
Tengah malam di sebuah gudang tua, berkumpulah sekelompok geng motor sedang berdiskusi, mereka di tantang oleh geng lain karena perbuatan daerah kekuasaan.
"Malam ini kita beraksi, kita akan beri mereka pelajaran karena berani nantangin kita" ucap Aslan dengan mata tajamnya.
Aslan berubah bila sedang mode menjadi ketua geng apa lagi saat sedang bersama kawanan gengnya auranya sungguh menakutkan.
semoga saat jadi CEO auranya nggak semenakutkan ini.
batin Zaed yang juga menjadi anggota geng motor.
Dentuman suara kenalpot dari motor-motor besar pun bersahutan di sebuah jalanan yang sepi, namun tak sesepi yang di perkiraan, sebagian pedangang yang masih menjajakan dagangannya masih berkeliaran di tengah malam itu.
"Hemft... nggak nyangka elu turun langsung ke lapangan untuk masalah secuil begini" ledek seorang musuh saat mereka sudah berhadapan.
"Kenapa elu takut? " ejek Aslan meremehkan.
"Anjir nggak ada kata takut di kamus gue" ucap sang musuh dengan congkaknya.
"Bagus kalo begitu" Aslan langsung mengeluarkan samurai yang di taruh di belakang punggungnya.
kilauan samurai asli Jepang sungguh sangat membuat orang yang melihatnya membuat bulu kuduk berdiri.
"Bisa kita mulai? " tanya Aslan dengan aura Membunuhnya.
Zaed yang melihat itu pun merinding bukan tanpa sebab Aslan bersikap begitu malam ini karena kemarin dia mendengar salah satu anggotanya mati karena di bantai oleh geng tersebut hingga dendam menguasai hatinya malam ini.
Perang pun di mulai para pedagang asongan yang sedang berjualan disana langsung kocar-kacir bubar seketika saat perang antar geng di mulai.
Seorang mahasiswi yang baru pulang dari kampusnya setelah mengerjakan tugas dan berdiskusi dengan dosennya pun kebingungan saaat dirinya sedang menunggu ojek online yang di pesannya tiba-tiba melihat kerumunan orang yang berlarian tunggang langgang.
"Neng cepet lari ada geng motor lagi Perang" ucap Salah satu pedagang yang sedang berlari.
"Hah geng motor astaga" ucapnya kaget.
Gadis itu pun bersiap lari dan bersembunyi di tempat aman tapi langkahnya terhenti ketika dia mendengar satu nama yang tidak asing di telinganya.
"Aslan sadar... Lan... " Teriak temannya saat melihat keadaan Aslan bersimbah darah.karena terkena sabetan samurai dari musuh geng motor nya.
Nina yang mendengar sebuah nama yang tak asing di telinganya bukan nya menjauh dari daerah bahaya tersebut malah berlari menghampiri area pertikaian.
"Neng... bahaya neng... aduh jangan kesana" teriak seorang pria yang melihat Nina melangkah ke arah daerah kerusuhan.
__ADS_1
"Ya ampun itu cewe beneran cari mati" ucap pria tersebut frustasi saat melihat Nina yang tak mundur malah maju ke area perkelahian.
Nina mendekat pada seorang yang sudah tergeletak di jalanan dengan bersimbah darah di area perutnya.
"Kak Aslan... " jerit Nina.
Zaed yang mendengar suara Nina. di belakangnya langsung menoleh ke arah Nina.
"Kak... astaga lukanya parah kita bawa segera ke rumah sakit" ucap Nina panik dia masih tak sadar kalau dirinya masih berada di area pertikaian.
"Nina bahaya jangan disini" teriak Zaed yang berusaha melindungi Nina.
"Tapi kak Aslan kritis kak" Nina panik dia bukan mengkhawatirkan dirinya malah mengkhawatirkan Aslan.
"Jafri hendle semuanya kalo udah. nggak sanggup mending mundur" ucap Zaed pada salah satu anggota gengnya.
Zaed segera membawa Aslan bersama Nina dengan menggunakan motor besarnya, Aslan di bagian tengah dan Nina menjaganya di belakang.
Aslan bisa terkena sabetan samurai karena ketua geneh sebelah sangat curang saat berkelahi tadi, dia menyiram air cuka ke mata Aslan hingga mata Aslan terasa perih dan hilang konsentrasi dan saat itu lah ketua geng musuh menyebetkan samurai nya ke perut Aslan.
"Hahaha kemana taring lu Aslan" ucap si penebas dengan sombongnya.
Aslan yang terkena bagian vital di perutnya langsung tak sadarkan diri.
Nina memegang pinggang Zaed yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
Nina sempat bingung saat Zaed malah melewati rumah sakit terdekat dan malah mencari rumah sakit yang jaraknya jauh dari sana.
"Kak kenapa kakak nyari rumah sakit yang jauh tadi kita sudah dekat rumah sakit kok di lewati? " teriak Nina.
"Jangan ke rumah sakit itu, kita kerumah sakit tempat saudara Aslan kerja ajah jadi nggak ada pertanyaan aneh-aneh dari pihak rumah sakit" teriak Zaed saat mengemudi.
"Ooo begitu tapi. berapa lama lagi kita sampai aku khawatir kak Aslan tidak tertolong"
"Jangan ngomong sembarangan lu... jagain Aslan gue ngebut nih" omel Zaed.
lagian anak ini kenapa ada di daerah itu malam-malam begini ya...
fikir Zaed tentang Nina.
Motor pun sampai ke rumah sakit yang ditujukan Zaed sebenarnya ini rumah sakit keluarga Aslan, jadi akan lebih mudah Aslan mendapatkan pertolongan pertama dirumah sakit ini.
__ADS_1
Zaed menghentikan motornya di IGD rumah sakit dan saat sampai sana seorang satpam membatu Nina dan Zaed menurunkan Aslan.
"Eh... " sangat satpam mengenal Aslan.
Zaed langsung menempelkan jari telunjuk nya di bibir menandakan jangan banyak bicara Zaed memberikan isyarat melirik ke arah Nina dan satpam itu pun mengerti dengan isyarat yang di berikan oleh Zaed. hingga dia pun terdiam dan langsung menolong Aslan membawa Aslan menggunakan brankar.
saat masuk ke ruang IGD seorang dokter langsung menangani Aslan.
"Astaga Aslan apa yang terjadi? " tanya dokter tersebut yang mengenal Aslan.
"Dokternya tolong temen saya dia terkena musibah seperti nya saat dia lewat dia tak sengaja menjadi korban kerusuhan di dekat kampus saya dok" jelas Nina.
Nina yang masih belum sadar kalau Aslan adalah anggota Geng motor menjelaskan dengan sok tahunya kepada dokter, sementara sang dokter yang tak lain adalah kakak kandung Aslan sangat hafal kenapa adiknya ini bisa begini.
dokter yang mengenal Aslan dan Zaed melirik kearah Zaed.
"Dok saya mohon selamatkan dulu nyawa teman saya baru kita bicara yang lain" ucap Zaed.
"Bawa pasien ke ruang operasi lukanya sangat parah" perintah dokter tersebut yang langsung di turuti oleh tiga orang perawat yang ada disana.
"Aku minta kau jelaskan pada ku nanti setelah aku mengoprasi anak gila itu" bisik dokter tersebut pada Zaed.
dokter tersebut pun berjalan ke ruang operasi menyusul para perawat yang membawa brankar Aslan terlebih dahulu.
Zaed dan Nina menunggu di depan ruang operasi, luka Aslan memang sangat parah dia kehilangan banyak darah. dokter meminta seorang perawat yang membantunya operasi pun berlari ke ruangan penyimpanan darah tapi stok darah dengan golongan darah Aslan habis.
dokter keluar dari ruang operasi memberitahukan kalau Aslan kekurangan banyak darah dan membutuhkan transfusi darah secepatnya tapi stok darah di rumah sakit ini habis. hingga dokter meminta Zaed untuk ke bank darah secepatnya.
Nina yang mendengar hal itu akhirnya ikut bicara.
"Apa golongan darah kak Aslan? " tanya Nina.
"Golongan darah Aslan itu O" jelas dokter.
"Ambil darah ku saja golongan darah ku juga O" ucap Nina.
"Ah.. syukurlah anda bisa mengikuti perawat untuk di tensi dahulu karena bila anda kurang darah juga anda tidak bisa menyumbangkan darah anda pada Aslan" jelas dokter.
"Hem... semoga darah ku banyak dan cukup untuk kak Aslan" ucap Nina polos.
Zaed hanya bengong saja saat Nina mengatakan itu.
__ADS_1
Bersambung.