My CEO Is Ketua Geng Motor

My CEO Is Ketua Geng Motor
Tuduhan Aslan


__ADS_3

Sementara itu Tuan Herald sudah mendapatkan laporan dari tim penyidik tentang perkembangan kasus Nina, tuan Herald pun sangat terkejut saat mengetahui siapa pelaku sebenarnya.


"Bawa aku kesana" perintah tuan Herald pada asistennya.


Tuan Herald berdiri dari kursi kerjanya.


"Oia jangan bilang hal ini pada Aslan dahulu, aku tak mau anak itu malah akan menambah masalah" pinta tuan Herald kepada semua orang yang telah mengetahui hal ini.


Tuan Herald di temani asistennya pun berjalan keluar ruangannya dan menuju lift, saat dia melewati ruangan Aslan yang belum kembali karena setahu dirinya anaknya sedang meeting di luar bersama kliennya.


"Untung saja anak itu belum kembali, hingga kita bisa leluasa pergi" ucap tuan Herald yang menatap prihatin pada ruangan anaknya.


Mereka pun berhenti di depan lift dan menekan tombol untuk membuka pintu besi tersebut dan mereka pun masuk ketika pintunya terbuka dan langsung menuju lantai dasar.


"Ada apa dengan anak itu kenapa dia bisa melakukan hal nekat seperti itu? " gumam tuan Herald saat di dalam lift.


Ting....


Pintu lift pun terbuka dan mereka pun keluar dari dalamnya, dengan beriringan jalan melewati loby kantor dan kedatangan mereka berdua pun sudah ditunggu sang supir di depan pintu masuk kantor, sang supir pun membukakan pintu mobil saat melihat tuan besar nya sudah berjalan ke arahnya.


Tuan Herald dan tuan Zainul pun masuk kedalam mobil tersebut dan supir pun menjalankan kemudian setelah dirinya selesai menutup pintu untuk tuannya dan setelah memastikan keamanan dirinya di belakang kemudi.


Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang dan membuat keramaian kota siang itu, mereka akan pergi ke sebuah apartemen elit di kota tersebut karena semua tim penyidik sudah mengepung salah satu unit apartemen tersebut, karena sang penghuni hampir saja melarikan diri dari apartemen tersebut.


Tuan Herald yang mendapatkan laporan dari tim penyidik seperti itu, meminta mereka menahan Laura di apartemen nya terlebih dahulu karena dirinya ingin berbicara dengan Laura dia ingin tahu alasan Laura melakukan hal setega itu pada Nina, karena setahu tuan Herald Laura dan Nina tidak saling mengenal.


Perjalanan selama 30menit pun akhirnya berakhir di sebuah basement sebuah apartemen, sang supir pun memarkirkan mobilnya di sana dan tuan Herald pun turun beriringan dengan asistennya, mereka pun berjalan ke arah lift dan menekan tombol yang telah di beritahukan oleh pihak penyidik sebelumnya.

__ADS_1


Tuan Herald sungguh merasa tidak sabar untuk bertemu Laura sebenarnya bukan hanya tuan Herald yang penasaran tapi tuan Zainul pun penasaran pada alasan Laura, karena biar bagaimana pun Laura sudah dia anggap seperti putrinya sendiri tapi, kali ini sungguh di luar dugaan Laura melakukan kesalahan besar yang sulit di maafkan pasti nya oleh Aslan.


Lift pun tiba di lantai yang mereka tujuan, saat pintu lift terbuka, tuan Herald dan tuan Zainul pun berjalan ke sebuah unit apartemen yang telah di jaga oleh tiga orang tim penyidik di luar dan dua orang di dalam.


Saat tuan Herald berjalan masuk kedalam. dirinya melihat Laura yang menangis di depan dia orang tim penyidik, perasaan yang paling terpukul saat ini adalah tuan Zainul yang melihat sahabat anaknya menangis seperti itu, namun dia berusaha untuk tidak melembutkan hatinya saat ini karena bisa-bisa Laura memanfaatkan kesempatan ini.


Laura melihat kedatangan tuan Herald dan tuan Zainul dia langsung berdiri dan menghampiri kedua meminta permohonan maaf dan meminta dirinya di bebaskan dari kasus ini.


"Maaf Laura tapi itu tidak mungkin karena, perbuatan mu ini hampir saja menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah pada mu Laura" ucap tuan Herald tegas.


"Tapi paman apa aku salah aku hanya ingin memiliki Aslan kembali paman" ucap Laura dengan penuh ke egoisnya.


"Salah kau benar-benar salah Laura, seharusnya kau hafal betul sifat Aslan seperti apa, dia akan semakin membenci mu bila dia tahu kalau kau lah dalang percobaan pembunuhan calon istri nya" jelas tuan Herald tegas.


"Ap... apa paman calon istri? " tanya Laura tak percaya.


"Tidak... Aslan tidak boleh dengan orang lain paman dia hanya mencintai aku paman, kalian tidak bisa seperti ini kalian tidak bisa mempermainkan perasaan seorang wanita seperti ini tidak..... " jerit Laura histeris.


"Laura kendalikan diri mu?! " sentak tuan Zainul.


Tapi bukannya berhenti Laura malah semakin menjadi dia mengamuk di apartemen nya hingga melempar semua benda yang ada di sana ke sembarang arah, hingga akhir tim penyidik yang berada di sana pun terpaksa melumpuhkan nya dengan memukul tengkuk. lehernya hingga Laura terjatuh pingsan.


Laura pun di bawa oleh tim penyidik kesebuah ntumah sakit kepolisian, agar segera ditahan setelah diri nya sadar nanti.


Tuan Herald dan tuan Zainul pun mengusap wajah mereka kasar karena tak menyangka kalau Laura bisa segila itu pada Aslan.


Tuan Zainul pun mengirimkan pesan pada Zaed memberitahukan kalau Laura sudah di tangkap oleh tim penyidik dan masuk kerumah sakit kepolisian setempat, tuan Zainul meminta Zaed untuk Jagan menceritakan semua berita ini pada Aslan, karena tuan besar yang minta seperti itu.

__ADS_1


Zaed pun mengehela nafas dalam saat membaca pesan dari ayahnya, dan itu dilihat oleh Aslan hingga Aslan pun bertanya padanya.


"Kenapa? " tanya Aslan singkat.


"Eh... tidak tuan muda tidak apa-apa aku hanya sedang mengatur nafas saja, hehe oia tuan muda rencananya kapan kaki Nina akan di operasi? " Zaed mengalihkan pembicaraan.


"Gue belum tahu Alice belum kasih tahu tadi"ucap Aslan santai.


" Anda tadi marah-marah dengan dokter tampan tersebut jadi mereka belum bisa memberi tahu kan jadwalnya karena anda sulit dia ajak bicara "jelas Zaed.


"Ya habisnya apa-apa an dia melihat kaki mulus milik calon istri gue dasar modus doang tuh dokter, dan gantengan juga gue sama dia Zay elu buta ya? " omel Aslan.


Zaed hanya tersenyum saja saat mendengar Aslan mengomel karena itu berarti dirinya berhasil mengalihkan pembicaraan.


Nina elu sekarang benar-benar mengalihkan fikiran Aslan Nin... gila gue nggak nyangka seorang Aslan yang sulit jatuh cinta bisa jatuh cinta sama seorang gadis yang selalu di bilang cupu olehnya dulu. eh... apa jangan-jangan sebutan cupu itu adalah sebenarnya panggilan sayang Aslan pada Nina secara nggak langsung ya hihi.


Zaed terlihat tersenyum saat berbicara dengan batinnya, hingga membuat Aslan bertanya kembali padanya tentang dirinya yang tiba-tiba tersenyum nggak jelas begitu.


"Elu kenapa sih dari tadi aneh banget, tadi kayak orang banyak masalah sekarang kaya orang gila senyum-senyum sendiri? " oceh Aslan.


"Hehe tuan muda bisa saja" Zaed masih tersenyum.


"Jangan bilang elu lagi jatuh cinta, jatuh cinta sama siapa lu, gue penasaran kaya gimana cewe yang elu suka soalnya seumur-umur gue nggak pernah dengar elu cerita punya rasa sama seorang wanita, elu normal kan Zay? " Aslan jadi ngelantur berbicara kemana-mana.


Hingga membuat Zaed menepuk dahinya sendiri.


"Aku tidak pernah jatuh cinta bukan berarti aku tidak normal tuan muda" ingin rasanya Zaed menangis 😭 saat dituduh oleh sahabatnya sendiri seperti itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2