Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Ingin adik


__ADS_3

‘’Ha! Kok bisa?’’ bukan Siena yang kaget tapi Reva, wanita itu cukup tau siapa Robby dan dia tak ingin pria itu berkeliaran disekitar kakaknya dan Siena, sementara Siena memang sudah tau karena Daren yang memberitahukannya.


‘’Kenapa nggak bilang kakak kalau mau kesini?’’


‘’Tadinya aku mau kasih surprise, rencananya setelah pekerjaanku selesai aku akan datang ke rumah kakak, hehehe tapi surprise nya gagal ternyata.


‘’Hai Siena apa kabar?’’ sapa Robby sambil tersenyum, Siena pun membalasnya dengan senyum berbeda dari Reva dan Aaron yang melihat tak suka pada pria itu.


‘’Mommy Alon mau ice cream.’’ Ucap Aaron yang ingin mommynya pergi dari hadapan pria itu.


‘’Anak pintar.’’ Guman Reva mengelus kepala Aaron dengan sayang.


*****


Daren membuka ponselnya karena ada kiriman foto dari bodyguard sewaannya.


‘’Mau apa dia kesini?’’ Ucapnya geram karena berpikir Robby pasti sengaja datang ke negara itu untuk bertemu Siena. Pria itu segera menelpon Siena, pura-pura menanyakan Siena sedang dimana dan menyuruhnya pulang secepatnya, Siena mengerti wanita itu segera mengajak Reva dan Aaron pulang dengan alasan Daren sudah menunggu mereka.


*****


‘’Daddy.. Daddy…daddy.’’ Aaron berlari memasuki rumah, pria kecil itu berlari ke setiap sudut rumah untuk mencari keberadan Daren yang sama sekali tak ada dirumah itu.


‘’Mommy daddy nya mana?’’


‘’Daddy disini.’’ Ucap Daren berjalan dari pintu masuk dan menghampiri Aaron, membawa pria kecil itu ke pelukannya, Aaron pun kegirangan, pria kecil itu melingkarkan kedua tangannya dileher Daren dan beberapa kali mencium wajah Daren karena ia sudah sangat merindukan sang daddy, setelah nya Daren berjalan mendekati Siena dan Reva, tak lupa ia mencium puncak kepala kedua wanita itu, seperti janjinya Daren juga tak pernah lagi mengungkit insiden club malam Reva.


‘’Oh iya kerjaanmu bagaimana?’’


‘’Bukankah setiap menelpon kau menanyakannya?’’


Daren mengangguk. ‘’Iya sih, tapi aku ingin menanyakan lagi secara langsung.’’


‘’Memangnya apa bedanya, ceritanya juga pasti akan sama dan aku malas mengulangnya lagi.’’

__ADS_1


‘’Lihatlah kakak iparmu, sama sekali nggak ada sweet-sweetnya.’’


Siena hanya tertawa mendengar protes sang suami begitupun dengan Reva, wanita itu segera mengambil Aaron dari gendongan Daren dan mengajaknya bermain.


Daren mencium bibir Siena yang langsung mendapat protes dari wanita itu, Siena memukul kecil dada bidang Daren. ‘’Kalau ada yang lihat bagaimana?’’


‘’Oh yaudah kalau gitu kita kekamar aja.’’ ajaknya menarik tangan Siena yang sama sekali tak ditolak, keduanya langsung kembali menyatukan bibir mereka saat bunyi pintu kamar yang sudah tertutup rapat.


‘’Aku sangat merindukanmu.’’ ucap Daren disela ciumannya, Siena hanya tersenyum mendengarnya, dengan nakal wanita itu mendorong tubuh Daren ke atas ranjang, mengedip nakal satu matanya membuat Daren tertawa kecil, wanita itu ternyata sudah pandai menggoda sekarang.


Dengan cepat Daren menarik Siena, membalik tubuhnya hingga menjadi diatas tubuh Siena, mengelus wajah Siena dengan sayang, mencium kening, kedua mata, hidung, pipi kanan dan kiri, dagu dan berakhir di bibirnya, Daren mengucapkan kata I love you setiap kali mencium bagian-bagian itu yang tentunya membuat Siena tersenyum senang.


‘’Bisakah kau mengatakan bahwa kau juga mencintaiku?’’ pinta Daren, Siena hanya tersenyum, melingkarkan kedua tangannya di leher Daren, wanita itu perlahan mendekatkan wajahnya dan memulai kembali pertengkaran lidah yang sempat terhenti.


Entah sejak kapan, Daren sudah berhasil melepas semua pakaian Siena dan juga pakaian yang digunakannya, dengan saling merindu dan mendamba mereka melakukan olahraga ranjang sampai beberapa kali hingga Aaron datang dan merengek minta dibukakan pintu.


‘’Malam ini Alon mau tidul sama mommy dan daddy.’’ Ucap Aaron


‘’Aaron tidur sama aunty aja ya.’’ Bujuk Reva, Aaron menggeleng, pria kecil itu merengek untuk tidur bersama kedua orang tuanya, Daren memeluk Aaron, menyuruh Reva kembali ke kamarnya tak lupa ia juga menyuruh Siena membersihkan diri setelahnya membawa Aaron ke kamar pria kecil itu.


‘’Aaron mau adik nggak?’’


Aaron mengangguk dengan sangat bersemangat. ‘’Aaron mau adik yang banyak daddy bial bisa main lobot-lobotan baleng.’’


‘’Kalau Aaron mau adik Aaron harus tidur sendiri nggak bisa tidur sama mommy dan daddy biar adiknya cepat dateng ke perut mommy.’’


‘’Adiknya dipelut mommy?’’


Daren mengangguk ‘’iya tapi adiknya nggak bakalan dateng kalau Aaron tidur sama mommy dan daddy.’’


‘’Belalti kalo Alon tak tidul sama mommy tiga kali adik alon juga tiga ya daddy.’’ Ucapnya dengan menghitung jari-jari kecilnya.’’


‘’Aaron bakalan dapet satu adik kalau Alon nggak minta tidur sama daddy dan mommy selama 3 bulan.’’

__ADS_1


‘’Kenapa lama daddy? Adiknya tak sayang ya sama Alon makanya lama masuk kepelut mommy?’’


‘’Nggak gitu, adiknya memang muncul setiap 3 bulan sekali.’’ Ucap Daren yang yakin Siena akan cepat hamil lagi kalau ia terus bekerja lembur untuk bercocok tanam.


‘’Daddy Alon mau punya adik yang banyak.’’ ucapnya dengan membuat bulatan besar di udara, setelahnya tanpa disuruh pria kecil itu membaringkan dirinya di ranjang dan langsung menutup matanya, Daren pun tersenyum, mencium keningnya dan keluar dari kamar itu.


‘’Loh Aaronnya mana?’’ tanya Siena karena hanya melihat Daren datang seorang diri.


‘’Udah tidur.’’ ucapnya dan langsung memeluk Siena kembali, ingin mendekatkan kembali wajahnya pada wajah Siena tapi Siena mendorongnya.


‘’Mau apa, aku baru selesai mandi loh ini.’’


‘’Lembur biar cepat jadi.’’


‘’Apanya yang cepat jadi?’’


‘’Adiknya Aaron.’’


‘’Tapi Aaron masih kecil Daren, kurasa waktunya belum tepat untuk memberinya seorang adik.’’


‘’Aaron sudah 5 tahun lebih Siena, memangnya kapan lagi kau mau memberinya adik, saat ia berusia 20 tahun?’’


‘’Kenapa jadi sewot sih.’’ Siena tertawa menggoda Daren, wanita itu menggelitik Daren dibawa dagunya. ‘’Cup-cup cup ada yang ngambek nih.’’ ucapnya lagi dan kembali tertawa.


‘’Kau sudah siap kan untuk hamil kembali?


‘’Kau benar-benar ingin memiliki anak lagi?’’ Tanyanya dengan tangan yang kini sudah mengelus wajah tampan Daren.


Mengangguk. ‘’Aku menginginkan banyak anak darimu biar rumah kita ramai nantinya.’’


‘’Bukankah kau seharusnya bertanya padaku terlebih dulu, apakah aku siap melahirkan banyak anak untukmu.’’ ucapnya dengan lembut masih dengan gerakan tangan yang mengelus lembut wajah Daren.


‘’Kalau begitu, apa kau siap?’’ tanya Daren yang membuat Siena tertawa kecil. ‘’Kau pikir aku kucing, bagaimana dengan 2 atau 3 anak saja?’’ Tanya Siena.

__ADS_1


‘’Tak masalah, semuanya adalah keputusanmu, kalaupun sekarang kau mengucapkan tak ingin menambah anak lagi aku akan setuju, karena kau yang hamil dan bukan aku, kau yang merasakan bagaimana sakitnya dan bukan aku, kau yang mengandung dan membawanya dalam perutmu selama 9 bulan bukan aku, ini tubuhmu jadi kau yang memutuskan, aku hanya menginginkannya tapi tak akan memaksamu.’’ ucapnya membuat Siena terharu, wanita itu tersenyum, Daren sudah banyak berubah.


Bersambung.....


__ADS_2