Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Mengganggu Siena lagi


__ADS_3

Sampai dirumah Siena melengos masuk ke kamarnya begitu saja bahkan sama sekali tak  menyapa para ART seperti yang biasa dilakukannya sedang Daren berjalan masuk kerung kerjanya.


Para ART hanya menggeleng karena sudah biasa melihat kedua majikan mereka itu bertengkar.


Dikamar Siena sedang melakukan panggilan video dengan kedua adik dan mamanya, dulu sebulan sekali atau dua bulan sekali Siena pasti akan mengunjungi adik dan mamanya tapi setelah menikah dengan Daren hampir 3 bulan ini tak pernah lagi dia mengunjungi mereka dan hanya bisa melepas rindu melalui video call.


Bukannya tak ingin mengunjungi tapi Daren sama sekali tak mengizinkannya dengan alasan Siena hanya berniat kabur darinya.


‘’Siena siap-siap sebentar lagi kita akan ke rumah mama.’’ Ucap Daren tiba-tiba membuat Siena gelagapan karena dari balik telepon kedua adik dan orang tuanya sedang menatapnya penuh selidik.


Dengan gerakan tangan tepat di belakang ponselnya Siena meminta Daren untuk diam tapi Daren sama sekali tak peduli, dia malah melangkah lebih dekat pada Siena, tubuhnya tepat berada di belakang ponsel Siena dan dengan isengnya Daren membelai pucuk kepala Siena dan hal itu pastinya terlihat oleh kedua adik dan mama Siena.


‘’Itu tangan siapa nak?’’ Tanya mama Siena.


‘’Oh bukan siapa-siapa ma, itu hanya rekan kerja Siena memang orangnya sedikit usil.’’ Siena memberi alasan.


Daren tersenyum dan perlahan tangannya terangkat lagi, kali ini untuk mengelus bibir Siena tapi dengan cepat Siena menepisnya lalu melotot pada Daren.


‘’Nak itu beneran rekan kerjamu? Kenapa kelakuannya tak sopan seperti itu.’’ Ucap mama Siena lagi.


Siena tertawa. ‘’Benar ma dia sama sekali tak memiliki sopan santun, Siena juga bingung entah apa isi otaknya.’’ Siena menggeser ponselnya tak lama lalu menjulurkan lidahnya pada Daren.


Tak mau kalah, Daren memindahkan posisinya ke samping Siena hampir saja tubuhnya terlihat di layar ponsel.


‘’Apa yang mau kau lakukan?’’ Siena berucap tanpa suara dan hanya menggunakan gerakan bibirnya.


Tak mengatakan apa-apa, dengan cepat Daren mengangkat dagu Siena dan mencium bibirnya singkat dan dari seberang telepon ada 3 orang yang menyaksikan ciuman singkat itu dengan ekspresi menganga karena kaget.


Siena mengangkat satu tangannya diudara, mengepalkannya dan berniatan memukul Daren tapi sebelum itu terjadi Daren sudah lebih dulu menjauh dan sekarang Siena harus memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan adik dan mamanya.


‘’Nak sebenarnya pria itu siapa? Kalau hanya sekedar rekan kerja tak mungkin dia berani menciummu seperti itu.’’


‘’Iya kak, apa itu pacar kakak?’’


‘’Omg kakak mencemarkan mataku dengan ciuman itu.’’

__ADS_1


Siena gelagapan belum menemukan jawaban pasti dan akhirnya Siena memilih menghindar terlebih dulu.


‘’Ma, dek sudah dulu ya kakak harus lanjut kerja lagi.’’ dengan cepat Siena langsung menutup ponselnya.


‘’Daren awas kamu.’’ Siena menyusul Daren ke dalam kamar.


‘’Apa maksudmu tadi kenapa kau melakukan hal seperti itu, apa kau ingin mamaku pingsan karena tau putrinya menikah tanpa izin darinya apalagi kalau dia tau kenyataannya aku menikahimu hanya karena uang, lihat saja Daren aku pasti akan membalasmu untuk apa yang terjadi tadi.’’


Daren menyeringai, bangun dari duduknya dan menghampiri Siena menatap Siena sambil tersenyum.


‘’Jika kau ingin membalasku maka aku akan menerimanya dengan senang, bukankah kau bilang kau akan membalas perbuatanku dengan 2 kali lipat banyaknya.’’


Siena mengerutkan kening tak mengerti dengan maksud ucapan Daren. ‘’Nih orang gila kali ya.’’


‘’Tunggu saja cepat atau lambat akan kubalas semuanya.’’ Siena hendak pergi tapi Daren menahan tangannya.


‘’Kenapa harus nanti, kau bisa membalasnya sekarang karena aku sudah sangat menantikannya.’’


‘’Sepertinya dia sudah benar-benar gila.’’ Siena menghempaskan tangan Daren dan ingin melangkah meninggalkan tempat itu lagi tapi Daren menariknya lagi, kali ini Daren mendekatkan wajahnya pada Siena dan dengan refleks Siena memundurkan kepalanya.


Daren menunjuk bibirnya. ‘’Aku ingin kau membalas perbuatanku sekarang juga, kau bisa menciumku sesukamu dan aku janji tak akan menolaknya.’’


Siena menatap Daren heran. ‘’Kau gila ya, sebenarnya apa yang mau kau lakukan sih?’’


‘’Aku hanya ingin membiarkanmu membalas perbuatanku tadi, apa kau lupa bahwa tadi aku menciummu di depan keluargamu maka sekarang kubiarkan kau membalas ciuman itu, ah atau apa kau ingin menciumku di depan mama dan papa?’’


Siena mendorong wajah Daren. ‘’Dasar gila lagian siapa juga yang mau menciummu, aku memang ingin membalasmu tapi bukan untuk membalas ciumanmu melainkan ingin membalas mengerjaimu, apa kau mengerti?’’


‘’Astaga Siena kenapa kau tidak berpendirian sih, katamu ingin membalas perbuatanku dan tadi dengan sangat jelas aku menciummu jadi ku perintahkan kau untuk membalas dendam padaku saat ini juga dengan cara menciumku dengan dua kali lipat lebih hot dari apa yang kulakukan tadi.’’


‘’Jangan aneh-aneh deh aku sama sekali tak memiliki keinginan untuk menciummu.’’ Tolak Siena lalu benar-benar meninggalkan Daren sedang Daren masih berdiri di tempatnya dan berteriak pada Siena.


‘’Kau sangat tidak bersyukur Siena, aku memberimu izin untuk bisa menciumku tapi kenapa kau tidak mau melakukannya. Harusnya kau bersyukur karena ini adalah kesempatan yang langkah.’’ Teriak Daren.


Karena berdebat Daren sampai lupa niatnya yang ingin berkunjung kerumah orang tuanya.

__ADS_1


*****


Siena sedang menonton di ruangan kecil samping ruang tamu, samar-samar Siena mendengar suara seorang wanita berteriak teriak memanggil nama Daren, karena penasaran Siena menghampiri sumber suara dan disana Siena melihat Daren sedang memeluk seorang wanita.


‘’Pria brengsek ini sama sekali tak menghargai perasaanku bahkan sekarang dia terang-terangan membawa wanita ke dalam rumah ini.’’


‘’Tumben kesini.’’ Ucap Daren begitu melepaskan pelukannya.


‘’Reva kangen sama kakak.’’ tersenyum, bergelut manja di lengan Daren.


Daren menyentil kecil hidung Reva. ‘’Alasan aja, kau pikir kakak percaya.’’


Reva menyengir, saat ingin menyampaikan alasanya tak sengaja mata Reva menangkap sosok Siena yang sedang berjalan mendekat padanya dan daren.


Reva melihat tak suka pada Siena lalu berbalik menatap Daren dengan tatapan tajamnya. ‘’Apa kakak selingkuh?’’


Siena berdiri tepat di samping Daren. ‘’Kenapa kau melihatku seperti itu, apa kehadiranku mengganggu kegiatan kalian?’’


Siena dan Reva saling memandang dengan tatapan penuh permusuhan sedang Daren hanya menggeleng melihat tingkah keduanya tanpa berniat mengatakan sesuatu.


‘’Hei kau.’’ Reva menunjuk Siena. ‘’Keluar dari rumah ini secepatnya sebelum aku menyeretmu.’’


Siena meletakan dua tangannya didepan dada, memandang Reva dengan tatapan sombongnya. ‘’Kau pikir kau siapa bisa mengusirku dari rumah ini?’’


‘’Apa katamu? Kau itu wanita penggoda yang tak tau diri.’’ Geram Reva.


‘’Wanita penggoda, kalau aku wanita penggoda lalu kau disebut apa?’’ Ucap Siena tak kalah menantang.


Dua wanita itu mengikis jarak dan berniat menarik rambut masing-masing tapi Daren sudah lebih dulu menghalaunya.


Bersambung.....


Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....


Jangan lupa like dan komennya.....

__ADS_1


__ADS_2