Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)

Mr Arrogant VS Mrs Culun (Wanita Barbar)
Cari daddy baru


__ADS_3

‘’Oh ya Aaron mana, aku sangat merindukannya.’’ Ucap Steve.


Tak lama terdengar teriakan heboh dari sikecil yang sedang dicarinya. ‘’Om Steve kapan datangna?’’ Tanya Aaron yang kini berdiri didepan Steve.


‘’Om?’’ Ucap Steve tak percaya, bahkan sekarang Aaron sudah memanggilnya om, ada sedikit rasa kecewa di hatinya tapi berusaha menyembunyikannya.


Steve mengangkat paper bag di tangannya. ‘’Ayo tebak dad eh om bawa apa untukmu?’’ Ucapnya yang masih sedikit kaku karena tak biasa menyebut dirinya om didepan Aaron.


Tak menjawab, pria kecil itu hanya berteriak kesenangan mengambil paper bag itu.


‘’Aku langsung pulang ya, ada pemotretan pagi soalnya.’’


‘’Om Steve tak main dulu sama Alon?’’


‘’Lain kali ya sayang, hari ini om Steve sedang sibuk.’’ Ucap Siena yang diangguki Aaron, sebenarnya Siena sedikit tak tega tapi mau bagaimana lagi dia juga tak bisa terus memberikan harapan pada pria itu.


‘’Daddy main yu.’’ Ajak Aaron


Ternyata Aaron mengajaknya bermain air di kolam kecil yang dibuat khusus untuk pria kecil itu, untuk sejenak pikiran Daren teralihkan, keduanya tertawa riang, Daren memegang dada dan betis Aaron dan mengajarkannya cara berenang.


Aaron berjingkrak jingkrak kesenangan sambil mengusap wajahnya yang penuh air karena tadi dia menenggelamkan kepalanya di kolam itu, tak lama pria kecil itu memeluk leher Daren masih dengan menjingkrak-jingkrakan kakinya.


‘’Kalian sedang apa?’’ Tanya Siena tiba-tiba menghampiri


‘’Mommy.’’ panggil Aaron kesenangan, pria kecil itu meminta Daren mengeluarkan tubuhnya dari kolam renang dan berlari riang menghampiri Siena, menarik tangan Siena dan memintanya masuk ke kolam.


‘’Mommy ganti pakaian dulu ya sayang.’’ Bujuk Siena yang langsung mendapat gelengan kepala dari Aaron.


‘’Nanti lama mommy Alon sama daddy kebulu dingin.’’ Ucapnya dengan nada merengek.


‘’Baiklah.’’ mau tak mau Siena mengikuti permintaan Aaron, ia tak ingin pria kecil itu ngambek karena akan susah untuk membujuk nya, maklum keturunan dari seorang Daren Hansel jadi kelakuannya pun sama😁


Siena melepas sendal yang digunakannya dan tak lupa juga melepaskan pakaian atasnya dan hanya menyisakan bra, ia tak membuka pakaian bawahnya karena memang hanya menggunakan celana pendek, setelahnya ikut masuk ke kolam renang.


‘’Yey.’’ Aaron berteriak kesenangan memeluk leher Siena sedang Daren sama sekali tak bereaksi, tubuhnya membeku melihat pemandangan di depannya.


pria itu tak menyangka Siena akan dengan santainya menanggalkan pakaiannya.


Apa Siena tak menganggapnya sebagai seorang pria ataukah Siena sudah terbiasa dengan kebebasan negara itu hingga tak sungkan lagi menggunakan pakaian seminim itu di depan seorang pria?


‘’Daren kau kenapa sih, kenapa belakangan ini sering melamun?’’


‘’Ah itu.’’ Daren menggaruk tengkuknya. ‘’Aku hanya speechless saja melihat kau berpakaian seperti ini didepanku.’’ Ucapnya dengan penuh kejujuran.

__ADS_1


‘’Kau ini kupikir kenapa.’’ Siena menggeleng kepalanya lalu kembali memutar pandangannya pada Aaron yang dari tadi mencipratkan air ke tubuhnya.


‘’Awas kau, mommy akan membalasmu.’’ Ucap Siena memeluk tubuh Aaron dan menggelitiknya hingga pria itu tertawa kegelian.


‘’Mau menyerah atau tidak?’’ Tanya Siena sejenak menghentikan aksinya, bukannya mengangguk Aaron malah menggeleng kepalanya dan tentu saja Siena kembali menggelitiknya.


‘’Menyerah atau mommy akan terus menggelitik mu.’’ Ucap Siena lagi


‘’Daddy daddy tolong Alon.’’ Ucapnya meminta bantuan dari sang daddy.


Daren mendekat, pria itu berdiri tepat di belakang tubuh Siena, terlebih dulu ia meniup tengkuk Siena membuat si empunya sedikit merinding, tak lama terdengar suara teriakan Siena.


‘’Daren turunkan aku.’’ teriak Siena karena Daren mengangkat tubuhnya.


‘’Tidak akan sampai kau bilang menyerah terlebih dulu.’’ Ucapnya melirik Aaron dan mengangkat satu alisnya pada pria kecil itu.


‘’Menyelah mommy.’’ Teriak Aaron kegirangan


‘’Dasar kalian, anak dan daddynya sama saja, bisanya bermain curang.’’ Ucap Siena lalu meminta Daren menurunkannya karena dia tak mau lagi bermain dengan kedua pria itu, Siena pura-pura merajuk pada keduanya.


‘’Mommy malah, kamu marah?’’ Tanya kedua pria itu dengan kompak.


‘’Mommy nggak marah hanya kesal.’’


‘’Maaf mommy, tapi bukan salah Alon kan daddy yang salah.’’ Ucap Aaron menyalahkan Daren.


Mendengar itu Siena melihat pada Daren. ‘’Apa, kau juga tak mau mengaku salah?’’


‘’Bukannya tak mau tapi aku tadi hanya mengikuti kemauan putraku.’’ Alasan Daren membuat Siena mencibik kesal.


Siena tak membahas itu lagi, ia memeluk tubuh Aaron dan keluar dari kolam karena tak ingin Aaron terlalu lama bermain air yang nantinya akan membuatnya sakit.


‘’Siena bisakah aku menumpang mandi di kamarmu?’’ Ucap Daren menghentikan langkah Siena, wanita itu membalik lagi badannya dan melihat Daren.


‘’Disini ada beberapa kamar kau bisa pilih salah satunya dan mandilah disana.’’


‘’Tapi aku tak nyaman Siena.’’


‘’Kau dan alasanmu selalu saja membuatku kesal, ya sudah kau mandilah di kamarku dan aku akan mandi di kamar Aaron.’’


*****


‘’Oke baiklah.’’ Jawab Daren mengakhiri panggilan telepon dengan wajah yang sedikit murung

__ADS_1


‘’Siena.’’


‘’Hhmm.’’ Jawab Siena dengan mata yang fokus pada beberapa skrip yang ada di tangannya, wanita itu mendapat beberapa tawaran film dan serial.


‘’Sore ini aku harus kembali.’’


‘’Hhmm terus?’’


‘’Sekarang perusahaan sedang membutuhkanku. Aku juga nggak tau kapan bisa kembali kesini lagi.’’ Ucapnya yang membuat Siena menghentikan aktivitasnya.


‘’Apa perusahaanmu sedang mengalami masalah?’’


Daren menggeleng. ‘’Tidak, perusahaanku mendapat tawaran kerja sama dari klien besar dan dia ingin bertemu denganku langsung.


Siena mengangguk dan kembali meneruskan kegiatannya. ‘’Yasudah kau pulang saja, disini ada putramu jadi kau bisa datang menemuinya kapan saja kau mau dan aku juga tak akan lari dan menyembunyikannya darimu jadi kau tenang saja.’’


‘’Jika aku menelponmu apa kau mau mengangkatnya?’’


Siena mengangguk. ‘’Kau tenang saja aku akan selalu mengangkat teleponmu dan membiarkanmu berbicara sepuasnya dengan putramu.’’


‘’Dasar wanita nggak peka.’’ protes Daren dalam hatinya.


*****


‘’Pulangnya jangan lama-lama ya daddy, nanti mommy kebulu diambil olang.’’ Bisik Aaron pada Daren, kini mereka berada di bandara, tadinya Siena tak mau mengantar Daren tapi karena Aaron terus merengek mau tidak mau Siena mengantar pria itu ke bandara.


‘’Makanya kamu bantu daddy buat jagain mommy, kalau ada yang deketin kamu gigit aja.’’


‘’Ih daddy memangnya Alon heldel yang harus gigit-gigit olang?’’ protesnya dengan bibir yang dimanyunkan.


Daren tertawa, menarik bibir manyun Aaron membuat pria kecil itu mencibik kesal.


‘’Daddy, kalau daddy nakal nanti Alon suluh mommy cali daddy balu bial daddy tau lasa.’’ Ancam Aaron dengan gaya menggemaskannya.


‘’Jangan gitu dong.’’ Daren menarik gemas pipi Aaron.


‘’Kalau cari daddy baru belum tentu setampan daddy loh.’’


‘’Bialin lagian daddy tuh nggak tampan-tampan banget masih lebih tampan Alon.’’ Ucapnya dengan percaya diri.


‘’Kata siapa? Kamu tau nggak kamu tampan gitu karena daddymu ini juga sangat tampan.’’


‘’Nggak tuh, kata mommy lebih tampan Alon, buktinya mommy selalu bilang Alon anak yang tampan dan menggemaskan sedang mommy nggak pelnah tuh bilang gitu ke daddy.’’

__ADS_1


Ucapnya dengan nada bangganya yang membuat Daren tersenyum, masih kecil saja Aaron tak mau mengalah bagaimana besar nanti? Sepertinya akan lebih parah darinya, pikir Daren sambil tertawa kecil.


Bersambung.....


__ADS_2