
Mendengar itu Daren tersenyum dan mulai menaikkan badannya ke permukaan air.
‘’Apapun itu?’’ Tanya Daren lagi dan dengan cepat Siena menganggukan kepalanya.
‘’Baiklah sekarang aku ingin kau menciumku.’’ Daren mengelus bibirnya. ‘’Tapi aku tak ingin ciuman biasa, aku menginginkan ciuman luar biasa darimu.’’
Siena tampak memutar otaknya. ‘’Daren aku sama sekali tak mengerti perbedaannya.’’
‘’Baiklah, aku akan mengajarimu sekarang juga kebetulan kan kursus kita belum selesai bahkan selalu tertunda.’’
‘’Tutup matamu.’’ Perintah Daren pada Siena saat Daren mulai mendekatkan bibir mereka.
Daren mulai melu mat, mengecap, menghisap bibir indah itu, bibir Siena memang begitu menggoda imannya bahkan sangat manis dibanding bibir beberapa wanita yang pernah diciumnya.
Daren mengerutkan keningnya saat Siena membalas ciumannya dengan begitu lihai bahkan tak terlihat kaku seperti dulu.
Daren menghentikan ciuman itu dan menatap tajam pada Siena.
‘’Kenapa kau bisa membalas ciumanku dengan begitu liar? Apa kau mempelajarinya dari orang lain?’’ Dengan wajah yang sudah merah Siena mengangguk malu-malu.
Sedang Daren merasa geram dengan hal itu.
‘’Siena apa yang kau lakukan dibelakangku? jika kau berselingkuh maka aku tak akan segan-segan mengubur kalian berdua hidup-hidup.’’
‘’Kau sedang membicarakan apa sih? Kenapa membawa bawa kubur segala.’’ Protes Siena.
‘’Siena aku akan membunuhmu sekarang juga jika kau tak jujur padaku, siapa dengan siapa kau belajar berciuman?’’
‘’Aku tak mengenalnya dan tak tau namanya Daren.’’ Jawab Siena dengan jujur.
‘’Astaga Siena berani sekali kau melakukan itu, cepat katakan siapa pria itu kalau tidak aku akan membunuhmu sekarang juga dengan menenggelamkanmu dikolam ini.’’
‘’Tapi Daren aku sama sekali tak mengenal siapa pria itu.’’
‘’OMG ternyata kau lebih ja**ng dari wanita malam, kau bahkan berani berciuman dengan orang yang tak kau kenal.’’
Siena mengerutkan kening mendengar ucapan Daren, hatinya sakit karena pria itu menyebutnya sebagai ja**ng bahkan membandingkannya dengan wanita malam.
Air mata Siena sudah mulai jatuh. ‘’Kau jahat sekali kenapa kau bisa mengataiku ja**ng hanya karena aku tak mengenal siapa pria itu, lagian aku hanya melihatnya di ponsel Ami, aku bahkan tak pernah melihat wajah pria itu sebelumnya.’’ Ucap Siena terisak.
__ADS_1
‘’Apa katamu? Di ponsel?’’ Siena terus terisak tak mau menjawab pertanyaan Daren.
‘’Siena jawab pertanyaanku, apa maksudnya melihatnya di ponsel?’’ Tanya Daren tapi kali ini dengan nada yang mulai lembut.
‘’Kata Ami aku bisa belajar cara berciuman lewat beberapa video dan setelahnya dia memperlihatkan ponselnya padaku dan akupun menonton semua videonya.’’ Siena masih terisak sambil mengusap ingusnya dengan tangan kanan lalu melap tangannya ke pundak Daren.
‘’Astaga Siena kau jorok sekali.’’
‘’Siapa suruh kau membuatku menangis, Daren aku mau pulang sekarang juga aku tak mau menghabiskan banyak waktu bersamamu.’’
Daren menyentil kenig Siena. ‘’Dasar bego, memangnya kalau pulang sekarang kau bisa bebas dariku, apa kau lupa kalau kita tinggal dirumah yang sama bahkan tidur dikamar dan ranjang yang sma?’’
‘’Oh iya aku lupa, tapi kau tak perlu menyentil keningku juga, kenapa kau sangat suka melakukan KDRT padaku.’’
‘’Baiklah kalau gitu kita lanjutkan saja ciuman tadi.’’ Daren bersiap, mulai mendekatkan wajahnya tapi buru-buru Siena menutup wajah Daren menggunakan telapak tangannya.
‘’Nggak mau aku nggak mood lagi.’’
‘’Apa-apaan kau ini, kenapa suka sekali membuatku kesal.’’
‘’Siapa yang membuatmu kesal Daren, seharusnya aku yang marah bukan kau, dari tadi kau terus memarahiku bahkan mengatakan bahwa aku lebih buruk dari wanita malam apa kau pikir aku tak sakit hati mendengar ucapanmu itu?’’
‘’Sudahlah Daren aku malas berdebat denganmu, lebih baik kau bawa aku naik, aku lelah dan ingin tidur.
Malam ini Siena tidur dengan memunggungi Daren.
‘’Siena apa kau masih marah padaku?’’ Tanya Daren.
‘’Bukankah katamu aku tidak berhak untuk itu?’’
Daren tak berucap lagi dan membalik badannya, Daren memang sadar bahwa dia sudah keterlaluan pada Siena hanya saja untuk meminta maaf dia sama sekali tak bisa karena dari kecil sampai sekarang tak pernah sekalipun dia mengucapkan maaf pada orang lain.
*****
Pagi ini Daren bangun tanpa adanya Siena disampingnya.
‘’Kemana dia?’’ Daren melihat seluruh ruangan tapi tak mendapatkan Siena diruangan itu tapi kopernya masih ada.
Dengan cepat Daren melangkah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu keluar kamar untuk mencari Siena.
__ADS_1
‘’Cih masih pagi dan dia meninggalkanku untuk menggoda pria lain.’’ Ucap Daren saat melihat Siena sedang duduk sarapan sambil bercanda gurau dengan seorang pria.
‘’Sayang kenapa kau tak membangunkanku?’’ Daren mengecup pucuk kepala Siena sedang Siena mengerutkan kening mendengar Daren yang menyebutnya dengan panggilan sayang.
‘’Siapa?’’ tanya pria yang tadi menemani Siena dan dengan cepat Daren mengulurkan tangannya.
‘’Perkenalkan saya Daren suaminya Siena.’’ Daren menekankan kata suami berharap pria itu akan menjauh dari istrinya tapi tak sesuai perkiraan pria itu malah tersenyum sambil memperkenalkan namanya juga pada Daren.
Daren menarik tangan Siena untuk meninggalkan hotel itu. ‘’Sayang kita pulang sekarang, aku sedang banyak kerjaan dan kau bisa meneruskan sarapannya di rumah saja.’’
‘’Daren tapi koperku masih berada dalam kamar.’’
‘’Tenang saja hal itu biar Akbar yang mengurusnya.
Daren berjalan dengan langkah yang besar membuat Siena kesusahan untuk mengimbangi langkahnya.
Siena menghempas tangan Daren dengan kasar saat merasa dirinya akan jatuh.
‘’Bisa tidak jalannya pelan-pelan saja, kau bisa membuatku jatuh, sepertinya kau sangat suka membuatku terluka.’’ Habis mengatakannya Siena berjalan terlebih dulu dan menghentikan taxi dan pastinya Daren juga tak ketinggalan.
Dalam taxi mereka meneruskan pertengkaran hingga membuat sopir taxi geleng kepala karena merasa pasangan itu adalah pasangan aneh.
‘’Siena apa maksudmu berbicara dengan pria lain bahkan kau meninggalkanku sendiri dikamar.’’
‘’Aku tak peduli lagi tentang itu, setelah kupikir-pikir kedudukan kita sama, alasan pernikahan kita pun sangat jelas lalu kenapa aku harus selalu mengalah padamu?’’
‘’Apa maksudmu jangan pernah kau macam-macam denganku.’’
‘’Aku sama sekali tak takut denganmu Daren, mungkin di awal pernikahan aku tak pernah membantahmu tapi semua itu kulakukan karena aku memiliki hutang padamu dan sekarang pernikahan kita sudah hampir 5 bulan dan menurutku semua penderitaanku selama ini sudah setara dengan semua hutangku jadi untuk apa aku takut padamu.’’
‘’Hei sepertinya kau meremehkanku karena belakangan ini aku selalu baik padamu.’’
‘’Bodo…. mulai sekarang aku akan membalas apapun yang kau lakukan padaku, baik yang kau sengaja atau tidak, saat kau menyakitiku maka aku akan balas menyakitimu juga, kau memakiku maka akupun akan memakimu. Semua yang kau lakukan padaku akan aku balas padamu dengan dua kali lipat lebih berat.’’
Ucap Siena dengan menggebu-gebu. Daren tak berucap lagi, dia meletakan satu tangannya di jendela mobil sebagai penyanggah kepalanya.
bersambung.....
Berikan kritik dan saran kalian ya agar otor bisa membuat novel ini dengan lebih baik lagi.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.....