
Aslan berlari setelah dirinya sampai di area rumah sakit, dia langsung berlari di lorong rumah sakit ke ruang VVIP, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Nina, saat Aslan tiba di depan pintu ruang rawat Nina Aslan melihat Wiwid yang menangis disana.
"Wid gimana keadaan Nina?! " tanya Aslan cemas.
"Hiks maaf tadi aku nggak tahu bagaimana kejadiannya tapi tiba-tiba Nina kejang-kejang dan sekarang dokter sedang mencoba mengeluarkan racun dalam tubuhnya hiks.... hiks... " jelas Wiwid sambil menangis.
"Apa?! racun?! " Aslan terkejut.
"Iya kata dokter ada yang memasukan racun ke dalam kantung infus Nina, tapi aku nggak tahu siapa orangnya tuan hiks... hiks... "
Aslan langsung masuk ke ruang rawat Nina dan ternyata dokter sudah selesai menolongnya.
"Bagaimana dok? " tanya Aslan.
"Alhamdulillah tuan dia selamat untung saja cepat ketahuan jadi racun belum menyebar ke seluruh tubuhnya, dan kami sudah memberikan penawar pada pasien hingga nyawanya masih bisa terselematkan"jelas dokter.
"Periksa CCTV aku ingin tahu siapa yang berani melakukan ini dirumah sakit papah ku" ucap Aslan tegas.
"Berani betul orang itu menyentuh Nina ku" gumamnya kesal bahkan dia mengepal tangannya keras.
"Beri penjagaan di depan pintu agar tidak ada orang sembarangan masuk. ke ruangan ini kecuali aku, Zaed, dia dan juga para petugas kesehatan" ucap Aslan dingin.
"Baik tuan muda" ucap semua orang yang ada disini.
Tak lama dokter Ryan datang keruangan tersebut dan melihat begitu banyak orang disana, dokter Ryan tadi sedang ada di ruang operasi jadi dia baru bisa datang ke ruangan tersebut.
"Aslan... " sapa dokter Ryan.
"Bang ada yang kasih racun ke infusan Nina bang rumah sakit kita nggak aman kak" Aslan kesal.
__ADS_1
"Kamu tenang dulu ya... kita akan selidiki ini semua, kakak juga nggak akan tinggal diam begitu saja atas kejadian ini"
Tak lama petugas keamanan datang ker ruangan tersebut dan menyerahkan rekaman CCTV-nya pada Aslan.
"Maaf tuan muda tapi wajah orang tersebut sama sekali tidak terlihat jelas bahkan kami juga tak tahu dia itu perempuan atau laki-laki, tapi kami mendapatkan rekaman CCTV di area parkir dan orang tersebut mengendarai mobil yang berplat nomor tersebut, kami sudah meminta pihak kepolisian untuk menangkap si pelaku" jelas petugas keamanan.
"Bagus cari orang itu sampai dapat tak akan ku biarkan orang itu lolos dari tangan ku" ucap Aslan geram.
dokter Ryan pun hanya menepuk-nepuk pundak adiknya agar sedikit lebih tenang.
Sementara Wiwid terus berdiri di samping brankar Nina yang masih belum sadarkan diri.
"Aku akan menjaga Nina bang nggak akan aku biarin hal seperti ini terjadi lagi" ucap Aslan.
"Ya baiklah tapi jaga kesehatan mu juga" jelas dokter Ryan.
Semua orang pun meninggalkan ruangan tersebut dan tinggalah Aslan, Wiwid dan dokter Ryan yang berada disana, Aslan kini duduk di sisi brankar Nina, dokter Ryan melihat itu melihat kesungguhan di mata adiknya yang terlihat sangat mencintai gadis itu.
batin dokter Ryan.
Dua orang petugas keamanan pun menjaga di luar ruang rawat Nina.
Tak lama Zaed pun tiba disana dia melihat ada petugas keamanan dia depan ruang rawat Nina, fikiran nya bertanya-tanya, apa yang terjadi pada Nina kenapa Sampai ada petugas keamanan di depan kamar nya.
Zaed pun di persilahkan masuk oleh kedua petugas keamanan tersebut dan saat di dalam Zaed melihat Nina sedang tertidur, Zaed mendekat pada Wiwid dan berbisik menanyakan apa yang terjadi tadi.
Dan Wiwid pun menjelaskan pada Zaed tentang kejadian tadi, kalau ada orang yang menyuntikkan racun ke kantung infusan Nina, Zaed terkejut benar-benar terkejut dan dokter Ryan pun memperlihatkan rekaman CCTV pada Zaed yang menunjukan seseorang yang diduga pelaku karena orang tersebut masuk dan keluar ruangan Nina dengan cara yang mencurigakan.
sialan siapa orang ini kenapa dia berniat jahat sama Nina.
__ADS_1
Bahkan Zaed pun geram mengetahui itu semua.
"Lan... gue akan cari siapa orang yang berani nglakuin ini semua elu tenang ajah" ucap Zaed dingin dia pun segera pergi dari ruangan tersebut.tanpa mendengar persetujuan dari Aslan.
Dia sangat tidak sabar mengetahui siapa pelaku kejahatan ini, apa salah Nina padanya dan kenapa dian bisa setega itu padanya dan satu hal yang menjadi pertanyaan di benak Zaed adalah dari mana orang itu tahu tempat Nina di rawat, dirinya sungguh penasaran dengan pelaku kejahatan ini karena sepertinya orang ini sangat membenci Nina.
Siapa pelakunya ya... apa iya ibu tiri nya Nina yang pernah aku dengar cerita nya kalau orang itu sangat membenci Nina, tapi bagaimana dia bisa tahu kalau Nina sedang di rawat disini.
berbagai macam fikiran muncul di kepala Zaed untuk memecahkan siapa pelaku kejahatan ini.
Zaed terus berjalan di lorong rumah sakit sambil terus berfikir siapa, siapa dan siapa pelakunya.
Zaed pun meminta beberapa bantuan teman-temennya yang bisa melacak dengan segera siapa pemilik mobil yang berplat nomor tersebut.
Dan saat ini Zaed sudah berada di area parkir dia juga menyelidiki area tersebut karena Barang kali dian bisa menemukan bukti kecil dari sana dan bisa mencari siapa pelaku tersebut yang barang kali meninggalkan jejak kejahatannya disana.
Zaed berkeliling di area parkir yang tadi sempat merekam si pelaku.
"Tadi mobilnya terparkir disini, coba gue cari barang kali dia meninggalkan barang bukti disini" Gumam Zaed yang menyelidiki semua area parkir tersebut, dia menyoroti rerumputan disana karena barang kali ada satu bukti yang bisa dia temukan tapi hasilnya nihil tak ada Satun barang pun yang dia temukan untuk dia jadikan bukti.
"Akh sial sepertinya penjahat itu sangat pintar dan lihai dia tak meninggalkan barang bukti dia sungguh bukan penjahat yang ceroboh ck... huft... " Zaed akhirnya bersandar di pintu mobilnya masih mencoba berfikir disana.
Dan saat sedang berfikir entah kenapa. matanya tiba-tiba menatap ke sebuah tempat sampah disana, Zaed pun melangkah mendekati tempat sampah tersebut dia pun melihat ke sekeliling daerah yang ada tempat sampahnya itu.
"Disini tidak ada CCTV" gumamnya.
Dan tanpa fikir panjang lagi Zaed memeriksa tempat sampah tersebut dan saat Zaed membuka tutup tempat sampah tersebut sampah yang ada disana tidak terlalu banyak dan hanya ada sampah kering saja, Zaed pun menuangkan sampah tersebut ke tanah dan dia mendapati sebuah suntikan kosong disana, Zaed pun dengan hati-hati mengambil suntikan tersebut dengan menggunakan tisue yang ada di mobil nya.
Dan saat dia mengambil benda tersebut dirinya sungguh di buat terkejut dengan benda yang baru saja diambil nya.
__ADS_1
"Ini... astaghfirullahalazim" Zaed sampai beristighfar saat dia menemukan sesuatu yang menjadi petunjuk untuk kasus ini.
Bersambung.