Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia

Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia
63 : Saling Mencintai


__ADS_3

Panggilan Helios terhadap Azzura yang sampai meraung-raung, membuyarkan konsentrasi Syam maupun Excel yang masih merangkak di cor-coran pinggir langit-langit. Baik Excel maupun Syam langsung memastikan. Mereka dapati, Azzura yang mereka yakini terlalu syok memang diam mirip patung.


Sebuah peluru melesat dan menembus tangan kanan Syam. Mafi*a lawan memanfaatkan keadaan lengah Syam yang masih memperhatikan Azzura. Tubuh Syam langsung sempoyongan bersama darah segar yang muncrat dari luka tembak di tangan kanannya. Namun, Syam yang sudah nyaris sampai ke Jay, si ketua mafi*a lawan, memilih buru-buru memungut pistolnya. Syam nyaris menghampiri Azzura, tapi pemandangan mencekam baru saja terjadi.


Azzura menggunakan ransel gendongnya untuk menghalau segala lemparan benda tajam kearahnya. Ransel berwarna hijau lumut itu langsung babak belur dan isinya berhamburan. Tentu karena semua yang mendarat ke ransel terlalu tajam sekaligus melesat sangat cepat.


Azzura merasa sangat syok, ada di titik kini. Sementara Syam yang yakin Azzura tetap bisa melindungi diri sendiri karena wanita itu tak payah sepertinya, bermaksud kembali mengamankan Jay yang memang merupakan tujuan utama mereka. Namun, baru juga akan mengalihkan tatapannya dari Azzura, lawan Azzura sudah melempar dua buah pisau yang benar-benar berkilau ke Azzura.


Syam mendelik, di tengah kenyataan Helios yang lagi-lagi meraung mengkhawatirkan Azzura, ia juga mendapatkan tembakan di bahu kirinya. Ia sempoyongan dan berakhir merunduk.


Lagi, Azzura seolah merasakan sindrom takut karena terlalu gugup. Ia kembali mirip patung tak bisa bergerak sedikit pun padahal kedua pisau yang dilempar sudah ada di pelupuk matanya. Benar-benar dekat!


Excel yang menyaksikan dari sela langit-langit keberadaannya, murka. Tak terima, istrinya yang tentu saja wanita, terus diser*ang nyaris tanpa jeda. Segera ia loncat dan membuat langit-langit tujuannya runtuh. Tepat di hadapan Azzura ia lolos dan berakhir menimpa tubuh Azzura, dengan kedua tangan yang sudah langsung merengkuh tubuh sekaligus kepala Azzura. Karena walau mereka sama-sama jatuh dan ia sampai menindih tubuh Azzura, setidaknya adanya tangannya yang melindungi kepala dan punggung Azzura, membuat rasa sakit yang harus Azzura rasa, tak separah seharusnya.

__ADS_1


Azzura yang masih syok, bisa mendengar detak jantung sang suami yang benar-benar kencang. Sangat cepat, Excel sudah langsung membantunya berdiri. Tanpa kata, pria itu buru-buru meninggalkannya. Bukan Jay yang menjadi tujuan Excel, melainkan kedua pria yang tadi menyer*ang Azzura.


“Kita barter!” Jay berseru, berusaha mengusik perhatian Excel yang memang menjadi salah satu tujuan utamanya ada di sana.


Excel yang terlihat sangat marah seolah tidak akan melepaskan kedua pria tadi. Keduanya yang awalnya sibuk mencoba mematahkan langkah Excel menggunakan peluru tapi selalu berhasil Excel tepis hingga peluru habis, lari ketakutan. Keduanya bermaksud mengambil stok pistol dari lemari di depan sana, tapi Excel yang memang murka, sudah langsung loncat, mendarat di kepala salah satu dari mereka dan berakhir menginjaknya. Adegan yang sangat mirip dengan cara Jay memperlakukan Helios, beberapa saat lalu. Sementara satu pria yang tersisa dan masih terbirit-birit kabur, sudah langsung Excel lempar celurit tepat mengenai ubun-ubun pria itu.


Azzura yang menyaksikan pecahnya suasana di sana termasuk serang*an yang Excel lakukan, memilih lari secepat mungkin, membuatnya berakhir di sebelah Jay yang sudah langsung ia suntik b*ius dua porsi sekaligus. Bersamaan dengan itu, ia masih aktif menangkis setiap lemparan senjata tanpa terkecuali peluru. Malahan kini, ia yang nekat mengangkat, membuat tubuh besar seorang Jay agak berdiri, sengaja berlindung di balik tubuh itu sekaligus mengabarkan kemenangan mereka.


Syam yang awalnya masih tengkurap dan belum berhasil berdiri, segera merayap hanya untuk sampai Helios. Mereka sungguh menang karena Excel juga sudah langsung menghampiri Azzura, menggantikannya menahan tubuh Jay yang kemudian Excel dorong dengan malas. Tubuh besar itu terbant*ing di lantai putih yang sudah penuh darah segar.


Azzura sudah langsung refleks memeluk erat Excel dari samping. Gerakan refleks atas wujud rasa sayangnya kepada sang suami. Seperti sebelumnya, Excel yang kaku dan sepertinya karen a belum terbiasa, malah bingung. Hingga Azzura berinisiatif melingkarkan kedua tangan Excel ke tubuhnya agar suaminya itu memeluknya.


“Kamu terluka?” tanya Excel sangat lirih tepat di sebelah telinga kiri Azzura. Walau Azzura sudah langsung menggeleng, ia tetap memastikan jemari tangan Azzura uang tak terlindungi oleh sarung tangan syar'i-nya.

__ADS_1


Excel berangsur menghela napas pelan seiring tatapannya yang mengawasi suasana di sana. Ia merasa lega walau suasana di sana benar-benar kacau, sangat berantakan hingga ungkapan mirip kapal pecah, tampaknya jauh lebih baik.


Langit-langit yang bolong penuh bekas peluru. Bahkan sebagian jebol karena sengaja Excel tembus untuk menyelamatkan sang istri. Darah segar ada di mana-mana, manusia sekarat bahkan meninggal juga tergeletak di sana. Kendati demikian, masih ada belasan mafi*a lawan yang selamat dan semuanya masih berdiri tegap. Ada yang terluka, tapi ada juga yang sama sekali tidak terluka. Datangnya mafi*a Helios sudah langsung mengamankan mereka semua. Semuanya diborgol, kedua kaki diikat, dan mereka wajib berlutut. Bisa Excel pastikan, selain kelompok Jay yang ingin mengambil alih markas, Jay juga ingin membuat anggota bahkan para pimpinan mafi*a Helios tunduk agar mereka bisa jauh lebih meraup pundi-pundi keuntungan.


“Mirip film India, bantuannya baru datang setelah pertarungan kelar,” lirih Azzura yang berkeluh kesah sambil tetap memeluk Excel.


“Apa? Aku enggak dengar?” Excel yang langsung terusik, juga langsung berbisik-bisik.


Helios masih sangat penasaran, sejak kapan Azzura dan Excel kenal apalagi dekat. Karena selain keduanya yang ia ketahu sudah sampai menikah, interaksi kedua sejoli itu juga sangat manis. Bahkan ia baru tahu, seorang Azzura sangat manja, dan Excel pun bisa lembut. Excel baru saja sedikit menyibak cadar Azzura dan Helios dengar, alasan Excel melakukannya karena takut Azzura kesulitan napas setelah apa yang terjadi pada mereka khususnya pada Azzura. Paling mencolok, walau tangan kanan Azzura masih mendekap pinggang Excel, dan tangan kiri Excel masih menahan sebelah sisi cadar Azzura, tangan kanan Excel dan tangan kiri Azzura, Helios pergoki saling menggenggam erat di sisi tubuh.


“Harusnya Excel laki-laki yang tepat.” Dalam hatinya, Helios yang memang berbicara dalam hati benar-benar ikhlas, Azzura dan Excel bersama karena keduanya terlihat saling cinta. Seorang Azzura nekat terjun ke medan pertaru*ngan. Sementara Excel dengan cekatan selalu berusaha melindungi Azzura. Apa lagi namanya kalau keduanya tidak saling cinta?


“Ra, ... tolong obati ketua!” sergah Syam, yang telah berhasil melepas ikatan di tangan maupun kaki Helios. Meski ia juga terluka parah, ia tetap mengutamakan keselamatan Helios.

__ADS_1


“Oh, Oke!” sanggup Azzura yang kemudian mengambil perlengkapan medisnya dan memang terserak di lantai depan sana, setelah ransel selaku wadahnya babak belur robek di mana-mana.


Excel sengaja mengamankan Jay. Menerima borgol dari anggota mafi*anya, kemudian menggunakannya untuk Jay yang memang masih dalam pengaruh bi*us.


__ADS_2