Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia

Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia
Tamat


__ADS_3

Sebelum anak-anak lahir, Excel memang tidak menjadi bagian dari mafia lagi. Keterlibatannya dalam dunia yang membuatnya memiliki hubungan baik dengan Helios sang ketua mafia tak lebih dari menjaga hubungan baik.


Kini kesibukan Excel benar-benar fokus dengan keluarga sekaligus pekerjaan. Terlebih semenjak membeli saham di perusahaan paman Lim, kesibukan Excel juga bertambah dan membuatnya kerap menjalani rapat penting di perusahaan besar itu.


Begitupun dengan Azzura. Selain menjadi seorang ibu rumah tangga sekaligus bidan, Azzura juga kerap menemani sang suami pergi dinas ke Jakarta bahkan keluar kota lainnya.


Dalam waktu lima tahun terakhir, Azzura dan Excel sudah membangun rumah impian mereka. Rumah minimalis tapi hangat itu mereka bangun di kampung tak jauh dari kediaman pak Kalandra. Kebetulan, ada tetangga yang sedang butuh dana cepat, dan Excel segera mengambil kesempatan tersebut.


“Ini sih minimalisnya orang kaya. Masa iya rumah minimalis kamarnya ada delapan dan di dalam juga ada kolam renang. Belum kolam ikan,” komentar Azzam sambil mengawasi suasana sekitar.


Acara syukuran rumah baru Azzura dan Excel memang tengah digelar. Semua anggota keluarga datang termasuk anggota keluarga yang dari Jakarta.


Excel dan Azzura telah merombak total rumah yang mereka beli dan kini tengah membuat seorang Azzam makin sibuk nyinyir.


“Minimalis kok bikin meringis. Bisa menampung keluarga besar!” lanjut Azzam.


“Ya memang bagus begini, bilangnya minimalis, aslinya miri stadion!” komentar mas Aidan sambil mengemban sang putri.


“Sudah jangan protes terus. Ini bibir sudah sampai nutupin hidung. Malu sama mertuamu!” bisik ibu Arum sambil mencubit gemas bibir Azzam meski ia tengah menggendong putra mas Aidan. Namun karena Azzam terus mengoceh, ia jadi gemas sendiri.

__ADS_1


Semuanya yang kompak mesem gara-gara ulah ibu Arum, juga menjadi terbahak gara-gara Azzam berkata, “Aku sama mertua itu sohib, Mah. Makin bar-bar dan berisik, makin sayang mereka ke aku!”


“Mas Azzam mau bikin rumah juga?” tanya Akala sambil menggendong sang putra.


Azzam langsung menggeleng. “Enggak boleh sama ibu Septi. Mas Sepri pun enggak boleh bikin rumah sendiri. Termasuk si Ojan, beneran enggak ada yang boleh misah. Jadi satu lingkungan itu beneran selalu rame. Soalnya Nissa saja walau sudah tinggal di rumah sendiri, masih sering suruh tinggal bareng-bareng kami!”


“Cita-cita Mas Azzam buat meminpin pasukan anak-anak, beneran kandas!” ucap Azzura yang kemudian menertawakan Azzam hingga yang lain juga mengikutinya.


“Jangan salah, ... nanti pas kita kumpul-kumpul, itu rumahnya pak Kalandra sama ibu Arum bisa geser bahkan kebalik!” yakin Azzam yang kemudian tertawa.


Diam-diam, pak Kalandra yang baru datang sambil mengemban Aurrora, sengaja mencubit pinggang Azzam. Membuat Azzam refleks menjerit kesakitan kemudian menatap manja sang papah.


“Oh iya, Mas Azzam, apa kabar Sepri si mony*et pink milik Ojan? Ih, udah lama banget Mbak enggak tahu kabarnya!” kepo mbak Arimbi sambil mengelus-elus perutnya yang sudah sangat besar. Ia tengah hamil anak kedua dan lagi-lagi, bareng dengan kehamilan Azzura padahal mereka sama sekali tidak janjian.


Walau yang lain langsung tertawa, mas Aidan yang masih merasa bertanggung jawab untuk kewarasan adik-adiknya apalagi Azzam sengaja berkata, “Jangan ngomong sembarangan lah, takut jadi gosip. Masa iya, mony*et dinikahin langsung mau punya anak juga?”


Azzam menghela napas dalam. “Ya Alloh Mas, saking sayangnya Ojan ke si Sepri peliharaannya, jangankan dicariin jodoh, makan sehari-hari saja diatur. Bergizi pokoknya. Pakaian termasuk sandang juga. Si Sepri peliharaan Ojan kan juga punya tas sama sepatu. Enggak percaya juga, bentar aku panggilin orangnya.”


Azzam benar-benar berseru, memanggil pak Haji Ojan yang tengah duduk di hamparan tikar di ruang tamu kediaman Excel dan Azzura yang terbilang sangat luas.

__ADS_1


“Kenapa Jam?” balas pak Haji Ojan tak kalah berseru. Segera ia pamit kepada sang istri yang sampai ia elus-elus perutnya. Ia meninggalkan kebersamaan di tikar yang terbilang ramai, meski beberapa undangan dan semuanya merupakan keluarga, tersebar mengawasi setiap ruangan di sana.


“Ini mau tanya tentang Sepri!” ucap Azzam bersemangat. Ia membentangkan kedua tangannya dan langsung memeluk sang istri yang baru datang dan ia panggil “Mimih”. Karena dari semuanya, ia menjadi satu-satunya anak pak Kalandra dan ibu Arum yang tak malu tebar keromantisan meski di depan umum.


“Sepri? Yaitu lagi sama istrinya. Mau aku panggilin? Bayinya nangis terus, lagi diajak lihat ikan tuh. Itu banyak ikan begitu, aku jadi pengin renang sama mereka juga!” balas pak Haji Ojan.


Azzam yang masih memeluk manja sang istri langsung tertawa. “Bukan Sepri kakak iparku, tapi yang di kandang. Makanya kamu kalau kasih nama jangan disama-samain ih!”


Diam-diam, Azzura yang tersipu juga memeluk manja Excel. Kemudian ia menengadah, sengaja menatap Excel yang dari tadi sudah merangkulnya tapi kini, Excel langsung membalas pelukannya. Bersamaan dengan itu, Excel juga menunduk hanya untuk menatapnya. Tak beda dengannya, suaminya yang tetap sangat tampan meski mereka telah menjalani kehamilan ketiga untuk Azzura, menatapnya penuh cinta.


“Kisah kita akan tetap berlanjut,” ucap Azzura.


“Di novel anak-anak. Jadi pembaca wajib sabar menunggu Authornya beresin setiap novel. Karena setelah ini, masih ada novel mas Helios dan Chole, novel mas Akala, Novel Sepri dan mas Ojan juga. Karena kisah mereka juga enggak kalah seru apalagi kita juga akan tetap menjadi bagian dari novel mereka!” ucap Excel benar-benar bikin baper.


“Bakalan nyesel kalau enggak ikut baca!” yakin Azzura.


“Nyesel banget!” sergah Excel.


Jadi, setelah dari novel ini, kita kelarin novel mas Helios dan Akala dulu ya. Novel Akala sudah mulai up tapi belum lolos juga. Wajib banget follow akunku biar dapat notifikasi setiap aku bikin karya baru.

__ADS_1


Kisah anak-anak bakalan nyusul setelah aku beresin novel orang tua. Yang belum baca novel mas Aidan, mamah arum, Resty, novel Devano, semuanya cukup lihat-lihat novelku yang lain. Siapa tahu ada yang cocok.


Terima kasih banyak sudah membersamai sekaligus mendukung kisah ini. Ramaikan biar viral ya. Asli kalau aku enggak lihat kalian apalagi yang julid ke aku juga makin banyak, aku sudah mogok nulis. Mental aku beneran enggak baik-baik saja kalau terus dijulidin dan level juga diturunin.


__ADS_2