Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia

Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia
22 : Pengkhianatan


__ADS_3

Pria itu berjalan mengendap sembari mengawasi sekitar yang sepi dengan penerangan lampu temaram. Pist0l yang dipegang menggunakan kedua tangan, ia angkat sejajar wajah penuh waspada. Sementara setiap pintu ruangan yang ada di sana menjadi tujuannya. Pak Haji Ojan yang sudah langsung ia temb4k kepalanya, ia biarkan begitu saja. Toh, pak Haji Ojan juga sudah langsung jatuh pingsan setelah sebelumnya sempat merintih sambil menggeliat kesakitan.


“Semua orang di dalam rumah ini, dan juga anggota keluarga Excel yang lain, harus matiii! Benar-benar tanpa sisa!” batin Rocxy, yang tak lain pria tadi.


Seperti yang Rocxy yakinkan dalam hati, di tempat berbeda, adik perempuan Excel yang sedang di asrama sekolah, diam-diam sudah diberi makanan sekaligus minuman ber4cun. Makanan dan minuman yang memang gadis itu pesan, tapi malah berakhir membuat tubuhnya menggeliat di lantai. Darah yang keluar dari mulutnya menegaskan, betapa kesakitan itu benar-benar membuatnya tersiksa. Sementara sisa makanan dan minuman di meja belajarnya menjadi saksi, bahwa kandungan racun di dalamnya benar-benar bekerja sangat keras.


Tak beda dengan adik perempuan Excel yang masih SMA, hal yang sama juga menimpa Rere. Cikho yang baru pulang setelah bekerja seharian hingga malam, hanya bisa berseru dari depan pintu yang dikunci, mengkhawatirkan nasib sang istri. Di dalam sana, Rere yang sempat menjerit-jerit kesakitan makin lama makin tak ada suaranya. Cikho nekat mendobrak pintu kontrakan setelah meminta disaksikan beberapa tetangga yang juga mendengar jerit kesakitan Rere dari dalam. Di lantai ruang pertama yang ada di kontrakan, Rere sudah terkapar sekaligus menggeliat dengan mulut mengeluarkan darah. Namun berbeda dengan adik perempuan mereka yang masih SMA, Rere sudah langsung dibawa ke rumah sakit oleh Cikho dan beberapa tetangga.


“Pulang! Ada penyusup, tapi aku pastikan dia bukan Jimmi! Aroma parfum mahal tercium darinya sementara pak Haji Ojan sudah terkapar. Tadi aku sempat mendengar tembakan!” Azzura menghubungi Excel.


“Tetap di kamar, jangan keluar! Aku pastikan, aku akan segera pulang!” yakin Excel sudah langsung gemetaran di tengah detak jantungnya yang langsung kacau. Keringat dingin langsung mengalir sebagai wujud dari emosinya yang meluap. Pengkhianatan, sungguh tak ada hal lain selain itu yang mana ia sekeluarga otomatis akan disingk1rkan dengan kejam. Sengaja ia langsung mengakhiri telepon dari Azzura agar wanita itu berhenti bersuara. Agar Azzura benar-benar bersembunyi seperti arahannya.


Di tengah keheningan malam dan jalan sekitar juga kebetulan sepi, Excel sudah langsung mengerem mobilnya. Kabar yang baru saja ia dapatkan dari Azzura benar-benar membuatnya tercengang. Namun, baru juga akan putar balik, sebuah truk yang seolah sudah menunggunya, dengan sengaja menabrak mobilnya. Mobil Excel terlempar jauh, berguling dua kali dan berakhir membentur pohon besar di belakang sana.

__ADS_1


Excel terluka, tentu saja. Mobil bagian depan saja sampai terbuka. Untung saja kaca mobil Excel anti peluru, hingga walau sudah sampai terguling pun, tidak ada kerusakan berarti lagi, tak sampai singsek. Walau kedua spion luar memang patah.


Hal yang buru-buru Excel lakukan ialah menghubungi pihak asrama sang adik berada. Ia meminta penjaga asrama untuk mengecek keadaan sang adik, dengan sangat emosional.


“Segera, benar-benar sekarang juga, tolong cek keadaan Elena!” Excel sampai mengulang permintaannya beberapa kali, walau dari seberang suara seorang pria sudah langsung menyanggupi.


Masih dengan buru-buru, Excel juga langsung mengoperasikan mobilnya. Ia melajukan mobilnya kemudian menembak1 kaca pintu sebelah kemudi. Bisa Excel pastikan, salah satu peluru yang ia t3mbakan sudah ada yang menyangkut di tubuh sang sopir.


Kini, yang harus ia lakukan adalah segera pulang menyelamatkan yang di rumah.


“Cepat atau lambat hal semacam ini pasti akan terjadi. Karena kisah mafi4 bukan hanya menonjolkan romansa apalagi hubungan r4njang sekaligus percintaan pembangkit g4irah seperti novel laris pada kebanyakan. Ini mengenai pengabdian, kesetiaan, pengkhianatan, dan juga kematian. Semua bayaran fantast1s benar-benar hanya bertahan sementara, sisanya hanyalah perbudakkan karena mereka yang sudah bergabung hanya boleh lepas jika sudah tak bernyawa! Keadaan yang aku yakini menjadi alasan mas Excel berat keluar dari permafia4n yang sudah menjadi dunianya!” batin Azzura.


Roxcy sudah langsung tersentak karena ulah Azzura. Ia dapati, lampu di lantai atas yang mendadak menyala semua. Membuat ia yang ada di lantai bawah otomatis tersorot terlebih ia sudah sampai keluar dari persembunyiaannya. Padahal, di sebelahnya merupakan pintu kamar mamahnya Excel. Namun karena di atas sana ada sosok yang juga mengusik ingatannya, ia sengaja mengarahkan moncong pist0lnya ke Azzura yang masih di lantai atas.

__ADS_1


“Azzura korban yang dipesan khusus itu malah Excel sembunyikan di sini?” batin Roxcy.


“Jika kamu memang laki-laki dan kamu merasa hebat, harusnya kamu tidak membutuhkan senjata hanya untuk melukai bahkan menghabis1 seorang wanita. Lihat, korbanmu yang terkapar di depan saja hanya seorang autis. Lucu!” kesal Azzura. Ia yang masih memakai mukena berangsur turun sambil melangkah tegas.


Apa yang Azzura katakan sudah langsung membuat Roxcy menghela napas pelan sekaligus panjang. Ia menelan cairan di dalam mulutnya dan harusnya ia ludahkan. Karena jujur saja, apa yang Azzura katakan tak hanya membuatnya tersindir. Sebab harga dirinya juga seolah terinjak-injak.


“Aku harus bisa membuatnya melepaskan semua senjatanya agar aku bisa menuntikan cairan biius yang sudah aku siapkan!” batin Azzura yang kemudian berkata, “Kalau kamu berani, ayo lawan aku! Sabuk hitamku akan menangis jika aku tidak memanfaatkan apa yang aku raih dengan susah payah, untuk kebaikan bersama!” Azzura melepas mukenanya, tapi ulahnya itu membuat cadarnya ikut lepas karena ia melakukannya dengan buru-buru sekaligus tegang.


Jantung seorang Roxcy seolah langsung lepas dari posisi semestinya hanya karena kecantikan Azzura yang begitu mempesona. Sungguh Azzura sangat cantik. Tak ada sedikit pun kekurangan di balik cadar abu-abu wanita itu meski bisa Roxcy pastikan, tak ada sedikit pun rias di sana!


“Seampuh-ampunya sebuah senjat4, hanya kecantikan dan juga pesona wanita yang bisa melumpuuhan atau bahkan membunuhh seorang pria. Namun mohon maaf, hanya wajah saja,” batin Azzura yang juga langsung mengkhawatirkan keadaan pak Ojan.


“Kamu itu enggak mikir! Orang autis kamu tembak kepalanya! Coba sekarang kamu tembak kepala kamu, biar kamu tahu apa yang dia rasakan!” kesal Azzura. Telunjuk tangan kanannya tak segan menunjuk-nunjuk wajah Roxcy. Pria itu mendadak gelagapan, kerap menghela napas, dan terlihat jelas gugup.

__ADS_1


“Selamat-selamat kamu, Mas Excel. Aku pastikan, aku bisa mengatasi ini!” Hati Azzura terus berdoa. Doa terbaik untuk Excel sekeluarga sekaligus untuknya di tengah tatapan tegasnya yang tertuju kepad kedua mata pria berkulit kuning langsat di hadapannya yang juga masih menatap kedua matanya.


__ADS_2