya, kupikir kau masih belum siap untuk melakukannya denganku, tapi aku senang dengan alasanmu.’’ Ucapnya dan kembali membenamkan bibirnya pada bibir Siena, pertempuran lidah dimulai kembali, keduanya terlihat sangat lihai.


*****


‘’3 hari lagi perusahaanku akan merayakan ulang tahun yang 40, rencananya kami akan melakukan perjalanan selama 2 hari bersama para karyawan, kamu ikut denganku ya?’’ Sekarang keduanya duduk di ranjang dengan Daren yang bersandar di kepala ranjang dan Siena bersandar dilengan kokoh Daren.


‘’Hhmm 3 hari lagi, dua hari disana berarti kira-kira membutuhkan 6 hari untuk sampai di rumah ini lagi kan?’’ Tanyanya dengan menghitung jari-jari tangannya.


‘’Hhmm iya, memangnya kenapa?’’


‘’Kau lupa minggu depan kan aku harus balik Munich lagi.’’


‘’Kamu balik lagi, aku pikir kau sudah akan menetap disini.’’


‘’Nggak bisa Daren, disana aku masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, beri aku waktu 1 tahun 6 bulan setelahnya aku akan kembali menetap di negara ini dan hanya akan fokus mengurus keluarga kecil kita.’’


‘’Tidak bisa begitu Daren, itu tandanya aku tidak bertanggung jawab pada pekerjaanku, kasihan mereka kalau harus mencari aktris baru lagi, kau tidak mau bukan memiliki seorang isteri yang tidak bertanggung jawab?"


‘’Kau selalu saja membuatku diam tanpa kata.’’


‘’Jangan bete gitu, kau kan bisa mengunjungiku dan begitupun sebaliknya, aku janji saat sedang tak memiliki jadwal syuting aku pasti akan datang menghampirimu disini.’’ Ucap Siena mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Daren.


‘’Baiklah tapi biarkan Reva tetap ikut denganmu.’’


‘’Tapi Daren Reva juga memiliki kehidupannya sendiri, mana bisa kau terus menerus menyuruhnya menemaniku.’’


‘’Ya sudah nanti akan kutanyakan lagi padanya, jika dia tidak keberatan maka kau juga tidak bisa menolaknya, oke.’’


Siena mengangguk dengan patuh, setelahnya ia membenarkan posisi tidurnya karena sudah merasa mengantuk yang juga disusul Daren yang kini sudah memeluknya dari belakang, tak butuh waktu lama keduanya tertidur.


*****


‘’Kakak ipar.’’ Teriak Reva memasuki rumah Daren.

__ADS_1


‘’Kenapa aunty teliak-teliak Alon kan kaget.’’ Aaron berjalan santai ke arah Reva, wanita itu berjongkok untuk mencium pipi mungil dan menggemaskan Aaron.


‘’Mommy sama daddy mana?’’ Tanya Reva.


‘’Alon balu bangun aunty mana Alon tau daddy sama mommy dimana, tadi Alon mau mencalinya tapi kalena aunty teliak-teliak nggak jadi deh.’’ berjaalan santai meninggalkan Reva, meminta baby sitter untuk membuatkan jus.


‘’Anak sama daddynya sama aja, untung ponakan.’’


‘’Alon dengal loh aunty.’’


‘’Memangnya aunty ngomong apa? Aunty tuh tadi mau bilang Aaron dan daddy itu sama-sama tampan.’’


‘’Nggak tuh Alon nggak pelcaya dan lagian Alon itu lebih tampan dali daddy.’’


‘’Kamu ngapain, kenapa pagi-pagi udah disini?’’ Daren turun dari tangga, menghampiri keduanya, mencium puncak kepala Reva dan Aaron secara bergantian.


‘’Reva mau jemput kakak ipar.’’


‘’Mau kemana memangnya.’’


‘’Mau ke klinik kecantikan teman Reva, kan lumayan kak dikasih gratis, siapa tau juga karena kedatangan kakak ipar klinik kecantikannya menjadi viral, iya kan?’’


‘’Ngapain cari gratis segala sih, kakak masih saggup loh bayarin kalian, berapapun.’’


‘’Ih males deh ngomong sama kakak.’’ Kesal Reva mendudukan bokongnya di samping Daren.


‘’Loh kok jadi ngambek?’’


‘’Aku nggak ngambek cuman kesal aja.’’


‘’Sama aja.’’


Tak berselang lama, Siena datang menghampiri, wanita itu terlihat menawan dengan pakaian santainya, rambutnya yang biasanya dibiarkan terurai kali ini diikat setinggi mungkin, perpaduan kaos putih berlengan pendek, celana pendek dan sneakers membuatnya terlihat sempurna bagi siapapun yang memandangnya, sebenarnya bukan karena pakaiannya tapi karena wajahnya, apapun yang digunakannya akan membuatnya terlihat cantik.


‘’Rev kita sarapan dulu baru pergi ya.’’ Ucapnya dan duduk disamping Daren.


‘’Rambutnya kenapa diikat?’’ Tanya Daren yang matanya terus memperhatikan leher jenjang dan mulus Siena.


‘’Panas soalnya, gimana cantik nggak?’’

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2