
Aslan membeli martabak telur pesanan istrinya di depan sebuah sekolah SD, seorang pedagang yang mejajakan makanan ala anak sekolahan, hanya bermodalkan gerobak kecil yang mereka bentuk seadanya, dengan peralatan pun seadanya.
Martabak yang di buat pun terbuat dari kulit lumpia kering dengan isi telur kocok yang di beri daun bawang dan bumbu penyedap, dan bila ingin pedas pelanggan bisa me request di beri tambahan irisan cabai kedalam isinya.
Aslan tersenyum melihat jajan kesukaan istrinya, dirinya bukannya tidak pernah memakan makan tersebut atau jajan seperti istrinya ini, dia suka karena dulu saat dirinya masih bekerja di pabrik dia selalu melihat Nina jajan dengan Wiwid dekat dengan pabrik banyak pedagang yang menjajakan berbagai macam jajan seperti somay, batagor, pempek, cilok, dan telur gulung Aslan pun kadang suka ikut jajan seperti istrinya itu, rasanya tak buruk namun memang tidak seharusnua di konsumsi sesering mungkin.
Maetabak pesanan Aslan pun telah siap, Aslan membeli lima buah martabak telur, agar istrinya kenyang memakannya. saat dirinya ingin menyalakan motor tiba-tiba Nina menelponnya dan meminta es Kelapa muda, hingga Aslan pun akhirnya mencari es kelapa muda dahulu barulah pulang kerumah sewa mereka.
Semua pesanan istrinya telah lengkap, Aslan pun menjalani motornya ke arah rumah sewanya, sesampainya di depan rumah sewanya Nina langsung turun dari kasurnya dia berjalan tetatih karena kakinya masih di perban, Aslan yang melihat istrinya membuka pintu langsung panik, dia langsung berlari mendekati istrinya dan memapah Nina.
"Sayang... kaki mu kan masih sakit jangan din paksakan berjalan dulu, sabar lah tunggu akun di dalam kamar" omel Aslan.
"Ya... maaf habisnya aku tidak sabar menunggu kakak sejak tadi" Nina merengek.
Sejak dirinya hamil dia jadi lebih manja pada Aslan, tapi Aslan suka dengan itu karena biasanya istrinya ini sangat mandiri dan kaku.
Tapi sekarang perubahan sikap nya yang sedikit manja ini membuat Aslan semakin gemas padanya.
Aslan lalu menggendong Tubuh istrinya agar lebih cepat sampai ke kamar, dia meletakan tubuh Nina dengan perlahan di kasur dan langsung memberikan pesanan nya.
"Tara... ini pesanan ibu hamil" Aslan menunjukkan plastik berisi martabak telur dan juga es kelapa muda.
"Wah... suami ku memang hebat dan bisa di andalkan" Nina nampak takjub dengan bawaan suaminya.
Tapi saat membuka bungkusan berisi martabak telur kesukaannya, Tiba-tiba entah kenapa biasanya aroma martabak telur yang menggoda itu tiba-tiba berubah menjadi tidak enak hingga Nina rasanya ingin muntah saat menghirup aroma tersebut.
"Huwek.... huwek... " Nina rasanya ingin muntah saat menghirup aroma dari martabak telur tersebut.
"Sayang kamu kenapa? " Aslan panik dan langsung menaruh bungkusan Martabak telur itu di sisi bawah kasur.
"Nggak tahu kak perut ku mual saat menghirup aroma makanan itu, kenapa ya... biasanya aku nggak begini" Nina pun bingung.
__ADS_1
"Mungkin ini bawaan dede bayinya kali sayang, dia nggak mau kamu makan ini" ucap Aslan lembut.
"Hem... begitu ya... kalau begitu kakak saja yang makan ya... sayang mubajir bila tidak dimakan" ucap Nina.
"Hah... kok aku sih? " Aslan menggaruk kepala nya yang tidak gatal karena dirinya juga tidak mungkin menolak permintaan istrinya ini.
"Kakak ajah yang makan ya... sini aku suapin aaaaaagghhh" Nina mengambil satu martabak telur itu dan menyodorkan nya di depan mulut suaminya.
Aslan tersenyum melihat tingkah istrinya ini, dan dia pu akhirnya melahap habis lima martabak telur itu dengan di suapin istrinya,Nina tertawa gembira saat melihat suaminya menghabiskan makanan yang dia suapi, bahkan dia sampai bertepuk tangan kecil karena kegirangan.
Aslan langsung memeluk tubuh istrinya karena dirinya sangat gemas melihat reaksi istrinya yang sangat ceria sekali.
"Besok-besok kalau minta sesuatu di makan ya sayang... " ucap Aslan mengelus perut istrinya yang masih rata.
"Ya kakak lagian belinya kebanyakan" gerutu Nina.
"Maksud aku beli banyak itu agar kamu kenyang eh malah aku yang kekenyangan, terus kamu makan apa sayang, kamu belum makan loh pagi ini, kamu kan harus minum obat dan vitamin sayang" bujuk Aslan.
"Hem... aku mau makan apa ya... aku bingung belikan aku buah saja kak, seperti melon atau pisang gitu kak"
"Ish... kakak ini sukanya menggoda saja, pisang buah pisang kak bukan pisang milik mu itu" Nina kesal dan menunjuk ke arah celana suaminya.
Aslan tertawa saat berhasil menggoda istrinya.
"Tapi ini pisang milik mu sayang hanya untuk mu loh, kamu bisa memakannya sepuas mu hihi" godanga semakin jadi.
"Ish... kakak ih... nyebelin" Nina malah merajuk.
Aslan langsung memeluk istrinya tapi di tepis oleh Nina karena dia masih kesal.
"Sayang.. aku kan hanya bercanda sayang... tapi kalau kau tidak makan pisang ku juga tidak ada dia disini loh" tunjuk Aslan kearah perut istrinya.
__ADS_1
"Ihhhh kakak ini nyebelin" Nina merengek dia jadi tidak jadi marah pada suaminya karena Aslan bisa saja mengambil hatinya.
...🌞🌞🌞...
Di sisi lain.
Zaed yang sedang sibuk bekerja karena tugasnya kali ini lebih berat karena dirinya harus menggantikan Aslan selama Aslan tidak ada, ini harus dia Terima karena tanggung jawabnya pada perusahaan dan juga pada sahabatnya, meski dia tak tahu kalau Aslan masih menganggap nya sahabat atau tidak karena sejak saat itu Aslan benar-benar tak mau berhubungan lagi dengan nya.
Bahkan terakhir kali dia mendengar dari kodok kalau Aslan tidak mau mendengar namanya disebut oleh siapapun juga bahkan Nina istri tercintanya pun tak boleh menyebutkan namanya, karena akan menyulut emosi nya.
Karena terlalu sibuk dan selalu fokus pada pekerjaan Zaed jadi tak punya waktu untuk bersenang-senang, apa lagi memikirkan kekasih beruntung nya dia menyukai gadis yang masih kecil dan belum menyadari perasaannya pada gadis tersebut,hingga tidak ada yang merecokinya dalam bekerja.
Dan pagi ini ada meeting dengan klien di luar kantor Zaed harus pergi bersama dengan sekertaris nya, dan bertemu dengan klien di sebuah hotel berbintang di kota tersebut.
Zaed dan sekertaris nya pun berjalan bersama menuju lobi kantor dan mobil kantor pun sudah menunggu mereka di depan pintu kantor.
Saat mobil yang berisi Zaed, sekertaris dan supir pun berjalan melewati area pabrik, dia melihat suatu pemandangan yang membuatnya tersenyum bahkan rasanya ingin menggoda saja, dan benar saja Zaed meminta supir berhenti sejenak dekat gerbang pabrik.
Zaed menurunkan kaca mobil di dan mulai lah dia menggoda sepasang kekasih yang sedang berbincang di pintu gerbang pabrik.
"Woi... udah bel itu, masih pacaran ajah lu Wid" tegur Zaed dari dalam mobil.
Wiwid menoleh kearah mobil dan melihat Zaed disana, dan karena menghormati Zaed sebagai wakil CEO Wiwid pun menunduk hormat pada Zaed.
"Maaf Pak saya baru tiba dan ini sudah ingin masuk kok" ucap Wiwid sopan.
"Ya udah masuk sana jangan pacaran terus, kamu juga Ujang cepat ke rumah sakit sana nanti telat juga lagi" singgung Zaed.
Zaed tahu kalau itu adalah Ujang pegawai rumah sakit yang memang selama ini mendekati Wiwid dia tahu saat pernah melihat mereka sedang mengobrol berdua di taman saat malam hari.
Kaca mobil di turunkan oleh Zaed dan dia pun meminta supir berjalan kembali, tapi senyuman menghiasi wajahnya pagi ini meski pekerjaan membuat nya sibuk dan suntuk tapi melihat temannya berbahagia dengan seseorang yang mereka cintai.
__ADS_1
Tak ku sangaka begitu banyak cinta tumbuh di sekitar ku.
Bersambung.