Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Kedatangan mertua dan adik ipar 2


__ADS_3

‘’Tapi lebih cantik mommy Alon.’’ Ucap Aaron yang kembali membuat seisi rumah tertawa dengan Reva yang berpura-pura kesal.


‘’Aunty kesal deh sama kamu.’’ Reva mencubit pipi Aaron dengan gemas.


‘’Tapi kata mommy Alon halus belbicala jujul aunty.’’ Ucapnya yang lagi membuat seisi rumah tertawa dengan tingkah menggemaskan pria kecil itu.


‘’Anak mommy memang hebat.’’ Puji Siena dengan memberikan dua jempolnya.


‘’Aaron main sama oma, opa, dan aunty dulu ya.’’ Siena berdiri dari duduknya.


‘’Kamu mau kemana sayang?’’ Tanya mama mertuanya.


‘’Siena masih harus syuting ma, pa, ma, Rev, Aar.’’ Siena pamit dulu ya nanti baliknya nggak malam-malam banget kok paling jam 7an.’’ Ucapnya pamit dan melangkah keluar dari rumah itu, sedang di dalam rumah mama Daren kembali menghampiri mama Siena mengajaknya bicara dan membiarkan suaminya dan Reva menemani Aaron bermain.


*****


Di lokasi syuting


‘’Kamu kok nggak bilang kalo mama, papa sama Reva mau kesini?’’


‘’ Biar surprise, gimana senang nggak?’’


‘’Makasih ya, tapi kamu lupa dirumah ada siapa? Untung aja mereka nggak saling cakar tadi pas aku sampe.’’


‘’Kamu tenang aja, aku yakin mama ku akan membantuku.’’


Siena mengangguk. ‘’Yasudah aku syuting dulu.’’ Ucapnya ingin mengakhiri panggilan video yang langsung mendapat teriakan dari Daren.


‘’Jangan dimatikan.’’


‘’Tapi aku sudah harus syuting Daren.’’


‘’Berikan ponselmu pada asistenmu biar dia yang memegangnya.’’


‘’Kau ini, lebih baik kau kerjakan pekerjaanmu biar cepat selesai.’’


‘’Kerjaanku akan cepat selesai jika melihatmu, berikan saja ponselmu pada asistenmu.’’

__ADS_1


‘’Nggak dia sedang sibuk, dan kau bekerjalah dengan baik.’’ Siena langsung mematikan panggilan ponselnya, menggelengkan kepalanya dan tersenyum, belakangan ini Daren terus saja menerornya dengan panggilan telepon, dua jam sekali pria itu pasti akan menelponnya dan hal itu sedikit membuatnya senang tapi terkadang juga membuatnya kesal.


Sementara di belahan dunia lain, Daren tersenyum masih dengan melihat layar ponselnya, pria itu memandangi Foto Siena dan Aaron yang kini menjadi menjadi wallpaper di ponselnya.


‘’Tuan Robby sudah menunggu di ruang meeting, tuan.’’ Ucap Akbar memberitahu, hari ini Daren akan meeting bersama Robby untuk membahas satu proyek kerjasama.


Daren bangun dari duduknya, memasukan ponselnya ke dalam saku celananya, memperbaiki jasnya dan berjalan mendahului Akbar menuju ruang meeting.


‘’Selamat siang tuan Daren.’’ sapa Robby berdiri, dan memberikan uluran tangannya yang tentu saja disambut dengan sopan oleh Daren, pria itu adalah rekan bisnis sekalian saingan cintanya di masa lalu, tidak bisa disebut saingan juga sih karena Siena tak pernah tertarik padanya.


‘’Selamat siang tuan Daren, perkenalkan saya Monika sekretaris baru tuan Robby.’’ Sapa seseorang disamping Robby yang seketika langsung menghancurkan mood Daren, Daren berjalan menuju kursinya dan duduk tanpa membalas sapaan wanita itu.


‘’Kita mulai meetingnya.’’ Ucap Daren dengan wajah dinginnya bahkan wajahnya terasa lebih dingin dari ac di ruangan itu.


Setelah meeting, Daren langsung berdiri, berniat meninggalkan ruangan itu.


‘’Sudah hampir jam pulang kantor, bagaimana kalau kita bersantai di cafe terdekat?.’’ Ucap Monika yang kini sudah berdiri didepan Daren, menghalangi jalan pria itu, bukannya menjawab, Daren malah menyingkirkan tubuh Monika dan kembali melanjutkan langkahnya, sedang Monika, wanita itu kesal dengan tingkah laku Daren, beberapa kali ia menghentakan kakinya sebagai tanda tak sukanya.


‘’Sudahlah, kau bersabar saja bukankah kau masih mempunyai banyak cara untuk mendapatkannya lagi?" Ucap Robby sambil berjalan meninggalkan Monika, wanita itu tersenyum licik dan mulai melangkahkan kakinya mengikuti Robby.


Di ruangannya. ‘’Cari tau apa yang membuat Monika menjadi sekretaris Robby dan cari tau juga apa yang sedang mereka rencanakan.’’ Perintah Daren pada Akbar karena merasa curiga pada dua orang itu.


*****


‘’Apa lagi, aku sedang syuting sekarang dan bukankah sudah kukatakan untuk tidak menelponku sebelum jam 7 malam?’’


‘’Dan ini sudah jam 7 malam Siena.’’


‘’Bukan jam 7 malam di tempatmu Daren tapi jam 7 malam disini, apa kau mengerti?’’


‘’Astaga Siena itu masih sangat lama, disana bahkan baru jam 1 siang.’’ Protes Daren yang sama sekali tak dipedulikan Siena, wanita itu menutup panggilan videonya tanpa mengatakan apapun.


‘’Kenapa kau kejam sekali? Aku kan hanya ingin melihat wajahmu.’’ Ucapnya pada layar ponselnya, pria itu sedang melihat foto Siena.


*****


‘’Kenapa kau menelpon sekarang?’’ Tanya Siena manatap layar ponselnya, wanita itu kini sedang berkumpul bersama orang tua Daren, mamanya, Reva dan juga Aaron sambil menikmati beberapa cemilan yang tadi sengaja dibuat oleh mama mertuanya.

__ADS_1


‘’Kenapa kau protes lagi, bukankah kau menyuruhku untuk menelponmu saat jam 7 malam?’’


‘’Astaga Daren, kau sadar tidak di tempatmu sekarang sudah jam 1 pagi dan kau menelponku? Memangnya kau tidak capek, tidak mengantuk?’’


‘’Kau yang menyuruhku tadi dan kenapa kau marah sekarang?’’


‘’Itu karena aku kesal kau selalu menelponku, ya sudah lebih baik kau tidur saja.’’ Siena langsung mengakhiri panggilan Video Daren sedang Daren mengendus kesal, dari tadi dia berusaha menahan ngantuknya karena ingin sekali mengobrol dengan Siena tapi wanita itu dengan gampangnya mengakhiri panggilan teleponnya.


‘’Apa hanya aku yang merindukanmu?’’ Ucapnya pada foto Siena.


*****


‘’Morning.’’


‘’Daren ini baru jam 6 pagi dan kau sudah membangunkanku?’’ protes Siena karena Daren mengganggu tidurnya, padahal dia masih sangat mengantuk.


Daren kembali terdiam, pria itu memperhatikan layar ponselnya karena Siena yang kembali mengakhiri panggilan teleponnya.


Kali ini Daren mencoba menelpon mamanya karena ingin berbicara dengan Aaron.


‘’Astaga Daren ini masih jam 6 dan pastinya Aaron juga masih tidur.’’ Daren kembali mendapat protes dari mamanya, bahkan mamanya juga mematikan panggilan teleponnya, pria itu kembali termenung melihat layar ponselnya bahkan ia terus memperhatikan layar ponsel itu sampai cahaya layarnya mati dan berubah menjadi hitam.


‘’Akbar atur meeting dengan staf pemasaran setelah makan siang.’’ perintahnya dan berjalan keluar berniat makan siang di salah satu restoran yang tak jauh dari perusahaannya.


Walau tau atasan mereka sudah memiliki istri, tetap saja masih banyak karyawan wanita yang mengagumi ketampanan Daren, bahkan karyawan cantik yang baru hampir sebulan ini bekerja di perusahaan itu terlihat tertarik pada Daren.


‘’Jangan melihatnya seperti itu, ingat dia atasan mu dan lagipula dia sudah memiliki istri.’’


‘’Ha! Tuan Daren sudah punya istri?’’


‘’Kau tidak tau?’’


Wanita itu mengangguk dengan wajah yang terlihat sedikit kecewa dengan kenyataan yang baru saja di dengarnya, ia menjadi penasaran siapa wanita beruntung yang berhasil menaklukan hati atasannya itu.


*****


‘’Sheina kenapa wajahmu seperti itu?’’Ucap mama Seina saat menelpon putri bungsunya.

__ADS_1


‘’Nggak ma, Sheina cuman lagi banyak kerjaan aja dikantor.’’


Bersambung.....


__ADS_2