
Seorang wanita berjalan di lorong ruang rumah VVIP,hentakan suara high heels nya menggema memenuhi lorong tersebut, dengan langkah yang anggun dan elegan, wajah blasteran eropa asia yang terlihat sangat cantik, ditambah lagi tinggi badan dan bentuk tubuh yang semampai menambah nya semakin terlihat sempurna sebagai seorang wanita dewasa.
Langkah kaki itu berhenti di depan sebuah ruang VVIP, pintu dia buka dengan mendorong handle pintu tersebut, dan munculah kecantikan surgawi yang langsung tersenyum kepada seorang pasien yang sangat keras kepala itu.
"Alice.... " sapa Aslan.
"Aaaaa Adam aku rindu.... " Alice menghambur ke dekat Aslan keanggunan nya hilang ketika bertemu dengan saudara sepupunya itu.
"Wah... gila Lu berhenti ! jangan peluk gue, luka gue belum kering sue" Aslan sewot untuk menghentikan Alice yang ingin memeluk dirinya.
Alice langsung mengerem langkah kaki nya agar tidak memeluk Aslan.
"Kok elu tahu gue disini? " tanya Aslan pada sepupunya ini.
"Iya dong aku kan tahu segalanya tentang kamu sayang" ucap Alice manja dan mencolek dagu sepupunya itu.
"Ish apaan sih lu" Aslan menepis tangan Alice yang mencolek dagunya dengan kesal.
Sementara Nina bengong dan diam saja saat melihat interaksi antara Aslan dengan wanita cantik yang baru saja masuk ini.
siapa dia apa pacar nya kak Aslan, cantik dan modis banget, pantes kak Aslan selalu ngatain aku cupu.
Nina lalu melihat kearah dirinya sendiri.
Alice yang ke asikan menggoda Aslan tak sadar kalau disana bukan hanya ada diri mereka tapi ada orang lain.
Tak lama Zaed datang dengan membawa paper bag ditangan nya.saat masuk dan melihat ternyata ada Alice disana Zaed pun ikut nimbrung dengan mereka dan seolah melupakan keberadaan Nina.
Nina yang merasa dirinya tidak dibutuhkan akhirnya menyeret langkahnya untuk keluar. dari ruangan tersebut, tapi saat langkahnya baru sampai di depan pintu Aslan menegurnya.
"Mau kemana elu? " tanya Aslan.
"Pulang" jawab Nina singkatan.
"Ck udah gue bilang elu disini temenin gue" ucap Aslan malas.
Alice melihat perubahan sikap sepupunya pada gadis ini.
"Zay siapa? " tanya Alice pada Zaed saat melihat Nina.
"Hem... temen kita" jelas Zaed.
__ADS_1
"Kita... " Aslan langsung sewot.
"Iya... iya temen Aslan" Zaed berusaha mengalah karena bila dia meladeni Aslan bakal runyam urusannya.
"Adam... kau berteman dengan perempuan? " pandangan Alice langsung kearah Aslan.
"Aku pulang ya kak, kan sekarang ada pacar kaka dan juga kak Zaed, jadi aku sudah tidak dibutuhkan disini kan? " ucap Nina lembut.
Alice tertawa saat mendengar perkataan Nina kalau dia adalah pacarnya Aslan.
"Hah.... hahahaha Adam sepertinya dia salah faham" Alice menunjuk ke arah Nina.
Aslan memghela nafasnya berat saat mendengar perkataan Alice.
"Dia bukan pacar gue" ucap Aslan sewot.
"Oh bukan tapi siapa pun dia sekarang ijinkan aku pulang ya kak" Nina nampak memohon.
"Elu kenapa sih dari tadi pengen nya pulang mulu? " Aslan semakin sewot.
Melihat Aslan sewot Zaed akhirnya mendekat pada Nina.
"Dah lah Nin diem ajah dulu disini, dari pada dia nekat lagi, nih baju buat elu" Zaed memberikan paper bag pada Nina.
"Nekat kenapa Zay? " tanya Alice bingung.
Zaed mendekat pada Alice.
"Semalam dia kabur cuma buat nemuin ini doang" bisik Zaed sambil melirik kearah Nina
Alice yang mendengar itu langsung menutup mulutnya karena terkejut.
"Jangan bisik-bisik begitu sialan" Aslan kesal karena sepupunya dan sahabatnya asik berbisik-bisik di depannya.
Zaed dan Alice hanya tertawa saat melihat reaksi Aslan yang seperti itu.
Alice mendekati Nina dan mengulurkan tangannya pada Nina.
"Alice" ucap Nina saat mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya.
"Nina" Nina menyambut jabatan tangan Alice.
__ADS_1
"Iihhh kamu manis banget sih... " Alice mencolek pipi Nina dan Nina hanya tersenyum canggung saja.
"Baiklah aku titip sepupu ku yang begajulan ini ya... hehe aku mau pergi sebentar dengan Zaed sebentar keluar ya... hehe Zay... yuk" Alice memberikan kode pada Zaed untuk mengikutinya.
Nina yang baru tahu kalau mereka saudara sepupu hanya terdiam saja, Aslan yang melihat itu langsung menegurnya.
"Hei... cupu kenapa bengong elu bukannya tadi ribut pengen ganti baju, sana ganti tadi Zaed kan udah kasih ke elu bajunya" ucap Aslan sewot.
Nina dengan langkah malas akhirnya melangkah ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sekalian membersihkan tubuh nya.
Di sisi lain Alice mengajak Zaed ke kantin rumah sakit dia penasaran dengan cerita saudara sepupunya itu kenapa dia bisa nekat menemui gadis itu meski kondisinya belum sembuh benar.
Zae akhirnya menceritakan apa yang dia dengar dari dokter Ryan, kalau Aslan nekat kabur dari rumah sakit hanya untuk menemui Nina ditempat kostan nya dan hanya untuk menguatkan maaf saja pada gadis itu.
Brak.
"Area you serious? " tanya Alice tak percaya.
"Ya begitulah kenyataan nya, gue juga sebenarnya udah curiga sama itu anak sejak dia repot-repot ribut sama anak pabrik cuma buat nolongin dia dari tindakan pelecehan, sejak saat itu sikap Aslan beda sama dia, dari cuek sampe akhirnya cuek tapi butuh gimana gitu hehehe" Zaed tertawakan.
Alice yang mendengar itu langsung mengerutkan dahinya pasalnya ini memang pertama kali diri mendengar hal seperti ini dari sepupunya ini.
"Kenapa elu patah hati hehehe" ledek Zaed.
"Sialan lu nggak lah gue seneng kok kalo Adam berubah meski sedikit" Alice yang sangat dekat dengan Aslan sejak kecil sangat tahun bagaimana sifat dan sikap Aslan yang berubah total sejak ditinggal ibunya meninggal.
"Semoga anak itu bisa mengembalikan Aslan kita yang dulu ya Zay" ucap Alice sendu.
"Kok elu sedih sih... " Zaed ikut sedih.
"Gue nggak sedih ngaco gue seneng ngeliat perubahan Adam kata siapa gue sedih"
Zaed tertawa saat melihat Alice beruban kembali menjadi dirinya seperti biasa.
Di sisi lain di sebuah ruang VVIP. Nina yang sehabis mandi dan memakai pakaian yang tadi di berikan Zaed pun keluar dari kamar mandi.
Nina mengenakan dress selutut betisnya yang putih dan mulus itu terekspose saat ini bahkan kerah Sabrina itu menunjukan bahu putih dan mulus itu.
Aslan yang sedang menyendok makanan nya saat mulutnya sudah terbuka tiba-tiba menjatuhkan sendok tersebut hingga membentur piring yang ada di depannya, mulutnya mangap saat melihat penampilan Nina berbeda dari biasanya.
Ya ampun dia cantik banget. ups... ada apa sama gue kenapa gue kaya ke sihir sama si cupu sih.
__ADS_1
Aslan langsung memalingkan wajah nya dari Nina sebelum gadis itu menyadari nya.
Bersambung.